Wednesday, April 30, 2014

Terbanglah Bersama KEB.

Sengaja judul Terbanglah Bersama KEB  aku pilih. Kenapa?  Karena aku pribadi, sejak menjadi member  grup yang bernama Kumpulan Emak2 Blogger, dengan singkatan populernya KEB, yang menancapkan sebuah motto keren "Kami Ada untuk Berbagi," tidak lagi duduk manis sebagai seorang tua renta, pensiunan, namun semangatku terbakar juga untuk turut ambil bagian dalam kegiatan offline.  Serasa hidup ini jadi berwarna.

Tuesday, April 29, 2014

Sense of Belonging.

Source:ericajames.co.uk
Alhamdulillah, pagi ini aku dapat menangkap sebuah ide. Kata Pembimbing-ku tak langsung, Pakde Cholik, dalam melahirkan sebuah postingan, kita harus bisa menangkap ide yang pating sliwer. Nah, .ini dia ide-ku pagi ini -- tentang Sense of Belonging. Maaf, bukan  aku sok-sok-an pake bahasa Inggris, tapi justru kata dalam bahasa Inggris itulah yang akan dibahas. Jujur saja, bahasa Inggris-ku masih blepotan. Tapi karena ini memang inti permasalahan yang akan aku angkat sebagai postingan, ya, haruslah pake bahasa Inggris pula judulnya, hehe... Oops, aku harus mengucapkan terimakasih kepada Mbak Diadjeng Laraswati H, yang telah, dengan tak sengaja, menjatuhkan sebuah ide, langsung saja ide itu aku pungut dan aku jadikan judul postinganku. Aku serasa menjadi seorang guru yang beruntung karena mendapat pertanyaan dari seseorang yang smart and brilliant : "Maksudnya sense of belonging itu, gimana ya, Mak?"

Monday, April 28, 2014

Meet & Greet KEB dan Tim Indonesiana.

Baru-baru ini, Sabtu, 26 April 2014, aku hadir di acara undangan -- Meet and Greet KEB dan Tim Indonesiana, Tempo Inti Media, di Gedung Kebayoran Center No. 11A-15A, pukul 14.00 - 17.00 -- merupakan sebuah refreshment yang semakin membuat aku terbantu untuk tidak mengalami apa yang dinamakan pikun dini, hehe.. Sudah lama aku tidak sempat menghadiri acara-acara KEB yang diadakan secara offline.
 
Mak Sri Giarti: Pinjem ya fotonya. Foto yang dijepret si Kaka cuman sepotong, Gpp ya. Tq Awas ya Goodybag-nya ketinggalan, hehe...


Friday, April 25, 2014

Home Sweet Home


Di pintu rumahku tergantung sebuah hiasan bertuliskan: "Home Sweet Home". Waktu itu, ketika aku pulang melangkahkan kaki di rumahku sendiri, hati ini seperti mendapat pecutan yang teramat membekas. Perih. Berkelebat dalam pikiran, lebih baik aku tinggalkan saja rumah ini. Langkahku memasuki rumah ini pun tidak akan mampu menghilangkah kesedihan yang selalu saja bertengger di hati ini. Di setiap sudut rumah ini aku akan melihatnya. Aku akan mengingatnya. Dan aku akan membayangkan, betapa mimik wajah jahilnya menggodaku. Bahkan di setiap akhir sujud dalam sholat, ketika mengirimkan do'a untuknya, masih saja kelopak mata tua ini dipenuhi oleh cairan bening, yang akan terus menggelinding melalui pipiku yang telah kisut. Ah, kenapa ini harus terjadi? Aku tahu, tidak ada seorang ibu, di belahan dunia mana pun yang akan siap menerima kehilangan seorang anak, buah hatinya, pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya.

Friday, April 11, 2014

GIVEAWAY, Berkat Mendongeng Lahirlah Sebuah Antologi.

Sejak kecil aku sudah tidak lagi merasakan belai kasih seorang ibu. Belaian lembut yang aku rasakan hanya dari seorang Nenek yang sangat mengasihi aku dan kakakku. Kami tinggal bertiga, jauh dari ayah serta kakak-kakak yang lain. Terus terang, kehadiran ibu yang digantikan oleh seorang nenek sejak aku berusia balita, tentu saja mencuatkan rasa rindu akan nyanyian pengantar tidur untuk menina-bobokkan aku agar mata cepat terkatup dan terlelap.  Namun, aku sama sekali tidak pernah menyesali sikap nenek yang tidak pernah mau menina-bobokkan aku dengan nyanyian lembutnya. Aku merasa puas dengan mendengarkan nenek membacakan ayat-ayat pendek dari Al Qur'an baris demi baris, hingga aku mampu menghafalnya dalam waktu yang pendek. Subhaanallah, nenekku ternyata tidak kehilangan akal. Beliau tidak bisa bernyanyi, tapi beliau sangat arif dengan sabar membacakan ayat-ayat pendek itu untuk aku ikuti, hingga aku terlelap. Nenekku keren ya?

Yang Tersirat Di Balik Yang Tersurat.

fleuriethuis.nl
Ini Sekedar Prolog.

Sudah lama sekali aku tidak pernah ikutan Giveaway. Bukan apa-apa, semata karena memang lagi gak mood klak-klik info, baik tentang lomba menulis ataupun giveaway. Tapi Pakde Cholik ini berhasil mencuatkan kembali semangat narsisku untuk ikutan giveaway, hehe..

Giveaway ini menugaskan peserta untuk memilih salah satu postingan blog perempuan, kemudian mengulasnya dan menggambarkan adanya semangat Kartini di dada pemilik blog dari sudut pandangku. Wah! Susah banget ya, tapi dengan semangat yang menggebu ingin ikutan. Dan sah-sah saja kalau aku akan melihatnya lebih kepada yang tersirat di balik yang tersurat.

.

Wednesday, April 09, 2014

Pucuk Dicinta Ulam Tiba.

Tas rajutan d/bahan kresek.
Assalamu'alaikum dan selamat siang. Pertanyaan pertama yang ingin aku ajukan adalah: "Sudahkan anda melakukan tugas menjadi Warga Negara RI yang baik, yaitu melakukan tugas nyoblos gambar/nama yang sesuai di hati. 

Pertsanyaan kedua, apakah anda sudah pernah mendengar untaian kata Pucuk Dicinta Ulam Tiba yang aku jadikan sebagai judul postinganku hari ini? Haaah? Apa? Belum pernah? Sungguh terlalu! Hehe..itu kan pribahasa dari jaman baheula, ketika aku masih sekolah SD a.k.a. Sekolah Dasar. Maksudnya pastilah udah tahu, kan? Yaitu ketika kita menginginkan sesuatu, tiba-tiba tanpa disangka, tanpa dinyana sesuatu itu muncul di hadapan kita. Nah, ada apa gerangan denganku? Hihiii...kepo banget sih nih yang pada baca. Sederhana koq. Yuk, terus dibaca..