Tuesday, June 26, 2012

Sirih Merah Itu.

 Pagi ini aku berdiri di halaman belakang rumah anakku. Di rumah ini hampir 80% waktu aku habiskan, ketimbang di rumahku sendiri, di Pamulang 2. Angin yang bertiup pagi ini menyebabkan daun-daun sirih merah itu bergoyang-goyang. "Alangkah suburnya kau tumbuh", begitu kataku dalam hati. Andaikan aku memiliki sirih merah itu beberapa tahun yang lalu, tentu tidak usah jauh-jauh keponakanku mencarinya untuk mengobati ayahnya, iparku yang sedang sakit. Daun Sirih Merah telah menyembuhkan adik iparku dari penyakit yang di deritanya: penyakit 3 huruf yang menakutkan.

Hasil rontgen membuktikan bahwa paru-paru iparku ini telah hampir seluruhnya keropos, badannya pun teramat sangat kurus. Kala itu anaknya, keponakanku, harus mencari daun sirih merah itu sampai ke Bogor. Harganya pun masih mahal, satu pot kecil yang hanya memiliki dauh tidak lebih dari 20 helai daun berharga Rp. 50,000.  Setelah meminumnya sesuai anjuran seseorang: 5 lembar per hari direbus dengan air 3 gelas hingga tinggal 1/2 gelas -- diminum 3 x sehari. Setelah kurang lebih 6 bulan mengkonsumsi air rebusan sirih merah itu dilakukanlah rontgen ulang. Betapa terkejutnya kami dengan pertanyaan dokter:

 "Ini hasil rontgen siapa?"  
"Itu hasil rontgen ayah saya", jawab keponakanku.

Syukur alhamdulillah, ternyata sirih merah itu telah menyembuhkan penyakit iparku.

Lho! pagi-pagi gini koq aku melamun tentang kejadian beberapa tahun yang lalu hanya karena melihat sirih merah itu tumbuh dengan suburnya. Berawal dari 3 tangkai sepanjang 20 cm yang aku tancapkan, sirih merah itu telah tumbuh dengan subur. Dalam kurun waktu 1.5 tahun telah menjalar dan merambat sepanjang lebih dari 4 meter. Andaikan, aku memiliki sirih merah itu beberapa tahun yang lalu sudah pasti keponakanku tidak perlu ke Bogor untuk mengejarnya. Aku hanya bisa ber-andai-andai, segala keputusan adalah milikNya. Iparku sempat menghirup udara segar setelah sembuh total dari penyakitnya. Namun karena usia tuanya ia dipanggil olehNya lebih dahulu dariku.

Daun-daun sirih merah itu seringkali aku elus-elus dan aku ajak berbicara perlahan:

"Suburnya engkau, cantiknya kau. Tumbuhlah dengan subur. Aku menyukaimu."

Believe it or not! Semua tanaman itu bernyawa tak ada yang bisa memungkirinya, jadi berbicaralah pada tanaman, maka ia akan tumbuh dengan subur. Gak salah deh kalo Ebit G Ade menyuruh kita bertanya "pada rumput yang bergoyang," hehehehehe............

Setelah aku googling ternyata banyak sekali kegunaan daun sirih merah itu. Nah, coba search di google, siapa tahu ada salah satu penyakit yang anda derita dan bisa diobati dengan daun sirih merah. Datanglah kerumah anak bunda untuk memetik sirih merah itu. "I'll be there for you. You are very welcome, my friends!".

Semoga tulisan ini ada manfaatnya.


23 comments:

  1. Alhamdulillah
    Daun siri merah memangnya untuk obat apa bunda?

    ReplyDelete
  2. Hmm baru tau nih tentang sirih merah bunda, taunya sirih biasa doang. Memang ternyata banyak taneman yang bisa dijadikan obat ya bunda, di halaman rumah orang tua saya juga banyak nanem taneman obat. Oia memang penyakit 3 huruf yang menakutkan itu apa bunda?

    ReplyDelete
  3. halah masa daun sirih diajak ngomong...
    jangan2 dinyanyiian..
    Buah semangka berdaun sirih... hehehe

    koment paling ngaco ya bund..

    ReplyDelete
  4. subhanallah ... tiada yang sia2 dari ciptaanNya.
    ijin share di fb saya ya, bund :)

    ReplyDelete
  5. ternyata ada manfaatnya ya daun sirih merah itu ya bun

    ReplyDelete
  6. Bunda daun sirih nya dinyanyiin toh, mbok niar yang di nyanyiin yaa :D

    ReplyDelete
  7. Sayang pohon sirih merah ku mati... Biar subur begitu dikasih apa bunda...?

    ReplyDelete
  8. saya tahu daun sirih merah punya manfaat untuk beberapa penyakit tapi baru tahu kalau untuk paru juga bisa ...makasih sharinganya mak...eh Oma ya...hehhe

    ReplyDelete
  9. mertua sy juga pecinta tanaman bgt bunda.. Dan memang katanya tanaman itu hrs di ajak ngomong ya supaya tumbuhnya lebih bagus..

    ReplyDelete
  10. teman saya jg sembuh dr kista dg sirih merah bunda:)

    ReplyDelete
  11. Arif Chasan, makasih kunjungannya ya. Salam hangat di pagi yang cerah.

    ReplyDelete
  12. Melly, bunda belum googling sih, yang pasti ipar bunda sembuh penyakit paru-paru-nya. Makasih ya kunjungannya.

    ReplyDelete
  13. chici, penyakit 3 huruf itu: TeBeCe. Dirumah bunda/anak bunda baru sirih merah yang "ngamuk" tumbuhnya karena sering dibelai, hehehehe....tanaman lain cuma kencur, kunyit dan jahe. Ketiga tanaman ini juga banyak manfaatnya lho. Makasih ya kunjungan chici.

    ReplyDelete
  14. insan robanni, yeeee....jangan salah lho, bukan cuma daun sirih lho, tanaman lain juga kalo sambil nyiram pasti bunda berbisik mesra...sra...sra...., hehehehe.... Mau donk kalo bisa daun sirih berbuah duren.....Makasih ya kunjungan insan disini. Komentarnya bikin senyum (dikit).

    ReplyDelete
  15. Risablogedia, memang betul Allah itu Maha Pengasih. Soal share? Aduuuh...silahkan banget, bunda senang deh ada yang suka postingan bunda. Makasih ya kunjungan Risa disini.

    ReplyDelete
  16. Lidya - Mama Cal-Vin, yoi tuh banyak sekali, coba aja sekali-sekali googling deh. Makasih kunjungan Lidya ya.

    ReplyDelete
  17. Niar Ci Luk Baa, lhooo....Niar bunda nyanyiian malah "berontak" jee... yasud nyanyiian daun sirih aja deh. Niar, makasih ya kunjungannya.

    ReplyDelete
  18. niken, pasti gak pernah diajak berdialog, hahahaha.... jadi ngambek n mati deh. Pohon sirih itu subur seperti itu gak ada resepnya tuh, niken. Bunda sekarang lagi membiakkan lagi, nanti kalo udah jadi tak paketin deh, kemana, kemana, kemana?

    ReplyDelete
  19. berbagi Kata Kata Motivasi
    Banyak wanita hanya mengikuti style rambut yang saat ini sedang trend, populer atau style aktor idola mereka, tapi tdk sesuai dgn wajah.
    semoga bermanfaat, salam kenal dan sukses selalu yah,

    ReplyDelete
  20. Alhamdulillah ... ada berkah di daun sirih ya Bunda.
    Bunda apa kabar? Baik?

    ReplyDelete
  21. Alhamdulillah ... ada berkah di daun sirih ya Bunda.
    Bunda apa kabar? Baik?

    ReplyDelete
  22. salam sehat "Jika kita menetapkan ingin hidup ini seperti apa, lalu kerja keras untuk mencapai tujuan, kita tdk akan pernah kalah ,bahkan akan menang.

    ReplyDelete