Monday, September 12, 2011

Manfaat Pohon Pepaya

Aku sendiri gak tahu kenapa aku memilih judul diatas.  Oops.....aku sadar bahwa sepanjang perjalanan aku ber-ojek-ria dari rumah anakku menuju rumahku sendiri sengaja aku minta si-Ojecker lewat kebun-kebun hijau. Aku perhatikan bahwa disetiap lahan dengan kebun yang bercampur ilalang itu pasti apa pohon pepaya. Langsung aja terbayang bahwa kemaren aku agak uring-uring-an dirumah karena gak ada lalaban atau lalapan untuk disantap bersama sambel terasi bikinan si Mbak yang udah terkenal wuenaknya.


Pohon Pepaya yang sudah merasuk menguasai selera makanku selama ini memang suguhan dimeja makan yang paling dulu aku hembat, hehehehe........ Coba aku mau lihat dulu ya di Google apa aja sih manfaat daun pepaya yang aku gandrungin selama ini? Ya ampuun.......ternyata banyak sekali tuh manfaatnya, mulai dari daun (muda atau tua), buahnya, bijinya, bunganya, getahnya.........wah, gak rugi aku sejak lama menyukai lalapan daun pepaya ini.

Jadi teman-teman blogger jangan khawatir deh ya kalau sekiranya pertemanan online ini bisa jadi land-copy dan kita bisa ketemuan, gak usah repot-repot motong kambing segala.........yang penting ada rebusan daun pepaya plus sambelnya, mau sambel terasi, mau sambel cabe ijo a la sambel ijo-nya restoran Padang udah bisa bikin hati si bunda ayem.........asalkan nasinya tuh yang putih kayak nasinya HokBen, hehehehe....

Sebetulnya seru kali ya kalo aja si bunda ini bisa nge-link ke gambar di google. Maksudnya pastilah gambar pohon pepaya kek, buahnya kek, atau daunnya thok. Tapi ya coz si bunda baru belajar jadi sabar dulu ya. Silahkan aja sendiri nge-klik ke Paman Google tentang Pohon Pepaya ini betapa banyak manfaatnya. Monggo di klik sekarang aja................






8 comments:

  1. Mau bagian apa aja boleh asal jgn buahnya. Yak!

    ReplyDelete
  2. bunda, bunga pepayanya aja enak, apalagi buahnya,
    pas kebetulan belum lama aku juga cerita sayur bunga pepaya,

    tetapi pernah tetangga pesan suruh nebang pepaya depan rumah, alasannya bisa payah kalau ada pohon pepaya di depan, harusnya di belakang rumah
    he..he.. ada2 aja ya bun

    ReplyDelete
  3. Honey, lom tau ya kalo buahnya yang mateng itu dikupas, dibuang bijinya, di-potong-potong dadu, ditarok dipanci, ditaburi gula pasir, diperesin jeruk nipis, terus ditutup pancinya, pegang kedua kuping panci, sambil kedua jempole neken tutupnya, trus, trus, dikocong-kocong kira-kira10x, naaaaahhh dibuka tutup pancinya, disendok pepapaya ke mangkung langsung disantap, hhhmmmm.....yummy. Apalagi dikasih es batu. Pasti ketagihan tuh, hehehehe....

    ReplyDelete
  4. Mbaqk Monda, Huuuhhh sebel bunga pepaya dipasar Ciputat t4 bunda mahal juga. Wuenak-e kalo dioseng-oseng... Iiiicchh, mbak Monda itu tetangganya gak bisa nahan pengennya metik daun pepayanya kallleee kalo didepan rumah, hehehehe........ Makasih udah berkunjung. Juga buat Hani ampe bunda lupa tuh bilang makasih jadi numpang disini aja ya.

    ReplyDelete
  5. buah pepaya di sini mahal sekali, kecil kecil lagi cuma sebesar mangga :(

    ReplyDelete
  6. Bunda, Saya juga suka sekali daun pepaya untuk lalapan. Waktu tugas di Klaten saya bisa makan daun pepaya sepuasnya. Tapi herannya kok sama sekali tdk pahit, ya? Saya sampai heran. Bagaimana caranya. tapi makandaun pepaya tanpa pahit rasanya juga ada yang kurang. Seperti pare, saya suka karena rasanya yang khas.

    ReplyDelete
  7. Kalo saya suka pepaya mentah di oseng ama kecap bund, hehe

    ReplyDelete
  8. Rebusan daun pepaya + sambel terasi sangat lezat. :)

    ReplyDelete