Friday, March 23, 2012

Hidup Adalah Sebuah Berkah.




Aku dipangkuan mama. Yang berdiri dibelakang mama adalah papaku.
Sejak lahir Allah telah menggariskan bahwa aku akan suka aktivitas menulis
dan ketika aku dewasa dan tua setelah aku mencobanya baru aku
tahu bahwa aku bisa menghasilkan karya tulis. Amin. YRA.
.

Tahun  ini, pada bulan Juli tanggal 10 aku akan menapaki usia 73. Insya Allah atas izinNya aku akan berada pada posisi kesehatan prima dan diberi kesempatan untuk tetap bisa menghirup udara segar menjelang hari jadiku nanti. Aku terbilang ibu yang paling bahagia diantara saudara-saudaraku. Kenapa? Karena aku masih sempat untuk berkarir hingga usiaku 60 tahun. Setelah itu aku masih bisa melanjutkan aktivitasku menjadi pegawai beberapa perusahaan internasional sebagai temporary staff hingga beberapa tahun kemudian. Aku bangga akan diriku sendiri. Tak ada satu pun saudara-saudara-ku yang memiliki kesempatan seperti yang aku dapatkan. (sebetulnya mereka lebih beruntung karena tidak perlu memperjuangkan hidup seperti aku. Walaupun aku bekerja keras namun aku tetap menikmatinya karena aku tahu semua itu adalah demi anak-anakku.  








Ada istilah yang mengatakan "Life begins at 40", tapi bagiku ternyata "Life begins at 60". Pasti ada pertanyaan lagi Kenapa? Karena pada usia tersebut aku mengalami berbagai hal yang sangat membuat aku bahagia. dan bangga pada diriku. Benar-benar aku memiliki kesempatan emas untuk menangguk amal di usiaku yang sudah lebih dari setengah abad. Aku mendapat kepercayaan untuk memberikan ilmu yang tidak seberapa kepada mereka yang membutuhkannya. Tanpa bayaran, karena disitulah aku ingin menangguk amal yang kusebutkan tadi. Mereka, anak-anak dari keluarga yang tidak mampu itu, membutuhkan aku, mengharapkan aku berbagi ilmu yang sedikit kumiliki. Aku amat senang melakukannya. Jadilah aku seorang yang mendapatkan, secara tidak langsung,  rasa tanggung jawab terrhadap apa yang kuberikan kepada mereka.  Sebuah tanggung-jawab  yang menyenangkan sekaligus menjernihkan otakku yang sudah mulai beranjak tua, hehehehehe.....(memang sebutan tua pada usia itu sudah sewajarnya aku sandang!).
To become A Better Me - aku coba menangguk ladang amal dari sini.
Kebahagiaan pun merayapi seluruh rongga dada, aku bimbing
mereka untuk berani tampil.

Kebahagiaan lain adalah aku bisa menerapkan istilah "sambil menyelam minum air". Kenapa lagi? Karena aku bisa mencerahkan otakku sambil mengajar. Karena mengajar adalah belajar. Tanpa belajar kita tidak bisa mengajar. Betul? Nah, jadilah aku seorang yang lebih baik, sebutan yang keren dari "ayankmira" adalah "Better Me". Itu menurut kacamata-ku lho. Karena aku berhasil memberikan arti diriku buat orang lain.

Pada usia memasuki 70 tahun aku berkenalan dengan dunia maya. Kenapa? Karena aku sudah tidak memiliki income sendiri. Aku hidup karena tunjangan dari anak-anak-ku. Anak-anakku adalah "deposito"-ku. Aku kira wajar pikiran itu bertengger di kepalaku. Disamping aku ingin memiliki "uang ekstra" sendiri,aku juga ingin bisa berbagi dari uang hasil keringatku. Itulah awal aku berkecimpung di dunia maya dan menjadi Reseller sebuah Bisnis Online.. Anak-anakku tidak menyetujui langkahku. Mereka menginginkan aku "duduk-manis":, menyaksikan cucu-cucuku tumbuh kembang dengan kesehatan yang prima. Tapi aku?  Mana betah? Bisa-bisa aku jadi cepat pikun.
Sifat penasaranku dalam menggali ilmu - apa saja. - termasuk kutak-katik berkreasi
dengan photofunia, mobil gak punya gambar pun jadi-lah, hehe... .

Awal usia 70 aku menjadi seorang blogger dan fesbuker. Disinilah langkah awalku berkenalan dengan dunia tulis-menulis, maksudnya dunia menulis. Berawal dari kemenanganku dalam sebuah Audisi, berlanjut kepada tag- demi-tag dari  beberapa fesbuker yang kebetulan juga senang menulis. Pertemanan dalam kamusku jadi bertambah.  Audisi demi audisi yang aku ikuti sebagian besar berhasil lolos. Kemudian aku berpikir "ternyata aku ini bisa juga ya menulis?". Sebuah penyesalan memang selalu datang "belakangan". Karena itu aku teramat sangat menyarankan, bagi mereka yang muda-muda, yang suka menulis, walaupun sedikit sekali keinginan itu,siramilah,  paculah, kembangkan dengan serius, karena dibalik itu semua tersembunyi sebuah talenta yang tidak kita duga. Dari mencoba, menjadi addicted, dari addicted muncullah suatu keharusan untuk menulis, menulis dan menulis  -- kemudian akan bermunculan cerpenis-cerpenis dan novelis-novelis baru. Insya Allah. Dari mana kita tahu kalau kita tidak mencobanya. Jangan tiru aku, karena aku baru tahu punya talenta untuk menulis (walaupun sedikit) di usia yang sudah senja. Tapi better late than never, kan?
Alhamdulillah, walaupun belum bisa menulis satu buku, namun secara Antologi aku sudah
menunjukkan ada sedikiiiit bakatku dalam menulis. Better late than never, kan?
Sebagai bukti buat anak-anakku bahwa aku serius menjalani
aktivitas menulis dan mulai memperlihatkan hasil yang
bagiku cukup memuaskan. Is it BETTER ME or not?
Antologi Who Am I, Lord #2 & #4 termuat
dua cerpen-ku.

Satu saat aku seperti orang yang tidak bersyukur karena mengharapkan apakah pada usia 70 aku akan  mengalami dan merasakan  sebuah pesta kejutan? Aku hampir tidak bisa memaafkan diriku ketika berpikiran seperti itu. Namun perasaan itu segera lebur karena pada saat yang sama  aku mendapatkannya. Seolah terbaca oleh anak-anakku apa yang menjadi keinginanku. Semula aku tidak curiga sedikitpun ketika anakku mengajakku ke sebuah Salon untuk  manicure dan pedicure, serta aku harus berpakaian yang istimewa pada hari itu, 10 Juli 2009. Aku bingung, tapi anakku mengatakan aku harus menghadap seorang Notaris terkenal untuk penandatanganan sebuah Kontrak Jual-Beli sebuah rumah. Masa sih segitunya? begitu pikirku, tapi aku tidak membantah ataupun bertanya. . Jari jemariku harus memiliki kuku-kuku yang aduhai manisnya agar sang Notaris terkesima, hahahahaha....., celetuk anakku sambil tersenyum. Aku percaya tanpa curiga.

Sampailah aku disebuah gedung, masih juga tanpa curiga. Nah, ketika menaiki tangga gedung tersebut barulah mereka, tamu-tamu bermunculan dari tempat yang tidak aku duga. Berhamburan menaburkan bunga-bunga serta kertas warna-warna kearahku. Ya, ampuuun.....ternyata "surprise party" yang kuinginkan menjadi kenyataan. Alhamdulillah, Ya Allah. Kutoleh ke segala arah, semua teman-teman lamaku, tetangga-tetanggaku ketika anak-anakku masih kecil, sahabat-sahabatku (rekan-rekan kerja), bahkan murid-muridku yang menyayangi aku berada disana. Lengkap sudah kebahagiaanku.. Tentu saja ajang pesta tersebut  menjadi wadah pelepas kangen. Kami berpelukan, bertangis-tangisan. Namun sebuah tangis bahagia........
Kupeluk erat puteriku tertua dengan isak tangis bahagia.

Tak ada kebahagiaan yang melebihi kebahagiaan yang kurasakan mendapat perhatian dan kasih sayang dari anak-anakku. Ya Allah, telah Kau berikan kepadaku anak-anak yang mengerti aku, mengasihi aku dan menyayangi aku seperti aku menyayangi mereka. Mereka berempat, anak-anakku begitu kompak menyelenggarakan surprise party ini, termasuk mbak-mbak dirumah dan cucu-cucuku berhasil tutup mulut hingga acara dimulai. Mau tidak mau aku harus mengakui bahwa akuharus bersyukur  telah berhasil menjadi ibu yang baik bagi mereka, sehingga mereka memberikan kejutan istimewa. Aku bahagia. Bukan! Bukan karena pestanya aku bahagia tapi semata karena perhatian dan sikap mereka yang mengerti apa yang tidak terucap. Alhamdulillah, Ya Allah.

Biarlah aku sendiri yang menilai keberhasilanku ini, namun aku tidak akan lupa bahwa seseorang telah pula berperan dan andil dalam keberhasilanku, yaitu pengasuh-pengasuh anak-anakku yang telah menjaga dan mengurus mereka sejak mereka berumur 8 bulan (yang tertua) hingga anakku berjumlah 4 orang dan ketika para pengasuh itu meninggalkan aku untuk menikah, anakku yang tertua sudah berumur 19 tahun.

Satu diantara tiga pengasuh yang bisa hadir. Sanjungan yang kuterima:"Saya telah meniru ibu dalam mendidik anak-anak saya.", begitu katanya. (Satu anaknya telah meraih gelas S1). Puluhan tahun kami tidak pernah bertemu.

Kini usiaku beranjak dewasa....ooops, salah, maksudku beranjak "uzzzuuur", semoga Allah memberikan kepada ku sesuatu yang lebih baik dari yang terbaik yang telah Ia berikan untukku. Hidup ini adalah sebuah berkah dari Allah.  Semoga aku tidak akan melupakan itu, dan aku tetap mensyukuri apa pun yang aku dapatkan dalam hidup ini. Amin, Ya Robbal'alamin.



catatanhati10maretayankmira#1giveaway




Tuesday, March 20, 2012

SOTOJI, OH, SOTOJI.

Sotoji yang bikin hati dag-dig-dug coz Deadline yang mepet 20/3
(Berat bersih 70g, nilai gizi oke pula!)

Ini dia isinya sebelum diolah.....sabar ya....
Sotoji setelah diolah niiiih....

Lihat judul postinganku pasti ada yang sedikit bingung. Lho koq kayak orang stress gitu sih? Sotoji, Oh, Sotoji! Iya kan? Pasti! Ngaku aja deh, gak ada sanksi koq, hehehehehe...... Begini lho ceritanya: Udah kira-kira semingguan aku selalu bingung  banyak banget postingan SOTOJI tapi aku sendiri gak tahu apa sih tuh SOTOJI? Setelah beberapa jam jadi ditektif prodeo, tahulah aku ternyata SOTOJI itu sebuah produk, singkatan dari Soto Jamur Instan.Ya ampuuun....aku baru tahu. Kemana aja aku ya? hiks, hiks... Langsung aku browsing. Alhasil ketemulah informasi yang lengkap tentang adanya Lomba Blog Sotoji yang diadakan atas kerjasama Komunitas deBlogger Depok dengan pihak Sotoji. dan terbuka bagi blogger di Indonesia dengan platform blog apa pun. Keraguan pun muncul! Wah, haregene baru mau request sample Sotoji.? "Kemane aje nih si blogger satu ini.. Telaaat banget sih tahunya udah diatas 15/3!. bla--bla--bla--. (Gerutu Panitia Lomba Blog Sotoji, hehehehe....). Bodo ah! Emang gue pikirin?!?! Yang penting  nyoba douwnzx. Untung-untungan aje deh, pikirku. Whatever  will be will be-lah (jadi inget lagunya Doris Day, itu bintang Hollywood tahun 50-an).

Kemarin sore (19/3) sekitar jam 15.30 aku dikejutkan oleh datangnya kiriman kilat. Pasti SOTOJI, pikirku. sambil berlari keluar, menghambur menemui si Mas yang naik motor. (kayak menyambut si jantung hati, qiqiqiqiiii....). Aku sempat berteriak manggil lagi tuh si Mas yang naik motor: "Mas! koq jadi amburadul begini sih? Lihat tuh sampe suratnya juga ikut sobek. Kenapa nih, Mas?" protesku.
"Wah, gak tahu, Bu. Emang dari sananya udah begitu koq", bantah si Mas petugas pengirim.
"Yaudah, gak apa-apa lah yang penting dah nyampe. Makasih ya Mas.", cetusku. (ih, aku koq jutek banget ya?), langsung aku panggil lagi dengan tepukan tangan nyaring si Mas pengirim buat balik lagi.
"Ya, Bu. Ada apa?"
"Maaf ya Mas, tadi saya koq jadi sewotnya sama  Mas", si Mas pengirim tersenyum langsung meninggalkan aku dengan amplop dari Sotoji yang sudah koyak ampe ke surat-suratnya.

Ada yang nafsu sama Sotoji sampe amplop di-ubrak-abrik, hahaha...

Ternyata, SOTOJI diem-diem  UDAH TENAR TUH!!. Buktinya begitu lihat amplop SOTOJI dengan gak sabar,( pastinya dengan bringas, hehehehe....) di-koyak tu amplop penuh penasaran. Tapi akhirnya gak sampai hati kali untuk mengambil isinya. Karena sampe ke tanganku utuh tiga bungkus sampel Sotoji, yeeeeee....jadi juga ikutan Lomba Blog. Kalah menang urusan belakangan. Biasaaaa kallleee.....

Capek juga ya berceloteh, hehehehe.....yuuuk mulai dengan pokok bahasan SOTOJI:

Bagaimana mengolahnya:
  • Rebus sohun dan jamur tiram goreng kedalam 400 cc. (2 gelas) air mendidih. Lamanya relatif tergantung selera. (kalau aku lebih dari 5 menit karena paling suka melahap noodle atau sejenisnya kalau sudah "lodo" (lunak sekali). Jangan lupa sambil di-aduk-aduk ya!
  • Sementara itu, siapkan bumbu, minyak soto dan cabai bubuk (kalau suka) kedalam mangkok.
  • Campur segera sohun, jamur tiram goreng beserta kuahnya kedalam mangkuk yang sudah ada bumbunya, aduk hingga rata agar meresap-sap-saaaap.
  • Siap deh Sotoji lezat  dihidangkan dan dinikmati rame-rame, bisa juga sebagai lauk pelengkap nasi. 

Note penting: Cucuku yang biasanya sarapan cuma minum segelas susu putih dan setangkep roti + meisis, pagi ini  melahap Sotoji, walaupun gak habis karena porsi terlalu besar baginya.
Salam kenal, Sotojiiiii............


Hehehehe....gak mau kalah sama cucuku donk.....

Addduuuh...mbaknya juga gak mau kalah! Hayu atuh urang sarerea euy! Ati-ati "kelolodan" ya?!?!



Naksir? Tertarik? Dan jatuh cinta sama SOTOJI?

Gampang! Tinggal klik aja website-nya http://www.sotoji.com  -- order -- dan kiriman akan segera di deliver sesuai permintaan. Atau kirim email ke Customer Service/Pelayanan Konsumen: suarakonsumen@sotoji.com.  Jangan khawatir dan ragu-ragu memilih Sotoji coz dalam kemasan lengkap disertai informasi Nilai Gizi plus Komposisi sajian Sotoji. Last but not least Sotoji diproduk oleh PT TRI RASTRA SUKSES SEJAHTERA BOGOR-INDONESIA. Lengkap and manteb info-nya, kan?

Pendapatku tentang SOTOJI?
Aroma dan rasa sangat dominan "rasa soto"-nya, oke banget. Menurutku itu bukan sohun, tapi bihun. (Ampuuun, kalau aku salah!). Whatever it is, tetap aja lezatos parantos di test rasanya tetap raos pisan euy! Yang suka pedes bisa nambahin sendiri saus sambel ataupun cabe rawit iris. Biar belajar ngusir ayam: huuussshh, huussshh...Yang suka kecap, boleh juga ditambahin kecap ABC (bukan promosi lho ini!). Rasanya tetap aduhai. Cita rasa Sotoji bisa beragam, pedes, manis atau rasa default-nya (hehehehe....kayak nentuin "font" aja).. Cuma, ada cumanya nih: dalam memasaknya lebih baik di dahulukan tiram gorengnya baru sohun. Kenapa? Karena ternyata dimasak bersama sohun, sang tiram goreng masih tetap unggul dengan kekenyalannya. (gak masalah bagi yang suka, tapi bagiku harus empuk baru "yummy" nyantap Sotoji!). Gak lupa juga aku ajak mbak-mbak yang ada dirumah untuk "nyicipi". Btw:


Mau resep SOTOJI GORENG ala bunda yati? Here it is:
Bahan:
1 bungkus Sotoji lengkap yang sudah masak.
3 butir bawang merah (diiris tipis)
1 siung bawang putih (dicincang halus)
1 butir telur (dikocok)

PERINGATAN: TANPA BUMBU MASAK TAMBAHAN LHO (COZ SOTOJI UDAH OKE PUNYA!)

Cara memasak:

  1. Tumit bawang putih dan bawang merah hingga harum
  2. Masukkan kocokan telur, aduk hingga hancur merupakan butir kecil.
  3. Masukkan Sotoji yang sudah masak tadi
  4. Aduk rata
  5. Hidangkan deh
  6. Disantap bersama saus-kek, acar ketimun kek, pokoknya sesuai selera.
  7. SOTOJI PANCEN OYYYE!!

Ini dia Sotoji goreng ala Bunda Yati

Sotoji goreng ala Bunda Yati nih yeee....
.
        
Postingan ini diikut-sertakan dalam Lomba Blog SOTOJI yang diadakan oleh Komunitas
deBlogger Depok dan SOTOJI.



Monday, March 19, 2012

Asa Itu Masih Bergayut Disana.


Bunga Sakura (Gb.Google)
Keinginan itu sudah lama terpateri dihatinya. Sejak Ati sekolah kelas tiga SMP.  Usianya kini 32. Tapi keinginan dan asa  itu masih bergelayut disana, di dalam hatinya.

Seorang sahabat Ati  mendapat bea siswa berangkat ke negeri idaman Ati untuk mempelajari  kesusastraan Jepang seselesainya menamatkan Sekolah Menengah Atas.

“Alangkah beruntungnya Saskia”, begitu pikir Ati pada saat itu.

Kini Saskia sudah menapaki lima tahun kedua di Jepang. Gelar S3 sudah diraihnya untuk Sastra Jepang dan entah ilmu apa lagi yang kini sedang digeluti oleh Saskia, sehingga ia memperpanjang keberadaannya di Jepang. Bahkan Saskia seolah tidak memikirkan masa depannya untuk berumah tanggal. Saskia masih sendiri. Sama seperti dirinya.
Musim Panas di Jepang, musimnya Festival.


Sejak Ati sekolah, dulu, ia tahu betul bahwa di Jepang itu ada empat musim yang tidak bisa dihindari oleh penduduknya ataupun oleh para pendatang dari Negara lain yang bermukim di Jepang. Terkadang Ati merasa puas hanya mendengar cerita dari Saskia tentang negeri impiannya itu, tapi terkadang hatinya berontak.. Karena memang ia hanya bisa menghayal saja. Membayangkan alangkah indahnya Jepang dikala musim-musim itu berganti. Keinginan itu tetap tidak mau terpisah dari pikirannya.
Keindahan tersendiri pd.musim gugur
(Gb.Google).

“Kau masih ingat ketika sekolah dulu kita mempunyai keinginan yang sama, yaitu mengunjungi negeri Jepang. Aku lebih beruntung karena mendapatkan beasiswa. Kau ingat kan? Di Jepang itu ada empat musim. Musim semi, musim panas, musin gugur dan musim dingin”, begitu bunyi awal email yang diterimanya dari Saskia.

“Di musim semi  suasana sangatlah  indah. Bunga-bunga sakura bermekaran diseluruh penjuru negeri Jepang yang kemudian terkenal dengan sebutan Negeri Sakura.  Kau kan tahu aku paling gak suka dengan buah Semangka. Tapi disini aku selalu berburu buah itu ketika musim panas tiba. Buah Semangka menjadi primadona buah di musim panas. Pada musim gugur aku terkadang iri melihat pasangan-pasangan yang kelihatan sangat romantis di musim ini.  Kau tahu kenapa, Ati? Karena musim ini disebut juga sebagai bulan romantis.  Aku hanya bisa menikmati suasananya saja. Tanpa seorang  pria pendampingku. Aku masih tetap sendiri. Kepergian Ananto masih membekas dihatiku. Oops, ada satu lagi musim dingin. Nah di musim ini hampir setiap orang memenuhi pemandian air panas di berbagai tempat. Bagaimana dengan keadaanmu, Ati? Sudahkan kau punya pendamping seperti yang diinginkan oleh ibumu?”, Saskia mengakhiri celotehnya.
Keindahan salju di musim dingin. (Gb.Google).
.
Ati mematikan komputer . Dibaringkannya badannya diatas sofa.  Ati menjulurkan kedua kakinya jauh ke depan dan merasakan geliat tubuhnya terasa nikmat. Seluruh otot-ototnya seakan bebas. Ati berusaha untuk membiarkan kantuknya menyerang, tapi ia tidak bisa tertidur. Pikirannya melayang ke negeri impian.
“Haruskah aku menerima lamarannya?” hatinya berbisik.

Setelah ibunya tiada sebenarnya Ati bisa bebas memilih pasangan hidupnya. Tidak akan ada yang menghalangi. Tak seorang pun yang bisa mencegahnya. Namun ia telah menancapkan sebuah prinsip dalam dirinya: “Pasanganku, siapa pun itu, haruslah seiman denganku”. Dan prinsip itu sudah terpateri begitu dalam.
Mungkin ia terbawa arus cerita Saskia tentang musim romantis di Jepang dimana, menurut Saskia, di musim itu merupakan masa romantis bagi pasangan yang sedang memadu kasih. Kini pikiran Ati melayang ke seseorang yang begitu beraninya melamar dirinya.


Lihat! Pagar jembatan tidak mengurangi keindahan matahari-ku.

“Aku jatuh cinta padamu saat pandang pertama. Aku ingin menikah denganmu dan membawamu ke Jepang, ketempat leluhurku”.

Pengakuan seorang Teno, begitu beraninya. Pemuda Jepang yang baru berumur 28. Dirinya kini 32 tahun. Ati menjadi bingung. Inikah petunjuk dari Allah? Inikah kesempatan yang diberikan olehNya untuk memenuhi keinginannya menginjakkan kakinya di bumi Jepang? Inikah? Hati Ati masih berperang dengan dahsyatnya. Antara terkabulnya sebuah keinginan yang telah lama terpendam dan keimanannya yang kuat akan ajaran Nabi Muhammad S.A.W. serta terpaterinya sebuah prinsipnya.
“Aku tidak bisa menerimamu, Teno. Kita tidak seiman. Dan aku tidak ingin kau masuk agamaku karena keinginanmu menikahiku. Aku ingin kau menjadi Imam dalam rumah tangga kita nanti. Dan ini harus tercermin dari keinginan tulus dari hatimu. Bukan karena engkau ingin menikah denganku. Itu sudah keputusanku”,  Ati bangkit sambil mendesah."Suatu saat nanti".


"Tulisan ini diikutkan pada Giveaway Satu Tahun dari blog celoteh.:tt:."

Thursday, March 15, 2012

KESEHATAN BUNDA ADALAH SEGALANYA.


Tergelitik oleh adanya “Blog Writing Competition” yang bertema “Ayo Dukung Bunda: Kesehatan Bunda, Kesehatan Kita”, aku berusaha untuk mencari referensi yang berkaitan dengan tema tersebut. Walaupun usiaku sudah memasuki 73 tahun, pengetahuan yang bisa aku share dengan teman-teman tentang hal yang berkaitan dengan tema tsb. sangatlah dangkal. Namun berikut ini ingin juga aku berbagi melalui tulisanku tentang hal yang bertalian dengan “sosok seorang bunda”.

Mengingat kata bunda, pasti akan terbayang oleh kita sesosok perempuan yang penuh kasih sayang dan penuh perhatian kepada anak-cucu-dan keluarga. Membicarakan seorang bunda, tak lepas dari masalah kehamilan, karena sosok perempuan yang mempunyai predikat bunda itulah yang telah membawa-bawa kita dalam kandungannya selama 9 bulan 10 hari. Ada juga yang lebih dari masa periode tersebut dan yang disebut “hamil kebo”.  Dibawah ini saya akan share dengan teman-teman bagaimana dan apa saja yang telah dan harus dilakukan oleh bunda selama masa kehamilannya.


        Setiap wanita pasti mendambakan bahwa suatu saat akan menikah, mempunyai anak dan membesarkannya dengan penuh kebahagiaan dan kasih sayang. Hal ini sangat erat hubungannya dengan bagaimana emosi sang bunda ketika hamil. Sang bunda harus selalu bahagia, benar-benar menerima kehamilannya dengan rasa syukur. Semua ini akan berdampak positif bagi kecerdasan emosionil sang jabang bayi. Hindarilah sekuat mungkin keadaan stress dimasa kehamilan, karena hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan perkembangan otak dan emosional bayi yang dikandungnya. Jadi cerialah dimasa kehamilan. Siapapun anda!.Cheer up during your pregnancy!




  • ·        Selama kehamilan bunda harus menjaga stamina. Baik bunda maupun calon-calon bunda yang hamil sering mengalami kelelahan. Itu wajar!. Saat hamil, tubuh berusaha keras untuk beradaptasi dengan janin yang berkembang di dalam tubuh kita. Penulis buku Nutrition for a Healthy Pregnancy: The Complete Guide to Eating Before, During, and After Your Pregnancy” memberikan solusi yang tepat untuk masalah kelelahan, yaitu dengan menjaga asupan zat besi tiap harinya. Zat besi berfungsi untuk membawa oksigen ke dalam darah. Saat kita kekurangan zat besi, kadar oksigen yang dibutuhkan ltubuh menurut. Inilah yang menyebabkan kelelahan yang berrlebihan. Makanan yang disarankan untuk mengatasi hal ini adalah: kerang, sereal, kacang-kacangan, brokoli dan bayam. (Source: Majalah Mother & Baby, Mei 2011, hal.34)

  • ·        Untuk menjaga agar bayi terhindar dari penyakit selama enam bulan pertama usianya, sangat dianjurkan apabila sang bunda mendapatkan vaksinasi influenza (flue). Selama tiga tahun penelitian yang dilakukan oleh Yale School of Medicine di Amerika Serikat, ditemukan bahwa tindakan tersebut sangatlah efektif. Penelitian dilakukan dengan membandingkan bayi-bayi yang dirawat di Yale New Haven Hospital karena penyakit flu dan sekelompok bayi lain yang sehat. Hasilnya, sebanyak 91.5% bayi yang dirawat, sang bunda tidak mendapatkan vaksinasi flue selama hamil. (Source:Mother & Baby, Mei 2011, hal.34.

  • ·        Persiapkan rencana pemberian ASI sebelum melahirkan: Tidak ada di dunia ini seorang bunda yang tidak ingin memberikan ASI untuk si buah hati. Nah,karena itu perawatan payudara sudah harus dilakukan sedini mungkin ketika hamil. Pada saat hamil biasanya payudara akan membesar, bila tersentuh akan terasa nyeri. Gunakan BH dengan ukuran yang sesuai sehingga dapat menopang payudara dengan baik. Ingat! Jangan malas menggunakan bra dan membersihkan payudara secara teratur. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan payudara selama kehamilan. Salah satunya yang terpenting adalah menjaga kebersihan putting susu. Bersihkan puting susu dengan mencucinya dengan air hangat, kemudian di usap-usap dlengan kain yang agak kasar untuk membersihkan kotoran-kotoran dari puting..

  • ·        Mengkonsumsi sayur dan buah adalah keharusan bagi sang bunda: Tak luput juga harus rajin pula selama hamil minum susu untuk kesehatan, baik untuk janin ataupun untuk sang bunda sendiri. Bunda sehat, bayi yang dikandung pun akan sehat. Sang bunda ceria, bayi yang dikandung pun akan memiliki perkembangan yang optimal.


  • ·        Sang bunda harus pula mengikuti program OR bagi bunda-bunda yang hamil. Biasanya program seperti ini diadakan oleh Rumah Sakit dimana sang bunda memeriksakan diri selama kehamilannya. Bunda rajin mengikuti program ini, Insya Allah tidak usah khawatir untuk untuk menyongsong kedatangan bayi, sang buah hati.. Selama masa kehamilan sang bunda harus sehat, stamina prima dan selalu ceria karena Kesehatan Bunda, Kesehatan Kita.
Tulisan ini diikut-sertakan pada Blog Writing Competition dengan tema Ayo Dukung Bunda: Kesehatan Bunda, Kesehatan Kita"

Wednesday, March 14, 2012

Pengalaman Yang Berharga.


Gb.d/Google.

Pernikahanku  pada tahun 1967 benar-benar sebuah pernikahan yang teramat sangat sederhana. Namun tidak sesederhana itu keadaan ketika aku mengalami kehamilan pertamaku. Aku tidak punya siapa-siapa untuk bisa diajak berkonsultasi, kecuali Dokter Kandungan tentunya. Tentang segala perubahan tubuhku dan segala sakit yang ditimbulkannya aku rasakan sendiri. Syukur Alhamdulillah, kehamilan pertamaku ini tidaklah menjadi beban yang berat bagiku. Aku tidak pernah mengalami apa yang disebut “ngidam” ketika hamil. Semua berjalan biasa-biasa saja. Suamiku pun heran melihat kondisiku yang kian hari kian membumcit tapi staminaku kelihatan tidak pernah ada kelelahan yang berarti.

Kehamilanku yang pertama adalah ketika aku berumur 28 tahun, setahun setelah pernikahanku. Umurku boleh saja tua untuk sebuah pernikahan, tetapi pengalamanku tentang kehamilan benar-benar big zero. Bagaimana tidak? Aku jarang sekali kontrol ke dokter,karena hari-hari sibuk dengan pekerjaan kantor dan setiap hari harus melakukan tugas kantor yang tidak bisa ditunda-tunda.

Selain konsultasi dengan dokter, aku tidak pernah bertukar pikiran dengan siapa pun tentang kehamilanku, misalnya bagaimana rasanya kalau kehamilan itu sudah mendekati hari H, maksudnya hari dimana bayi akan menjenguk dunia dengan seizing Allah.  Aku tidak tahu sama sekali. Jadi ketika pertama kali aku merasakan mules yang teramat sangat, langlsung aku minta agar suamiku membawaku ke Rumah Sakit. Waktu itu Rumah Sakit Budi Kemuliaan yang lumayan jauhnya dari Kebayoran Baru, tempat aku tinggal.
Aku menangis menahan sakit karena mules. Tiada saudara dekat dan tiada pula kenalan yang bisa aku andalkan untuk menjagaku kecuali suamiku. Maklumlah saudara-saudaraku tinggal ditempat yang sangat jauh dari Kebayoranbaru. Dengan taksi aku dan suamiku menuju rumah sakit. Mules yang setiap 15 menit datang menyerang tidak bisa aku tahankan. Aku menangis setiap kali mules itu menyerang.

Sesampainya di Rumah Sakit aku diminta oleh dokter mem-booking sebuah kamar lebih dahulu dan tidak dibolehkan pulang. Hari pertama, hari kedua di Rumah Sakit belum juga ada tanda-tanda aku akan melahirkan. Pada hari kedua itu aku terkejut bukan main karena ada sesuatu yang pecah. Kata dokter itu berarti ketuban-ku telah pecah, pertanda kelahiran akan segera aku hadapi. Tapi ternyata setelah semalam suntuk tidak juga terjadi apa-apa. Alih-alih keadaan mules-ku ber-tambah menyakitkan karena ketuban telah pecah terlebih dahulu. Setiap 10 menit rasa mules mulai menyerang lagi tapi kelahiran belum juga memperlihatkan tanda-tanda yang melegakan.  Dokter memintaku untuk ber-jalan-jalan di koridor Rumah Sakit, agar seluruh otot-otot-ku lemas. Ini aku lakukan dengan giat sambil menahan sakit.
Untunglah dokter kandungan yang merawatku seorang dokter yang sangat baik. Mungkin bagi wanita-wanita yang sudah seumuran denganku pasti mengenal dokter kandungan yang bernama Dokter Djohar Djalil, Obst.&Ginaecolog. 

Pada hari ke-empat aku di rumah sakit barulah dokter memberikan aba-aba kepada para suster untuk berjaga-jaga. Mereka harus siap menelponnya, kapan saja. Karena menurutnya kelahiran si jabang bayi sudah semakin dekat. Mules yang kurasakan bertambah sering kurasakan. Menurut suster yang menjaga aku, katanya aku terlalu cepat masuk rumah sakit, padahal kalau rasa mules masih hilang-hilang timbul dalam jarak setiap 15 menit, itu berarti waktu kelahiran masih jauh. Yaaa, mana aku tahu. Yang penting aku udah merasakan sakit yang luar biasa, apalagi yang harus kulakukan selain mengajak suamiku untuk segera ke rumah sakit.
Suamiku tersayang yang selalu setia
menungguku ber-hari2 di R.S.

Pada saat kelahiran pun dokter mengalami kesulitan menanganiku. Bayiku terbelit  tali pusat. Untuk menyelamatkan bayiku, “pengguntingan” pun segera dilakslanakan. krees….. aku tidak bisa berteriak karena dokter memerintahkan aku untuk menggigit handuk yang diberikan oleh suster. Sejalan dengan bunyi krrreeesss tadi, kudengar tangis bayi melengking dan seketika aku lupa akan sakitnya alatku digunting, menurut dokter sepanjang 5 sentimeter. Ya, Allah, Maha Besar Engkau. Anakku telah lahir dengan sempurna, tanpa cacat.  Aku lihat dokter mengangkatnya, memperlihatkannya kepadaku sebelum ia berikan bayiku ketangan suster untuk dibersihkan. Setelah dibersihkan, suamiku membacakan sepenggal ayat-ayat suci di telinganya. Alhamdulillah bayi pertamaku telah lahir, seorang bayi laki-laki dengan berat 2,9 kg. dan panjang 52 sentimeter. Kini ia telah tumbuh menjadi seorang yang gagah, berkulit putih, tinggi,  seperti papanya dan kini anak lelakiku telah berusia 43 tahun. Subhaanallah. Semoga Allah selalu memberikan kesehatan kepadaku agar aku sempat melihat cucu-cucuku tumbuh besar. Semoga saja. Amin, Ya Robbal’alamin. .

Pengalaman menjadi ibu hamil yang mengalami kehamilan pertama ini menjadikan pengalaman yang paling berharga karena aku bertambah bisa menahan sakit dan memperkirakan kapan saatnya aku harus ke rumah sakit. . Kelahiran anak-anak kedua, ketiga, keempat tidak perlu menunggu satu malam aku di rumah sakit.  Paling lama dalam dua jam setelah aku tiba di rumah sakit, saat kelahiran yang kualami sangat sempurna tanpa guntingan dan jahitan satu sentimeter pun. Anak-anakku semua aku lahirkan dengan normal tanpa operasi caesar, walaupun anak keduaku beratnya 3.5 kg. ketika kulahirkan. Alhamdulillah. 


Tulisan ini diikut-sertakan dalam Give Away Awal Maret 2012 yang diselenggarakan
oleh Andyhardiyanti.

Apresiasi Menambah Semangat

KEB pancen oyee.....
Dalam aktivitas apa saja pasti kita senang apabila mendapatkan sebuah apresiasi karena Apresiasi Merambah Semangat kita. Apresiasi itu bisa berbentuk Sertifikat, hadiah dalam bentuk uang, buku-buku atau benda lain, bahkan kesempatan untuk mengikuti sebuah kursus online. Apa pun itu, sekecil apa pun hadiah itu,  tetap saja akan membuat hati kita senang karena ada peredikat Juara disana, entah Juara keberapa. Yang penting Juara, hehehehehee..... Pertama kali aku menerima apresiasi dari pakdheNe Arek-Arek, aku lupa kapan, tapi apresiasi itu telah membawa aku berkenalan dengan penulis, Mbak Indi Taufik, yang bukunya dihadiahkan kepadaku oleh pakdhe Cholik.

Kemudian aku juga menerima apresiasi ketika mengikuti GiveAway yang diadakan oleh beberapa blogger, seperti dalam Lomba Ngakak yang diselenggarakan oleh Sang Cerpenis Bercerita dan Man And The Moon, Dear Pahlawanku yang diselenggarakan oleh Lozz, Iyha dan Puteri,  5th Anniversary GA: Ce.I.eN.Te.A-nya Zoethera, Kontes Belanja Online yang diselenggarakan oleh Blogger Pemula dan yang baru-baru ini adalah mengikuti Ajang Lomba Menulis tentang  yang diselenggarakan oleh KEB dengan tema: "Nge-blog di Mata Perempuan".dan aku menyabet Juara I, hehehehehehe......keren kan? Lebih keren lagi momennya itu lho, ya partisipasinya, ya memeras otaknya untuk bisa bikin postingan. Pokoknya nge-blog kalau serius maka sebuah apresiasi bisa didapat, apa pun bentuknya.

Karena aku termasuk orang yang narsis, hehehehe....jadi berikut aku tampilkan foto-fotoku bersama paket dari KEB. Bukan pamer tapi inilah yang jadi bahan postinganku hari ini.
Paket sebelum dibukaaaa.....


Tradaaaa.....setelah paket dibukaaaa....
Ayo kita nge-blog, kapan saja, dimana saja, hehehehehe.................maksudnya sekalipun harus ke Warnet.

SEKALENG BISKUIT MARIE REGAL.


.
Gb.d/google.
Aku terlahir sebagai anak ke-5 dari 10 bersaudara. 7 orang anak papaku perempuan dan 3 orang laki-laki. Seiring berjalannya waktu. kini kami hanya tinggal 7 bersaudara. Dua laki-laki dan 5 orang perempuan (termasuk aku).  Sejak kecil kami selalu hidup dalam lingkungan keluarga yang tidak pernah terpisahkan. Makan gak makan asal ngumpul, kata istilah orang Betawi. Hubungan bathin kami sangat erat satu sama lain. Namun Allah menghendaki umatNya untuk berkembang dan membentuk keluarga baru. Kami pun berpisah. Perpisahan tidak berarti aku tidak menyayangi mereka lagi. Aku tetap sayang saudara-saudaraku. Sampai kapanpun. Apalagi kami punya hobby yang sama yaitu  yaitu melahap biscuit Marie Regal dengan mencelupkannya kedalam kopi atau susu panas. Jadi dimana saja kalau aku lihat biskuit Marie Regal aku selalu ingat akan kebersamaan kami.
Uda-ku sayang tinggal kenangan.
Walaupun kami berasal dari satu rumpun, namun setelah dewasa dan mandiri semua berubah menurut alur yang ditentukan olehNya. Keadaan ekonomi kami pun beragam pula – ada yang hidup mapan, lebih mapan dan paling mapan. Ada pula yang hidup dalam kondisi dibawah standard. Tapi kami selalu saling membantu, saling mendukung, saling peduli sebisa mungkin.


Keterbatasan waktu dan kesibukan dalam keluarga baruku, dimana aku telah pula mempunyai beberapa orang cucu, menyebabkan frekuensi pertemuan antar saudara sangat berkurang. Namun khusus kakakku (laki-laki) yang ini selalu aku sisihkan waktu untuk bersilaturakhim. Kakakku sudah dalam keadaan sakit-sakitan, usianya 78 tahun.. Sejak menikah sekian puluh tahun yang lalu tak pernah mengecap kelebihan materi, namun keluarganya hidup dalam keharmonisan. Aku amat sayang pada kakakku ini. Isterinya berasal dari Secang, Magelang, Jawa Tengah. Selama hidupnya selalu rukun, ia termasuk orang yang sabar, bahkan teramat sabar. Aku menyayangi mereka. Bukan berarti aku tidak menyayangi saudara-saudaraku yang lain.
Kakak iparku yang super prihatin.

Aku yang, Alhamdulillah, diberi nikmat limpahan rizki olehNya, termasuk juga hidupku yang beruntung memiliki anak-anak yang telah mapan dan menyayangi aku, menopang hidupku hingga usiaku seperti sekarang ini, tak lupa membagi rizki kepada kakakku dan keluarganya. Sebetulnya  tangan kanan memberi, tangan kiri tidak boleh tahu, begitu juga sebaliknya. . Tapi untuk postingan ini aku telah melanggar aturan agama tersebut. Hanya karena ingin menunjukkan kepada pembaca tulisan ini  betapa aku menyayangi kakakku ini. Sayang tidak bisa hanya diucapkan dengan kata-kata, tapi harus dengan sikap dan perbuatan. . Begitu juga dengan anak-anakku, tanpa sepengetahuanku mereka acapkali  menjenguk dan memberikan sedikit rizki mereka.  
Keakraban tlh terbina sejak
30 th. yl adikku dan anakku (pake jaket)

Aku seperti memperoleh sebuah firasat buruk karena pada kedatanganku membawakan sekaleng biskuit Marie Regal kesukaannya, aku minta keponakanku untuk menjepret kami dengan hp jadulku. Ternyata itulah pertemuan terakhirku dengan kakakku. Belum lama ini kakakku dipanggil Sang Khalik. Senyum membayang diwajahnya yang cekung. Kini kami hanya tinggal 6 bersaudara. Seorang adikku laki-laki, seorang kakakku perempuan dan 4 orang adikku perempuan..  Aku sayang saudaraku. Insya Allah kami yang tersisa akan hidup saling kompak dan mencari waktu kapan pun untuk bersilalturakhim. Insya Allah.










Tulisan ini diikutkan pada GIVEAWAY :  Aku Sayang Saudaraku yang diselenggarakan oleh Susindra

Friday, March 09, 2012

Siapa 50 NOMINATOR FTS HANGAT DEKAPAN CINTA IBU?


50 NOMINATOR FTS HANGAT DEKAPAN CINTA IBU

Lebih dari 300 naskah masuk ke email panitia sejak lomba ini digulirkan akhir Januari 2012 lalu. Sebuah angka partisipasi yang sungguh luar biasa untuk event yang tidak memberikan hadiah dalam bentuk duit berjuta-juta. Namun semangat berkarya seluruh pesertalah yang menjadi tolak ukur bahwa event ini berjalan dengan sukses.
Kerja sama antara Penerbit Writing Revolution dan Sekolah Menulis Cerpen Online (SMCO-WR) bertujuan untuk menjadi wadah ekspresi rekan-rekan penulis semuanya untuk berkreasi. Tema yang menarik tentang “Hangat Dekapan Cinta Ibu”, syarat penulisan yang familiar dan tidak terlalu panjang, serta informasi berantai yang efektif menjadikan event kali ini diikuti oleh begitu banyak peserta. Sampai-sampai panitia melakukan dua tahapan seleksi, seleksi I dan seleksi II.
Akhirnya kami harus memilih 50 nominator dari 100 FTS Pilihan yang terseleksi walau harus sering membaca ulang dan juga dengan setengah terpaksa menggunakan jurus pamungkas “TEGA” untuk mengeliminasi FTS-FTS yang secara penulisan dan isi sungguh sangat menganggumkan. Namun kami telah membuat aturan main dalam penjurian sehingga itu harus ditaati.
Sebagai hadiah tambahan, kami memilih 5 FTS Pilihan yang berhak mendapatkan hadiah Beasiswa SMCO WR, penilaian tidak semata-mata karena kualitas karya dan kesungguhan dan keseriusan mereka dalam berproses dan berkarya dalam dunia literasi yang terpantau oleh kami. Semoga kehadiran mereka ini bisa memberikan warna bagi dunia penulisan online serta menjadi inspirasi dalam semangat berkarya untuk anggota WR lainnya.
Adapun 5 Peserta FTS PILIHAN yang berhak mendapatkan beasiswa SMCO WR adalah:
Ady Azzumar, *Mencium Tangan Ibu
Asni Ahmad Sueb, *Dialog Hati
Nurlaili Sembiring, *Kado Tak Sampai
RurinK, *Kasihnya Memang Hangat
Sjahrijati Yati Rachmat, *Kenangan yang Tak Kan Putus
Kepada penerima beasiswa SMCO WR silakan mengirimkan biodata lengkapnya: nama lengkap (dengan gelar jika ada), alamat lengkap, nomor HP, email dan akun FB,
kirim ke email: DaftarWR@gmail.com (tulis subjek/judul email: BEASISWA SMCO WR)
Adapun 50 Nominator FTS HANGAT DEKAPAN CINTA IBU, yang akan dibukukan (jadwal terbit Juni 2012) adalah:
1. Anak Kangen Ibu: Generasi Babu – Okti Li
2.Berkaca pada Mama – Ade Tuti Turistiati
3.Bidadari itu Mama – Sherlly Ken Anaqah Hamidah
4.Bila Ibu Tersenyum – Salma Keant
5.Cepat Sembuh Mama – Ritsa Mahyasari
6.Cermin Jiwa Teristimewa – Prima Sagita
7.Binarnya Ibu Harunya Pendidikan – Rezka Gustya Sari
8.Dalam Perjamuan Rindu – Abdullah Saiful Azzam
9.Dekapan Cinta Ibu – Festia Gaby
10. Dia Sempurna di Mataku – Eva Riyanty Lubis
11. Dialog Hati – Asni Ahmad Sueb
12. Dimensi Rindu – Riri Maretta R.
13. Derita = Cinta Nyata – Nur Habibah
14. Tetesan Air Mata Cinta – Eko Apriansyah
15. Ibuku Pahlawanku – Nurul Sufitri
16. Lebaran Tanpa Ibu – Alin You
17. Terima Kasih Ibu – Annisa Hilda Adliany
18. Ayam Goreng Kakek Kriuk – Windi Widiastuty
19. Dongeng Ibu Sebelum Tidur- Purba Sari
20. Tentang Ibu – Ematul Hasanah
21. Hikmah di Balik Titah Sang Bunda – Chinglai Li
22. Ibu dalam Kenanganku – Yathi Hasta
23. Ibu dan Hujan Sahabatku – Mamiek Kamil
24. Ibu Pahlawan Sejatiku – Hengki Kumayandi
25. Ibuku Wonder Women – Diewan Wulan Ai
26. Kado Tak Sampai – Nurlaili Sembiring
27. Karena Cintanya Memang Berbeda – Siti Lutfiyah Azizah
28. Kasihnya Memang Hangat – Rurin Kurniat

29. Kenangan yang Tak Kan Putus – Sjahrijati Yati Rachmat
30. Kepada yang Terindu, Ibu – Juwita Purnamasari
31. Kidung Rindu untuk Emak – Awiek Libra
32. Sayap Putih – Ali syafrudin
33. Medali untuk Ibu – Kang Mishbach
34. My Mom, My Hero – Cellia Cordhitta
35. Malaikat Senja – Ikha Alfhatunnisa
36. Ibuku, Asa yang tak Pernah padam – Maya Uspasari
37. Mencium Tangan Ibu – Ady Azzumar
38. Pelampung dan Rumah Impian – Sofia Orlando
39. Rembulan dari Bunda – J. Hanniraya
40. Rendevouz Biru – Hylla Shane
41. Rindu Ka’bah Bersama Mamak – Raudah Abu Hanifah
42. Rumah Mande (Ibu) – Irhayati Harun
43. Sebelum Mengekalkan Waktu – AD Rusmianto
44. Sehari Sebelum Pernikahan – Dian Nafi
45. Selembut Kasih Bunda – Eramayawati
46. Seputih Kasih Mama – Zahra Qomara
47. Skizofrenia – Endah Wahyuni
48. Terima Kasih Ibu – Ai Nuryati
49. Tetap Kuat di Kala Senja – Elys Zamany
50. Surat Rindu untuk Mama – Nenny Makmum
Note. Info diatas adalah copas dari blog-nya Eva Riyanti Lubis. Alhamdulillah bunda termasuk dalam 50 nominator ini  (No.urut  29) dan alhamdulillah pula termasuk dalam 5 pilihan yang mendapat beasiswa SMCO - Writing Revolution. 

Tuesday, March 06, 2012

Pengakuan Bukan Blogger Semusim.

Memang kalau masih milik gak akan kemana deh. Buktinya nih aku dibawa jari jemariku untuk ke lapaknya Warung Blogger dan ketemu (kayak orang aja koq ketemu, soalnya girang banget!) sama link-nya pakdheNe Arek-Arek. Horee! Ada Kontes! Langsung aku klik dan telusuri persyaratannya. Alhamdulillah! Masih ada waktu. Terima kasih jari-jemariku yang masih lincah, aku pasti ikutan karena judul kontesnya sangat menantang, keren pula: Bukan Blogger Semusim. Aku benar-benar donk tertantang untuk ikutan. Lha wong aku gak mau disebut Blogger Semusim. Nyatanya aku sampai sekarang masih terus bercokol disini. Sejak Maret 2009 lho aku sudah jadi blogger, hehehehe....karena punya blog sejak bulan itu apa lagi namanya kalau bukan blogger.Betul, betul betul? Umurku pas tiga tahun tahun ini. Oops, maksudnya umur blog-ku.

Gara-gara jadi blogger dan kerap ikutan Kontes aku dibawa berkenalan dengan Penulis yang bernama Indi Taufik. Lho koq bisa? Ini berawal dari kiriman sebuah buku sebagai apresiasi dari Penyelenggara Kontes karena aku ikutan Kontes yang diadakan oleh BlogCamp. Maaf aku lupa kontes apa, tapi itulah pertama kali aku mendapat kiriman buku dari Surabaya -- sebuah novel mungil karangan Indi Taufik  Bayangkan rasa girangnya hatiku menjadi dobel saat itu. Kesatu - karena itulah kali pertama (bukan pertama kali, hehehe...) menerima penghargaan atas partisipasi aku di Kontes tersebut, walaupun jauh dari jadi Juara. tapi novel sebagai hadiah dari Surabaya; kedua karena kemudian bisa berkenalan dengan Penulisnya. Semua itu bisa dijadikan sebagai bukti kalau aku ini Bukan Blogger Semusim. Aduh rasanya gak enak deh kalau gak diulang sekali lagi: Aku Bukan Blogger Semusim. Do you understand?Hahahaha.... I am the happiest grandma yang jadi blogger. Swear!

Keterlibatanku di berbagai Kontes Nge-blog secara tidak langsung merupakan sebuah pengakuan bahwa aku selalu eksis dan aku bukan blogger semusim. Aku acapkali  rajin mengikuti aktivitas yang diadakan oleh blogger lain. Kalau masih milik gak akan kemana seperti bunyi awal postinganku ini juga merupakan pintu sukses bagiku. Kenapa? Karena baru-baru ini aku ikutan Kontes Nge-blog di Kumpulan Emak2Blogger dengan tema "Ngeblog di Mata Perempuan" aku keluar sebagai Juara Pertama. Asyik kan jadi blogger tetap alias Bukan Blogger Semusim bisa ikutan Kontes atau GiveAway, kapan saja, dimana saja dan apa saja. (bukan iklan Coca Cola, tapi buat iklan Big Cola!).  Bravo buat para blogger yang mendapat predikat bukan blogger semusim, karena hidup akan menjadi semakin indah, pikiran cerah dan bibir akan menyungging senyum kalau ingat satu-satu komentar dari para blogger. Tak ada penyesalan bagiku untuk jadi seorang Blogger dan berusaha untuk rajin nge-blog.


Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Tiga Kata Bukan Blogger Semusim di BlogCamp.