Saturday, August 27, 2011

Tradisi Bikin Kue Lebaran

Hhhmmmm.....Lebaran beberapa hari lagi. Kesibukan akhir-akhir untuk bikin kue Lebaran semakin menjadi-jadi tuh. Di keluargaku sudah jadi tradisi kali ya kalo bikin kue Lebaran tuh pasti gak pernah ketinggalan hidangan yang 3 macam. Maksudnya untuk jenis snack-nya, yaitu kue nastar, kastengels dan kacang bawang. Ketiga jenis penganan tersebut gak pernah absen dari atas meja, baik meja makan ataupun meja tamu.

Tuesday, August 23, 2011

Kalau Ada Yang Dekat Kenapa Harus Yang Jauh.

 Halo para blogger yang setia berkunjung ke blogku ini, udah kurang lebih satu minggu aku gak ngisi postingan nih. Ingat akan pesan dari Vavai Masin dan Bang Aswi bahwa kalo emang mau nulis ya tulis aja. Gak usah ragu gimana nanti penilaian orang terhadap tulisan kita. Nah aku jadi semangat nih mau nulis tentang suatu tempat makan hidangan laut.  Biasanya aku dan keluarga selalu pergi ke Ancol untuk menyantap hidangan laut ini dan tempat yang jadi incaran kami pastilah yang bernama Bandar Djakarta. 

Saturday, August 20, 2011

BER-NARCIS-RIA BOLEH DONK....


Sambil praktek photofunbox aku jadi ikut-ikutan temen blogger yang juga bikin gambar seperti ini di blognya. Kalo gak salah Sang Cerpenis Bercerita
yang manis dan genius itu lho.............
Maaf ya mbak yang manis, bunda jadi ngopi ide nih.


Ehem.....ehem.....ABG dibalik tirai..........menanti sang Fatamorgana

Hhmmm.....tu cowok-cowok guanteng pada ngapain sih????
Yeee....pada terpesona sama senyum si ABG maksudnya
Angkatan Buyutmu...... Gan

Bertabur bunga dulu ah, sebelum ditaburin bunga, hiks, hiks, hiks.

Wednesday, August 17, 2011

Cerita Bahasa Cinta SEBUAH FATAMORGANA..............

Waktu terus bergulir dan kini kami menapaki tahun ke-empat dalam jalinan sebuah komunikasi. Bukan sebuah jalinan melalui online. Tapi benar-benar jalinan komunikasi secara offline yang tertata dengan apik. Antara aku dan dia. Katakanlah sebuah jalinan antara generasi kesatu dengan generasi kedua. Aku tak peduli. Diapun tidak. Setiap kali kami bertatap mata selalu saja timbul debar didadaku. Setiap kaitan jemari ketika dia membimbingku mampu mengirimkan aliran yang dahsyat menyenangkan. Aku tak mengira bahwa setelah dua tahun berjalan aku belum juga bisa menerka apa yang sebenarnya sedang terjadi diantara kami. Ternyata usia yang melibatkan kami seolah tidak ada artinya bagi kami. Dari waktu ke waktu jalinan yang aku sendiri tidak tahu apa namanya. Persahabatankah? Percintaankah? Atau hanya sebuah petualangan biasa ini semakin menyenangkan. Dia ada tapi tiada. Seperti sebuah fatamorgana. Menyilaukan mata ketika dipandang dari kejauhan. Memberikan kesejukan ketika tahu bahwa tersedia, nun jauh disana, sebuah danau dengan air yang jernih menyejukkan.

"Cuma pengen SMS aja. Kangen...",

begitu bunyi SMS-nya yang mampu membuat bibir ini mengulas sebuah senyum dan desah yang perlahan pun akan meluncur :

"Thank you lovy, you are my inspiration. Aku juga kangen..."

Sudah puluhan tahun hatiku tak pernah tersentuh oleh rasa seperti yang kurasakan sejak empat tahun yang lalu. Ya, aku jatuh cinta padanya. Cinta mati. Tapi akupun harus menekan segala rasa itu demi menjaga keutuhan hubungan kami. Usia kami jauh, sangat jauh berbeda. Aku tahu bahwa dia sebenarnya juga mempunyai perasaan yang sama denganku. Bagaimana bisa? Tentu, dari tatap matanya. Dari perlakuannya dan kepeduliannya terhadapku. Tapi kembali kepada faktor usia kami yang berbeda teramat jauh, kami saling menjaga diri, saling belum terbuka.

Anehnya diapun pernah mengakui bahwa pada tahun pertama perkenalan kami dia mengajukan pertanyaan, seperti ini:
Kalau kita teringat akan seseorang kemudian dada ini
berdegup keras, kita tersenyum-senyum sendiri,
apakah itu yang namanya cinta?

Ketika aku tanyakan kepadanya siapakah yang telah menjadi buah ingatannya itu? Hatiku berdegup keras mengharapkan sebuah jawab yang ada dalam pikiranku. Bukan karena aku Ge-eR lho, tapi sangat yakin bahwa orang tsb adalah aku. Tidak ada jawaban darinya kecuali:
"Gak, bukan siapa-siapa koq, cuma nanya aja".

Baru beberapa tahun kemudian ia mengakui bahwa yang dimaksud adalah aku, diriku yang memang mendamba dirinya seperti sebuah fatamorgana.

Ya, kami saling jatuh cinta tapi tak ada kemungkinan untuk bertemu dalam satu titik. Dia masih muda, masih panjang perjalanan hidupnya. Dan dia berhak untuk menemukan seseorang yang lebih pantas dibanding diriku yang sudah hampir diambang batas usia. Aku terlalu tua baginya. Dan dia terlalu muda bagiku. Namun dia menunjukkan bahasa cintanya dengan teratur mengunjungi aku, terkadang dengan sebuah kejutan di hari ulang tahunku. Ketika aku berpikir jarak jauh yang memisahkan amatlah tidak mungkin baginya untuk datang, ketika itu pula dia muncul dirumahku dengan senyum khasnya. Memang dia paling suka memberikan kejutan-kejutan manis buatku. Terkadang dia buat aku kesal dengan telpon yang tidak terjawab dan sms-sms yang tidak berbalas. Aku jengkel. Aku gereget. Aku marah dan ngambek. Apa sih maunya? Sebuah kejutan pun akan datang, dia sudah diambang pintu pagar rumahku. Alangkah manisnya hidup ini. Serasa aku ingin hidup seribu tahun lagi.

Mu'jizat dari dari Allah selalu memerciki kehidupan kami. Keterus-terangan bahwa kami saling jatuh cinta seolah kami ini berada pada level umur yang sama telah membuat pertalian ini semakin erat. Benang halus itu tetap akan menjadi pembatas antara kami. Tetap akan kami jaga. Bersalahkan aku apabila aku tetap menjaga perasaan ini walaupun tanpa sebuah akhir bagiku? Salahkah? Dia adalah penyemangatku. Dan baginya semangatku adalah semangatnya. Dia selalu meminta agar aku tetap semangat dalam menjalani hidup ini. Tanpa ini maka semangatnyapun akan lumpuh. Apakah ini sebuah gombalan? Tidak! Dia bukan tipe seperti itu. Allah mengirimkan dia sebagai anugerah bagiku. Dan ini akan aku jaga hingga dia bisa menemukan seseorang yang benar-benar sesuai bagi dirinya. Dan semoga saja aku masih bisa menghadiri hari pernikahannya. Berharap dia bisa menemukan kebahagiaannya. Karena kebahagiaan dia adalah kebahagiaanku juga. Dia akan jadi penyemangatku sampai kapanpun. Dia akan tetap menjadi Sebuah Fatamorgana, dapat dilihat tapi tidak dapat aku miliki. Bukankah cinta tidak harus memiliki? Apalagi ketika usiaku telah merangkak terlalu jauh meninggalkannya.

Dia tidak pernah melupakan hari ulang tahunku, begitu juga aku karena hari ulang tahunnya telah terpateri dengan tinta emas dalam hatiku.
Tak sedikitpun dia lupa akan warna favoritku. Setiap hadiahnya selalu berkenan dihatiku. Apabila dia dikirim ke Luar Kota dalam tugas ia pun tak pernah lupa mengirimkan oleh-oleh untukku. So Sweet..........

Dia: "Met bobo, moga mimpi indah ya"

Aku:"Met bobo juga, see you in my dream"

Dia:"Kepikiran terus jadi SMS deh. Kangeeen...."

Aku:"Aku juga kangeeennn banget"

Ya Allah, berilah orang yang telah Kau kirim untuk jadi penyemangat hidupku ini kebahagiaan yang sejati. Amin, Ya Robbal'alamin.






Sunday, August 14, 2011

Kapan Lagi?





Sebenernya udah
lama banget nih aku pengen punya satu blog berbahasa Inggris. Ya itung-itung untuk nge-refresh ingatan aku aja supaya jangan lupa-lupa amat sama bahasa Inggris yang udah pernah aku pake dan praktekin tahunan selagi aku muda............hehehehe...........

Nah, s
ejalan dengan itu juga aku pengen banget tuh punya blog dari Wordpress. Jadilah aku register Wordpress dengan blog yang berbahasa Inggris tadi. Padahal kalau aku ingat-ingat nih tentang Wordpress yang ribetnya minta ampun (menurut aku lho!) dan aku belum sama sekali berkenalan dengan Wordpress sebelumnya. Yang penting jalan dulu, urusan belakangan, hehehehe..............masa sih sambil jalan gak ada yang bantuin aku. Tega nian...

Disamping harus belajar tentang Wordpress, aku juga harus mencari tahu (kayak ditektif aja, hehehehe...) tentang suatu system koreksi soal yang aku berikan. Misalnya di blog itu aku bikin soal, murid-murid onlineku ngerjain soal-soal tsb.gimana caranya supaya my online student ini bisa langsung nge-klik jawaban yang benar dari aku. (ada gak ya yang mau kasih tahu?). Atau dimana aku bisa mulai mempelajarinya? Sementara ini masih aku lakukan melalui Inbox Message di Facebook. Dan lancar-lancar aja. Tapi pastilah harus ada kemajuan dalam sistim belajar online yang aku buat. Iya gak sih. Biar murid-muridnya pada semangat kalo udah tahu jawaban yang mereka berikan itu benar atau salah. Kan gitu?


Tautan