Tuesday, October 08, 2013

MFF Promt#29 - 27 Maret

Ardi membolak-balik halaman buku yang dipegangnya. Ia datang lagi ke toko buku ini. Bukanlah tujuan Ardi untuk mencari buku, namun seraut wajah lembut yang hampir setiap hari berdiri di belakang mesin kasir itu yang telah menyita perhatian Ardi. Diakah itu? Begitu selalu pertanyaan yang bergayut di benak Ardi

Thursday, October 03, 2013

Pernikahan yang Sehat.

Gb.regalkartun.blogspot.com
Pernikahan tidaklah dapat dilakukan semudah seperti kita membalikkan telapak tangan. Just like that! Banyak sekali hal-hal yang harus dipikirkan menyangkut langkah ke sebuah pernikahan oleh kedua calon mempelai.  Bukanlah semata-mata tentang pembiayaan resepsi pernikahan itu sendiri, namun adalah lebih kepada arti sebuah pernikahan. Mengenai biaya resepsi bisa kita kesampingkan, karena pernikahan yang sakral bisa juga tanpa biaya yang besar -- cukup dengan adanya sepasang calon mempelai, para saksi dari kedua belah pihah, Penghulu yang sah dari Kantor Urusan Agama, membaca "Ijab Qobul", maka resmilah sebuah pernikahan.
Sesederhana apa pun sebuah pernikahan, haruslah dilakukan secara terbuka. Selain harus mengumumkan adanya pernikahan, misalnya melalui kiriman besek dengan pemberitahuan, bahwa telah diresmikan pernikahan antara si A dan si B, juga untuk menempatkan hak dan kewajiban masing-masing antara suami dan isteri. Melindungi kehormatan mereka berdua dan menjauhkan segala macam fitnah yang mungkin timbul kepada diri mereka dan keluarga.

Pasangan calon pengantin harus siap mental, jauh-jauh hari sebelum melangkah ke jenjang pernikahan. Kehidupan di masa depan bukan hanya milik mereka berdua, namun kehidupan itu telah berubah dan berkembang seiring adanya sebuah pernikahan. Dua keluarga besar telah terjalin secara langsung karena adanya pernikahan. Pasangan calon mempelai akan semakin kaya, dalam arti kaya akan bertambahnya keluarga mereka, bukan kaya dalam wujud materi. Dalam hal calon mempelai masih lengkap memiliki orang-tua, maka masing-masing akan memiliki dua orang ibu dan dua orang ayah, yang dalam praktek sebuah pernikahan yang sehat, tidak boleh ada perbedaan dalam memberikan perhatian kepada dua pasang ibu dan ayah tersebut, terlebih lagi apabila pasangan-pasangan orang-tua itu sudah tidak lagi memiliki penghasilan untuk menunjang kehidupan dan sudah tidak mampu lagi menafkahi diri.. Ini juga merupakan salah satu titik yang harus menjadi perhatian pasangan yang akan menikah. Siapkah mental mereka? Kesiapan mental merupakan kunci untuk sebuah pernikahan yang sehat.

Pernikahan akan menggabungkan dua keluarga besar. Bukan berarti harus menanggung biaya ekonomi mereka. Tentu saja tidak. Tapi dengan penuh kesadaran, bahwa kelak, setelah pernikahan, mereka akan memiliki hubungan silaturakhim yang lebih luas.  Dan pernikahan yang mereka jalani adalah sebuah pernikahan yang sehat, yaitu pernikahan tanpa paksaan dari pihak manapun. Pernikahan atas dasar saling cinta-mencintai. Pernikahan, yang berarti mereka akan menerjang dunia baru yang belum mereka tahu dengan pasti medannya. Namun dengan penuh rasa percaya diri dan sepenuh cinta yang membara dalam kedua dada anak manusia, pernikahan itu dilandasari oleh kesadaran yang penuh untuk mengikat hubungan yang telah ada menjadi lebih bermakna.

Apa arti sebuah pernikahan bagi sepasang insan Sang Khalik? Berikut antara lain arti pernikahan bagi mereka:
  • membawa hubungan mereka ke dalam sebuah wadah yang sah dengan Ijab Qobul, sesuai syari'at dalam Agama Islam. 
  •  menjadikan sebuah pernikahan sebagai ikatan yang sakinah, mawaddah dan warrohmah. 
  •  menjaga dan menjauhkan diri dari perbuatan maksiat, yaitu menyalurkan nafsu angkara murka sebelum sebuah hubungan di-sah-kan. Karena segala bentuk hubungan dua insan diluar pernikahan, apa pun namanya, adalah diharamkan oleh Agama.
  • untuk membina keturunan yang sholeh dan sholehah -- untuk menyenangkan hati junjungan kita, Nabi Besar Muhammad SAW, seperti yang dikisahkan dalam "Riwayat Al-Baihaqi, yang berbunyi: "Nikahlah kamu supaya kamu berketurunan dan supaya kamu menjadi banyak, karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan umatku yang ramai di hari Kiamat. (Riwayat Al Baihaqi).
  • untuk menyatukan dua keluarga besar.
Last but not least: kepada pasangan Uniek Kaswarganti dan suami tercinta, selamat merayakan 10th Wedding Anninversary. Usia pernikahan yang menginjak tahun ke-10, masih akan dipenuhi dengan onak dan duri, sehingga masih terus dibutuhkan saling pengertian, kesabaran, dan memupuk cinta kasih dan sayang untuk mengayuh biduk melaju menuju tahun-tahun mendatang dengan sepenuh keharmonisan. Aamiin. Insya Allah dengan do'a yang penuh dari kami dan kesadaran yang penuh akan cinta kasih kalian, yang telah mendapat kepercayaan atas anugerah dariNya,  permata-permata hati, segalanya akan mudah dilalui dengan kebersamaan, betapa pun besar halangan dan rintangannya. Aamiin, Ya, Robbal'aalamiin. 


 Kisah pernikahan ini diikut-sertakan pada Giveaway 10th Wedding Anniversary by Heart of Mine.