Monday, December 24, 2012

Berakhirnya Sebuah Safari.

Pagi dini hari, Minggu 23 Desember 2013 aku ketuk pintu rumah anakku. Sebenarnya tanpa mengetuk pun pintu rumah itu akan segera dibuka karena telah tiba waktunya untuk sholat Subuh. Berakhirnya Sebuah Safari telah di tandai dengan terciumnya aroma harum dari ruang keluarga rumah anakku. (90% aku selalu berada disini). Waktu menunjukkan pukul 04.00 Minggu, 23 Desember 2012.

Ini ceritaku tentang perjalanan Safari ketimbang "jalan-jalan atau sebuah rekreasi keluarga". Ber-silaturakhim dengan keluarga  adalah sebuah rekreasi hati dan jiwa lebih mulia daripada rekreasi apa pun. Betul?

Undangan untuk menghadiri pernikahan keponakan-ku di Magelang, 20 Desember 2012 telah membuka jalan bagiku untuk mulai mengadakan sebuah Safari. Aku sebut perjalanan itu sebagai sebuah Safari karena memang selain berhenti untuk sholat adik laki-lakiku tak pernah beranjak dari belakang kemudi mobilnya yang kami tumpangi bersama. (aku, seorang kakak, seorang adik dan 2 orang cucu laki-laki dan perempuan) -- terus melaju dengan penuh canda tawa dalam mobil untuk mengusir "kantuk" yang semakin lama semakin memberatkan kelopak mata 'tuk tetap terbuka, hehehehehe.....


Mohon do'a  ibu untuk melangkah ke kehidupan yang baru.
Mohon do'a ayah untuk melangkah ke kehidupan yang baru.
.
Seusai acara, mengingat waktu yang kami punya sangat terbatas, kami lanjut meluncur ke Jogjakarta pada jam 22.00 bersama sepupuku yang datang dari Jogjakarta. Sungguh bahagia rasanya bertemu sanak famili yang sudah sekian lama tidak pernah saling jumpa. Tak ada waktu untuk melihat keindahan panorama Jogja atau apa pun selain memburu oleh-oleh di pasar Malioboro dengan waktu yang sangat ketat. Bagiku yang utama adalah mengunjungi sanak-saudara, bukan memanja-kan mata melihat keindahan kota, tidak juga mengutamakan menikmati makanan khas kota yang aku kunjungi. Semua itu bisa dilakukan dalam perjalanan -- ceklak-ceklek alias jeprat jepret pake kamera hp jadul dan membeli oleh-oleh penganan khas daerah yang kami lalui.
Hasil jepretan hp jadulku. Sawah membentang yang sulit ditemukan di perkotaan. Cuaca mendukung perjalanan kami.

Aku dan sepupuku, sebelah kananku adalah my niece. (Jogja 201212)

Aku dan sepupuku 211212 (Semarang)
Aku dan keluarga Cirebon 211212
Ziarah ke makam ibunda yang turut membesarkan aku, Magelang 201212.


Jogja, 21 dalam guyuran hujan rintik-rintik aku tetap menggunakan kesempatan untuk menelpon seorang teman efbi-ku yang begitu dekat secara online. Kalau gak sekarang, kapan lagi? Pertemuan kilat pun terjadi begitu mulusnya. Kopdar dadakan bunda Yati Rachmat dan Palupi Jatuasri di area Universitas Gajah Mada. Begitu akrab, begitu penuh kangen, bak pertemuan seorang ibu dan seorang anak yang jauh. Tidak ada ke-kaku-an, tak ada kecanggungan -- yang ada pelukan erat dua insan yang saling kenal via dunia maya. Indahnya sebuah komunikasi online yang disertai niat yang tulus untuk menyambung silaturakhim. Tak lupa aku perkenalkan Phie kepada rombongan keluargaku..
Aku dan keluarga Demak 211212. Semoga pasangan yang ditengah akan segera menyusul ke pelaminan.
Aku dan calon menantu - masih ragu-ragu memegang tangan calon mertua, hehehehe....


Last but not least jempretan2 bersama teman online yang menjelma menjadi teman offline Phie Jatuasri.

Siapa bilang persahabatan online kaku? Lihat buktinya, akrab dan hangat.
Karena dalam perjalanan pulang mulai dari Cirebon sampai Jakarta diguyur hujan, sehingga rencana singgah untuk bersilalturakhmi dengan para keponakan dan cucu2 di Indramayu menjadi batal. Insya lain kali akan bisa terlaksana. Aamiin.

Aku dan adikku tercinta - sang super "pilot darat" yang istimewa.

 Berakhirnya sebuah safari kali ini mudah-mudahan akan segera disusul dengan safari yang lain - dan Insya Allah akan dibarengi dengan sebuah rekreasi mata yang benar-benar indah. Semoga para blogger dan keluarga mendo'akan agar aku masih diberi kesempatan ini dan Dia menganugerahkan untukku stamina yang prima. Aamiin, ya Robbal'aalamiin.


Friday, December 14, 2012

Sebuah Nostalgia.

Gb: intisari.online.com

Aku termasuk salah seorang "penggila" GA dan seringkali hunting tentang adanya GiveAway atau Audisi Menulis atau Lomba Menulis, atau apa aja deh yang sifatnya bisa buat update blog dan mencerahkan otak. Hari ini aku seneng banget karena ada Giveaway nih dari  blog Menara Hati. Langsung donk aku tertarik. Walaupun aku sudah uzzzuuur dan punya empat orang cucu yang sudah berumur 15 tahun, tapi kan aku pernah juga lho melahirkan dan bingung tujuh keliling cari nama buat the baby. Nah, apa bukan sebuah nostalgia namanya kalau kita berpikir kebelakang ketika kita mau punya baby? Sebuah nostalgia tentang betapa indahnya perasaan kala kita sedang menantikan si buah hati hadir dan betapa romantisnya aku dan sang suami ketika sama-sama mencari sebuah nama bayi yang penuh arti.



Pada kehamilan pertama, aku sangat sedih. Aku harus ikhlas kehilangan anakku karena janin tidak terselamatkan. Ternyata aku mengalami miskram atau keguguran di usia kandungan 5 (lima) bulan, sehingga ide nama yang telah aku sediakan pun sirna sudah.

Ketika aku melahirkan anak kedua tahun 1969 bukan main bahagianya hati kami, namun sebuah ide nama tak pernah aku sediakan untuknya. Traumakah aku? Mungkin ya mungkin juga tidak. Whatever will be will be saja lah, begitu pikirku. Tapi karena bayiku lahir pada tengah malam - pertukaran hari, yaitu hari Jum'at  pukul 00.02 kala sepanjang malam beduk ditabuh ber-talu-talu di Masjid  menyambut Hari Raya Idul Adha. Bukankah ini merupakan hari yang Akbar? Hari yang Besar? Jadi pas kalau ide nama yang tiba-tiba menyapa benakku, Ari Akbar aku berikan untuk bayiku. Suamiku oke-oke aja.

Sebelas bulan kemudian (qiqiqiqiiiiiiiiiiiii.....cepet banget ya???) lahir anakku yang kedua, genre perempuan. Sama halnya dengan kelahiran kakaknya, tetap aku tidak memilihkan dengan rencana matang sebuah nama. Namun aku masih ingat bahwa, dulu, sebelum mengenalku, suamiku jatuh cinta pada seorang wanita di pulau Sumatera bernama Machdalena. Apakah nama ini saja untuk anakku? Tapi koq pendek amat ya? Ini juga akan merupakan sebuah nostalgia : mengingat bahwa tahun 1960 (baca: seribu sembilan ratus enam puluh) aku pernah menulis sebuah cerpen di harian Berita Minggu (zaman baheula) berjudul Rini, Gimana kalau digabungkan? Maka jadilah nama anakku ini Rini Machdalena (aku lebih suka menuliskannya dengan "ch" daripada dengan "kh").  Nama apa pun yang kita berikan kepada sang buah hati adalah sah-sah saja  -- yang penting ada unsur cinta yang mendalam ketika kita memberikan nama tersebut kepadanya.Jangan lupa mengumandangkan azan dengan khusuk di kedua belah telinganya lho! Afdhol sudah!

Tibalah kini giliran aku untuk membagi atau share kebahagiaan kepada sepasang suami isteri yang tengah menantikan kehadiran seorang bayi laki-laki.Aku juga ikut bahagia sebagai sesama blogger. Tidak lama lagi pasangan ini akan saling berebut menggendong dan mencium sang buah hati, bahkan saling berebut mengganti popoknya. Tidak akan dibiarkan orang lain membantunya. Kenapa? Karena pengalaman pertama dengan bayi pertama sangatlah memberikan kebahagiaan tersendiri. Ada sensasi khusus yang bisa kita nikmati. Serious lho! Jangan-jangan sang bapak karena terlalu senang dengan kehadiran sang buah hati akan dengan rela hati pula "m'bolos ngantor" dan kerjanya hanya memandangi sang buah hati dengan penuh perasaan syukur kepada Allah SWT bahwa kehidupannya sampai detik ini telah sempurna, sebagai suami, bapak, dan Imam dalam sebuah rumah tangga yang sakinah mawaddah dan marrokhmah.

Tentang sebuah nama bagi si buah hati? Wah! sulit memang mencari dan memikirkannya. Tapi buat apa ada paman Google ya? Oke aku akan search di situ dan akan mencari nama yang begitu aku lihat nyantel di hati aku. Lho? Koq dihati aku sih? Ya, iyalah -- masa dihati kedua calon ibu dan bapak-e. Lha wong ibu and bapak-e ngadain Giveaway ini untuk cari nama je! Oke, setelah googling, aku jatuh cinta nih pada sebuah nama yang aku comot dari blog  milik  rekan yang belum jadi friend sama aku yaitu Mas Uways.  Pilihan nama  Akhdan Arief Athaya  yang artinya: Sahabat laki-laki yang berwawasan luas dan mendapat anugerah dari Allah. Muslim banget khan dan namanya keren --  triple A lho: Akhdan Arief Athaya.

Saatnya sekarang aku serahkan pada kedua calon bapak dan ibu itu untuk menentukan pilihannya. Tapi itulah pilihan dari neneknya, hehehehehe.....ngaku-ngaku.com. Gakpapa kan, nenek online gitulah. Oya keterangan tambahan buat calon mam n pap nih ya atau mungkin nanti mau manggilnya Umi n Abi, aku rasa asal bahasa Akhdan Arief Athaya adalah dari Arab.(sok tahu aku ini, yuuk tanya sama Mas Uwas!).
  
Sebagai tambahan aku mau bikin pengumuman bahwa pada hari Rabu, 12 Desember 2012 pukul 13.00 telah lahir cucu keponakanku, seorang bayi laki-laki dengan bobot berat 3.5 kg melalui operasi Caesar, karena usia kehamilan sudah sepuluh bulan 7 hari dan air ketuban sudah kering. Sayangnya pada saat dicari oleh Suster, keponakanku, sang bapak sedang ke apotek, jadi sebenarnya dokter bilang bisa dilakukan operasi pada jam 12.00. Tuh kan, kalo keponakanku stand-by di tempat kan manis sekali tanggal kelahiran cucu keponakanku itu 12-12-12 pukul 12.00. Pasti nanti bakal dapat hadiah dari bapak Presiden R.I., hahahaha......

Kembali kepada pilihan nama dari aku untuk calon cucu online-ku ini yaitu Akhdan Arief Athaya. Semoga ibu dan bayi dalam kandungan dalam keadaan sehat-sehat wal'afiat. Oya, nasehat dari aku nih buat calon ibu agar banyak-banyak-lah latihan jongkok ya, ngepel rumah kalau perlu, hehehehe.....agar kelahiran lancar dan sang buah hati akan meluncur bak pesawat roket, zzzzzzzzzzzzzzzzzzzz...............ketangan sang dokter dan sang ibu akan merasakan sesuatu yang hangat menggelincir licin dan menimbulkan rasa lega dan bahagia tiada tara.


Tulisan ini di-ikut-sertakan dalam  Welcoming Baby. Giveaway MENARA HATI.





Monday, December 10, 2012

Kenangan Manis Teramat Manis.

Yuuk......ikutan GiveAway ini. Mangga atuh di klik linknya ya?

Siapa pun, tidak terkecuali aku, pastilah pernah mengecap kenangan manis. Dan tentunya menyimpan sebuah keinginan untuk menerima sebuah kejutan manis pula. Apa pun bentuk surprise selalu menimbulkan kebahagiaan tersendiri. Aku pernah berkhayal bisa mengalami sebuah kejutan, apa saja, dari siapa pun. Tapi mungkinkah itu? Karena sampai usiaku menginjak 70  (baca: tujuh puluh) tahun di awal tahun 2009 tak pernah satu juga kejutan yang aku terima. Kenangan manis? Tentu banyak kenangan manis yang aku miliki mengingat panjangnya usia yang telah aku tapaki. Kenangan manis bersama seorang pria yang telah membuat aku merasa menjadi wanita yang paling cuantiiix sedunia, ayah anak-anakku.  Kenangan manis ketika aku jatuh cinta untuk kedua kalinya setelah ayah anak-anakku meninggal dunia. Dan Kenangan manis ketika aku memiliki banyak teman online yang akhirnya menjadi teman-teman offline. Terasa semua membuat manis hidupku. Tapi kenangan manis teramat manis tentu tidak selalu aku alami. Inilah ceritaku tentang kenangan manis teramat manis itu.

Sejak anak pertamaku lahir tahun 1969 dan disusul dengan kelahiran berikutnya 11 bulan sekali (hihihiii.....) anak-anakku tiga orang puteri, selalu aku sempatkan memberikan mereka sebuah kejutan berupa pesta kecil di hari ulang tahunnya. Sebenarnya mereka tidak tahu apa itu pesta kejutan. Yang penting mereka berkumpula dengan teman seusia, makan, bernyanyi dan menari, bergembira bersama. Titik. Walaupun hal ini tidak penting dan tidak perlu, tapi peristiwa ultah anak-anakku sudah merupakan sebuah kewajiban bagiku untuk merayakannya, bagaimana pun sederhananya pesta itu. Dan pesta ini bagi anak-anakku bukan merupakan sebuah pesta kejutan tapi sebuah pesta ultah biasa yang aku adakan setiap mereka ultah. Tapi siapa yang akan membuat pesta untukku? Hahahaha....sebuah pertanyaan konyol yang pernah muncul dalam benak. Sejak aku mengenal arti hidup belum pernah aku merasakan adanya sebuah pesta ulang tahun yang diadakan oleh keluargaku untukku. Aku tahu bahwa setiap tanggal 10 Juli adalah hari ultahku, dimana seorang ibu pun turut andil kebahagiaan di hari itu. Seorang bayi dambaan pasangan suami isteri yang dianugerah olehNya telah meluncur dengan selamat. Apalagi betapa beraninya aku mengkhayal atau memimpikan sebuah surprise party. Bagaimana mungkin? Tapi ternyata Allah Maha Mendengar apa yang tersembunyi di lubuk hatiku yang paling dalam: Sebuah pesta kejutan di ultahku yang ke-70.

Setiap ulang tahunku sampai dengan usia ke 69 tahun, anak-anakku atau teman-teman dekatku tak pernah lupa mengirimkan ucapan atau kado buatku, tanpa adanya sebuah pesta dengan acara  potong kue-tart atau memotong puncak sebuah tumpeng. Tapi ada sesuatu yang bergayut dihati ini :"Alangkah senangnya andai pada usia-ku yang ke-70 aku mendapat kejutan sebuah pesta."  Tapi mungkinkah itu?
"

Pagi hari tanggal 10 Juli tahun 2009 anakku meminta aku untuk (katanya) menemani dia menghadap seorang Notaris untuk transaksi penanda-tanganan jual-beli rumah. Karena itu aku harus mengenakan baju yang terbagus yang aku punya. Aku harus pergi ke sebuah salon untuk pedicure dan menicure, karena (katanya) supaya kelihatan manis jari-jari tanganku menggenggam sebuah pena ketika menanda-tangani kontrak. Akupun tanpa curiga mengikuti apa keinginan anakku. Tanpa curiga pula ketika mengetahui bahwa seisi rumah setelah potong kue dirumah usai, termasuk mbak-mbak, keluarga si mbak dan anak2ku yang lain  diminta pergi dari rumah dengan dalih rekreasi ke Ocean Park. Rumah pun menjadi kosong.  Aku masih polos dan belum curiga akan adanya sebuah conspiracy. 

Aku mulai curiga ketika memasuki pintu gerbang sebuah komplek perumahan.. Seorang Satpam bertanya kepada anakku (kebetulan anakku memang tinggal di komplek tersebut): "Bu, tamu-tamu udah pada ngumpul. Siapa yang ulang tahun, bu?" Tapi anakku hanya tersenyum dan minta pak supir untuk terus melaju. Deg,  aku tambah curiga nih, jangan-jangan......................

Ketika sampai di Gedung Pertemuan  Komplek, tak pelak lagi aku menapaki anak-anak tangga seperti seorang pengantin, hehehehehe.........Disana sudah ber-deret cucu-cucu dan para keponakan yang menaburkan bunga bercampur dengan guntingan kertas-kertas kecil berwarna-warni sambil kompak meneriakkan: "Happy Birthday bundaaaaa......I love you."

Aku hanya bisa berucap dalam hati: "Alhamdulillah ya Allah, Kau jabah juga do'aku dan Kau kabulkan keinginanku."

Inilah saat-saat yang kusebut Kenangan Manis Teramat Manis dalam hidupku, di usia yang ke-70 tahun. Betapa tidak? Semua kerabat, sahabat-sahabat karibku (yang memang sudah dikenal oleh anakku), tetangga-tetangga di tempat tinggal kami yang lama semua berkumpul disini. Setelah hampir 35 tahun berpisah. Splendid! Bisa-bisanya anak-anakku mengundang dan mendatangkan semua kenalan lamaku. Ada satu yang menonjol --  mereka pun mengundang seorang yang telah tiga tahun menjadi my inspiration.. Benar-benar merupakan sebuah pesta kejutan yang diluar dugaanku sama sekali. Sebuah konspirasi yang berhasil dijalankan oleh anak-anakku dengan acungan jempol dariku. Ternyata mereka telah berusaha sebulan sebelum hari H menghubungi semua teman, kerabat, sahabat, dan my someone special. Mereka "diancam" untuk tutup mulut, qiqiqiqiqiiiiiiiiii......Mereka semua berkonspirasi untuk memberikan kejutan di pesta ultah-ku yang ke-70.  Alhamdulillah.........ternyata masih banyak yang menyayangi aku diluar anak-anakku sehingga dari jauh mereka rela dan ikhlas untuk menghadiri potong pucuk atau congcot tumpeng di hari H-ku, 10 Juli tahun 2009.  Semoga mereka  yang telah meringankan langkahnya mendapat imbalan berkah dari Allah Maha Pemilik Cinta. Aamiin, ya Robbal'aalamiin..

Beberapa cuplikan foto ketika aku menikmati sebuah kenangan manis teramat manis pada surprise party di ultahku yang ke-70, 10 Juli 2009:

Conspiracy yang berhasil, karena ultahku di rumah ini sepertinya biasa-biasa saja.




  Gak tahunyaaaaaaaaaa.................... telah disiapkan sebuah surprise party yang akan menjadi kenangan manis teramat manis.
Tangis haru dan bahagia dalam pelukan anakku yang ke-dua.

Memberi wejangan buat anak dan cucuku (berdiri dibelakangku) dan juga buat yang hadir.

Ayooo comot nasi kuningnyaaa.....


Aku dan kedua anakku. Yang dua lagi mana ya? Oo, lagi jadi Event Organizer Dadakan, hehehe...

Semoga tulisanku ini bisa meng-inspirasi para pembaca khususnya para blogger yang sangat beruntung masih memiliki ibu yang sangat, sangat menghasihi para putera puterinya untuk segera memberikan sebuah kejutan bagi ibu tercinta dan tersayang. Karena sekecil apa pun kejutan itu tetap akan memberikan suatu kebahagiaan  di hati seorang ibu.

Seorang ibu tidak akan menilai berapa harga pemberian yang diterimanya, namun lebih kepada perhatian dan keikhlasan yang disertai rasa sayang-lah yang mendapat tempat utama dihatinya. Bersegeralah sebelum sampai waktumu..



Tulisan ini diikut-sertakan dalam Kenangan Manis untuk Giveaway-Manis-Manis


Friday, December 07, 2012

Galau versus Pasrah.



Apabila kita mengalami suatu kekecewaan, ada dua hal yang mungkin saja terjadi pada diri kita, yaitu galau untuk waktu yang panjang atau pasrah dan ikhlas.. Sesuai dengan judul postingan "Galau versus Pasrah" berikut aku ingin berbagi tentang kekecewaanku, hehehehehe.....kekecewaan koq dibagi, ya pasti gak ada yang mau. Iya kan? Tapi dibawah alam sadar, kita pasti tahu bahwa kita tidak perlu menyesali apa yang telah terjadi, sekalipun hal itu sangat, sangat, mengecewakan. Penyesalan yang menyebabkan kita galau bukan untuk direnungi saja, namun untuk dicarikan jalan keluar yang baik agar penyesalan itu tidak menjadi beban dan tidak menimbulkan bara api yang menyala dalam dada. Pasrah juga bukan berarti kita hanya berpangku tangan karena kekecewaan tadi, namun kita harus bangkit dan berusaha untuk terhindar dari kejadian yang pernah menimpa diri.  Kekecewaanku berhasil aku kubur bersama kepasrahan dan keikhlasan.





Karena itu aku tidak mau menyimpan penyesalan. Semua gundah dan kecewa karena ulah seseorang tidak akan aku simpan, pun tidak akan aku balas, aku pasrahkan semua kepada kuasaNya untuk memberikan yang terbaik, baik bagiku ataupun bagi orang yang telah mengecewakan aku. Aamiin 
Sengaja postingan ini aku beri judul "Galau versus Pasrah". Postinganku di blog ini membuktikan bahwa aku pasrah dengan berdo'a dan berusaha.

Perasaan galau-ku baru limapuluh persen sirna dengan datangnya paket berisi 21 buku Kumpulan Cerpenku. Alhamdulillah.  Buku Kumcer ini telah lama aku damba, yaitu sejak dijanjikan oleh Penerbit bulan Juli 2012, namun baru menjadi kenyataan pada tanggal 4 Desembet 2012 jam 14.00 WIB.Bingung dengan postingan yang aku beri judul Galau versus Pasrah?

Feelingku memang seringkali bekerja dengan sempurna. Begitu juga ketika menerima buku-buku ini hatiku bertanya-tanya akankah buku ini memuaskan? Kegembiraanku tidak mencuat ketika menerima paket tersebut.. Bukankah sesuai kesepakatan akan dikirim satu eksemplar dulu sebagai bukti terbit. Apabila nanti ada perubahan atau kekurangan akan di revisi sesuai keinginan Penulis. Mengapa pula sekaligus 21 eksemplar yang dikirimkan oleh Penerbit. Setelah aku buka, cover oke, bagus banget, memuaskan.  Kecewa pun dimulai setelah aku buka lembar berikut. Lho! Kemana "endorsements"? Koq gak ada? Aku kecewa karena endorsement yang amat penting tidak dimasukkan. Hatiku mulai galau lagi nih, mentang-mentang tadi baru sirna 50%?
Endorsement dalam sebuah buku merupakan apresiasi dari pembaca untuk Penulis. Seorang saja memberikan endorsement akan memiliki nilai jual bagi sebuah buku, apalagi endorsement yang diberikan kepadaku oleh lebih dari satu orang.  Mereka yang memberikan endorsement untuk Kumcer-ku secara objektif memberikan penilaian, tentunya setelah mereka membaca cerpen yang aku kirimkan. Kekecewaan lain  --  foto-foto yang aku kirimkan warnanya menjadi suram dan hitam seperti fotokopian. (kecuali front and back cover yang oke banget, jelas dan glossy). Lagi-lagi aku merasakan galau yang amat sangat..Lengkaplah sudah galauku 100%.



Buku2 yang akan aku "peti-es-kan"

Kemana aku akan mengadu? Kepada siapa aku harus complain? Kini baru aku sadari (setelah terlambat) bahwa Penerbit ini hanya memiliki email dan akun fesbuk (akun fesbuk-nya pada saat aku menerima buku dan mengetahui tentang kekurangan-kekurangannya, ternyata ketika aku buka sudah tidak ada, sudah di delete. Akhirnya aku pasrah dan menerima kejadian ini dengan lapang dada. Bersamaku ada puluhan kontributor dan Penulis buku solo yang dikecewakan. Tidak apa-apa, mudah-mudahan  aku bisa mendapatkan jalan untuk bisa tetap menerbitkan buku ini sesuai mimpiku, suatui saat nanti.

Kepada teman-teman yang menginginkan buku solo-ku ini, aku mohon maaf karena mungkin belum waktunya aku memiliki buku KUMCER-ku tahun ini. Insya Allah aku akan terus berusaha memaksimalkan usahaku untuk memasukkan "endorsements" dan mudah-mudahan tahun depan ketika aku masih bisa berkarya buku ini bisa terbit. Aamiin.

Aku sudah ikhlas karena semua itu ada andil kesalahanku. Karena aku sangat awam dalam hal penerbitan sebuah buku. Kalau saja aku tidak terlalu percaya 100% tentu aku tidak akan mentransfer uang untuk harga 20 eksemplar. Masih beruntung karena untuk harga 10 eksemplar  orderan yang akan aku susulkan belum aku transfer uangnya.

Last but not least, biarlah aku saja, dan mungkin mereka yang bernasib sama seperti aku, yang mengetahui nama Penerbitnya. Semoga Allah memberikan rizki kepadanya dan memberi jalan kepadaku untuk bisa memiliki buku solo seutuhnya. Aamiin, ya Robbal'aalamiin....

Galau versus Pasrah  --  Kepasrahan dalam usaha dan do'a yang telah mengalahkan kegalauan.







Tuesday, December 04, 2012

Indosat Super WI FI Memang Asyik.




 
Super Wi-Fi telah menyemangati pengguna-pengguna jaringan internet. Dimana pun anda, kapan pun, dan untuk tujuan apa pun, jangan bingung mencari solusinya. Kenapa? Karena sudah ada Indosat Super Wi-FiSungguh! Sebuah gebrakan yang spektakuler.

Selama ini setiap kerumah anakku, selalu merasa mendapat keasyikan tersendiri, karena dirumah anakku telah terpasang layanan Wi-Fi, sehingga handphone jadulku tetap bisa ber-internet-ria dengan cepat dan leluasa, tanpa khawatir berapa pulsa yang tersedot. Hal ini telah berlangsung lama. Tapi malang sekali karena kini aku tinggal berjauhan dari rumah anakku, sehingga untuk ber-internet-ria terpaksa menghabiskan pulsa yang lumayan untuk pemakaian selama lebih dari 5 jam via handphone jadulku.

Tapi apa yang aku alami baru-baru ini sungguh membuat hatiku bangga pada diri sendiri, karena ternyata aku tidak terlalu gaptek. Anakku meminta dikirimi foto terbaruku untuk dimuat ke dalam sebuah Album History. Sekarang juga, katanya. Alasannya karena dia ingin melengkapi album keluarga dan sambil ingin mencoba kecanggihan Super Wi-Fi ini.  Ketika itu aku sedang berada di sebuah gedung megah menyaksikan perhelatan pernikahan salah seorang kerabat. Anakku membutuhkan foto terbaruku sesegera mungkin. Setelah klak klik di handphone ada foto terbaru yang bisa membuat anakku tertawa. Kenapa? Karena di foto itu aku sedang menyuap makanan lezat, lasagna. Dan bukti bahwa aku tidak gaptek-gaptek amat lho sebagai seorang ibu yang sudah berumur 73 tahun. Aku tahu bahwa di gedung itu ada fasilitas Indosat Super Wi-Fi. Tanpa ragu aku cari fotoku dan......................klik aku kirim ke anakku. Begitu mudahnya, begitu cepatnya.

Selang beberapa menit anakku menelponku "Siiip.........thank you mom, foto sudah masuk, tapi itu lagi ngapain sih? Lagi makan apa tuh?"

Aku cuma bisa tersenyum mengingat betapa canggihnya layanan super Wi-Fi. Indosat memang hebat. Kenyamanan pelanggan menjadi prioritas nomor wahid. Bravo Indosat. Tidak diragukan lagi Indosat Super Wi-Fi memang Asyik. Nenek-nenek seperti aku pun bisa menikmalti layanannya.



Agar lebih mantab lagi, berikut aku  copas tentang layanan Super Wi-Fi ini dari KOMPAS.com  (28/9/2012) Indosat Super Wi-Fi Memang Asyik:


Pengguna yang terdaftar sebagai pelanggan paket data, tak perlu memasukkan username dan password untuk terkoneksi ke Super WiFi.

Layanan ini dilengkapi dengan teknologi EAP SIM ready (SIM Authentication) yang bersifat Seamless.


"Dibanding layanan WiFi lainnya, infrastruktur layanan WiFi milik Indosat lebih unggul karena telah mendukung teknologi EAP SIM yang memungkinkan pelanggan mengakses WiFi tanpa mempergunakan user name dan password," kata Erik Meijer, Director & Chief Commercial Officer Indosat.

Erik menambahkan, hingga saat ini pihaknya sudah menyiapkan 700 titik hotspot yang tersebar di berbagai tempat pusat bisnis & ekonomi di pulau Jawa dan Bali.

“Indosat Super WiFi akan terus kami kembangkan dan tingkatkan pembangunannya. Oleh karena itu, dalam waktu cepat kami akan melakukan ekspansi ke kota-kota besar di seluruh Indonesia dengan menambah 30.000 titik hotspot," tambah Erik. (Editor : Reza Wahyudi)


Indosat dengan Super Wi-Fi-nya memang hebat.