Sunday, October 30, 2011

Kabar Baik Dari Indi Taufik.

 Dear Blogger,

Beberapa waktu yang lalu aku pernah ikutan kontes yang diadakan oleh pakdhe Abdul Cholik di newblogcamp. Aku lupa kontes atau lomba apa tapi sebagai partisipasi aku dapat hadiah sebuah buku novel karya Indi Taufik. Wah, jalinan ceritanya bagus dan aku terharu waktu membacanya. Sangking kagumnya sama penulisnya aku beranikan diri mengirimkan email yang tertera di cover belakang bukunya. Alhasil setelah itu aku dan Indi sering ber-email-ria. Rasanya hidup ini koq menyenangkan kenal seseorang yang ramah dan rendah hati seperti Indi Taufik ini.

Beberapa hari yang lalu aku terima emailnya lagi dan lagi. Salah satunya berbunyi seperti berikut:

"Halo Bunda!

Wah, kirain bunda mengjilang kemana, hihihi. Aku juga sama Bunda, bingung sekali dengan yahoo yang baru, terutama dengan cara 'menyimpan alamat email'nya :(
Jadi begini bunda, bukunya itu berisi kumpulan kisah dari orang-orang berbagai usia dan profesi. Cara penulisannya bebas, boleh puisi, cerita (cerpen) atau kata mutiara. Mau ditambahi foto juga nggak apa. Asalkan temanya tetap "binatang yang menginspirasi". Nanti setelah dibukukan (terbit awal 2012) oleh Homerian Pustaka, royaltinya akan disumbangkan kepada yayasan2 fauna. Kalau bunda punya teman/kerabat yang mau menyumbang cerita/foto juga boleh :) Pokoknya bebas dan santai aja bunda, coba bunda ingat-ingat pernah punya kenangan apa dengan binatang. Bisa yg manis/lucu/mengharukan. Ini aku sertakan contoh-contoh tulisan dari volunteer lain. Semoga membantu :)

Indi."

Email dari Indi menginspirasi aku untuk membuat artikel Kabar Baik Dari Indi Taufik. Aku yakin rekan-rekan blogger akan  tertarik untuk berpartisipasi membuat cerita tentang binatang kesayangan/puisi/kata-kata mutiara.  Bila ada yang berminat bisa mengirimkan tulisan tersebut diatas via email: namaku_indikecil@yahoo.com. 

Gimana? Menantang kan:? Ayoooooooooooo.......rame-rame kita berpartisipasi.


Saturday, October 29, 2011

'ENDORSEMENT 4 ABI SABILA"



Yang tersirat dibalik yang tersurat dalam setiap karya tulisnya memiliki
kekuatan beragama. Penulisan yang disajikan dengan sederhana 
tanpa beranjak dari alur ke-Islaman dengan apik
menggambarkan kecintaannya kepada Allah,
isteri, keluarga dan kepada sesama.
Bacaan
paling pas 
untuk menggiring
mereka yang meragukan
keberadaanNya. Subhaanallah.

(Yati Rachmat, Blogger http://goodcrab-personal.blogspot.com)


"Artikel ini di-ikut-sertakan pada Kontes Endorsement 4 Abi Sabila".

Thursday, October 27, 2011

BERKAT NGEBLOG HIDUP INI JADI TAMBAH ASYIK

Kalau saja tidak dimulai langkah awalku sebagai Reseller dari Formulabisnis, mungkin aku tidak akan mengenal   yang bernama blog atau apa itu blogging.  Joko Susilo sebagai pakar Internet Marketing menyarankan kepada Resellers agar memiliki blog untuk tujuan promosi. Sejalan dengan keterlibatanku dengan Formulabisnis maka blog pertama yang kubuat bernama BISNIS ONLINE. Mulailah petualanganku di dunia per-blogging-an. Aku masih ingat Maret tahun 2009. Aku mulai lincah mempromosikan URL-ku melalui media online baik itu yang gratis ataupun yang berbayar. Ya, tidak salah lagi - Berkat Ngeblog Hidup Ini Jadi Tambah Asyik. Kemudian sebagai pemula yang mereka sebut newbie berani-beraninya aku mengikuti kontes yang diadakan oleh Joko Susilo, kalau tidak salah bulan September yaitu Kontes SEO dengan tema Stop Dreaming Start Action; padahal aku sama sekali tidak tahu apa itu SEO (Search Engine Optimation).  Karena persyaratan Kontes mengharuskan tiap postingan harus memiliki satu blog.  Itulah sebabkan aku membuka lagi dua buah blog tambahan. Kenapa? Karena aku mengirimkan tiga buah postingan untuk diikut-sertakan dalam Kontes SDSA. Hasilnya? Aku terlempar dan terhempas. Aku tidak kecewa karena aku yakin sebelumnya hal ini akan terjadi. Sudahlah, let's by gone be by gone. 


Setelah mengikuti Kontes SEO itu aku jadi kecanduan ngeblog. Hidup ini tambah asyik dengan ngeblog.. Berkat ngeblog namanku jadi berkibar di dunia online, hehehehe..... Hal itu dimulai ketika Yusi Setiawati membuat postingan di blognya tentang aku. Dari sini kemudian seorang Bro Zabriansyah Hakim yang dikenal dengan nama online Masbro Pada Bulan Sebelas meng-add aku sebagai friend di Facebook. Oops, aku lupa mengatakan bahwa JokoSusilo juga menyarankan bahwa untuk mempromosikan URL-ku sebaiknya aku mengikuti jejaring sosial Facebook  --  langkah aku untuk mengenal Masbro dkk dari Jember. Berkat Ngeblog Hidup Ini Jadi Tambah Asyik karena aku bisa mencurahkan segala yang aku pendam selama ini dalam hati. Apa pun kejadian selalu kusimpan rapat-rapat tanpa ada satu pun jang bisa dijadikan kenangan. Semua tersimpan rapih dalam benakku, untukku sendiri. Dengan adanya blog akhirnya aku bisa mencuatkan apa yang tersimpan di dada selama ini.  Semua bisa kucurahkan. Semua bisa kujadikan bahan untuk sebuah artikel di blogku. . Postingan demi postingan telah mengundang bertambahnya  pertemanan online.  Alangkah asyiknya memiliki teman yang jumlahnya jauh lebih banyak dari teman-teman offline-ku yang sekarang sudah entah kemana. Tak ada lagi berita tentang mereka setelah semua berkeluarga, memiliki cucu, bahkan mungkin cicit. Banyak dari blogger yang memiliki jumlah teman online ribuan, bagiku diatas limaratus saja sudah suatu prestasi yang luar biasa. apalagi mengingat aku adalah seorang grandma dengan umur 72. (jangan baca 27, tapi 72). Namun melalui blog yang pastinya tidak terpisahkan dari facebook pertemanan bisa terjalin dengan baik. Blog pula yang membuat aku mampu untuk  curhat tentang masa perkenalanku dengan seseorang yang telah terjalin selama empat tahun. -- yang selama ini hanya dia dan aku yang tahu. Semua tercurah. Semua tertulis untuk dijadikan kenang-kenangan yang mungkin suatu saat bisa aku jadikan buku.  Dengan ngeblok aku jadi tahu juga bahwa ada link Pesta Blogger. Kelak anak-cucuku juga akan tahu bahwa ngeblog itu memang asyik. 



Selamat Hari Blogger Nasional 2011.

Akan Kubiarkan Semua Berlalu..



Semalam aku hampir tidak bisa memejamkan mata. Sweeeerrr! Disebelahku telah tertidur dengan nyenyak anakku dan cucuku. Kuliat jam di handphoneku: 01.30. Namun mata ini masih juga tidak mau terpejam. Aku sangat bingung, bahkan teramat bingung memikirkan apa yang menyebabkan aku seperti ini. Padahal aku sudah bertekad "Akan Kubiarkan Semua Berlalu" seperti kehendaknya, bukan kehendakku tapi ini pasti adalah kehendakNya. Allah Maha Agung, ketika aku sedang galau digiringNya aku ber-lang-lang buana melalui internet. Bertemulah aku dengan blog "Uneg-Uneg Si Belo" ini. Disana kutemukan untaian kata yang membuat aku sedikit tenang. Yang membuat aku harus  pasrah. Pagi ini langsung tanpa izin dari pemilik yang melahirkan kata-kata indah itu, aku telah memuatnya di Wall Facebook-ku. Coba baca betapa indahnya:



"Rasa Ini Datang Dari-Mu dan Baiknya pun Hamba Pasrahkan Semua Kepada-Mu Yaa Allah..."

Catatan buat Nay dari blog "Uneg-Uneg si Belo" -- tanpa izin bunda curi nih kata-kata yang buaguuuss banget, maapin ye Nay secare bunde kagak bilang-bilang dulu ame Nay, gak ape-ape kan Nay. 

Terinspirasi dengan untaian kata-kata dari Nay ini aku se-akan terpecut. Seolah aku disadarkan bahwa segala yang terjadi adalah se-mata-mata karena kehendakNya. Aku salah satu makhlukNya yang telah dipilih untuk menerima anugerahNya yang indah ini. Apa pun akhir cerita adalah juga atas kehendakNya. Memang aku sempat shock dan collapse beberapa detik, terkejut, merasa sesuatu menerpa kepalaku. Sakit. Sakit sekali. Cuma beberapa detik memang tapi mampu membuat aku tidak bisa tertidur hingga dini hari. Subhaanallah pagi ini Allah menggiring jari-jemariku untuk menelusuri blog rekan blogger-ku hingga akhirnya aku termenung di blog Nay ini.  

Aku tahu kini. Aku sadar bahwa perasaan indah yang namanya cinta, apalagi cinta sejati tidak selalu diberikan olehNya kepada setiap insan di usia renta seperti aku ini. Jadi seharusnyalah aku bersyukur ke Hadirat Illahi atas segala anugerahNya itu. Atas kehadirannya untuk menitikkan sebuah cinta. Karena itu Akan Kubiarkan Semua Berlalu. Aku tidak akan memupus segala kenangan yang pernah aku jalani bersamanya -- Akan Kubiarkan Semua Berlalu seiring berjalannya waktu. Allah Maha Tahu dan Allah Maha Segalanya. Bukan aku yang telah memulainya. Tapi kami. Aku dan dia. Tanpa kami kehendaki maka hubungan yang membawa kisah yang membekas dihati ini tak akan mungkin terjadi dalam hitungan tahun. 




Hanya Allah yang Maha Tahu betapa aku mensyukuri bahwa Dia telah mengirim dia untukku. Untuk penyemangat hidupku. Untuk membuat hidupku lebih ceria di-tapak-tapak akhir untuk menunggu jemputanNya. Aku tidak boleh bersedih bahwa akhirnya dia memilih seseorang lain. Sosok yang lebih layak baginya. Aku tidak semestinya tersedu, karena  disini, didada ini telah tersemat kenangan yang teramat manis bersamanya. Kenangan yang akan membuat aku selalu menyunggingkan seulas senyum kala aku mengenangnya. Menggelitik semangat kala kuingat dia. Seolah terdengar kembali dengan jelas derai tawa renyah kami bersatu dalam bahagia. Aku tidak menginginkan ini cepat berakhir, namun dia merasa usia mengejarnya tidak terhenti. Akupun maklum bahwa ia harus membangun sebuah keluarga dan menghadirkan keturunan untuk masa depannya. Hubungan kami harus berakhir disini.  Karena dia tidak terlahir untukku. Do'aku akan mengiringi kepergiannya dari sisiku. Semoga dia akan merasakan bahagia seutuhnya. Amin, YRA.








Gambar-gambar diambil dari Google.



Wednesday, October 26, 2011

MAINAN MURAH MERIAH.

Main dampu/demprak yang gaya gerak.


Sebenarnya ingin sekali aku menceritakan kisah betapa bahagianya masa kecil. Masa dimana aku bisa  memuaskan diri dengan bermain tanpa lelah. Memiliki mainan yang aku inginkan. Tapi aku tak punya cerita itu. Aku dibesarkan tanpa memiliki mainan yang bisa kubanggakan kepada teman sebayaku. Aku hanya bisa bermain demprak atau ada juga yang menyebutnya dampu, sebuah permainan  tanpa modal. Tapi aku cukup bahagia, apalagi melihat nenekku yang ikut tertawa, manakala aku terjerembab ketika mengambil kepingan genteng dengan membelakang. 
Haruskah kemudian aku menyamakan kehidupanku masa lalu dengan masa kini? Keinginanku untuk memiliki mainan sebuah boneka yang tak pernah terpenuhi haruskah aku wariskan kepada anak-anakku? Keinginan memiliki mainan yang tak pernah kureguk ketika aku kecil,haruskah kuwariskan kepada anak-anakku, bahkan cucu-cucuku? Tentu tidak. Aku akan mewariskan keceriaan untuk mereka dengan caraku. Apalagi bagiku mainan itu tidak melulu harus berupa benda, tapi bisa juga mainan dengan gerak dan aktivitas yang menggembirakan, misalnya petak umpet, tok-kadal, lompat-tali dan banyak lagi ragamnya. 


Ini permainan tok-kadal. Murah meriah. Oops, yang pasti itu bukan kaki aku  lho, hahahahaha........


Ketika aku telah berkeluarga Allah meng-anugerahkan aku dan suami mainan-mainan yang membuat hidup ini terasa lengkap. Anak-anakku sayang belahan jiwaku. Kebahagiaan yang tidak terperikan dengan lahirnya anak-anak kami memenuhi hidup kami. Mereka adalah mainan yang paling berharga. Ketika mereka merengek meminta mainan, aku tak pernah membiasakan untuk membelikan mainan yang mahal untuk mereka. Aku biasanya membelikan mainan dalam bentuk yang aku pun bisa ikut terlibat bermain bersama mereka, seperti dakon (congklak), bola+bekel, dan dua potong kayu (satu panjangnya kira-kira sejengkal dan satu lagi panjangnya sekitar tiga kali kayu pertama). Permainan ini disebut tok-kadal. Kemudian mainan dengan tali. Akupun bisa terlibat untuk memegang salah satu ujungnya. Ah, bahagianya.  Kecuali untuk anakku yang laki-laki pastinya mobil-mobilan atau sejenisnya yang murah meriah.


Anak-anakku se-usia mereka (8 th.) dan usiaku 43. Tak jarang akupun terlibat permainan ini, walaupun hanya sebagai pemegang tali di salah satu ujungnya............indahnya kebersamaan.


Aku ingat benar ketika rumahku direnovasi, anak-anakku masih dibawah usia 12 tahun. Sebagai ibu rumah tangga sekaligus pegawai kantoran aku pun harus bisa menjadi ibu sekaligus teman bagi mereka. Suatu ketika kami berkumpul membentuk lingkaran. Ya, kami bermain bekel, atau bermain congklak secara bergantian.


"Wah, ibu ni bener-bener ibu teladan deh, capek-capek pulang kantor masih nyempetin main sama anak-anak", si tukang berkomentar tanpa diminta yang membuat hatiku bangga. 


Itulah kehidupanku. Hanya kasih sayang yang bisa aku berikan dan berusaha semaksimal mungkin bersama mereka dengan mainan yang mereka sukai.


Ber-empat kami selalu bermain bekel (bola bekel). Derai gelak tawa menambah
kebahagiaan, walau itu disebabkan karena ada main curang, hehehehehe......


Kini anak-anakku telah berkeluarga dan aku memiliki cucu-cucu yang sehat dan pintar dari mereka. Kini, segala bentuk mainan amat mudah di dapat dan harganya pun bervariasi, dari yang paling murah sampai yang paling mahal. Cucu-cucuku akan dengan mudah memiliki mainan apa pun yang mereka inginkan. Tapi tetap harga yang menjadi patokan utama. Anakku tidak akan membelikan mereka mainan yang mahal. Sebuah holahop, lingkaran yang terbuat dari rotan pun digemari oleh cucuku. Namun sebagai hadiah prestasi belajar cucu-cucuku pasti akan bisa meminta mainan apa yang mereka inginkan, dengan syarat setelah dimiliki mereka harus bisa memelihara dengan baik mainan yang mereka miliki.


video


Cucuku beraksi dengan sebuah holahop; kegigihannya mulai dari gak bisa
sampai menguasai holahop patut mendapat acungan jempol.






“Artikel ini diikutsertakan padaMainan Bocah Contest di Surau Inyiak”.


Sumber gambar-gambar: Google & koleksi pribadi.

Monday, October 24, 2011

Ada-Ada Saja.

Sebelum diolah? Hiiii.....serem...
Membaca Harian Minggu Warta Kota, tgl. 23 Oktober tentang Sop Bening Ekstra Sumsum dengan campuran berbagai jeroan  -- aku jadi teringat akan cerita temanku waktu aku ABG (ini beneran Anak Baru Gede lho, bukan Angkatan Buyutmu, Gan), hehehehe.... Jadi coba aja berhitung matematika umurku berapa waktu aku ABG asli. Aaarrrggghhhh jadi pengen kembali kemasa itu lagi. Tapi jadi gak bersyukur ya? Alhamdulillah aku diberi kesehatan yang prima sampai usia renta 72. Sekali lagi Alhamdulillah.


Begini: Aku punya teman yang menghabiskan waktu ABG-nya di Luar Negeri (Belgia) mengikuti kedua orang tuanya. 


Kami dipertemukan kembali ketika aku berusia 28 tahun.  Lho koq jadi cerita tentang teman aku sih. Abis, emang sumbernya dari situ jadi ya harus dimulai dari situ, hehehehehe....
Setelah diolah? Hhhhm......

Friday, October 21, 2011

Iseng Yang Menambah Ilmu.

Pagi ini aku iseng banget. Ide belum muncul untuk bikin postingan. Cucu udah berangkat ke sekolah. Komputer nganggur. Sayang kan kalo dibiarin gak berfungsi, hehehehehe..........padahal aku tahu sih bahwa dengan gak pake komputer maka pasti akan menghemat penggunaan listrik -- karena irit listrik. Tapi kalo mau irit kapan mau pinternya? Iya gak sih?  Judul postingan aku (kalo ini bisa disebut postingan) kali ini adalah ISENG YANG MENAMBAH ILMU. Mau tau kenapa? Berikut alasannya:

Wednesday, October 19, 2011

What Should I Do Now.

Hehehehe.....sangking bingungnya aku mau posting apa hari ini, aku kasih aja judul postingan kali ini seperti diatas tuh -- What Should I Do Now-- Bukan, bukan mau keren-kerenan sih tapi emang beneran aku bingung nih sekarang mau nulis apa. Ide buat nulis cerita udah top. Tapi top disini bukan berarti "yang paling" lho, tapi top dalam artian udah mencapai titik optimum, hehehehehe.... udah tumpah semua ampe gak ada lagi tuh yang tinggal.  Ada sih, tapi di memory, hehehehehe.....jadi ya buat diinget sendiri aja kallleeee....
Tapi.....bukan bunda Yati Rachmat namanya kalo bisa dengan mudah tenggelam dalam kesedihan. Bahkan kesedihan itu sendiri sudah membuat aku tambah semangat. Gak sia-sia MasBro menciptakan lagu untukku, hehehehehehe.....


What Should I Do now? Well, just playing around with my computer -- click here and there........Lho koq jadi pake bahasa orang lain ya? Bunda-bunda....gini nih kalo si bundanya lagi bingung, lagi mummmeeett and lagi semrawut pikirannya. Semalem bingung tuh gak bisa tidur lelap, kayak kaget-kaget gitu, qiqiqiqiqiiiii....mimpi buruk mulu. Akhirnya cepet-cepet ambil wudhu....ngaji and baca Surah Al Baqaroh cuma ampe ayat 150 kantuk menyerang............Alhamdulillah, tidurlah si bunda dengan nyenyak ampe subuh. Sekali lagi alhamdulillah. Ya, Allah -- Kau masih memberikan kenikmatan tidur yang nyenyak untuk umatMu ini.

What Should I Do now? I'd better do something-else. I have to get rid of all my sorrow. Aku harus membuat hati ini tenang and hepi terus demi kelanjutan tapak yang masih sedikit sekali tertinggal di depanku. Yeeee.....inilah aku, a granny yang gak mau larut terlalu lama dalam kekecewaan, apa pun bentuknya. Hidup ini harus terus berlanjut dengan segala gairah yang tersisa.  Hidup ini harus dibuat sedemikian berartinya, bukan untuk diri sendiri, tapi untuk orang lain, baik itu keluarga dekat, keluarga jauh, teman dekat, teman jauh, teman akrab, teman gak akrab (apa bedanya tuh sama teman dekat, hehehehehe.....), teman online or siapa pun. Dengan begitu akhirnya Insya Allah aku akan merasakan betapa berartinya hidup ini. Supaya aku lebih bergairah lagi aku akan sertakan disini sebuah video lagu Nyanyian Burung dari Tamasya Band dengan suara Lozz Akbar, teman fb-ku yang kocak. Sekaligus menjawab secara gak langsung pertanyaan dalam lagu tersebut: What's Life, Bunda?.


Dengan prinsip hidup penuh s'mangat dan gairah serta menikmati anugerahNya membuat semakin tebalnya  rasa bersyukurku kepada Allah SWT yang telah memberikan sesuatu yang terindah dan bisa kukenang sampai ajal menjemput.

Hidup ini memang indah kalau saja kita bisa bersyukurinya.  Amin, YRA.


Monday, October 17, 2011

Betapa Mulia Hatinya..

Mungkin apa yang aku ceritakan ini akan menimbulkan pro dan kontra diantara pembaca blog-ku. Tapi aku tak peduli karena semua yang terjadi adalah aku anggap sebagai anugerah dari Allah SWT. Betapa tidak! Sejak pernikahanku puluhan tahun yang lalu aku tidak pernah merasakan getar-getar indah di dada ini. Pernikahanku dengan suamiku sekian puluh tahun yang lalu adalah hanya karena amanat dari mendiang ayahku -- yang saat itu -- sedang dalam keadaan sakit payah. Kebetulan aku mengetahui bahwa pria ini yang akhirnya menjadi ayah dari anak-anakku ketika itu (katanya) sudah lama tertarik padaku bahwa ia mencintaiku dan ber-angan-angan untuk menjadikan aku sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya kelak.  Dan keinginannya terkabul. |Akupun menjadi wanita yang paling cantik sejagat dimatanya. Amin. Seiring berjalannya waktu ternyata aku teramat sangat menyayanginya. 


Tahun demi tahun kasih sayang timbul dalam hatiku Perasaan sayang yang tak terhingga padanya. Tapi tidak pernah ada getar-getar indah yang memanasi dada ini. Namun begitu, hidup terus berjalan tanpa kendala apapun dan tetap terjalin keharmonisan antara kami, apalagi setelah lahir anak-anakku.  Kami membesarkannya bersama dengan penuh kasih sayang. 


Hingga akhirnya dia pergi lebih dahulu memenuhi panggilanNya dalam usia 63 tahun, tiada juga ada getar-getar cinta itu menyelinap dalam dadaku.  Ternyata dari awal aku tidak pernah mencintainya. Aku hanya menyayanginya karena dia mencintaiku dan mau memenuhi amanat ayahku pada saat beliau sekarat. Aku bersyukur karena semua hal ini telah berlalu.  Aku mengangkat kedua belah tanganku dengan wajah tengadah karena aku telah memenuhi keinginan ayahku. Soal cinta bagiku tak menjadi masalah. Hidup kami rukun walaupun terkadang diselingi dengan pertengkaran-pertengkaran kecil. Keharmonisan dihadapan anak-anakku tetap terjaga.


Empat tahun yang lalu ketika usiaku memasuki  usia 68 tahun sesuatu telah merubah kehidupanku. Sesuatu telah membakar semangatku.  Seseorang muncul dalam kehidupanku. Mungkin disebabkan aku tak pernah merasakan jatuh cinta yang sebenarnya; mungkin juga aku selama ini terlalu tenggelam dalam kesibukan yang aku tanggulangi seorang diri; atau mungkin juga aku memerlukan perhatian dari figur laki-laki setelah sekian puluh tahun aku kehilangan figur seperti ini. Aku jatuh cinta pada sosok yang penuh pesona dan wibawa ini. Dan yang membuat aku bahagia adalah dia pun mencintai aku. Ya, Allah -- kenapa hal ini harus terjadi kala usia rentaku memapahku. Ya, Allah -- Kau Maha Tahu -- apa sebenarnya yang Kau berikan ini apakah sebuah anugerahMu untuk menyemangati hidupku atau sebuah ujianMu yang kau sediakan untukku. Kenapa harus dia? Dan kenapa pula hatinya Kau biarkan mencintaiku? Kami dari dua generasi yang berbeda. Aku ingin segera mengakhirinya namun hubungan yang manis ini tetap berjalan hingga memasuki tahun ke-empat. Baik dia ataupun aku tidak ingin kehilangan komunikasi satu hari pun. Aku tahu dan teramat tahu bahwa kami tidak mungkin bersatu. Aku selalu berdo'a dalam setiap sholatku untuk diberikan jalan keluar dari teka-teki yang tiada akan terjawab oleh kami. Dan Allah menjabah do'aku. Awal Oktober tahun ini dia berikan suatu kejutan yang pada mulanya benar-benar mematahkan s'mangatku. Dia mengirimkan photo bersama soulmate-nya. Dia katakan terus terang bahwa selama dua tahun terakhir dia telah membina kembali hubungannya dengan soulmate-nya. Sekalipun tidak ada kecocokan tapi dia menginginkan keturunan di usianya yang hampir kepala tiga. Memang sangat masuk akal. Selama ini dia terdiam semata-mata untuk menjaga perasaanku. Ya, Allah, apakah aku harus sakit hati dan marah karena tindakannya membohongi aku selama itu? Sementara dia acapkali memberikan kejutan berupa hadiah atau bahkan a surprise visit. Bukankah ini berarti dia tidak pernah mau menyakiti hatiku. Betapa mulia hatinya. Aku berusaha untuk ikhlas melepasnya. Melepas seorang yang telah menimbulkan getar-getar hangat dan indah yang membara di hatiku. Melepas seorang yang telah mempunyai tempat khusus dalam dada ini. Dan melepas seorang yang telah memberiku semangat menggebu, cerah ceria yang tiada tara dan seseorang, dimana aku telah benar-benar menemukan shoulder to cry on. Namun dia bukan  dilahirkan untukku. Aku harus ikhlas. Aku harus rela. Betapapun dia akan tetap menempati celah yang paling dalam jauh dilubuk hatiku sampai ajal menjemputku. Akan terukir dalam pigura sebuah kenangan yang paling indah dalam hatiku. Setiap aku melihat namanya akan menyimpulkan seulas senyum di bibirku. Ketika aku memandang fotonya masih akan terasa getar-getar indah itu. Allah Maha Tahu dengan segala langkahNya. Ternyata Allah Maha Adil untuk tidak memilih usia seseorang untuk dilimpahi dengan perasaan cinta. Love is beautiful, love is a miracle but love is pain too. I love Allah so much for the rest of my life.


Hikmah yang bisa diambil dari kisahku ini: a.l. bahwa sebuah  pernikahan tidak harus diawali dengan sebuah cinta.  Bermodalkan kasih sayang dan pengertian pun akan lebih kental melekat dalam sebuah ikatan perkawinan hingga akan melahirkan anak-anak yang sehat penuh pengertian dan kasih-sayang pula;  Sedangkan cinta sejati bisa datang kapan saja tanpa bisa kita duga, di usia berapapun;  Cinta sejati anugerah dari Allah SWT akan tetap hidup dan menjadikan hidup yang diberikan olehNya menjadi semakin berarti. Allah Maha Segalanya.


Selamat Ulang Tahun buat RAZAN ya, semoga tambah sayang sama pama&kak Farhan.


Buat FARHAN jaga kesehatan ya untuk merayakan ultah di bulan Desember. Gak lama lagi kan? 





Kisah ini diikut-sertakan dalam "Bingkisan Dari Kami" di blog mbak ketty husnia.



Sunday, October 16, 2011

SANSE-SANSE DAN SANSE.

 Sanse Centong (anakan) dan Sanse Kipas.
Kiri:Sanse Air Mancur; Kanan Sanse Kirki


Ternyata sejak 11 Oktober aku gak pernah bikin postingan. Bukan apa-apa tapi karena lom ada ide, hehehehe......Tapi kemaren tuh aku baca di Warung Blogger ada pertanyaan dari rekan fb-ku yang manis ni campereniQ tentang gimana menghilangkan bau gak sedap di kamar mandi.

Nah, aku jadi tergelitik bikin postingan tentang sesuatu yang mungkin aja bisa menolong niQ menemukan solusi. Lalu kenapa pula aku beri judul postingan ini Sanse, Sense dan Sanse?. Karena dirumahku baik itu di ruang tamu, teras depan, teras belakang, dikamar tidur pun ada pot dengan tanaman Sanse ini. Sanse adalah kependekan dari SANSEVIERIA sejenis tanaman yang mempunyai jenis sampai ratusan spesis. Iiiccchh....koq jadi ngebahas tentang Sansevieria sih, katanya mau ngasih solusi buat si manis niQ. Iya, iya, iya....sabar dulu lah. Kalo mau baca novel kan harus (mau gak mau) baca kata pengantarnya, heheheheh.... Lho, gak nyambung ya?

Tuesday, October 11, 2011

AWARD ADALAH PENGAKUAN KEBERADAAN KITA

Memang dasarnya aku ini bukan seorang penulis kali ya. Koq ide susah banget datengnya. Masa sih semua itu harus dibarengi dengan kejadian-kejadian nyata sih baru bisa nulis, hehehehe..... Hari ini kebetulan aku lagi buka post list dan koq ada beberapa draft yang belum aku publish. Ya ampun apa sih ini? Ternyata masih ada postingan yang aku telantarkan di draft dengan judul : Award Adalah Pengakuan Keberadaan Kita. Wah, udah lama banget tuh draft terlena disitu. Pasti Masbro inget tuh kapan ya?? Hayooo....tolong bantu bunda kapan tuh masukkin bunda di daftar list buat "Award sambung menyambung". Inget gak Masbro? Kalo gak inget gak ada sanksinya koq, Santai. Kenapa postingan aku itu terlena begitu lama di peti-draft? Jujur jawabannya adalah karena waktu itu aku tuh masih super O-On buat bisa nerusin -- pertama lom banyak kenal blogger --  kedua gak tau caranya nge-link. Yeeeee...........kasian deh aku. Tapi seiring berjalannya waktu sedikit demi sedikit aku udah bisa lah ber-aktivitas "nge-link" and etcetera, etcetera. (sombong.com).

Sunday, October 09, 2011

Aku Ini Ternyata Banci Senyum.

Hehehehe....istilah "banci" aku dapat ketika dua minggu setelah Lebaran aku berkunjung ketempat mantan besan dan bertemu dengan keluarga besarnya.  Kami ber-foto-foto-ria. Aku aktif pindah sana pindah sini untuk difoto. Tiba-tiba salah satu menantu dari besanku nyeletuk : "Wah.....ternyata si bunda nih banci foto juga ya.".  Langsung aja aku samperin  si pemilik suara yang manis dan tinggi semampai itu dan aku tanyakan apa sih maksudnya banci foto? Kupingku gak enak banget dengernya. Gerah teramat gerah ditempelin predikat banci tersebut, walaupun banci foto. Wuenak-e...... Aku ini wanita tulen lho....100% dijamin afdhol, hehehehehe....... Setelah dijelaskan apa artinya istilah banci barulah derai gelak tawaku memecah ruangan. Kami pun tertawa bersama......Ya ampun, indahnya kebersamaan. Ternyata artinya adalah seneng mejeng untuk difoto. Katanya istilah yang sering dipakai oleh para bencong-bencong, xixixixixixiiiii...... Lucu juga ya. Jadi gak ada salahnya aku beri judul postinganku begini: Aku Ini Ternyata Banci Senyum. Kenapa? Karena ternyata sejak muda aku memang suka banget umbar senyum kalo difoto. Mau liat buktinya? Cekidot-lah..........(pinjem istilahnya para blogger mude). 


1983...bersama suami tercinta....aku adalah wanita yang
paling cuantix sejagat dimatanya....., hehehehe.. 
si papa kedinginan and si mama asyik
berfoto-ria.

Ini dia cucu pertama dari keponakanku yang lahir Desember 1987. Because of him aku mendapat sebutan "bunda". Masa sih di umur 48 keponakanku bilang aku lom pantes dipanggil nenek? Yeee....senengnya dianggap awet muda...... 
Cu, jangan minta keluar ya
masih ujan tuh.....



Ya..ampuunn...semakin lebar aja senyum si bunda dapat cucu JAGOAN dari
puteri kedua, 1996.  Cu...lampu lagi mati nih ya, kita pake 
lampu cempor antik aja ya.....tuuu...merpati
aja seneng liat lampunya, hehehe....

Hiks, hiks....my farewell party with Unicef in 1991.
Big smile was still there anyway. (namanya juga di foto, xixixixiii...)
Kami berbeda agama, tapi satu dalam persahabatan yang murni, 
salah satu sahabatku di Unicef yang telah lebih dahulu
pergi menghadapNya dalam usia yang 
jauh lebih muda dari aku.
Semoga ia mendapatkan tempat yang layak disisiNya. Amin.


Daaaannnnnn......inilah aku saat ini, bundanya para blogger, 
masih sehat berkat do'a para sedulur sejagat raya...
sampe-sampe dapat sponsor
dari Warung Blogger buat jadi bintang iklan
Kopi Luwak, hahahahahaha....


Last but not least..........jangan dibilang bunda mau pamer foto-foto lho ya.... cuman lagi belajar aja nge-klik photofunbox.com
Eeeiiittt...........ni bunda kerjain dari abis magrib lho!
 

Friday, October 07, 2011

Book Review Contest: Taklukkan EMOSI-mu


Untuk mengikuti Book Review Contest, modalku hanya percaya diri aja karena aku sebenarnya belum pernah me-review buku apa pun. Prinsip aku: Kalo gak dicoba gimana aku akan tahu kemampuanku yang masih cetek di usia rentaku ini, hehehehehe.... ‘Tul gak sih? Buku ini secara gak sengaja aku temukan di rak buku anakku, ketika aku cari-cari buku untuk di-review. Ternyata pakdhe Cholik ini seorang motivator yang brilliant banget bisa membakar semangatku untuk cari buku untuk di-review dengan pengalamanku yang big zero.

Jreeeeeng............ Inilah review dari 237 halaman "Taklukkan EMOSI-mu".



 Judul Asli :”The Way Of Emotional Quotient For Your Better Life”
Pengarang Asli: Travis Bradberry & Jean Greaves
Alih Bahasa: Yusun Anas
Jumlah halaman: 237
Penyunting: Arif Sanura
Tata Sampul & Isi: Ma-Shendra
 Pracetak: Lilis
Cetakan Pertama, April l2009 (Edisi Baru)
Penerbit: Garailmu, Jl. Ringroad Timur, Tegalsari, Banguntapan, Jogjakarta
(Buku ini pernah diterbitkan oleh Penerbit Think).




Salah satu pujian terhadap buku ini semakin memperkuat keputusanku untuk me-review buku ini:  “Kecerdasan emosional merupakan sebuah skil yang amat sangat penting untuk dimiliki dalam usaha meraih kesuksesan personal dan professional.  Buku ini sangat istimewa. Saya merekomendasikannya” (Ken Blanchard, penulis buku-buku laku tentang bisnis sepanjang masa; ko-penulis The One Minute Manager).

Seperti judulnya, buku ini mengulas tentang Emosi. Kemudian apa sesungguhnya yang dimaksud dengan Kecerdasan Emosional(Emotional Quotient=EQ) itu.

Penjabaran tentang bagaimana pentingnya  peran emosi dalam kehidupan manusia digambarkan melalui beberapa contoh kisah a.l. tentang Phineas Gage, seorang Mandor di proyek pembangunan Rel Kereta Burlington yang membelah Kota Vermont. Mandor ini dikenal sebagai mandor paling efisien dan paling mumpuni  diperusahaan tersebut. Disiplin dan semangat kerja yang ia bawa serta ke lokasi benar-benar telah mampu menghipnotis buruh di proyek yang ia pimpin, dan semua buruh serta karyawan yakin bahwa proyek tersebut akan selesai tepat pada waktunya. Phineas dikenal sebagai mandor yang bersifat sosial terhadap siapa saja, apalagi buruh dan karyawannya.  Singkat cerita suatu musibah menimpa Phineas di lapangan. Seperti biasa Phineas  memasukkan batang besi yang biasa ia pergunakan untuk memadatkan bubuk mesiu dalam lubang peledakan. Ia memberi tanda pada asistennya untuk menuangkan pasir kedalam lubang peledakan, dimaksudkan untuk melindungi bubuk mesiu dari ledakan prematur ketika dipadatkan.Namun sebelum semua itu dilakukan oleh asistennya, percikan api karena gesekan bebatuan dan besi menyebabkan bubuk mesiu dalam lubang meledak. Kekuatan ledakan sedemikian dahsyat menyebabkan batang besi dalam tangan Phineas  melesat dari genggamannya laksana sebuah roket, menusuk pipi kirinya, tepat di bawah mata, hingga menembus bagian atas kepalanya, mengeruk sesendok otak dari bagian depan otak besarnya. Batang besi tersebut akhirnya mendarat di rerumputan sekitar seratus kaki dari tempat Phineas berdiri. 

Suatu mukjizat dilimpahkan olehNya kepada Phineas karena dia masih bertahan untuk hidup. Setelah sembuh Phineas kembali ke proyek dan mereka yang telah lama mengenalnya melihat ada kejanggalan dari sikap Phineas. Phineas memiliki sikap yang jauh berbeda dari sebelum terjadinya kecelakaan tsb. Emosi-nya telah berubah. Ia mulai terbiasa mengeluarkan sumpah serapah dan memberikan perintah yang sesuai dengan keinginannya.  Ia telah menjadi seorang yang apatis. Kecelakaan itu telah menghilangkan sejumput otak bagian depan dan menyebabkan Phineas kehilangan kecerdasan emosionalnya.  Kejadian yang dialami oleh Phineas ini menjelaskan dan mengajarkan tentang otak kepada kita. Bagaimana manusia akan berprilaku tanpa bantuan dari bagian depan otaknya.  Kehilangan sejumput otak bagian depan telah menyebabkan Phineas kehilangan kemampuannya untuk berpikir sehat tentang apa pun. (Setelah Phineas meninggal dunia, jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Lone Mountain San Francisco dan beristirahat dengan tenang disana selama ratusan tahun, tanpa kepala. Tengkorak kepala dengan batang besi yang menembusnya dimuseumkan di Harvard Medical School).

Dalam buku ini juga dibahas tentang betapa bahagianya kita yang masih memiliki sebuah pilihan tentang bagaimana kita akan merespon emosi dalam diri kita, setiap kita menerima informasi dari dunia di sekitar kita melalui panca indera.  Ada hal baru yang aku tahu dari buku ini: bahwa apapun yang kita lihat, cium, dengar, rasakan dan sentuh, akan menjelajahi seluruh tubuh kita dalam bentuk sinyal listrik.  Sinyal-sinyal tersebut akan berpindah dari satu sel ke sel lainnya hingga ia sampai pada tujuan akhirnya, yaitu otak. Jika seekor nyamuk menggigit kaki kita, sensasi tersebut akan menciptakan sinyal yang harus terlebih dahulu mendatangi otak kita sebelum kita menyadari keberadaan makhluk kecil yang membahayakan itu. Sensasi yang kita rasakan akan memasuki otak di sebuah tempat dibelakang  otak dekat urat saraf tulang belakang (spinal cord), sedangkan pikiran yang kompleks dan rasional terjadi di sisi otak yang berlawanan  --  bagian depan. (bagian yang hilang dari otak Phineas).  Milyaran urat syarat yang amat sangat kecil berbaris menghubungkan pusat rasio dengan pusat emosi dalam otak.

Dibagian lain diceritakan tentang Lily,  seorang karyawan sebuah perusahaan yang sudah jenuh dengan pekerjaannya. Ia memutuskan untuk pindah bekerja di lain perusahaan. Setelah bekerja beberapa lama di perusahaan baru – sebuah Laboratorium yang memproduksi obat-obatan baru untuk penyakit kanker, Lily mulai merasakan adanya kejenuhan.  Lily diberi hak istimewa untuk memberikan masukan-masukannya dalam pembangunan klinik uji-coba. Namun lama kelamaan Lily merasa bahwa tugasnya semakin menjemukan dan kontak dengan boss-nya, David – untuk membahas segala sesuatu tentang  kemajuan laboratorium dan uji-coba klinik semakin terasa sangat terbatas. Karena kesibukan-kesibukan David, jadilah seolah ada jarak antara Boss dan bawahan. Dalam rapat-rapat penting ia hanya diperbolehkan memberi masukan pada tingkat tertentu saja. Dan ini membuat Lily berpikir bahwa ia hanya mempunyai tugas mengawasi laboratorium. Tidak lebih. Sementara pengetahuan yang ia miliki semakin berkembang.  Lily merasa frustrasi. Akhirnya ia upayakan untuk berbicara jujur pada David.  Lily menjadwalkan pertemuan ini selama dua minggu sebelum menghadap David. Laporan-laporan telah ia siapkan. Lily masih mencintai perusahaan ini tapi ia berpikir bahwa harus ada perubahan agar ia terhindar dari rasa frustrasi. Yang terbaik adalah ia akan keluar dari laboratorium, karena ia memiliki gagasan-gagasan yang lebih baik lagi dari sekedar menjadi pengawas laboratorium.  Setelah Lily berhasil mengemukakan semua keluhannya kepada David, walaupun sedikit marah, namun David menghargai kejujuran Lily untuk mengatakan apa yang ia rasakan tentang peralihan kerja dan tentang kejenuhan Lily bekerja di Laboratorium.  Alhasil, David bersama tim eksekutif memutuskan untuk menempatkan Lily di klinik uji-coba obat-obatan. Karena keuletan dan keberhasilannya mengawasi klinik tersebut Lily berhasil memegang jabatan Direktur dan tentunya peningkatan penghasilan.  Lily menemukan peran kecerdasan emosional dalam keberhasilannya mengatasi keadaan yang sulit tersebut. Lily memanfaatkan empat skil kecerdasan emosional: kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial dan manajemen hubungan sosial. (penjabaran lengkap tentang ini silahkan temukan dan baca bukunya, hehehehe….)

Setelah membaca buku ini aku jadi mengerti bahwa tidak ada hubungan antara IQ dan EQ. Tidak bisa diprediksi kualitas kecerdasan emosional (EQ) seseorang berdasarkan tingkat IQ-nya (Intelligence Quotient).  Dijelaskan bahwa IQ tidak fleksibel.  IQ sudah terbentuk sejak kita dilahirkan. Tingkat kemampuan ini adalah sama pada saat kita berusia limabelas tahun atau limapuluh tahun.  Sedangkan kecerdasan emosional adalah skil fleksibel yang mudah dipelajari. Kesadaran emosional (EQ) bisa dikembangkan, bahkan ketika anda tidak terlahir dengannya.
Dalam sebuah temuan ternyata bahwa semakin tinggi jabatan seseorang, semakin rendah EQ-nya.
Kenapa? Karena para para CEO (Chief Executive Officer) semakin sedikit pekerjaannya; fungsi utama para CEO adalah menyelesaikan pekerjaan dengan kemampuan orang lain. Mereka sangat sedikit ber-interaksi dengan para staf. Diposisi manapun mereka yang memiliki skil kecerdasan emosional tertinggi  akan berprestasi lebih dibandingkan rekan-rekan kerja mereka. EQ cenderung meningkat seiring usia.

Banyak poin-poin yang sangat menarik dalam buku ini antara lain tentang bagaimana Ray Charles seorang penyanyi, penulis lagu, composer dan  musisi  soul berhasil dengan sukses dalam hidupnya setelah mengalami kepedihan yang mendalam. Ia menghadapi ketidak-nyamanan dalam hidupnya. (Disamping aku bisa mengenal apa yang dimaksud dengan kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial dan manajemen hubungan sosial, juga kisah tentang Ray Charles membuat aku semakin tertarik terus membaca buku ini sampai tuntas………….)

Dalam buku ini, Bradberry dan Greaves memodifikasi penelitian panjangnya tentang pentingnya EQ, baik di ruang kerja dan keluarga.  Mereka menunjukkan pada pembaca bagaimana cara memahami dan memanfaatkan EQ agar bisa membantu kita meminimalkan potensi stress, meningkatkan produktivitas, mengelola emosi dan berinteraksi secara positif dengan setiap orang di sekitar kita.

Last but not least mudah buku ini memberikan inspirasi tentang bagaimana seharusnya aku menjalani kehidupan yang nyaman di sisa usiaku. Amin.  

"Artikel ini diikutsertakan pada Book Review Contest di Blogcamp".

Saturday, October 01, 2011

Akhirnya..................

Ternyata pepatah itu diciptakan seseorang, siapa pun dia, benar adanya: Where there's a will, there's a way. Pepatah itu "akhirnya" berlaku juga buat bunda. Hampir dua jam bunda berkutat nih di Warnet. Kutak-katik yang namanya accessories blog Wordpress.  Semula bunda masih teramat sangat bingung tuh apa sih yang dimaksud dengan Widget itu. Dengan lincahnya jari jemari tua ini berdansa-ria di keyboard dan mata yang sudah sudah plus-minus ini (maklum pake kacamata, heheheheh) memelototi monitor.  Serius gitu lho, soalnya gak ada mentor yang mendampingi, alias duduk sendiri, tiada teman tempat bertanya.

Akhirnya, daripada gak bikin postingan di blogspot, mending juga aku nulis aja nih tentang aktivitasku siang ini. Dan hasilnya............boleh deh dilihat di blog aku. Ya, daripada gak ada perubahan, kan mending ada penampilan beda tuh.

Buat blogger yang suka mampir ke blog bunda yang ini nih, jangan nulis kritikan yang pedas ya, yang bisa bikin mataku berair. Soalnya baru segitu aja dulu kemampuan bunda tentang mengelola tampilan blog baru bunda yang berbahasa Inggris itu. Maklum (maklum melulu, hehehehe....) belum bisa dan mungkin gak akan mungkin bisa men-design template sendiri. Mimpi kalllleeeee.......... Jadi tinggal nyomot template yang ada aja, tinggal pilih.truuuss...belajar kutak-katik widget.

Sementara bunda harus puas dulu dengan ilmu klak sana klik sini, scroll kebawah, keatas, kesamping dlsb.bersama mouse mungil yang paling setia di keypad komputer  Warnet untuk bisa mengubah penampilan blog bunda tersebut. Dan akhirnya bunda harus meninggalkan Warnet dengan perasaan yang agak legaaa.....
.Kenapa lega? Karena kelelahan bunda terobati pertama oleh tampilan baru berkat Mas Widget, kedua karena selama ketik-ketik cucu bunda yang jauh terus sms-an, padahal dia baru kelas satu SD. Dan dia minta di add jadi friend di fb. Coba....mau gimana? Apa bunda akan strict kepada peraturan fb yang membernya harus minimum berumur 17 tahun? Ya, engga-lah, langsung aja bunda confirm, hehehehehe..... Senengnya punya cucu yang cerdas dan smart pula.  Itu dulu ya.......... Deeee.......