Posts

Showing posts from February, 2013

Badai Pasti Berlalu

Image
Sebuah sinopsis tentang sebuah naskah karyaku untuk memeriahkan 1st anniversary WB-Twitter aku sajikan dibawah ini:

Kisah yang aku beri judul BADAN PASTI BERLALU adalah berlandaskan cerita non-fiksi yang aku gubah menjadi sebuah fiksi. Mengisahkan tentang pertentangan bathin seorang tua yang sangat menyenangi aktifitas dunia online, namun sejauh itu tidak pernah ada apresiasi dari keluarga. Apresiasi justru datang dari rekan-rekan blogger yang terjalin dalam Warung Blooger. Setelah dengan kegigihan beliau mempertahankan prinsipnya untuk tetap ber-aktifitas online, dan memperlihatkan hasil-hasil positif dalam blog berupa postingan-postingan, blarulah anak-anak mencukung. Bahkan memberikan fasilitas yang sangat membuar aku bahagia.

Semoga saja kisahku ini bisa menginspirasi para orang tua yang enggan beraktifitas online. Karena beraktifitas online sangat dibutuhkan oleh segumpal benak yang ada dalam tengkorak kita. Suburkanlah otak tersebut dengan beraktifitas.


The Old and The New Photos.

Image
Untuk ikut memeriahkan kontesnya ibu Fauzan, Mama Olive dan Papanya Cynthia-Agas bertema  Potret Laki-Laki dan Dunia Anak, berikut ini (setelah ngobrak-ngabrik foto-foto lama dan langsung bunda scan foto-foto itu), hehehehe....berikut ini adalah hasilnya. Sengaja bunda beri judul postingan ini The Old and New Photos. Bukan mau keren-kerenan pake bahasa Inggris lho, , tapi biar seru aja. Gituuu.... Gak tanggung-tanggung nih bunda akan memuat foto ke-empat cucu, permata hati bunda.


The Old Photos -- Sejak muda.........
Anakku yang tertua memang menyukai anak-anak, baik itu keponakan-keponakannya atau anak tetangga. Tidak heran kalau binar dimatanya akan langsung memancarkan bahagia kala memeluk si kecil atau duduk bersama sang keponakan.

Keempat foto lama dibawah ini diambil menggunakan Camerahandphone Nokia-3230. Bunda menyebutnya sebagai handphone jadul, karena bunda memilikinya cukup lama.





The New Photos:




Lengkaplah sudah ke-empat cucu bunda ikut berperan dalam Potret Laki-laki dan Dun…

BeraniCerita #1 TERINDAH.

Image
"Gila! Bener-bener gila!" Irwan setengah berteriak. Narto memandang karibnya dengan antusias.

"Kenapa lo? Gila? Siapa yang gila?"

Keadaan yang gila!. Udahlah jangan banyak nanya.. Gw lagi pusing!"

Narto tersenyum, didekatinya Irwan. Narto sangat tahu isi hati karibnya ini. Cintanya pada Nindia tidak bisa di-tawar-tawar. Kalau disamakan dengan harga barang, sudah "fixed price."

"Lo pasti mendesak Nindia lagi, kan? Ngaku aja deh!"

Irwan tertunduk karena pertanyaan Narto.

"Aku mencintainya, To. Cinta mati. Serasa aku gak bisa hidup tanpa dia."

"Aduh, melankolis banget sih lo, Wan. Kan Nindia udah nyuruh lo cari pasangan yang lain. Yang serasi ama umur lo. So, apa lagi sekarang masalahnya?"

"Masalahnya, gw cinta banget ama Nindia. Gw tahu usianya 15 tahun diatas gw. Tapi gw gak peduli. Gua lamar dia. Ee..dia tolak, dia gak percaya. Dia bilang gw cuman mau eksperimen. Gila, kan?"

Narto memandang Irwan penuh pengertian…

"PromptChallenge Quiz: Cinta, Oh Cinta."

Image
"Kenapa Rim akhir-akhir ini kelihatannya murung, ya?" 

 Net bingung memikirkan prilaku teman sekamarnya ini. Pertanyaan itu tetap bergayut dibenaknya.  Net harus menunggu saat yang baik, agar persahabatannya dengan Rim tidak retak karena keingin-tahuan Net belaka.

Net bertekad: "Aku harus menanyakan hal ini kepadanya. Kenapa mukanya pucat. Kenapa bokongnya melebar. Dan kenapa ia suka sekali memakai baju longgar."

Net akhirnya memutuskan untuk segera mencari tahu. Net tidak mau membiarkan puyeng tujuh keliling memikirkan Rim tetap bercokol  dikepalanya.

"Ini harus tuntas. Cepat atau lambat!.

Lama Net menunggu Rim. Tapi yang ditunggu belum juga memperlihatkan batang hidungnya.

"Huuuh...kemana sih nih si Rim. Udah malam begini belum juga pulang."

Net menggerutu, entah ditujukan pada siapa. Ada rasa khawatir dihati Net. Juga rasa takut. Dua kamar disebelah kamarnya, sudah satu minggu kosong. Darmi dan Karsih, sang penghuni  pulang kampung, dikawinkan oleh orang…

Catatan yang Tercecer

Image
Selembar catatan yang tercecer kutemukan ketika asyik membongkar dan mengobrak-abrik  file foto-foto untuk diikutsertakan dalam sebuah Giveaway. Langsung mata ini tertarik untuk membacanya dan ternyata isinya, lumayan berguna buat kuamankan dalam postingan. Sederhana dan mungkin tidak ada gunanya bagi orang lain, namun bagiku tetap saja memiliki arti yang khusus  -- untuk mengisi blog dengan postingan, hehehehe...... Coba disimak buat pembaca yang kebetulan singgah ke rumah online-ku.


Inilah isi Catatan yang Tercecer itu :

Right Brain Builder -- Melatih Otak Kanan.

Berpakaian dengan mata tertutup;Mengemudi untuk bekerja melalui rute yang berbeda;Menggerakkan mouse ke sisi "lain" dari key-board;Menggambar angka 8 (delapan) diangkasa (sambil berbaring telentang dengan tangan kiri;Membuka pintu dengan tangan kiri;Menggosok gigi pagi hari dengan tangan kiri.Karena Catatan yang Tercecer dan berisi sekelumit cara-cara "Melatih Otak Kanan", aku jadi tertarik untuk lebih ba…

Narsisis - Artistik : Photogenic-kah Aku?

Image
Kebiasaan bunda kalo lagi  ada kesempatan online pasti jari-jari bunda rajin menyusuri link-link. Siapa tau ada lomba/kontes menulis atau GA. Searching teruuus.....ampe bunda temuin nih, ternyata Una, tanpa setahu bunda, lagi ngadain GA -- emang musti lapor bunda, pikir Una, hehehehe... Dan temanya menarik banget Narsisis - Artistik. Yeee.....Una kan tau tuh bunda paling seneng ber-narsis-ria, dimana aja, kapan aja (yang penting bukan iklan Coca Cola). Coba aja liat tuh foto-foto bunda di efbi paling buanyaaak foto sendiri. Dilihat dan dipandang koq cantik dan manis juga ya bunda kalo difoto. Timbul sebuah tanya jauh dilubuk hati (cieeee.....) "Photogenic-kah aku?". Bagi bunda istilah narsis baru bunda kenal setelah bunda berkecimpung di fesbuk dan blogger tuh. Artinya gak serius-serius amat sih seperti arti sebenarnya yang digambarkan Una. Narsis, bagi bunda adalah gila berfoto, banci foto atau paling seneng kalau berfoto/difoto. Trus artistik-nya dimana ya? Please judge t…

Parenting itu Penting.

Image
Pada hari Sabtu, tanggal 9 Pebruari 2013 di sekolah cucuku yaitu Sekolah Alam Tanah Tingal diadakan sebuah acara Open School  --  Undangan untuk para Ortu dan Umum. Aku datang mewakili anakku yang kebetulan tidak bisa hadir karena harus menghadiri sebuah rapat NGO  (Non Govermental Organization) di salah satu Departemen.


 Dengan senang hati aku pun datang sebagai wakil anakku. Anak-anak didik Sekolah Tanah Tingal unjuk keboleh, antara lain: pencak silat, tari-tarian, nyanyi dan atraksi flying fox. Disamping berbagai acara  tersebut juga diadakan Seminar tentang Parenting. 
"Parenting itu Penting," begitu kata salah seorang guru. 
"Karena itu bapak/ibu wali murid dan para undangan diharapkan untuk hadir."


Nasihat Wanita Hebat dalam Hidupku.

Image
Tahun 1967 -- Ketika sebuah perusahaan dinyatakan pailit, maka siapa pun yang menjadi pegawainya pasti kecewa, sedih dan bingung. Uang pesangon yang diterima dan tidak seberapa jumlahnya itu tidak bisa menghibur mereka (termasuk aku yang masih single ting ting) untuk bergembira dan merasa puas. Yang penting tentunya adalah sebuah status. Ya, status sebagai pegawai yang akan tetap menerima secara rutin uang bulanan. Status yang menghindarkan mereka dan aku dari sebutan "penganggur." 

PROMPT #3 : T E L A T.

Image
"Gawat!"

Aku melirik jam di tangan, sudah lewat 3 menit! kupercepat lariku, walaupun tahu bahwa itu hanyalah sia-sia.
Aku sudah telat!

"Tidak apa-apa." kataku menenangkan hati.

Aku mulai memasuki ruangan dan mengetuk pintu. Seketika semua mata di dalam ruangan ini melihat kearahku.
“Mentang-mentang anak emas, bisa-bisanya dia datang telat lagi!” Aku dengar dengan jelas Sindi menggerutu sambil melirikku bibir agak mencibir.
Aku berusaha santai melenggang seseksi dan sesantai mungkin kearah tempat duduk di deretan paling depan. Seperti biasa aku pasti menyilangkan kaki agar betisku yang indah bebas mengintip dari balik rok-midi belah pinggir yang tersingkap. Caraku yang bikin sirik mahasiswi cantik lainnya.
“Duduk tuh yang sopan dikit kek, Ras!” Wiwiek yang duduk disebelahku mengingatkan.
“Lo liat tuh mata jelalatan Mr. Henrico!” bisiknya lagi.
“Bodo amat! Emang gue pikirin? Suka-suka gue donk mau duduk gimana kek. Masalah buat lo?” jawabku. Jutek. Wiwiek terdiam. Mungkin Wi…