Wednesday, July 31, 2013

Para Ibu yang Keren.

Alamat rumahkuku di Pamulang 2, tapi kenyataannya  90% aku  berada di Ciputat. Namun bukan berarti aku melupakan komunikasi dengan para ibu yang tergabung di RT-04 RT-10 lho!. Setiap ada aktifitas menjelang Hari Kemerdekaan R.I., aku akan berusaha untuk men-support para ibu yang akan ikut meramaikan berbagai pertandingan antar RT. Para ibu yang keren ini akan bertanding dengan gigih.
Sumringahnya para ibu yang keluar sebagai Pemenang malam itu.. Kereen......
Berjilbab putih, Ketua Majelis Taklim lho, juga siap tempur. Tanpa jilbab seorang fesbuker. dan blogger juga.

Tuesday, July 30, 2013

Mu'jizat Itu Pasti Ada..

Sumber Gb.: greetingskit.com

Sebuah alasan yang kuat menyebabkan aku memberi judul postingan ini  "Mu'jizat Itu Pasti Ada."

.Tidak ada seorang blogger pun yang tahu, bahwa sebenarnya sejak akhir tahun 2011 aku sudah tidak mampu lagi menjalankan sholat dengan normal. Kemampuanku sholat hanya dengan duduk bersila. Namun untuk kegiatan lain, seperti berlari (pastinya bukan lomba lari, hehe), berjalan cepat atau berjalan sekitar 2 or 3 KM masih mampu aku lakukan. Juga hip-hop bareng cucu serta melakukan gerak Yoga yang sederhana. Oops, lupa ada satu yang ketinggalan: Masih gesit naik ojek! Jadi, selama aku tidak duduk bersimpuh, yang lain? Hajjjar, bleh! Hahaha...

Monday, July 29, 2013

Berbagi Rizki Itu Indah..

 Hampir semua blogger dalam postingannya menceritakan tentang anak-anak mereka. Nah, karena anak-anakku sudah memiliki anak, qiqiqiii, jadi boleh donk aku menceritakan tentang cucuku. Siapa juga yang larang, bunda. Soook, mangga atuh.

Sejak sekolah TK-B, cucuku, Ayman, bersekolah di sebuah sekolah berwawasan lingkungan yang bernama Tanah Tingal. Bebas berpakaian, yang penting rapih. Ketika Ayman bersekolah di sebuah sekolah yang berbaju seragam dan dengan school fee yang lumayan mahal, selama 1 tahun (TK-A), selalu minta ditunggu hingga usai sekolah dan tak pernah Ayman berani untuk tampil di pentas, apabila diminta mengisi acara.

Friday, July 26, 2013

Liburan ke Jogja ( IV -- selesai )

Jalan-Jalan ke Solo

Psasar barang antik, Solo (foto dok. pribadi).
Kalau  tidak berburu barang antik, bukan anakku namanya. Pada hari ke-dua kami di Jogja, grup keluarga terpecah menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama, menantuku lebih memilih tinggal di hotel, membaca buku yang tebalnya 400 halaman, beeuuh! Kelompok kedua, permata hatiku yang ke-tiga dan kedua cucuku, memilih ke Candi Prambanan, menelusuri lagi sepanjang Malioboro 'tuk mencari oleh-oleh T-Shirt bertuliskan Malioboro dan Jogja. Kelompok ketiga, aku, pertamata hatiku yang ke-empat, keponakanku dan Mbak Yuli, dengan suara bulat memilih untuk ke Solo. Apalagi anakku ini adalah penyuka barang antik. Dari hasil googling, anakku tahu bahwa di Solo ini  ada pasar barang antik yang namanya Pasar Triwindu. Berkeliling di seputar pasar yang berlantai dua ini, hunting barang-barang yang dicari, tak juga ditemukan. Ada sih, di sebuah kios, sebuah baki jaman ketika nenekku masih ada, ya ampuun harganya Rp. 2 juta. Alhasil, kami hanya melakukan window shopping aja deh plus ber-narsis ria.

Thursday, July 25, 2013

Liburan ke Jogja ( III )

Pohon beringin kembar?


 Sumber gb. travel.detik.com
Sering sekali aku mendengar cerita tentang misteri pohon beringin kembar ini. Pohon beringin kembar, terletak di Alun-Alun Kidul, Jogja. Sekarang aku sedang berada di Jogja, kenapa juga gak aku gunakan kesempatan ini untuk melihatnya. Apalagi ada sebuah cerita, entah itu legenda, mitos ataukah misteri, tentang akan suksesnya hari depan seseorang apabila bisa berjalan lurus dari jarak sekitar 20 atau 30 meter kearah kedua pohon beringin kembar itu . Apabila ia bisa melangkah dengan mata tertutup dan sampai di-tengah-tengah kedua pohon itu, maka apa yang di cita-citakannya akan terkabul. Believe it or not.

Wednesday, July 24, 2013

Liburan ke Jogja ( II )

Seperti yang pernah aku utarakan, bahwa postingan aku artikan sebagai goresan sebuah kenangan, yang suatu saat nanti, apabila aku sudah tidak bisa lagi berpikir dan menggerakkan jari-jemariku diatas keypad, aku masih bisa melihat-lihat hasil postingan beserta foto-foto saat jemariku masih terampil menari diatas keypad. Aktifitas yang hanya bisa kulakukan di saat tiada dayaku lagi untuk membuat postingan. Aktifitas ini nantinya bagaikan sebuah obat yang mujarab untuk me-refresh benakku. Karena itu, keep reading, my dear bloggers, karena postingan ini akan aku buat bertahap, agar semakin banyak kenangan yang bisa kuingat.


Monday, July 22, 2013

Mudik Asyik dan Aman. Perjalanan ke Magelang.

Sumber gb.blogdetik.
Mengingat kampungku  nun jauh di seberang lautan, tak aku mempunyai keinginan untuk pulang kampung halaman. Hampir semua kerabat sudah hijrah ke Jakarta. Jadi yang akan aku ceritakan adalah perjalananku ketika mengunjungi salah seorang keponakanku yang akan menikah di kota Magelang pada bulan Desember 2012.

Kami berlima bersaudara menuju kota Magelang pada jam 20.00. Maksudnya pada jam 8 malam itu kami mulai berangkat dari Jakarta. Dengan berkendaraan mobil Avanza yang dikendarai oleh adikku yang laki-laki. Aku ltanyakan apakah mobil ini memiliki asuransi mobil dan Garda Oto. Jawabnya: "Belum."

Demi keamanan, aku pesan wanti-wanti kepada adikku agar memeriksa keadaan mobil dengan seksama. Syarat berikut adalah jangan dipaksanakan kalau sudah terserang rasa kantuk yang dahsyat. Aku katakan lebih baik aku rugi mengeluarkan uang untuk makan bareng di sebuah restoran dalam perjalanan, daripada harus mengalami hal-hal yang tak diinginkan dengan terus berjalan karena adikku memaksakan diri untuk tetap mengemudikan mobil. Apalagi mengingat adikku tidak memiliki asuransi mobil dari Garda Oto atau lain perusahaan asuransi.
Sumber gb.ngaBlogburitOTO

Beberapa kali kami berhenti, menjadikan kami bertambah akrab satu sama lain. Maklumlah kehidupan di Jakarta ini, selain karena rumah kami berjauhan, juga karena kemacetan lalu lintas, menyebabkan kami jarang sekali kami saling bertemu.

Dalam perjalanan tak kurang celoteh kakak dan adikku, apalagi sang pilot yang mengemudikan mobil. Aku sebut dia pilot karena dia selalu menyebutkan seperti ini:

"Jangan khawatir berkendaraan denganku, wahai kakak-kakakku yang tercinta, karena adikmu ini sudah memiliki jam terbang layaknya seorang pilot pesawat terbang, hehehe....

Walaupun kami tidak menamakan ini sebagai pulang kampung, namun bagi adik iparku yang memang orang Secang, Magelang, tetap saja sebagai ajang pulang kampung dan bertemu dengan sanak familinya di Secang. Adik iparku sangat mengucapkan terima kasih tentunya kepada sang pilot karena telah mendaratkan dirinya di kota Secang, sebelum perhelatan pernikahan dilaksanakan di Magelang.

Kami beruntung bisa bepergian dengan kendaraan sendiri ketimbang dengan menggunakan kendaraan umum. Keuntungan yang kami peroleh Mudik Asyik dan Aman yaitu Asyik karena bertambah akrab sesama saudara yang lama tidak saling ber-silaturakhim; aman karena setiap kali adikku diterpa rasa kantuk, kami berhenti dan menyantap makanan yang ber-aneka rasa di tiap wilayah.

Moto yang aku terapkan kepada adikku adalah seperti berikut:

Kalau ngantuk, jangan nyupir
Kalau nyupir, jangan ngantuk

Hahaha....dia ketawa. Apalagi ketika aku tambahkan, bahwa menahan kantuk itu menyakitkan. Jadi lebih baik jangan ditahan, beristirahatlah yang nyaman, walaupun akhirnya kantongku terpaksa kebobolan, tapi tidak apa-apa. Kebersamaan, walaupun bukan sepenuhnya mudik memang asyik, jadi tepat sekali kalau aku katakan bahwa mudik asyik dan aman telah kami jalanin. Alhamdulillah.




Liburan ke Jogja plus Kopdar. ( I )

Sampai juga aku di Candi Borobudur.
Sejak tanggal 10 Juli rupanya blog ini tidak pernah di update, hiks, hiks.... Lama banget ya. Untung aja se-sekali aku tengok rumah mayaku ini, walaupun tidak sempat aku meng- updatenya. Alhasil masih bersih dari sarang laba-laba, hehe...  Yuk, mulai hari ini, Insya Allah, rumah mayaku ini tidak akan aku tinggalkan ber-lama-lama. Bagiku postingan sama dengan kenangan yang harus, semaksimal mungkin, aku goreskan ke dalam postingan. Jadi aku akan menuliskan beberapa kenangan yang tertunda dan mengendap di benakku  --  mulai dengan kenangan manis Liburan ke Jogja dan Kopdar 29 Juni -- 2 Juli 2013.

MFF PROMPT#21: Kau Adalah Cinta Matiku.



Sumber gb. facebook.com

Masih juga bingkai itu dalam pangkuannya. Sesekali diangkat, diusapnya wajah pria tampan dalam foto itu. Telunjuknya menelusuri setiap sisi wajah itu.

“Kenapa kau mendahului aku, Radith?” Ucapnya lirih. Perlahan. Titik airmatanya menetes, Menitik diatas kaca. Meleleh kebawah karena kini ia memeluk bingkai itu. Erat ke dadanya.

“Kau berjanji akan selalu ada untukku. Kau ingat? Walau aku katakan berulang kali aku bukan jodohmu. Tapi kau tetap saja mengatakan tiga kata yang membuat hatiku membuncah. Penuh bahagia. I love you.” Tiga kata terakhir ia ucapkan dengan penuh kemesraan, seolah ia tujukan untuk Radith.


Wednesday, July 10, 2013

Ulang Tahun Penuh Berkah.

Sumber Gb.free-seo-list.blogspot.com

Tanpa pesta dan selamatan, namun begitu memberikan kebahagiaan yang hakiki. Hari ulang tahunku, 10 Juli 2013, alhamdulillah, bertepatan dengan awal bulan suci Ramadhan 1434-H.  Harinya? Rabu. pas dengan hari ketika aku dilahirkan oleh ibunda tercinta. Sebenarnya setiap kita berulang tahun, seyogiyanyalah kita mengingat ibu yang telah mengandung kita selama 9 bulan 10 hari.  Bukankah begitu?




Monday, July 08, 2013

MFF PROMPT#20: SEBUAH PERMINTAAN.



Sumber Gb.indonesiaoptimis.com
Setelah jeda yang begitu lama, lelaki itu menghabiskan isi gelasnya dengan sekali tegukan. Jemarinya menjentik memanggil Waiter. Membayar dan memberikan tips. Ia berdiri. Diraihnya jaket yang disangkutkan di sandaran kursi.  Jaket itu melayang di udara  dan berlabuh di pundak kekarnya. Kelihatan gagah dengan gayanya, walau ada semburat gundah di wajahnya.

Lelaki itu seolah menghitung langkahnya menuju  arena parkir motor.  Motor butut yang dimilikinya selama ber-tahun-tahun.  Hanya itulah miliknya yang paling berharga. Tak ada wanita yang meliriknya ketika ia bertengger diatas motor butut itu.


Friday, July 05, 2013

MFF PROMPT#19 - Sebuah Do'a yang Dijabah Allah.



Jemari munginya dalam genggamanku terasa hangat. Sesekali aku tundukkan kepala untuk melihat wajahnya. Binar senyumnya. Langkah-langkah kecilnya diiringi lompatan kecil membuat hatiku tidak tega menyampaikan maksudku.

“Bude, kita mau kemana?”

Aku membisu sejenak. Berpikir akan sebuah jawab yang harus kuberikan.

“Budeee…jawaab!”

Dia mengayunkan lengan kami yang berpagut, keatas, kebawah. Bibirku terkatup. Rapat. Haruskah aku membisu hingga mencapai ujung jembatan itu? Hatiku teriris.. Andaikan aku Ratih, pertanyaan yang sama juga akan aku sampaikan. Penasaran seperti yang dimiliki Ratih pun akan bergayut dalam benak. Haruskah?
Lagi. Dia menggoyangkan pagutan lengan kami.

“Ayoo, bude koq diem aja sih? Jawab, Budeee! Ratih mau dibawa kemana? Katanya mau naik mobil. Mana mobilnya?” Nada kekecewaan mulai membuyarkan binar matanya.

Thursday, July 04, 2013

Dibawah Bendera Revolusi





Foto dok.pribadi.
Napas Eyang memburu ketika bercerita tentang peristiwa itu.

“Bedebah! Kaum PKI menggeledah tiap rumah. Mereka yang memiliki buku itu dikenakan sanksi hukuman.”,  suara Eyang bergetar.  Tangannya mengepal.

“Eyang  membungkusnya.  Ketat. Air tak kan mampu menyentuhnya.”

 Eyang ter-batuk-batuk. Di usia 74, Eyang seperti 90an.

“Apa yang Eyang lakukan?”

“Menguburnya.”

“Tidak tergeledah?”

Eyang menggeleng.

“Eyang menggapai sesuatu. Jadilah sehebat dia.” Buku hitam kusam disodorkannya kepadaku.


Foto dok.pribadi.