Friday, November 30, 2012

Ketika Pembantu Menjadi yang Nomor Satu.


Judul postingan  diatas aku ambil dari judul postingan Ririn Handayani yang membahas tentang betapa dekatnya anak-anak dengan pembantu. Hal ini kebanyakan terjadi pada sebagian ibu-ibu yang bekerja atau wanita-wanita karir. Setelah membaca ini dengan seksama aku mengusap dada dan mengucapkan "Syukur Alhamdulillah" bahwa hal ini tidak terjadi pada anak-anakku. Sejak kecil mereka selalu menomor-satukan aku. Bila aku dirumah aku selalu yang dicarinya, bukan si mbak yang selalu mendampinginya sepanjang hari. Walaupun cerita ini harus menoleh kebelakang sekian puluh tahun, tapi inilah mungkin trik-trik yang bisa diterapkan untuk ibu-ibu yang bekerja membantu mencukupi kebutuhan rumah tangga agar tidak kehilangan perhatian dan cinta-kasih anak-anaknya.

Mohon maaf apabila tulisanku ini bertentangan dengan pendapat sebagian besar ibu-ibu kantoran, tapi inilah yang telah aku jalankan dan merupakan pengalaman yang tidak pernah aku sesali sepanjang hidupku.



Monday, November 26, 2012

Kemampuan Dalam Menulis.



Banner created by pakdhe GusLik Galaxi,
 Postingan ini aku buat bukan saja untuk meng-update blog-ku, tetapi juga semata-mata untuk membuktikan bahwa begitu mudahnya kita menemukan topik untuk menulis sebuah artikel, .pakdhe GusLik Galaxi dalam statusnya di facebook menulis begini: 

"Jika anda masih pusing memikirkan topik untuk menulis artikel, nich saya beri tip khusus:
Bukalah buku apa saja yang ada di dekat anda pada halaman 24. Lihat kalimat baris ketiga dari atas. Jadikan kalimat itu sebagai bagian dari artikel anda, kasih judul lalu tambahi dengan kalimat-kalimat lain sampai menjadi artikel penuh. Gampang kan."

Hehehehe.....memang gampang pakdhe melakukan apa yang pakdhe minta itu, tapi untuk menambahkan bla-bla-bla-nya itu lho yang susah. Tapi harus aku coba, khan?

Aku tengok kanan kiri ketika menghadapi komputerku, yang paling dekat adalah buku "Berburu HONOR dengan Artikel." --  karya Supadiyanto. (buku ini adalah hadiah dari pakdhe GusLik Galaxi ketika kami kopdaran di bulan Oktober 2012 di Restonya mbak Niken Kusumawardhani). Aku buka halaman 24, aku baca kalimat baris ketiga dari atas.

Thursday, November 22, 2012

Batik yang Menguak Kenangan Manisku.

Jauh-jauh hari sebelum tanggal 2 Oktober 2012 aku sudah menggantungkan sebuah asa akan datang sebuah bingkisan yang pasti aku terima. Tanggal 2 Oktober adalah hari batik dan dalam pikiranku gak mungkin dia lupa untuk menghadiahi aku dengan baju batik. Dia sangat suka melihat aku memakai baju batik. Batik yang Menguak Kenangan Manisku. Tapi memang kita tidak boleh berharap terlalu banyak, karena at the end pasti sebuah kekecewaan akan singgah di hati. Ternyata tanggal 2 Oktober 2012 yang kita kenal dengan Hari Batik Nasional berlalu begitu saja, tanpa adanya sebuah bingkisan berupa baju batik yang kuharapkan. Kekecewaan ini tidak merapuhkan hati tetapi malah membuat aku bersyukur karena ini berarti bahwa s.o. sudah benar-benar bisa melupakan siapa diriku dan memilih jalannya sendiri. Pikiran jernih masih bertengger dengan kokohnya dalam dada masing-masing bahwa hubungan ini tidak akan bertemu pada suatu titik. Kami pun membuat sebuah ikrar untuk memilih jalan sendiri-sendiri pada bulan Pebruari 2012 dengan janji yang tulus dan ikhlas untuk tetap menjaga hubungan kami sebagai dua sahabat sejati.. (Catat ya bukan dengan teman online lho!!) Tidak salah kalau aku katakan bahwa Batik yang Menguak Kenangan Manisku dan batik pula yang meliput kenangan itu sedemikian rapatnya, qiqiqiqiqiiiiiiiiiii..... .

Batik berwarna klasik yang bikin aku lebih muda seminggu, hehehe....(dokumentasi th.2009)

Thursday, November 15, 2012

FANTASI MELATA DALAM OTAKKU..

 Aku beri judul postinganku ini Fantasi Melata dalam Otakku dan malam ini iseng aku menelusuri postinganku, ternyata postingan ini sudah beberapa lama masih berupa draft yang belum di rampungkan. Entah kenapa aku sendiri sekarang jadi tidak bisa memberi alasan. Dan malam ini akan aku tuntaskan untuk mem-publish-nya, mengingat isinya patut untuk disimpan sebagai catatan penting dalam pengalaman menulis yang akhir-akhir ini sedang aku gandrungi. Mau tahu tentang apa? Ini dia -- sebuah pengumuman tentang hasil lomba menulis yang diadakan sebagai giveaway oleh Mbak Leyla Hana:

Wednesday, November 07, 2012

Sosok yang Lucu dan Cerdas.

 Gb.cerita-sedekah.blogspot.com



Aku menyukai anak ini, sebut saja namanya Ibnu. Kini ia berusia 5 tahun, duduk dikelas 2. Itulah alasanku untuk memberi judul postingan ini "Sosok yang Lucu dan Cerdas." Walaupun baru duduk di kelas dua tapi ia mampu membaca dengan lancar, bahkan lancar sekali. Aku sampai kagum dibuatnya. Untuk selanjutnya aku akan menyebutnya Ibnu saja, dan Ibnu adalah anak tetangga yang tinggal dekat rumahku di Pamulang. . Penampilan Ibnu yang bersih dengan rambut crew-cut-nya seirama dengan kelincahannya dalam bergerak. Ia cekatan, cepat tanggap terhadap apa yang ia dengar. Ia agak pendiam tapi sense of humornya yang tinggi menyebabkan ia mampu membuat kami tertawa terbahak-bahak kala mendengar celotehan lucunya.

Saturday, November 03, 2012

Launching Gerakan Indonesia Berkibar (iii - Selesai)



Hasil jempretan hp jadul-ku.

Yang ke-III: The very important event ever - Peresmian Gerakan Indonesia Berkibar.

Pada hari Minggu, 28 Oktober 2012 adalah hari diresmikan terbentuknya sebuah gerakan yang diberi nama "Gerakan Indonesia Berkibar". Setelah dengan hikmad seluruh yang hadir menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya bersama dengan Group Bina Vokalia, Pimpinan Ibu Wati Pranadjaja diikuti beberapa lagu lainnya,
pidato pembukaan  pun disampaikan oleh Ketua Umum Gerakan Indonesia Berkibar, bapak Shafiq Pontoh. Beliau memaparkan bahwa pendidikan merupakan sarana utama pembentukan generasi penerus bangsa. Semakin maju kualitas pendidikan, maka semakin maju pula sebuah negara.  Terbentuknya Gerakan Indonesia Berkibar dilandasi oleh kepedulian terhadap kualitas pendidikan di Indonesia.  Dalam pidatonya beliau pun menjelaskan bahwa Gerakan Indonesia Berkibat mengusung Kerjasama Pemerintah Swasta (Public Private Partnership), yaitu bentuk kerjasama yang diyakini dapat membantu dan turut peduli akan perbaikan pendidikan Indonesia, guna mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi.



Ketua Komite Gerakan Indonesia Berkibar: Bpk.Shafiq Pontoh.


Beliau mengharapkan bahwa melalui Gerakan Indonesia Berkibar lebih banyak pihak yang dapat bergabung dan memberikan kontribusi yang nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Semakin banyak pihak-pihak yang terlibat untuk berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia, diharapkan akan membuka jalan menuju Indonesia yang lebih baik di masa depan.

Dibalik angka keberhasilan yang tercatat di Berita Resmi Statistik BPS, 6 Agustus 2012 tentang penurunan angka pengangguran dan kemiskinan, terdapat satu lagi angka statistik yang patut membuat kita semua trenyuh. Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2011 mencatat tidak kurang dari setengah juta anak usia SD masih putus sekolah dan sekitar 200 ribu anak di jenjang SMP. Menurut indeks pembangunan versi UNESCO.bahwa Education Development Index Indonesia melihat hal tersebut diatas berada di peringkat 69 dari 127 negara yang dicatat oleh badan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa ini.

Gerakan Indonesia Berkibat bertujuan menyatukan berbagai lapisan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik melalui peningkatan kualitas pendidikan. Berbagai lapisan masyarakat yang dapat berkontribusi dikategorikan sebagai pendukung, mitra, influencer, dan fasilitator. Masing-masing kategori memiliki peranan dan fungsi yang saling melengkapi dalam gerakan ini.

Lebih lanjut dalam Panduan GIB disebutkan bahwa GIB mencanangkan empat program dalam prakarsa ini:
1. Peningkatan profesionalisme guru -- memperkenalkan pengetahuan dan keterampilan menyangkut profesionalisme mendasar dan masalah pedagogi bagi para guru;

2. Kepemimpinan pendidikan dan manajemen sekolah: lmeluaskan perspektif para pendidik mengenai profesionalisme dan bagaimana asas kepemimpinan digerakkan untuk meningkatkan hasil pembelajaran di sekolah.

3.  Tata kelola sekolah: menggali paradigma-paradigma baru dalam tata kelola sekolah yang mencakup kepemimpinan, budaya sekolah, dan strategi pengembangan profesional untuk prndidik.

4.  Program lanjutan: program ini mengembangkan kapasitas para guru dan kepala sekolah atau komunitas sekolah dalam area yang spesifik.

Perlunya kita menyatukan kekuatan berbagai lapisan masyarakat untuk membuat Indonesia sebagai bangsa yang lebih cerdas dan progresif. Kita perlu merealisasikan potensi dari setiap warga negara agar Indonesia mampu menjawab tantangan global. Bersama Gerakan Indonesia Berkibar, Insya Allah kita akan membuat perubahan bagi Indonesia yang lebih baik.

Dalam pidato sambutannya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Bapak M. Nuh menyampaikan bahwa ciri khas pendidikan adalah memerlukan waktu yang lama.  Pendidikan tidak mungkin hanya didukung oleh Pemerintah saja. Pemerintah akan mendukung setiap gerakan yang bertujuan untuk meningkatkan pendidikan. Beliau pun menyampaikan beberapa ciri orang yang cerdas adalah:
 Sumber gb. ini dari Wylvera.blogspot.com (Tq ya Wyl, hehehehe....)
1. Memiliki "mind-set" and know "how to solve the problem.
2. Memperhatikan "cost effectiveness" -- dalam hal menyelesaikan masalah diusahakan selalu  berpatokan kepada cost yang rendah.
3. Dalam menyelesaikan persoalan -- tidak akan menambrak rambu-rambu.
4. Timely proper  -- ketepatan waktu.

Beliau menambahkan bahwa dalam menyelesaikan masalah sekolah kita harus optimis. Insya Allah tahun 2045 Indonesia menjadi bangsa yang pintar.

Seperti yang aku sebutkan di postingan I, bahwa ini bukanlah liputan resmi, tapi catatan penting yang harus aku muat dalam blog-ku. Mudah2an dengan membaca ulasan yang singkat ini pembaca sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa Gerakan Indonesia Berkibar ini harus mendapat dukungan dari semua pihak, baik pihak Pemerintah (daerah dan pusat), masyarakat, lembaga atau badan-badan lain yang memiliki kesamaan dalam pemikiran yang positif tentang kemajuan bangsa  -- kemajuan sebuah negara sangat ditentukan oleh kemajuan bangsanya. Dalam hal ini tentunya mencerdaskan bangsa adalah menjadi titik tolak untuk menuju Indonesia yang lebih maju dan bangsa yang lebih cerdas dalam menghadapi tantangan global.

Tengku Malinda sebagai MC. (Sumber Gb. yang ini dari Wylvera.blogspot.com)

Pembacaan Deklarasi GIB oleh Pendukung Acara: Alissa Whid, Alexandra Asmasoebrata dan Iman Usman.
Group Bina Vokalia Pranadjaja, Pimpinan Ibu Wati Pranadjaja.


Saat do'a bersama menurut keyakinan masing-masing.

 Beberapa foto kenang-kenangan bersama Manda dan beberapa rekan blogger sebelum dan se-usai acara:
Manda, WatchDoc/Internet Sehat.


Me and Sapta


Eka, Me and Sapta
We are the bloggers -- We are one.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Yang pasti sangat bermanfaat bagiku.

Launching Gerakan Indonesia Berkibar (II).

Gb. hasil bidikan hp jadul-ku.
Yang ke-II: Museum Arsip Nasional...................here I come..............

Sebelum melangkah kehalaman Museum aku berhenti sejenak, menikmati betapa indahnya Museum ini. Sekian puluh tahun aku melewati jalan ini, baru kali inilah aku menjejakkan kaki di halaman Museum Arsip Nasional ini  -- pada usiaku yang ke-73.  Alhamdulillah........finally aku bisa sampai disini.....dengan selamat.

Karena aku datang lebih awal, yaitu sekitar pukul 13.30 aku disambut dengan ramah oleh seseorang yang aku lupa menanyakan namanya, beliau mempersilahkan aku mengisi Buku Tamu (gak tanggung-tanggung No.Urut 1 di meja tamu pertama, hehehehehe.....). Ketika aku menanyakan tentang Pak Muhammad Fikri langsung beliau memanggil Pak Fiktri dan memperkenalkan kami. Pak Fikri ini masih muda banget, jadi untuk selanjutnya aku akan menyebutnya "Fikri" aja deh. Aku jelaskan kepada Fikri bahwa aku adalah perwakilan dari Kumpulan Emak2 Blogger.  Mendengar nama KEB (Kumpulan Emak2 Blogger).  Fikri langsung sumringah dan memanggil seseorang yang kemudian aku tahu bahwa beliau adalah mbak Tyas Handayani, Digital and Social Media Manager, Putera SAMPOERNA Foundation (salah satu Fasilitator dari GIB) --  memperkenalkan aku sebagai salah seorang perwakilan dari Kumpulan Emak2 Blogger. Mbak Tyas ini berucap: "Oooo....." sambil kami berjabat tangan dan cipika-cipiki. Bisa diterjemahkan bahwa "Oooo"nya mbak Tyas adalah 99% tahu tentang adanya KEB. (pastinya). Hebat, sungguh hebat KEB euy. Salut buat MakMin dan mak Mira Sahid-nya. Btw Fikri yang Community Management Officer, Centralized Marketing Communication itu sangat ramah. Kami sempat berfoto bersama.
Fikri, Aku dan mbak Tyas.

Seseorang mengantar aku ke ruangan dimana acara akan dilaksanakan. Lantai koridor mulai dari pintu masuk berhamparkan karpet merah, meliuk hingga ke ruangan tempat acara -- Ini red carpet-nya Launching Gerakan Indonesia Berkibar lho, bukan red carpet di festival film Cannes, qiqiqiqiqiiiiiiiiii...... Aku lihat sudah ada beberapa orang yang hadir lebih awal (seperti aku juga). Mengingat perwakilan yang akan hadir dari KEB ini menurut Mak Mira Sahid ada 11 (sebelas) orang, aku mengambil inisitif untuk mem-booking tempat duduk dengan meletakkan buku-buku Panduan Acara. Maksudnya supaya wakil-wakil dari KEB bisa berkumpul.


Menuju ruangan tempat acara aku melewati pasukan pembawa bendera yang sedang berlatih. Begitu juga Ibu Wati Pranadjaja, Pimpinan Group Bina Vokalia Pranadjaja sibuk mempersiapkan anak buahnya berlatih agar tampil sempurna.



Sebelum acara dimulai aku berkesempatan berkenalan dengan Pimpinan Group Bina Vokalia Pranadjaja, yaitu Ibu Wati Pranadjaja. Paduan suara yang beliau pimpin inilah yang akan menyanyikan beberapa buah lagu pada pembukaan acara Launching Gerakan Indonesia Berkibar.
Aku dan Ibu Wati Pranadjaja sebelum acara dimulai.

(bersambung)


Friday, November 02, 2012

Launching Gerakan Indonesia Berkibar (I)

Sumber Gb. dari  Google - Panoramio.com

Langkahku menuju Gedung Museum Arsip Nasional.

Sengaja postinganku tentang Launching Gerakan Indonesia Berkibar ini aku beri nomor (I), karena aku akan membuatnya seperti cerita bersambung, hehehehehe..... Yang ke-I adalah tentang langkahku menuju Museum Arsip Nasional.
Apa yang akan aku tuliskan secara bersambung ini bukanlah sebuah liputan resmi tapi hanya merupakan suatu hal yang bermanfaat untuk diingat dan juga untuk meng-update blog-ku. Beberapa hari sebelum tanggal 28 Oktober 2012 aku menerima SMS dari Mak Mira Sahid, salah seorang MakMin dari KEB (Kumpulan Emak2 Blogger). Acara diadakan di Museum Arsip Nasional, Jalan Gajah Mada , siang jam 14.00 -- 17.00. Jalan Gajah Mada sangat familiar dalam ingatanku karena puluhan tahun aku selalu melewati jalan tersebut ketika masih aktif bekerja di Unicef, Jl. Jenderal Sudirman.. Tapi Museum Arsip Nasional? Dimana ya? Jalan Gajah Mada kan cukup panjang -- mulai dari Harmoni sampai dekat stasiun Beos.

Gak patah semangat, SMS dulu mak Sumiyati Sapriasih -- siapa tahu beliau juga mau hadir, berarti aku bisa nebeng mobilnya, hehehehe...... -- SMS tak terjawab. SMS lagi Ani Berta, sayang Ani Berta akan berangkat dari Cibinong. Hadeeuh, gimana ini? Pergi sendiri? Why not! Semangat mulai menggebu untuk tetap berusaha hadir di acara penting itu..
Mulailah googling mencari solusi perjalanan agar tidak nyasar terlalu jauh dari Museum Arsip Nasional. Dalam peta, ketika googling, aku lihat ada beberapa jalan yang mengingatkan aku ketika kecil (kira-kira umurku 10 tahun) pernah menjadi "gypsy" tinggal beberapa kali pindah rumah dari Gang Maphar, Tanah Sareal, Jl. Keamanan (dulu Gang Kancil). Nah, tanpa ragu lagi aku pun membulatkan tekad untuk datang ke acara Launching Gerakan Indonesia Berkibar.

Ada yang lebih praktis menuju ke tempat ini yaitu dengan naik bis TransJakarta. Kebulatan tekad menjadikan aku berani pergi sendiri -- naik bis TransJakarta -- tanpa seorang pun pendamping yang menemani. Nekat sudah! Ternyata bis TransJakarta dari arah Lebak Bulus ini tidak langsung menuju Kota (melewati Jalan Gajah Mada), tapi hanya sampai Harmoni, kemudian transit di Harmoni menuju Kota. Hari baru menunjukkan pukul 12.40. Otakku memerintahkan untuk berjalan menyusuri jembatan penyebrangan yang puanjaaang ketimbang ikutan transit menuju Kota. Kapan lagi aku bisa menapaki jembatan penyebrangan sambil melihat-lihat wilayah Harmoni yang masih lekat dalam ingatanku dengan kali Ciliwungnya yang menikung dari jalan Gajah Mada menuju Passar Baroe.

Langkah selanjutnya adalah mencari ojek -- karena kalau naik kendaraan umum khawatir aku akan kebablasan berhenti dan Museum Arsip Nasional akan terlewati............

(bersambung)