Monday, December 26, 2011

Cinta Adalah Sebuah Pengorbanan.


Aku akan mencoba untuk menjabarkan apa itu arti cinta setelah pernikahan. Setiap orang pasti punya persepsi yang berbeda satu sama lain. Bagiku Cinta Adalah Sebuah Pengorbanan. Kenapa pula aku pilih judul "Cinta Adalah Sebuah Pengorbanan". Aku sendiri pernah merasakan cinta yang membara ketika pacaran pertama kali dan kandas setelah berjalan 8 (delapan) tahun. Kepergian pacarku meninggalkan aku tidak dengan begitu saja, tapi dia memperkenalkan secara tidak langsung seorang pria yang jauh lebih ganteng dari dirinya. Kulitnya putih bersih, hidungnya mancung, badannya tinggi. Pokoknya ganteng abis-lah. Namun getar cinta itu tidak pernah membakar hatiku. Entah karena apa. Seluruh cintaku sudah dibawa pergi oleh pria pertama yang aku cinta dan dialah yang memenuhi rongga dadaku.

Foto jadul pernikahanku yang "super" sederhana.


Cinta Adalah Sebuah Pengorbanan memang tepat aku sebut seperti itu karena apabila kita mencintai seseorang dengan sepenuh hati, maka apa pun yang kita suka tapi tidak disukai oleh partner kita, harus kita tinggalkan, demi menjaga keutuhan cinta. Ada pepatah lama yang berbunyi: "Apabila kau mencintai seorang wanita/pria, maka apa pun kesayangannya, sekalipun itu adalah seekor anjing kurap, tetap harus juga kau sayangi". Pepatah ini ditulis oleh seorang kawanku yang sebagai kata perpisahan di  di Album Kenangan milikku. Nah, itulah salah satu arti dari "pengorbanan" untuk cinta dalam sebuah hubungan sakral, suami-isteri. Apabila usia pernikahanmu menjajagi genap 5 tahun, jangan khawatir akan ada goncangan hebat selama ada pengertian dan kasih sayang yang menyertai cinta..


Do'a yang tulus aku panjatkan untuk ananda Zoothera beserta suami yang sudah menapaki tahun ke-5 dalam pernikahannya. Semoga pernikahanan ananda berdua menjadi ikatan yang langgeng, seia-sekata, sehidup-semati, saling sayang menyayangi dan saling mencintai sampai akhir hayat. Amin, YRA.

Ketika menikah dengan suamiku cinta yang kumiliki mungkin hanya 10% saja untuknya, sementara dia memiliki yang 90%. Aku bangga karena dia mau menikahi aku atas kehendak papaku yang sedang sekarat. Tiada penyesalan yang timbul dalam diriku setelah pernikahan itu. Karena dia adalah sepenuh hati mencintaiku. Aku tahu dan aku bisa merasakannya. I have a good feeling about love. Pernikahan tidak harus dilandasi dengan cinta yang menggebu. Cinta yang hanya 10% pun bisa kita ramu menjadi sebuah jalinan kasih sayang. Dan kasih sayang melebihi kadar cinta, seberapa besar pun cinta itu. Aku merasa wanita yang paling beruntung bersuamikan seorang pria yang mencintai aku. Rasanya aku menjadi wanita tercantik sejagat raya,
Foto jadul setelah melalui 20 tahun pernikahan. Kacamataku juga jadul tuh, hahahaha...

Yang membuat aku semakin menyayanginya adalah setiap kali aku mengandung anak kami, suamiku selalu "over" memperhatikan kesehatanku. Sehingga aku jadi gerah, hehehehe.... (gerah apa seneng???) Yang  hebat dari besarnya cinta suamiku adalah setiap kali aku melahirkan anak-anakku, selama aku dirawat di RS, maka tak pernah seorangpun yang diperbolehkan atau diizinkan untuk mencuci pakaianku yang penuh dengan noda-noda merah dan hitam.. Tidak juga zuster RS. Suamiku akan membawa semua pakaian itu pulang dan dia sendiri yang mencucinya dengan sepenuh cinta. Aku tahu semua kisah ini dari ibuku (ibu tiriku yang sudah aku anggap ibu kandungku) yang kebetulan waktu itu tinggal satu rumah denganku. Hebatnya suamiku. Aku semakin sayang.

Resep yang aku terapkan dalam kelangsungan dan kelanggengan pernikahan kami hingga puluhan tahun, antara lain adalah..................AKU:

  1.  tidak pernah menanyakan slip gaji sejak awal aku menjadi isterinya;
  2.  tidak pernah membuka dompetnya, untuk alasan  apa pun; 
  3.  tidak pernah menanyakan siapa yang menelponnya, kala ia menerima telpon dari seseorang:
  4.  selalu berusaha untuk berbuat yang terbaik untuk keluarga pihak suamiku (kebetulan dia hanya memiliki seorang adik perempuan dan seorang keponakan.di Jakarta);
  5. selalu berusaha mencari tahu apa makanan kegemarannya tanpa bertanya langsung kepadanya. (bisa kutanyakan kepada adiknya, atau kepada saudara-saudaranya yang lain) -- kreasikan suatu surprise untuknya;
  6. selalu menyediakan waktu, kapan pun, untuk bisa berdua saja dengan dia dan ini yang paling ia sukai tentang aku. (Katanya aku romantis-tis-tis..........qiqiqiqiqiiiiiiiiii)


Teknologi semakin canggih dan dengan adanya handphone maka nasehatku akan ku + satu lagi nih: "bagi pasangan suami isteri, sebaiknya menjaga privasi masing-masing. Jangan membuka handphone, tanpa persetujuannya/atas permintaannya. Demikian pula sebaliknya. Insya Allah pertengkaran kecil yang akan menjadi bumbu-bumbu nikmatnya sebuah pernikahan akan terhindar dari pertengakaran hebat yang akan mengguncang rumah tangga yang sedianya sakinah, mawaddah, marokhmah. Semoga.".

Cinta bukan suatu landasan bertahannya sebuah pernikahan. Namun lebih kepada pengertian dan kasih sayanglah yang mempererat ikatan bathin dua insan ciptaan Sang Khalik itu.


Last but not least: Biarkan suami untuk sekali-sekali hang-out dengan teman-temannya tanpa isteri. Begitu juga sebaliknya, isteri harus diberi waktu oleh suami untuk hang-out bersama teman-temannya. Oke gak sih?


Sunday, December 25, 2011

Andai Saya Anggota DPD RI: Rakyat Sejahtera Negara Kuat.


Lomba DPD



Seandainya saya menjadi Anggota DPD RI yang utama saya lakukan adalah mendisiplinkan diri sendiri agar menjadi anggota DPD RI yang jujur dan mampu menyuarakan hati rakjat. Prinsip saya suatu Negara bisa disebut Negara yang adil, makmur dan sejahtera adalah dari gambaran berkurangnya pengangguran yang berdampak pada timbulnya kriminalitas secara umum, termasuk didalamnya tawuran siswa/mahasiswa. Jadi bukan karena berdirinya gedung-gedung megah pencakar langit yang mencaplok lahan-lahan penghijauan dan membrangus rumah-rumah rakjat miskin, sehingga yang sudah miskin menjadi bertambah miskin. Rakyat Sejahtera, Negara Kuat!

Saya pun sebagai Anggota DPD RI harus mampu mengembalikan citra Anggota DPR RI yang selama ini seakan terpuruk dengan berbagai macam gonjang-ganjing masalah politik, ekonomi dan keuangan.  Sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah R.I. -- yang pasti saya akan mengedepankan pembangunan sekolah, baik itu Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama ataupun Sekolah Menengah Atas. Bahkan mungkin Sebuah Universitas. Menggalakkan berdirinya bank-bank rakyat, dimana rakyat bisa mengambil manfaat untuk meminjam modal guna menjalankan suatu usaha kecil dengan bunga yang sangat rendah. Hal ini akan berdampak pula pada mendisiplinkan rakyat dalam mengelola keuangan dari hasil pinjaman.

Saturday, December 24, 2011

Ngakak a la Bunda YR

Ngomong-ngomong soal ngakak, memang aku tuh paling doyan ngakak kalau ada yang lucu. Ngakak gak bisa ditahan. T'rus waktu ikutan Seminar tentang "Laughter Is The Best Medicine" bersama dengan seorang psykolog (yang aku lupa namanya karena udah terlalu lama, hehehe....) tambah menjadi-jadi ketawaku karena udah tahu bahwa ketawa lepas itu sangat sehat! Ketawa ngakak gak  bisa ditahan kalo liat dikit aja yang lucu. Nonton Tom & Jerry, Pink Panther atau OVJ aja aku bisa ketawa ngakak. Nah ngakak kali ini adalah ketika melihat cucuku main hulahoop ditempat tidur. (bukan tidur malah main hulahoop dan aku biarkan agar dia senang dan tidur nyenyak). Mimik dan gayanya lucu abeeezzz ampe aku gak bisa nahan ketawa ngakak. Nih gambarnya, asli aku ngakak abeezz:
Gak taunya berguna juga foto ngakak ini buat ikutan Kontes Ngakak, hahahahahaha.......

Ngakak A La Bunda YR....eeeiitt jangan liat perutnya ya, maklum udah 72 udah gak langsing lagi-lah. Namanya juga mau tidur jadi ya pake baju and celana longgar yang berkerut (ngeles spy gak dibilang gendut-dut-dut), tapi kalo pake Jeans so pasti "rapih jali" alias  langsing, qiqiqiqiiiii...


Gak percaya kalo aku tuh kalo ngakak gak tanggung-tanggung? Nih buktinya coba dengerin aku ngakak waktu liat cucu main hulahoop dan aku nge-shoot videonya sambil ngakak abeeezzz.

video




Postingan ini diikut-sertakan pada Kontes 'Ayo Ngakak Sejenak' yang diselenggarakan oleh Sang Cerpenis Bercerita dan Man And The Moon.


Friday, December 23, 2011

Hang Out di Pamulang Square.

Kalo para blogger menggunakan istilah KOPDAR, maka aku mau pake istilah HANG OUT, hehehehe..... untuk ketemuan sama temen-temen online. Kemarin aku dapat SMS dari mbak Jumia Lely Bukit yang bunyinya: "Bunda, besok jam 5 bisa ketemu di Pamulang Square?" Langsung donk aku balas SMS-nya dengan spontan: "Jam 5 pagi? hahahahaha.....gak bisa, tapi kalo jam 5 sore pasti bisa. Pamulang Square deket danau itu kan? c u later".  Gitu deh SMS awal terjadinya hang out ini. Ya ampuuun, nunggu satu hari aja koq rasanya lamaaaa banget. Mau kopdar, oops.... hang out aja koq kayak mau ketemu sama Sang Fatamorgana nih. Begitu exciting, begitu menyenangkan, gak sabar nunggu hari esok.

Thursday, December 22, 2011

Hari Ibu: Aku dan Anak-Anak Bimbinganku.


Aku & Anak-Anak Bimbinganku
Di Ajang Unjuk Kebolehan Dari Ilmu Yang Telah Mereka Serap.


Hari ibu yang selalu diperingati setiap tahun pada tanggal 22 Desember menunjukkan betapa berartinya peran seorang ibu.  Seorang ibu pasti berpikir apa yang selayaknya dilakukan untuk kebaikan anak-anaknya. Begitu juga aku. Selain aku memiliki anak-anak kandungku, aku masih memiliki kurang lebih ttiga puluh orang anak yang membutuhkan bimbinganku dalam pelajaran bahasa Inggris. Utama sekali adalah untuk anak-anak dari keluarga yang ekonominya dibawah standard  --  mereka yang masih duduk dikelas 4, 5, 6, 7, 8 dan 9. Aku memberikan ilmu yang sedikit aku miliki ini untuk mereka. Aku mengajar mereka secara sukarela dan ikhlas. Kebahagiaan tersendiri yang tak bisa kuungkapkan dengan kata-kata ketika melihat mereka belajar dengan tekun dan penuh antusias. 

Untuk memperingati Hari Ibu tahun ini, aku sertakan Potret kegiatanku ketika masih bersama mereka. Aku tidak bisa menyebutkan satu-persatu nama muridku disini, namun Nurul adalah salah satu muridku yang tak pernah absen dan selalu mendapat nilai tertinggi diantara mereka.

Aku & Nurul di Ajang Lomba.
Dalam sebuah Acara yang diadakan khusus oleh Ketua Majelis Taklim Daarul Ulum, Pimpinan Hj.Dian Ariono. Lokasi: Jl. Benda Barat 11, Pamulang Dua, Tenagerang Selatan  --   mereka aku tampilkan untuk unjuk kebolehan. Sejauh manakan ilmu yang bisa mereka serap. Dengan percaya diri mereka membawakan story telling, membaca syair dan membaca dialog (percakapan) dalam bahasa Inggris.Aku  puas dengan apa yang telah mereka tunjukkan. Aku pun bangga pada diriku bahwa pada usiaku yang telah renta ini aku masih bisa beraktivitas yang memberikan nilai positif untuk orang lain. Alhamdulillah.


Potret ini di-ikut sertakan dalam Kontes Potret Perempuan dan Aktivitas yang di selenggarakan oleh Ibu Fauzan dan Mama Olive.

Wednesday, December 21, 2011

SENYUM DUA GENERASI.

Kategori Foto SEGGER Duet.

Me & Hanila Hussein 


Senyum Dua Generasi

Senyum adalah jendela hati. Sebuah senyum mampu memancarkan kasih sayang yang tulus
dari seorang ibu, kekasih, sahabat atau antar sesama umatNya.
Senyum adalah senjata tanpa peluru anugerahNya.
Subhaanallah!




--------------------------------------------I love blogging---------------------------------------------

Sengaja aku beri judul foto yang aku ikut sertakan pada kontes Kategori Foto SEGGER Duet ini: Senyum Dua Generasi. Betapa tidak, karena aku yang sudah 72 berfoto-ria dengan gadis muda 25 yang ramah terpancar dari senyumnya ketika kami bertemu pertama kali. Sebetulnya lebih pantas disebut Senyum Generasi Satu dan Tiga, heheheheheh......tapi aku masih tetap mau disebut "bunda" ketimbang "nenek", qiqiqiqiqiiiii........... Dasar si bunda banci foto nih!!  Banyak keuntungan yang aku dapat dari beraktivitas nge-blog ini -- banyak teman, sekalipun teman online, namun beberapa sudah aku kenal lewat offline. Istilah Kopdar yang terkenal dari dunia online sudah beberapa kali menjadi kenyataan. Semua adalah berkat aku punya blog dan bergabung di Warung Blogger.

Singkat cerita perkenalanku secara offline atau Kopdar dengan teman onlineku yang manis, Hani Hussein ini terjadi ketika aku ke Bali pada bulan Juli 2011. Pertemuan singkat sungguh telah membekas yang dalam diantara kami. Seolah kami sudah saling kenal lama sekali dan ada perasaan gimanaaa....gitu ketika akan berpislah. Pertemuan singkat yang berkesan. Mudah-mudahan Allah masih mengizinkan kami bertemu kembali di suatu saat nanti. Entah kapan. Insya Allah.


Teman Duet-ku: HANILA HUSSEIN

URL: http://www.pendarbintang.blogdetik.com/

Tuesday, December 20, 2011

SODUS:Senyum Optimis Di Ujung Senja.

Kategori Foto SEGGER Wanita.

"Senyum  Optimis Di Ujung Senja"










Senyum adalah ekspresi  yang mampu membuat orang lain ikut merasa teduh dan damai.  Ketulusan  senyum  terpancar dari binar cahaya mata pemilik 
dan senyum seperti itu akan sulit untuk dilupakan. 
Subhaanallah!!



--------------------------------I  love  blogging, even though I am 72 years now--------------------------------

Dengan memiliki sebuah blog aku yang memang dasarnya senang ber-narsis-ria alias ber-foto-ria tidak melewatkan kesempatan ini untuk ikutan Kontes SEGGER ini. Apalagi gak ada tuh disebutkan dalam persyaratan bahwa nenek-nenek gak boleh ikutan, hehehehehe..... Bahagianya aku memiliki blog jadi punya banyak teman di usia senja. Never too late to do something valuable. 



Saturday, December 17, 2011

Permen vs. Alat Bayar.

PermenvsAlatBayar.jpg

Norek: XXXXXX3758


Berbelanja di sebuah Super Market ataupun Mini Market memang merupakan aktivitas belanja yang menyenangkan. Kenapa? Karena selain kita berbelanja kebutuhan sehari-hari yang rutin dilakukan secara bulanan, kita juga bisa clingak-clinguk lihat barang-barang baru yang pasti selalu ada di Super Market atau Mini Market. Kita pun tidak perlu berkeringat (karena ruangan full AC). Juga gak ada tuh istilah ber-desak-desakan untuk mendapatkan barang-barang yang dibutuhkan seperti biasa terjadi di pasar tradisionil atau yang juga dikenal dengan sebutan pasar senggol. (Karena ramainya pasar kita tidak bisa menghindar dari bersenggolan, pastinya!).   Display yang selalu berganti, setidaknya, entah berapa kali dalam satu bulan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Super Market. Selalu saja ada perbedaan yang menarik untuk dilihat. Untuk memikat pengunjung, misalnya dengan memberikan potongan harga dari produk-produk tertentu, beli satu botol Coca Cola – bawa pulang dua botol (yang satu pasti gratis-tis-tis). Asik kan? Slogan “buy one get one free” pun digalakkan.  Biasalah di awal bulan pengunjung yang berbelanja pasti seperti tawon tuh -- berkerumun, berkeliaran dengan kereta dorong belanjanya. Ada yang santai. Ada juga yang bergegas. Gak kalah seru ada juga yang sambil bergoyang karena terbius oleh alunan musik yang terkadang menggelegar di Super Market. Bener-bener asoi-geboi. (maksudnya asyik banget). Pokoknya unik-lah kalau belanja bulanan di Super Market. Setelah puas berbelanja next step adalah giliran  menggiring kereta dorong belanja yang isinya sudah membludag  dan menggunung. Kereta-kereta dorong dengan tertib berjejer melaju satu persatu kearah Primadona yang berdiri dibelakang  mesin kasir. Aku sebut Primadona karena Kasir tersebut adalah seorang gadis cantik,  berjilbab pula

Sudah agak lama aku pernah beberapa kali berbelanja di sebuah Super Market dengan jumlah belanja yang memerlukan kembalian, misalnya Rp. 9,200. Dengan santai sang primadona memberiku kembalian Rp. 9,000 plus dua buah permen  Kebetulan aku memang sedang perlu ngemut permen. Mulut asem banget karena belum sarapan, hehehehe………… . Jadi no comment-lah dan menerima dengan senang hati kembalian berupa permen tersebut.

Belanja bulanan sudah merupakan rutinitas yang aku lakukan setiap bulan. Sekali dua kali kejadian sepertti yang aku sebutkan diatas pastilah dapat dimaklumi. Mengingat pula tak adanya celah untuk berargumentasi dengan si cantik Primadona. Pengunjung diawal bulan yang menyemut menjadi penghambat bagiku untuk berkomentar. Tapi kalau sudah ber-ulang-kali, bisa bikin gregetan juga. Masa sih permen dianggap alat tukar. Wuenak-e rek!

Sejak saat itu aku selalu siap dengan permen dalam tas-ku. Karena memang sebetulnya aku suka nyetok permen dalam tas Tapi waktu itu aku menyimpan permen untuk suatu rencana tertentu.. Rencana yang belum juga terlaksana karena tidak pernah ada kesempatan.  Seperti biasa untuk mempercepat transaksi berbelanja di toko Swalayan, pengelola toko menempelkan barcode disetiap jenis item yang dijual. Hal ini juga berguna untuk mempercepat pencarian item yang diperlukan serta efektivitas/efisiensi pengelolaan database. Mataku nanar melihat ke monitor setiap kali barcode di scan, angka pun muncul di layar monitor, hingga  sampai pada item terakhir.  Aku mengharapkan jumlah belanjaanku. di monitor kali ini bisa kujadikan target rencanaku dan sekaligus bisa merealisasikannya . Ternyata benar!. Tarraaa... transasksiku berjumlah Rp. 689,600. Fantastis! Suatu jumlah dengan angka yang manis buat rencanaku!. Aku letakkan dimeja kasir Rp. 700,000. Apakah sang Primadona akan mengembalikan kepadaku Rp.10,000 plus 4 buah permen? Kalau memang demikian maka rencanaku bisa gagal nih!. Tradaaa…….. ternyata sang Primadona tak disangka bertanya: “Ada uang 600, Bu?”  Ini saatnya, pikirku. “Oo iya, ada”, jawabku dengan cepat. Penuh keyakinan aku letakkan dimeja kasir 6 buah permen. Sang Primadona dengan wajah polosnya masih bertanya: “enam ratus rupiah, Bu”, sambil tangannya langsung menyodorkan uang kembalian Rp. 11,000. “Lho, itu kan nilainya Rp. 600, mbak yang maniiiis. Kan nilai 1 permen = Rp. 100?” jawabku penuh percaya diri, tanpa nada kesal atau emosi. Aku raih uang Rp. 11,000. Akupun melenggang  puas keluar pintu Super Market sambil  menggiring kereta belanja dengan santai se-santai sikap sang Primadona ketika memberikan kembalian berupa permen kepadaku berulang kali. 


Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu dan kemajuan teknologi yang canggih, aku hampir tidak pernah membawa uang cash untuk berbelanja bulanan. Aku cukup menggesek kartu Debit BCA setiap berbelanja di Super Market ini. Aku tak perlu lagi khawatir akan menerima kembalian berupa permen, hehehehehe.....  Tak pernah lagi aku lihat stok permen di laci kasir. Sampai sekarang aku tetap menjadi pelanggan setia Super Market tersebut.  Dan sang Primadona selalu melempar senyum manisnya untukku. “Selamat siang ibu, selamat datang di super market kami?”


 “Artikel ini diikutsertakan dalam Kontes Cerita Unik Belanja di BloggerPemula.Com



Wednesday, December 14, 2011

Taxi Motor -- Asyiiik.

Sore ini aku nonton di Trans-TV ada berita tentang  Taxi Motor. Wah, asyik juga tuh kalau ada di Jakarta. Melihat demonya di TV -- Taxi Motor ini punya fasilitas yang oke punya lho. Servis dari pengemudinya juga oke. Penumpang setelah memakai help di persilahkan naik lebih dahulu sebelum si Pengemudinya duduk. Mau tahu sebabnya? Karena dibelakang ada box unik -- jadi kalau naik dengan pengemudi sudah siap duduk, akan sangat sulit sekali. Gak mungkin bisa mengangkat kaki tinggi-tinggi untuk bisa melangkahi box tersebut. Hehehehehe......

Taxi Motor -- Asyiiiik, kapan ya di Jakarta, apalagi di Pamulang ada Pengusaha yang bakal mengetrapkan Taxi Motor ini, jadi aku -- yang kemana-mana lebih nyaman naik ojek -- untuk mengejar waktu akan lebih nyaman karena bisa bersandar di box uniknya, hehehehe.....jadi si punggung gak harus duduk tegak. Pegel.

Berdo'a mudah-mudahan secepatnya ada Taxi Motor yang berseliweran di Tangerang Selatan umumnya, di Pamulang 2 khususnya. Yeeee............ngarep.com.

Tuesday, December 13, 2011

Damai Itu Indah.

Seingat aku tidak pernah satu kalipun aku memicu permusuhan dengan tetangga, karena prinsipku dalam hidup bermasyarakat adalah Damai Itu Indah. Tapi kira-kira tiga minggu yang lalu rumahku dilempari dengan batu bata merah oleh tetangga yang rumahnya tepat berhadapan dengan rumahku. Ape pasal,(pinjam istilah si Upin, hehehehe...) karena ulah anakku lelaki yang menyetel TV dengan volume tinggi hingga 58. -- kebetulan saat itu aku baru saja pulang dari bermalam dirumah cucuku. Terkejutlah aku lihat batu bata merah berserakan dilantai teras rumahku hingga masuk kedalam rumah (kecuali pintu pagar yang digembok maka pintu masuk dalam keadaan terbuka).  Ketika aku masuk ternyata anakku membiarkan TV nyala dengan volume 58, sedangkan dia sendiri tidur lelap dikamarnya.

Kejadian tersebut sudah sekitar tiga minggu berlalu. Ternyata selain sang tetangga melempari teras dengan batu bata merah, pun batu bata merah itu bercokol diatas genting rumahku, mengakibatkan beberapa genting pecah. Karena rumahku mempunyai ceiling dari gypsum, maka tidak berakibat kebocoran langsung. Namun keadaan gypsum yang seperti wanita hamil, hehehehe..... membuktikan bahwa kebocoran telah terjadi sejak beberapa waktu yang lalu. Separuh gypsum jatuh (untung aku sedang tidak dirumah).

Aku bukan berprasangka buruk, tapi rasa penasaran bersarang juga di dada ini. Hari ini aku minta tukang untuk naik dan membetulkan genting. "Tolong lihat apa yang menyebabkan kebocoran ya Pak", kataku kepada tukang. Ternyata, oh, ternyata diatas genting  yang bocor itu bercokol dua potong batu bata merah. Salahkan aku kalau berprasangka bahwa kejadian bermukimnya batu bata merah disana adalah hasil lempar lembing....oops maksudku hasil lempar batu oleh sang tetangga?.

Aku tahu bahwa ketenangan tetangga telah terganggu oleh suara TV dari rumahku. Tapi kenapa sampai hati dia melempari rumahku? Sejak tahun 1987 aku tinggal dilingkungan itu aku membina hubungan yang teramat baik dengan lingkungan. Mereka sudah sangat, sangat mengerti karakter anakku. Mereka sangat memaklumi. Tapi tidak dengan tetangga yang ini yang baru pindah sekitar empat tahun yang lalu.  Kenapa pula dia main hakim sendiri. Tetanggaku pasti tidak akan percaya kalau anakku tertidur dengan meninggalkan TV nyala dengan volume 58. Alih-alih malah dia memaki aku, menunjuk-nunjuk mukaku dengan mengatakan aku tidak bisa menjaga anakku (hahaha...aku tertawa dalam hati, menjaga anakku yang sudah 42 tahun?), kenapa aku seringkali tidak dirumah, bla-bla-bla...... Alhamdulillah, Ya Allah, Kau beri aku kesabaran menghadapi amarah tetanggaku ini. Emosiku tidak terpancing. Dalam hati aku selalu istigfar. Aku tahu anakku juga dipihak yang salah, Tapi sepadankah tindakannya melempari rumahku dengan batu bata merah ketika aku tidak ada? Dia bisa saja menelpon aku, atau minta bantuan Ketua RT untuk mengatasinya, tanpa harus bertindak yang merugikan pihak aku. Biaya tak terduga pun keluar. Dan bisa dibayangkan membetulkan satu gypsum pasti ada rentetan perbaikan yang lain, sehingga biaya membengkak.

Bagiku Damai Itu Indah. Aku tidak akan mempermasalahkan hal ini lebih lanjut. Karena bagiku memperpanjang masalah akan berdampak timbulnya masalah yang lain.  Yang lebih buruk. Aku hanya berdialog, berdialog dan berdialog dengan anakku agar dia mengerti menjaga kedamaian dan ketenangan lingkungan. Karena Damai Itu Indah.

Do'aku semoga sang tetanggaku ini diberi limpahan keselamatan olehNya, dilimpahi olehNya rizki yang berlimpah dan dibukakan pintu maaf bagi anakku yang memang sudah melalui beberapa terapi belum juga menghasilkan sesuatu yang positif. Semoga.

Tuesday, December 06, 2011

Pemenang Naskah Terbaik: Aku?


Subhaanallah, hampir aku gak percaya apa yang kubaca dilayar monitor. Apa benar itu namaku? Apa aku gak salah lihat nih? Biodata Pemenang Cerpen Terbaik : tertera namaku. Alhamdulillah, ya Allah. Kau Maha Menentukan. 

Selama ini aku benar-benar gak pernah berusaha searching lagi siapa pemenang Lomba Menulis tersebut, sejak diberitakan bahwa pengumuman ditunda karena salah satu Dewan Juri (Mas/Pak) Ady Azzumar menderita sakit pada penglihatannya. Aku selalu berdo'a agar Allah menyegerakan kesembuhan beliau. Amin. YRA.

Pagi ini aku sampe kucek-kucek mata sangking gak percaya pada penglihatanku. Apa benar ini namaku? Berulang aku baca Pemenang Naskah Terbaik bla-bla-bla............tetap aja tulisan itu gak berubah. Ya, benar namaku memang yang tercetak disana. Selama ini aku pesimis tidak akan masuk nominasi peserta, apalagi membayangkan jadi pemenangnya. Tapi memang harus aku sadari seyakin-yakinnya, bahwa aku tidak boleh berprasangka buruk terhadap Allah. Aku tidak seharusnya pesimis (dalam hal apapun). Allah akan marah. Allah akan murka. Disini Dia menunjukkan bahwa apa yang tidak mungkin bagi umatNya, maka apa pun mungkin bagiNya. Pagi ini kebetulan aku mengklik linknya mbak Eva Riyanty Lubis, trus, trus, trus..........aku lakukan down scrolling, ternyata, eh ternyata.......ada berita tentang Pemenang Naskah terbaik LOMBA Menulis puisi & cerpen – EVEN ke-2 bersetingkan “Masjid, Surau, Musholah, atau Langgar dibagian kiri daftar postingan mbak Eva.

Dan terjawablah sudah bahwa memang aku yang telah berhasil menjadi pemenang  cerpen terbaik atas ridhoNya. Alhamdulillah. 


Saturday, December 03, 2011

Dampak Dari Membaca.

Kali ini aku mau bikin postingan dengan judul diatas: Dampak Dari Membaca. Kenapa? Karena dari membaca memang kita bisa dapat banyak sekali pengetahuan tambahan dalam berbagai hal, kosakata, ide, bagaimana cara menulis dengan baik dlsb. dlsb. Walaupun aku sendiri belum bisa menulis dengan baik

Dampak Dari Membaca sengaja aku jadikan judul setelah aku membaca buku hadiah yang diberikan oleh Tim Juri Dear Pahlawanku: Lozz, Puteri, Iyha baru-baru ini. Benar-benar setelah membaca itu rasanya semangatku untuk menulis seperti terbakar matahari (bukan matahari membakar rindu-nya Agnes Monica, hehehehe....). Judul bukunya adalah "Menulis Kreatif" karya Didik Komaidi. Asyik kala membacanya memang dan menimbulkan jawab dalam hati tanpa sebuah pertanyaan, yaitu "aku pasti bisa nih kalau aku praktekkan teorinya".

Teori dibaca praktekpun dijalankan. Tidak cukup sekali dalam membaca buku ini. Karena dengan membaca satu kali belum tercerna semua ilmu yang diterakan dalam buku itu. Alon asal kelakon istilahnya aku jalani. Namanya juga kembali belajar menulis.

Teori yang aku terapkan adalah : begitu ada ide, segera hentakkan jari-jari di key-board komputer. Gak usah mikirin aturan main dalam menulis. Yang penting menulis, menulis, dan menulis. Jangan pedulikan kosakata, jangan hiraukan alur cerita dlsb. dlsb. Tapi, ada tetapinya lho. Begitu selesai dengan ketak ketik serabutan menuangkan ide agar jangan sampai lenyap, barulah tahap revisi atau edit dilakukan. Pindah sana - pindah sini, cut sana cut sini kalimat-kalimat yang kurang pantas. Seterusnya terserah anda................untuk menjadikan alur cerita semanis mungkin. Selamat menulis.....................