Thursday, September 26, 2013

Khayalan-khayalanku yang Tersembunyi.

gambar-foto-wallpaper.blogspot.com
Berkhayal, sebuah pekerjaan abstrak yang terkadang juga mengeluarkan energi. Lho koq bisa sih, berkhayal mengeluarkan energi? Ya bisa aja, coba kalo kita berkhayal mendaki tebing terjal, atau memasuki sebuah lorong yang panjang, seperti yang kita dapati di Bukittinggi -- yang disebut Gua Jepang -- pastinya ngos-ngos-an. Aktifitas yang tak diundang, seperti ngos-ngosan itu sangat menguras energi. Menguras energi berarti memacu adrenalin, kan?

Aku berkhayal dengan santai aja deh ya, seperti berkhayal menjadi seorang Penulis. Khayalan ini bisa saja menjadi kenyataan, kalau saja kita benar-benar berkonsentrasi dan memiliki passion. Apa sih passion kita? Tentu saja menulis-lah.


Khayalanku pun begitu, passion-ku juga sama dengan mereka yang menginginkan menjadi Penulis. My Passion is "Target to Become an Author," --  of course a famous author, say, like Agatha Christie. Jadi selayaknyalah apabila kita (jelasnya aku) tidak boleh merasa bosan dengan melatih diri untuk menulis. Memang aku memulainya terlambat, yaitu pada usiaku telah menapaki usia senja, tapi apa sih yang gak bisa dicapai, selagi kita masih mau berusaha dengan segenap niat dan tenaga serta perjuangan.

Agatha Christie (Sumber gb.thequardian.com)

Lalu, selain itu, maksudnya selain khayalan menjadi seorang Penulis, aku juga memiliki khayalan lain. Boleh donk, seseorang memiliki khayalan lebih dari satu, hehehe.....Gak ada yang melarangnya, kan?

Oke, let me share with you my other dreams.

Sederhana sekali sebetulnya khayalanku yang satu lagi ini, yaitu aku ingin sekali menjelajahi pantai Pulau Sumbawa, yang sebagian besar wisatawan lokal, yang pernah ke sana, mengatakan pantai-pantainya sangat indah dan menawan. Walaupun aku tidak bisa berenang, dan terkadang sangat takut melihat riak air, tapi kalau hanya memandangi sebuah keindahan alam dari tepi pantai, di mana saja, pastinya aku sanggup dan aku akan lakukan itu. Khayalanku sering membuncah lho, membayangkan aku berjalan di sepanjang pantai dengan buih-buih air laut yang saling berkejaran menuju pantai, kemudian menjilat dengan lembut kedua betisku. Dingin. Dan rasanya? Aduhan, nikmatnya dan indahnya kesegaran yang di padu dengan pemandangan sekitar yang memesona.
Sumber:diazchikal.blogspot.com

Terkadang aku sempat juga "iri" kepada adikku yang acapkali mengadakan wisata rohani bersama Kelompok Ibu-Ibu Pengajian di wilayahnya. Ke Pulau Bali pun sempat ia berwisata ke tempat-tempat yang bernuansa religi. Ah, andaikan aku bisa bersama mereka, aku pasti akan sangat bahagia. Setidaknya khayalanku sebagian terpenuhi, walaupun tidak menyusuri keindahan pantai, khayal yang masih bercokol dalam benakku, yaitu Pantai Pulau Sumbawa, hehe...
Patung lilin Kate M - Pangeran Williams (Sumber.tabloidbintang.com)

Ada lagi sebuah khayal yang masih bersembunyi dalam benakku, yaitu khayalan untuk bisa mengunjungi  sebuah museum di Inggris, Museun Lilin Madame Tussauds. Ketika aku masih duduk di SMA, seringkali pak/bu Guru menceritakan tentang keindahan patung-patung yang ada di museum itu. Patung-patung itu terbuat dari wax (lilin) dan karya-karya indah ini diciptakan oleh seorang yang bernama Marie Tussauds.

Tapi untuk bisa mewujudkan khayalanku yang satu ini, pastinya membutuhkan uang yang tidak sedikit, karena letak Museum Patung Lilin itu tidak terletak di wilayah Tangerang Selatan, hehehe....tapi, nun jauh di sana, di sebuah ibu-kota Negara Inggris, yaitu London. Nah, jauh, kan? Kebayang gak sih, berapa jumlah uang yang dibutuhkan. Andaikan saja uang ini terkumpul dan cukup untukku mewujudkan khayalku, pastinya, catet ya, pastinya, akan tetap aku tabung lagi sehingga bisa mencukupi untukku menunaikan ibadah haji, kapan saja, atas ridhoNya, atas bimbinganNya. Yang penting ini juga adalah khayalku yang tersembunyi jauh, jauh, dan sangat jauh di lubuk hati yang paling dalam. Semoga saja bisa aku wujudkan dengan izinNya. Aamiin, ya Robbal'aalamiin.



Khayalan ini diikutsertakan dalam Giveaway Khayalanku oleh Cah Kesesi Ayutea.

Wednesday, September 25, 2013

Orang Kecil Mensukseskan Orang Besar.

Kalau anda pernah tahu, atau mungkin memang anda tinggal di wilayah Jalan Merpati Raya, Ciputat, pasti memaklumi, bahwa sudah sejak bulan lalu sedang ada penggalian untuk pemasangan pipa air minum. Pekerjaan ini total membuat kemacetan lalu lintas sepanjang jalan itu. Tidak saja di wilayah Jl. Merpati Raya terjadi kemacetan, tetapi juga hal ini merembet sampai ke arah jalan Bintaro Junction. Bener-bener macet total. Ojecker pun sangat sulit untuk menerobos kemacetan ini.

Aku teringat kata Pakde Cholik, sang pemberi arahan, bahwa ide itu bisa datang dari mana saja. Ide itu pating sliwer, kata beliau. Dan kini aku akan mulai menggaet ide-ide yang bersliweran itu, huahuahua...
Dapet deh ide yang ini:

Judul postinganku diatas: "Orang Kecil Mensukseskan Orang Besar.". Bingung, kan? Coba lihat gambar yang aku foto pake hape jadulku ini. Di terik matahari sekali pun, mereka, orang-orang kecil ini, bekerja dengan penuh keringat dan semangat untuk mengais rizki di kota. Mereka yang hampir 90% datang dari Jawa Tengah dan daerah lainnya ini, berjuang mengadu nasib di Jakarta. Kerja keras/berat apa pun mereka kerjakan, yang penting pekerjaan yang halal.

Terus terang, orang-orang kecil yang seperti anda lihat dalam foto yang aku jempret sendiri ini,adalah para pekerja berat (kuli kasar) yang bisa mensukseskan bapak-bapak atau para eksekutif muda yang berdasi, yang duduk di belakang meja dan turun naik mobil. Betul gak sih kalau aku bilang, bahwa tanpa tenaga-tenaga mereka itu, pekerjaan seorang arsitek atau insinyur atau siapa pun gak bakalan sukses.  Jadi  sudah selayaknya kita, para pengguna jalan, khususnya, menghargai mereka. Gak ada salahnya kan, walaupun mereka mendapat upah dari orang besar itu, kita memberikan sekedar rokok, minuman atau nasi bungkus, kepada mereka. Itung-itung, beramal sambil lewat di jalan yang nantinya akan menjadi jalan yang rapih, kemudian kita (warga TangSel) akan dapat merasakan fasilitas dari pemasangan pipa air minum ini.  Kita habiskan limapuluh ribu untuk memberi minuman segar kepada kelompok ini sudah merupakan pahala yang luar biasa. Semburat wajah mereka yang gembira ketika membuka tutup botol minuman dingin. Wah, pokoknya pahalanya besar deh, membuat hati orang senang karena pemberian kita yang ikhlas.


MFF PROMPT #25 - HARUSKAH?



Warti meninggalkan Yun tanpa menoleh. Hatinya hancur melihat keadaan teman karibnya ini. Sari  sudah tidur lelap di pangkuan Yun.  Diletakkannya Sari dengan hati-hati. Dipandangi lekat dengan pandangan bersalah.

“Maafkan, ibu, nak. Ibu akan ikut bekerja dengan Tante Warti. Demi kamu.”

Yun menyelimuti Sari dengan sebuah kain panjang, satu-satunya yang ia punya.

Setelah itu Yun ber-putar-putar di depan cermin. Mendekatkan wajah begitu dekat dengan cermin. Yun mengelus wajahnya yang pucat. Kemudian Yun berlari ke sebuah lemari kecil di sudut kamar. Dibukanya laci yang sudah gompal pinggirnya. 

“Aaa, ini dia." desahnya dengan riang.

"Ini masih bisa aku pakai” Yun membuka tutup tempat lipstick yang sudah kusam, memutar bagian bawah dan tersembullah bagian  yang sudah tidak utuh lagi. Lipstik berarna merah bata. Bagus juga selera Yun rupanya. Yun  tidak suka warna yang menor.

Perlahan Yun mengoles bibirnya dengan mengangakan kemudian memonyongkan sedikit mulutnya. Diulasnya seluruh bagian bibirnya.

Yun mengeluarkan lidahnya. Diputarnya sekeliling bagian bibirnya, atas dan bawah. Basah dan menggiurkan. Yun tersenyum. Ia mematut-matut diri sepuasnya.

“Aku masih cantik.” Desahnya.


Hingga hampir dua jam ia menunggu, Warti tidak juga muncul. Hatinya jadi ragu. Apakah Warti serius ingin membantunya mencarikan pekerjaan? Dan pekerjaan apa yang bisa ia lakukan. Tapi kemana Warti. Kenapa Warti tidak muncul seperti janjinya.


Bunyi  gemeretuk batu-baru kerikil di halaman kontrakan rumah Yun terdengar sangat perlahan. Seolah ada sepasang kaki yang menginjaknya sangat berhati-hati untuk, sebisa mungkin, tidak meninggalkan bunyi.
Namun, telinga Yun telah terbiasa dengan bunyi sekecil apa pun. Ia sudah tinggal di rumah kontrakan ini lebih dari 3 tahun dan telinganya sangat tidak asing lagi dengan segala bunyi yang terjadi di sekitar rumah kontrakan itu.

“Maaf, Mbak Yun?” suara berat seorang laki-laki yang sudah berdiri di muka pintu kontrakan. Perawakannya kekar, Wajah persegi, namun sorot matanya ramah dan sepertinya menenangkan.

“Iya, betul.”

“Saya bawa surat dari Mbak Warti”, katanya dengan suara lebih berat lagi.

Yun, mengulurkan tangannya menyambut sehelai kertas berlipat, tanpa amplop. Lembaran-lembaran ratusan ribu berhamburan. Yun tidak peduli, ia tatap surat itu dan membacanya.


“Yun, aku minta maaf, karena tidak datang tepat waktu menjemputmu. Tapi aku mengirimkan susu untuk Sari. Mas Yatno akan membelikan susu sebanyak yang Sari butuhkan. Ia laki-laki baik. Layani dia, demi Sari.  Mas Yatno butuh seorang isteri, bukan seorang  perempuan seperti aku. Jangan ikuti jejakku. Bangunlah sebuah keluarga.

Yun tertegun, dipegangnya lembar surat itu dengan tangan gemetar. 

"Haruskah?" bathin Yun bertanya penuh keraguan.  


385 Words.

Tantang Dirimu untuk Menulis.

Alhamdulillah, bahagianya aku ketika bisa menyelesaikan postingan untuk menjawab tantangan #30HariNonstopNgeblog yang diadakan oleh DBlogger dan Blogdetik, kemudian ditambah lagi dengan #10daysforASEAN. Selama waktu itu stamina yang aku rasakan benar-benar fit.  Aku tak peduli dengan ide yang belum muncul. Yang penting, ketika aku duduk di depan komputer dan jari jemari ini menari, begitu saja keluar deh bertaburan untaian kata-kata. Setelah selesai, baru  aku koreksi lagi, yang gak enak, aku buang, yang kurang pas, dibuat pas, dan yang nyleneh dibuat gak nyleneh, hehe.... Betul juga sebenarnya kalau ada yang mengatakan bahwa ide itu bersliweran -- tergantung bagaimana kita cepat tanggap dan bereaksi terhadap ide yang bersliweran itu. Dalam satu bulan aku bisa menghasilkan 40 (baca: empatpuluh) postingan. Bayangkan -- empat puluh postingan -- bukan hal biasa, kan? Tapi luar biasa. Koq bisa? Karena ada tantangannya? Bukan! Karena ada jeritan dalam hati: Ayo, terus berkarya menghadapi tantangan ini!. Ada lagi satu yang paling makjleb: Tantang Dirimu untuk Menulis. Yeeee....


Friday, September 20, 2013

REVIEW NOVEL "LABIRIN RASA"

Judul Buku: LABIRIN RASA
Penulis: Eka Situmorang-Sir
Penyunting: Faisal Adhimas
Penata Letak: Tri Indah Marti
Designer Sampul: Oxta Estrada
Penerbit: Wahyumedia
Jumlah halaman: 394 12,7 x 19 cm.
Cetakan 1: Jakarta, Wahyumedia, 2013.

Harga:Rp.42,600 (diluar ONGKIR)




KOMENTAR
Cukup lama aku menyelesaikan membaca novel dengan jumlah halaman 394 ini. Biasanya, melihat buku novel dengan jumlah halaman 200an aku sudah mulai mikir 2 x untuk membacanya, tapi novel ini dengan jumlah halaman 394, begitu saja menjadi magnit bagiku untuk membacanya. Bukan karena ada hadiahnya, tapi karena my curiosity tentang apa sih arti Labirin Rasa itu?

Halaman demi halaman telah membawaku semakin larut untuk terus membacanya. Gangguan typo yang bersliweran di banyak halaman tidak mengurangi niatku untuk terus membaca. Dari sini aku bisa menyimpulkan apa yang dimaksud dengan Labirin Rasa itu. Sebuah petualangan rasa dalam mencari sang Pangeran Fajar. Ya, rasa juga mampu untuk berpetualang.

Namun apabila buku ini akan turun cetak untuk kedua kalinya, saran koreksi berikut hendaknya mendapat perhatian juga:

ACKNOWLEDGEMENT:


  • Halaman  V.  - terdapat  redundant  kata – kepada – sebaiknya cukup SATU KALI di halaman IV : Mauliate (terimakasih dalam bahasa Batak) yang tak terhingga kepada: orangtua/Tim Redaksi Wahyumedia/teman-teman penulis. Hasilnya akan lebih enak dibaca, kan? hehe...

  •   Halaman 20 -- jin, sebaiknya jins.

  •  Halaman 106 -- baris ke-11: Dani seharusnya "Aku" -- "Anak ini kenapa? Apa aku salah ucap, atau salah  nyolek atau gimana?"

  •  Halaman 148, baris ke-11: Kayla,  seharusnya Cynthia. 
  •  Halaman 256 baris ke-2 dan ke-4 dari bawah: Patar, seharusnya Ruben.

  •  Halaman 259 baris ke-3 dari atas Patar seharusnya Ruben.

  •  Halaman 328 baris ke-10 s/d baris ke-15 tidak konsisten dengan awal: Kayla menurut dan menghabiskan malam dengan tidur di sofa -- seharusnya, tidur di kamar. (silahkan baca kalimat selanjutnya). 

  •     Halaman 337 -- baris ke-6 dari bawah: menyanyat, seharusnya "menyayat."

  •     Halaman 338 -- baris ke-4 dari bawah: menguarkan, seharusnya "mengeluarkan"
  •  

MY REVIEW                                                                                                                        


Novel pertama Eka Situmorang-Sir ini,  mengisahkan tentang seorang gadis bernama Kayla, blasteran Jawa-Batak. Penampilan se-enaknya, berkata-kata ceplas-ceplos, sangat urakan. Tidak pernah mau tampil rapih. Kayla yang juga stress karena nilai-nilai kuliahnya yang selalu jeblok, tak pernah lebih dari dua koma, bahkan pernah hanya mencapai satu koma. Ayahnya menjatuhkan keputusan tidak akan membiayai lagi kuliahnya apabila IPKnya tidak memperlihat kemajuan yang diharapkan. Ibu dan ayahnya saling salah menyalahkan tentang pendidikan Kayla.



Kayla  memutuskan untuk hijrah sementara ke tempat neneknya, yang ia panggil Yangti di Jogja. Beberapa hari di Jogja, Kayla menerima sebuah buku usang pemberian Yangkung dari Yangti. Jantung Kayla berdetak ketika mengenali tulisan Yangkung. Rasa hangat menjalari hati Kayla seolah ia terkoneksi dengan Yangkung-nya. Di dalam buku itu Yangkung mengatakan, bahwa Yangkung akan mengirimkan seorang Pangeran Fajar yang akan menjadi pelindungnya. Kayla yang tidak percaya pada ramalan, membaca pesan ini begitu lekat dihatinya dan ia percaya akan datangnya seorang Pangeran Fajar dalam perjalanannya mencari arti hidup yang sesungguhnya.



 

Siapakah Pangeran Fajar Kayla? Eka telah berhasil menggiring pembaca untuk terus membaca. Eka pun sukses (menurutku) membuat imaginasi pembaca ikut berperan dalam adegan-adegan yang sensual petualangan Kayla. Kissing scenes  secara detail, sehingga berhasil membawa pembaca ikut larut di dalamnya. Bisa dipastikan novel ini akan sangat digandrungi oleh para kawula muda.




Eka juga telah berhasil membawa pembaca  menikmati keindahan lokasi-lokasi yang dikunjungi oleh Kayla. Eka sukses menggaet dan mengikat perasaan pembaca. Bagi para pendaki gunung, pastinya membaca novel Labirin Rasa ini sangat cocok, dan pasti ingin membacanya lebih dari satu kali, hehehe... Soalnya begitu menarik kisah yang dikemas Eka.




Satu hal yang membuat aku mengacungkan jempol untuk Eka dalam menggambarkan tokoh Kayla: Dibalik Kayla sebagai petualang cinta penuh gairah, mampu mengajak pembaca larut bersamanya, Eka berpegang teguh pada moral. Aku sangat salut pada Penulis ini.  Jadi biarlah petualangan itu terus dan terus terjadi pada Kayla selama Kayla belum menemukan Pangeran Fajarnya.  Kayla boleh bermesraan dengan beberapa laki-laki yang mampu membangkitkan gairah remajanya. Itu sangat wajar bagi manusia yang masih memiliki libido, namun untuk lebih dari itu, Kayla dengan sepenuh kesadaran akan tetap mempertahankannya. Masih terpasang rambu-rambu menuju yang satu itu. Di situlah  kelebihan Eka, sebagai Penulis,  dalam mengemas adegan yang sensual dalam novel Labirin Rasa ini..



 

Eka menggambarkan tokoh Kayla dengan sangat berhasil, Apalagi setelah Kayla mendapat wejangan dari Yangti, bahwa: "Cinta itu ibarat labirin rasa, semakin kamu ingin ke luar, semakin jauh kamu bisa tersesat. Lebih baik dinikmati saja proses cinta itu. Tapi jangan membabi-buta sampai melanggar norma yang ada.”




 Dan Kayla menikmatinya…. Menikmati setiap kehangatan yang ditemuinya dari pria yang tertarik pada dirinya. Namun untuk terperosok lebih dalam? No way! That’s not Kayla. Kayla is a tough young lady. Kayla tahu dimana kelemahannya. Karena itu Kayla tidak akan membiarkan dirinya larut. Petualangan cintanya tidak akan menghancurkan harga dirinya. Tidak akan! Itu nasehat Yangti. Dan itu yang Kayla pegang teguh. 


Setelah beberapa tahun Kayla melalui kepahitan cinta bersama Ruben, Kayla telah menjadikan  manusia yang lain.  –  Kayla menjadi sosok yang cantik, bersih, penyuka kebersihan, pesolek, cerdas, dan  berwibawa.



Ada kalimat Yangti yang sangat menstimulir semangat Kayla untuk menyusul Ruben ke Medan:






"Nduk, nanti ada masanya kalau kamu tua akan ada momen-momen penyesalan bukan karena sesuatu yang kamu lakukan, tapi untuk sesuatu yang tidak kamu lakukan. Memperjuangkan cintamu, misalnya."


  

Kayla tidak pernah melihat adanya Pangeran Fajar yang selalu menjadi pendampingnya. Siapakah dia? Yuk, baca buku Labirin Rasa ini. Seru, menarik, dialognya enak, ringan dan masa kini banget lho.





Catatan:

Bagi penyuka syair dan kata-kata mutiara, penggemar kisah cinta, penggila buku novel tebal – Labirin Rasa jawabannya.




Postingan di-ikut-sertakan dalam Lomba Review Novel LABIRIN RASA, Karya Eka Situmorang-Sir.


Words: 583 (Excluding Komentar)

Wednesday, September 18, 2013

TangSel Punya Sebuah RSUD yang Megah.

Kalau tidak untuk menjenguk salah seorang adikku yang sedang dirawat di RS itu, pasti aku tidak tahu, bahwa RSUD itu memiliki kamar-kamar yang bersih dan perawat-perawat yang ramah. Entahlah, mudah-mudahan ini bukan karena RSUD itu baru didirikan. Kita harapkan saja nasib RSUD ini tidak akan sama dengan nasib Bis Trans Jakarta, yang hanya pada awalnya saja mewah, bersih dan membuat nyaman, namun seiring berjalannya waktu, menjadi sebuah wadah transportasi yang tidak nyaman bagi penumpan. Terjadinya adu sikut dan aduk "bottom" sudah hal yang biasa. Tidak ada lagi toleransi bagi penumpang yang sudah sepuh.

Nah, semoga saja RSUD ini akan tetap seperti sekarang. Bersih secara keseluruhan, mulai dari area pendaftaran sampai ke semua ruangan pasien. Sungguh, membuat pasien betah.

Ada hal yang menggembirakan, bahwa sejak tanggal 1 Septembert  2013 launching oleh Ibu Airin Rachmi Diany Wardana, Ibu Walikota Tangerang Selatan yang manis dan cantik, bahwa pengobatan di RSUD ini adalah GRATIS bagi warga pemilik KTP TangSel. Keren ya. Dan ini bukan cuma sebuah bualan belaka. Tapi sudah menjadi sebuah kenyataan.
Sumber Gb. m.poskotanews.com

Adikku di rawat di sini secara gratis karena memiliki KTP TangSel. Memang harus sabar menunggu sejak masuk melalui Ruang Gawat Darurat, hingga ditentukan sebuah kamar/ruangan untuk rawat inap. Setelah mendapat kamar dan mendapat perawatan, kedua belah kakinya yang sudah sangat bengkak (karena penyakit jantung, menurut dokter), sudah drastis mengempis. Alhamdulillah. Dokter tidak mengizinkan adikku untuk pulang, walaupun melihat kekuatan fisiknya sudah bisa pulang. Dokter merekomendasikan agar ia tetap di rumah sakit sampit kedua kakinya sembuh total dan normal kembali.

Tapi untuk bisa menuju ke RSUD ini warga pemilik KTP TangSel, wajib melalui PusKesMas di wilayah masing-masing. Jadi dengan surat rujukan dari PusKesMas, barulah sang pasien mendapat perawatan di RSUD ini.

Itulah sekilas tentang RSUD di wilayahku. Jadi bagi pemilik KTP TangSel, jangan ragu untuk berobat ke RS ini, dengan catatan harus ada surat rujuk dari PusKesMas. Selanjutnya pengobatan, obat-obatan, hingga tindakan operasi, bila memang diperlukan, semua GRATIS. 

Pelayanan di RSUD ini melingkupi: Poli sebagai berikut:

  1. Poli Umum
  2. Poli Penyakit Dalam
  3. Poli Syaraf
  4. Poli Kebidanan
  5. Poli Anak
  6. Polis Paru
  7. Poli Mata
  8. Poli Anastesi
  9. Poli Gigi & Mulut
  10. Poli Orthodonti
  11. Poli Bedah
  12. Poli Bedah Tulang
Lengkap dengan Radiologi dan Laboratorium, sudah pasti Ruang ICU.

Mudah-mudahan postingan ini ada manfaatnya buat mereka yang ingin berobat gratis, terutama mereka yang memiliki KTP TangSel. RSUD juga melayani pasien Umum.


Wednesday, September 04, 2013

Jakarta, Diplomatic City of ASEAN.

Hari ke-10 (4 September 2013) #10daysforASEAN.
 Yeeee....the Last Days of Pompeii, Ooops, maksudnya the last day of #10daysforASEAN..
TEMA: Mengapa Jakarta bisa terpilih sebagai Diplomatic City of ASEAN. Apa dampak positif dan negatifnya bagi Indonesia, khususnya Jakarta? Kesiapan apa saja yang perlu dilakukan oleh Jakarta sebagai tuan rumah dari Perhimpunan Bangsa-bangsa ASEAN?
  -----------------
Sultan Hassanah Bolkiah, Ketua ASEAN (Sumber Gb.jentayuemastrading.blogspot.com
Lima negara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand melalui Deklarasi Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967 mendirikan sebuah Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara yang kemudian terkenal dengan singkatan ASEAN (Association of  South-East Asia Nations).
Organisasi ini dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya serta memajukan perdamaian di tingkat regionalnya.
 Dalam poin yang tercantum dalam prinsip utama dari ASEAN adalah menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan integritas wilayah nasional dan identitas nasional setiap negara.:
Dengan meningkatnya program kerjasama sejak didirikannya ASEAN pada 8 Agustus 1967, didirikanlah Sekretariat Bersama yang berfungsi untuk membantu negara-negara anggota ASEAN dalam mengelola dan mengkoordinasikan berbagai kegiatan ASEAN.


Pada KTT ke-1 ASEAN di Bali, tahun 1976, para Menteri Luar Negeri menanda-tangani Agreement on the Establishment of the ASEAN Secretariat, yang berfungsi sejak tanggal 7 Juni 1976, dikepalai oleh seorang Sekretaris Jenderal, yang waktu itu berkantor di Departemen Luar Negeri R.I., menunggu selesainya pembangunan sebuah Gedung Sekretariat ASEAN di Jakarta, tahun 1981, lengkapnya beralamat di Jalan Sisingamangaraja No. 70A, Jakarta Selatan. 

Kemudian untuk memperkuat Sekretariat ASEAN, Menteri Luar Negeri ASEAN meng-amandemen Agreement on the Establishment of the ASEAN Secretariat, pada tahun 1991, di Manila. Status Sekretaris Jenderal ASEAN dinaikkan setingkat dengan menteri. Mandat tambahan pun diberikan yaitu untuk memprakarsai, memberikan nasihat, melakukan koordinasi, dan melaksanakan kegiatan-kegiatan ASEAN. Sekretaris Jenderal ditunjuk untuk jangka waktu 5 tahun. Sekretaris Jenderal ASEAN yang baru adalah Le Loung Minh (Vietnam), yang memegang jabatan ini sejak  tanggal 1 Januari 2013. Sebelumnya jabatan ini dipegang oleh Surin Pitsuwan (Thailand) yang menjabat sebagai Sekjenj ASEAN dari tanggal 1 Januari 2008 -- 31 Desember 2012.

Didirikannya markas ASEAN Secretary di Jakarta merupakan suatu kepercayaan, bahwa Indonesia bisa menjadi penghubung antar negara-negara anggota ASEAN atau Diplomatic City of ASEAN. Suatu kepercayaan yang berdampak positif bagi Negara Republik Indonesia.


Kita harapkan dengan pergantian jabatan Ketua ASEAN, konflik yang dihadapi selama ini bisa dihadapi dan diatasi. Sultan Hassanah Bolkiah sebagai Ketua ASEAN yang baru, memprioritaskan penanganan sengketa Laut China Selatan. Brunei adalah salah satu dari empat negara ASEAN yang mengalami persengketaan dengan China di Laut China Selatan.

Seperti berita yang dikutip AFP (15/1/2013), bahwa seorang diplomat Brunei mengatakan:

"Brunei melihat isu Laut China Selatan merupakan ancaman bagi keamanan di kawasan. Kami ingin mengajak semua negara yang terlibat sengketa untuk berdialog, termasuk juga dengan China," (15/1/2013). 

Selain Brunei, negara ASEAN lainnya yang memiliki klaim wilayah di Laut China Selatan adalah Vietnam,  Filipina dan Malaysia.

AEC 2015 Blueprint merupakan pedoman bagi negara-negara anggota ASEAN untuk mencapai ASEAN Economic Community 2015, dimana masing-masing negara kerkewajiban untuk melaksanakan komitmen dalam Blueprint tersebut..

Mengapa pula kota Jakarta yang dipilih untuk Markas ASEAN? Menurut pendapatku karena Jakarta, disamping sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia, juga merupakan Pusat Perdagangan di Ibu Kota. Para Pengusaha dari berbagai daerah, bahkan dari Luar Negeri, termasuk dari negara anggota ASEAN  menjadi investor-investor kelas kakap di Jakarta. Banyaknya Mall-mall megah, hotel-hotel mewah dan gedung-gedung Apartemen yang aduhai, pastinya, tak lepas dari ikut campurnya investor asing.  Kehebatan Jakarta, menyebabkan terpuruknya para  pedagang kelas  ekonomi menengah kebawah.  Menimbulnya sebuah dilema secara tidak langsung.

Semoga saja Indonesia siap untuk menghadapi era yang sangat krusial, yakni diberlakukannya ASEAN Economic Community pada tahun 2015. Mudah-mudahan Indonesia siap menghadapi integrasi negara-negara ASEAN di tengah masih banyaknya masalah dalam negeri. 

 




-----------------------------------------------------
REFERENSI:
id.wikipedia.org/wiki/Perhimpunan_Bangsa-bangsa_Asia_Tenggara#Sejarah
http://3gplus.wordpress.com/2008/05/20/asean/
  http://www.kumpulansejarah.com/2013/01/sejarah-berdiri-organisasi-asean.html
 http://blogs.fco.gov.uk/markcanning/id/2013/01/10/sekretaris-jenderal-baru-asean/
http://ditjenkpi.kemendag.go.id/website_kpi/Umum/Setditjen/Buku%20Menuju%20ASEAN%20ECONOMIC%20COMMUNITY%202015.pdf 
http://international.okezone.com/read/2013/01/15/411/746299/jadi-ketua-asean-brunei-prioritaskan-isu-laut-china-selatan