Kamis, 15 Januari 2015

KEB Tempat Aku Mencerahkan Kehidupan.

KEB membawa aku kenal Pragawati Ratih Sanggarwati.
Tahun ini di bulan Januari 2015 sebuah grup yang terdiri dari para Emak, dibawah sebuah bendera KEB a.k.a. Kumpulan Emak2 Blogger, berulang tahun yang ke-3 pada tanggal 18 Januari. Yups, usia 3 (tiga) tahun kalau dimisalkan seorang bocah, pasti sedang lucu-lucunya. Tapi ini kan sebuah kumpulan para Emak yang memiliki berbagai kepiawaian. Pastinya bertambah matang dan semakin padat dalam hal pengalaman.
semakin banyak relasi. Dan semakin cetar membahana keberadaannya, baik di dunia maya, maupun di dunia luar. Siapa sih blogger yang tidak mengenal apa itu KEB? Aku rasa hampir semua blogger sangat mengenalnya.

KEB Tempat Aku Mencerahkan Kehidupan. Betapa tidak? Sejak aku menjadi seorang pensiunan, tak pernah ada kesempatan bagiku untuk menghadiri pertemuan jenis apapun, kecuali pertemuan keluarga tentunya. Di sini, di KEB, aku bisa menghadiri Seminar, Workshop, Kopdar yang mernyenangkan, sehingga serasa lupa aku pada usia yang sudah Renta. Kembali imaginasiku seolah aku ini seorang pegawai kantoran yang bertugas menghadiri sebuah Seminar atau Workshop, hehe... Keren, kan? Mencerahkan kehidupan, karena di sana aku dapatkan semangat untuk tidak sekedar duduk manis, berpangku tangan, menerima uluran tangan dari anak-anak tercinta. Aku bisa menghasilkan, walaupun sedikit. Ada kepuasan tersendiri dalam hati yang paling dalam.

Senin, 22 Desember 2014

Nitaninit Kasapink: Ketegaran yang Menyatu Dalam Cinta.


Senin, 22 Desember 2014 bagi bangsa Indonesia diperingati sebagai Hari Ibu. Aku tidak akan mengulas tentang sejarah mengapa tanggal 22 Desember dinyatakan sebagai Hari Ibu, namun semata aku ingin mengangkat perihal seorang Ibu yang hebat. Ibu yang tabah dan Ibu yang begitu mencintai anak-anak melebihi apa pun, bagaimana pun keadaan anak-anak yang pernah dikandungnya.

Kamis, 18 Desember 2014

Anak-anakku Adalah Hartaku




Usiaku 28 tahun ketika menikah, 3 Mei 1967.  Kami berdua sudah tidak memiliki orangtua. Tapi walaupun tidak ada ayah dan ibu yang mengharapkan kehadiran seorang cucu, tentu saja dari pernikahan ini aku  ingin cepat hamil dan memiliki momongan. Tidak perlu berlama-lama menjadi pengantin baru. Honeymoon yang biasanya dilalui oleh pasangan pengantin, tidak pernah kami rasakan. Ketiadaan biaya. membuat kami berkomitmen untuk lebih berhemat . Selain usia yang akan terus mengejar tanpa bisa dihalangi, kami pun harus fokus untuk menjaga keharmonisan, kesehatan, ketenangan dan kasih sayang pun harus lebih melimpah. Demi hadirnya si jabang bayi, hehehe...


Minggu, 14 Desember 2014

Networking Itu Memang Sesuatu

Dari beberapa fotonya, foto ini yang paling aku suka. Maaf ya, Astri, Bunda curi foto ini, hehe...
Selama beberapa hari ini aku tak pernah ada kesempatan untuk ber-internet-ria. Padahal ada lesson dari Cikgu Ani Berta, salah satu pencetus Grup Fun Blogging untuk berkenalan a.k.a. bahasa kerennya networking dengan teman sesama blogger, tapi yang sama sekali belum pernah kita kenal. Bingung donk aku. Tapi dalam kebingungan ini aku dicolek oleh anak online-ku yang ada di Bandung Nchie Hanie kalau aku dilamar oleh salah seorang member Fun Blogging. Sempet kaget sih, koq berani-berani blogger itu melamar aku, padahal aku, walaupun Senior dalam usia, tapi aku  ini gak gape-gape amat dalam hal perbloggingan apalagi berkaitan dengan yang namanya networking. Pelajaran "networking" dari Cikgu Ani Berta harus aku praktekkan untuk mengikuti sebuah Networking Competition, sebagai salah satu lesson yang diberikan di Fun Blogging Group. Tapi namanya juga dilamar, apalagi ini kesempatan untuk praktek, masa mau ditolak? Udah untung ada yang melamar, hehe... dan yang melamar aku ternyata, blogger muda, bernama Astri Hapsari.


Jumat, 12 Desember 2014

Alon Asal Kelakon

From: Inspirably.com
Pribahasa Alon Asal Kelakon sangat mempengaruhi caraku dalam belajar ber-bagai kepandaian baru. Kalau mengingat umurku yang sudah menapaki ke 76 tahun, pastinya aku tak ingin lagi untuk menambah ilmu apa pun. Yang paling enak adalah duduk manis dan nonton televisi.

Tapi ada rasa penasaran yang tidak bisa aku kendalikan. Hari ini aku membuat postingan di akunku di Blogdetik. Postingan yang tidak seberapa panjang itu memakan waktu hampir 3 jam. Kenapa? Karena walaupun sudah sekian lama memiliki blog di Blogdetik, tetap saja aku jarang sekali mengisinya. Alasannya tidak lain karena setiap kali bikin postingan pasti aja menghilang dari tampilan itu postingan, hiks, hiks... Rasanya, gimanaaa...gitu.

Senin, 08 Desember 2014

Berbagilah Selagi Kau Bisa


Pengertian Berbagilah Selagi Kau Bisa mempunyai arti yang teramat luas. Banyak sekali yang bisa kita lakukan dalam hidup ini yang bisa menyebabkan seseorang atau orang lain menjadi terhibur, menjadi bahagia, bahkan menjadi seseorang yang seperti bangun dari tidurnya yang cukup. Fresh dan berbinar serta wajah merah seperti baru saja dialiri semburat darah merah melalui serabut-serabut syaraf yang terhalus di wajahnya.  Itulah kekuatan hati yang dipenuhi rasa bersyukur akan segala anugerah Allah Yang Maha Besar. Rasa syukur yang akan tersirat dari segala gerak-gerik dan prilaku seseorang. Sulit sekali menyembunyikan rasa bahagia karena kita, misalnya, telah menyebabkan seseorang lain bahagia karena kebaikan yang secara spontan kita perbuat atau kita berikan.Tanpa pamrih. Perlu diingat, tanpa pamrih.

Selasa, 02 Desember 2014

Kasih Ibu Sedalam Lautan


Ibuku, Almarhumah, tercinta.
Pada awalnya aku tidak tahu untuk apa perjuangan Ibu. Beliau meninggalkanku bersama Nenek dan Kakek. Padahal keadaan waktu itu masih dalam kelabunya asap bedil dan mesiu. Namun kebesaran cinta kasihnya kepada tiga permata hati yang dibawa Ayahku ke negeri seberang sangat membuat hatinya gundah. Aku sadar di sanalah terletak Kasih Ibu Sedalam Lautan itu.  Ibu mana yang bisa dipisahkan dari anak-anak yang dilahirkan dengan nyawa sebagai taruhannya. Samudera mana pun akan diarunginya untuk mendapatkan kembali ketiga buah hatinya. Namun Allah berkata lain. Ibuku dipanggil menghadapNya sebelum perjuangan memperoleh ketiga kakakku tuntas.  Aku sendiri hanya merasakan kasih sayang Ibu sampai usiaku 8 tahun. Bukan berarti ingatanku tentang kepekatan cinta dan sayang Ibu kepadaku sirna begitu saja. Aku masih mengingatnya dengan baik. Tersimpan di sudut relung hatiku yang paling dalam. Tak  ada seorang pun yang bisa menggantikan posisinya di dalam hatiku. Kebesaran cintanya bisa aku rasakan hingga saat rentaku melalui cintaku pada anak-anakku. Kesulitan apa pun yang menghadang akan aku hadapi. Demi anak-anakku. Begitu juga yang telah dilakukan oleh Ibuku.