Monday, June 18, 2012

UCAPAN ORANGTUA YANG MELEMAHKAN SEMANGAT ANAK: Anak Adalah Kebanggaan Orangtua.

Mungkin sudah kehendak alam bahwa seorang nenek biasanya lebih menyayangi cucu ketimbang menyayangi anak sendiri. Tapi jangan salah menafsirkan bahwa rasa sayang ini mempunyai tingkat yang berbeda. Hati seorang ibu tidak bisa dipungkiri lagi akan selalu menyayangi anaknya, siapa pun dia, apa pun dia, dalam kondisi apa pun. Karena anak adalah kebanggaan orangtua. Begitu juga dengan sayang seorang nenekyang tidak berbatas kepada cucu

Namun seiring berjalannya waktu, ketika seorang anak sudah berumah tangga dan memiliki anak, maka  peran seorang nenek dalam mendidik cucu harus 100%  diserahkan kepada ibu kandungnya.  A grandma is not allowed to interfere, at all!.  Aku cukup bangga melihat anakku mendidik cucuku dengan penuh disiplin, walaupun terkadang anakku terlalu men-trapkan disiplin yang berlebihan. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Coba ikuti ceritaku berikut ini:

Ketika sekian tahun yang lalu anakku sekeluarga pindah ke Luar Negeri, anakku sangat kagum pada cucuku karena ternyata setelah melalui test masuk sekolah di Luar Negeri di sebuah British School, cucuku mendapat nilai yang luar biasa bagusnya, sehingga ia diterima di kelas yang lebih tinggi. (Ketika di Jakarta ia kelas 3 SD, di sekolah baru ini ia diterima di kelas 4 untuk level Primary School.. Sejak itu kepintarannya semakin terpacu, nilai-nilainya selalu tinggi. Begitupun ketika kembali ke Tanah Air dan berskolah di sebuah sekolah bertaraf Internasional, cucuku tetap mendapat ranking. 


"Mom, I got 8 for mathematic and 8 for science", cucuku memberikan lembar kertas ulangan kepada ibunya.

"What?!? 8? Why not 10 or 9?", ibunya nyeletuk dengan ketus sambil merebut lembar kertas ulangan cucuku.

"I'm not satified with it, son!", cetusnya lebih lanjut. "You should study harder", lanjut sang ibu dengan nada kesal.


(Catatan: Memang kebiasaan dirumah. anakku menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan cucuku.)

Prestasi cucuku di sekolah, hingga kelas 2 SMP selalu bagus, tapi ucapan anakku selalu saja sama. Tanpa kepuasan dan tanpa ada ucapan yang memberi semangat. Yang ada hanya yang melemahkan semangat.

Kejadian seperti diatas terjadi berkesinambungan, hingga cucuku mungkin sudah sampai pada titik jenuhnya


Suatu ketika anakku mengeluh: "Ma, apa yang harus aku lakukan ya. Cucu mama itu nilainya semakin menurun. Bayangin, masa sih nilai-nilainya  hanya satu yang bernilai 6, lainnya 4 dan 3. Didampingin belajar, salah, gak didampingin, salah. Phuiiihhh!! Pusing aku, Ma!"


Aku tidak berani berkomentar banyak. 
]
 "Apa dulu mama suka ngomong kasar atau galak padamu kalo kau mendapat nilai dibawah 8? Enggak kan? Mama cuma menasehati supaya belajar lebih giat. Dan hasilnya kau yang merasakan bahwa tiga tahun berturut-turut di SMP kau selalu jadi nomor satu dikelasmu. Ingat?. Dan satu lagi nasehat dari mama ketika kau punya anak, jangan sekali-sekali mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Kata orang tua-tua bahwa ucapan seorang ibu adalah merupakan do'a -- do'a yang akan dijabah oleh Allah. Berhati-hatilah!"kataku dengan harapan mudah-mudahan secara tidak langsung meruipakan sebuah "sentilan" untukknya, hehehehehe.........

 Aku mengeluh dalam bathinku  "Gimana cucuku bisa berkonsentrasi dalam belajar, kalau setiap kesalahan sedikit saja, anakku ini selalu menepis kepala cucuku  dengan kemarahan dan kekesalan diiringi kata-kata yang tidak semestinya diucapkan".


"Do you know how much we have to pay for your school fee? So much money we spent only for your stupidity, so far!", cetusnya

(Ya Allah, ampuni anakku ini karena kata-katanya yang benar-benar bisa melemahkan semangat belajar cucuku. Dan mudah-mudahan tidak akan terekam dalam memori cucuku kata-kata kasar yang bagaimana pun dari  anakku. Semua ia lakukan demi sayangnya kepada cucuku dan yang ia inginkan adalah anaknya menjadi "the best". Memang terlalu keras, tapi tidak seharusnya seperti itu. Ampunilah dia karena dia tidak sadar apa yang diucapkannya).

Ketika malam tiba aku dekati cucuku dengan penuh kasih sayang bertanya kepadanya apa yang menyebabkan nilai-nilai pelajarannya turun drastis begitu. Mau tahu jawabannya? Ini:

"Abis, dapet bagus juga my mom tetap marah dan suaranya itu yang aku gak kuat denger!. Apa sih maunya my  mom? Jadi biar sekalian aja aku sengaja mengisinya asal-asalnya biar dapet nilai jelek. Kan my mom marah juga. Gak ada bedanya. Dapet nilai bagus atau jelek tetap aja marah!", jawab cucuku dengan santai. sambil mengangkat kedua belah bahunya. Aku tahu dia sedang frustrasi jadi sikapnya itu tidak aku pedulikan.  Aku mengusap dada. Aku mengerti hati cucuku sedang bergolak. Aku rangkul dia penuh sayang..

"I'm really frustrated, Granny. My Mom always keep discouraging me", akhirnya tercetus juga dari mulut mungil cucuku yang sebenarnya mempunyai otak yang brilliant ini.

Anak Adalah Kebanggaan Orangtua. Jadi kenapa harus kita runtuhkan kepercayaan dirinya hanya karena ketidak puasaan kita? Hindari ucapan-ucapan yang bernada tidak puas dan berakibat melemahkan semangat belajarnya.. Sekali lagi apalagi mengeluarkan kata-kata yang kurang pantas kepada anak hanya karena emosi semata. Ibu boleh dibilang "si Pahit Lidah" ucapannya adalah sebuah do'a yang akan dijabah Allah SWT. Ber-istighfarlah apabila dalam keadaan emosi untuk mengendalikan lidah mengucapkan kata-kata yang akan menyakiti hati anak. Sebaiknya tunjukkan apresiasi dalam bentuk apa pun. Coba trapkan ini dalam kehidupan anda semua dalam mendidik anak. Karena anak-anak juga membutuhkan apresiasi kita. Sekecil apa pun. Mudah-mudahan kita akan memiliki anak-anak yang sholeh dan sholeha. Amin, ya Robbal'alamin.

 

Artikel ini untuk menanggapi artikel BlogCamp Yang berjudul Ucapan Orangtua Yang Melemahkan Semangat Anak. tertanggal hari ini, Senin, 18 Juni 2012.

14 comments:

  1. Terimakasih ibu, ikut belajar menata perkataan dengan anak, bagian berkat tutur yang membangun. Salam

    ReplyDelete
  2. Sahabat tercinta,
    Saya telah membaca artikel anda dengan cermat.
    Artikel anda segera didaftar.
    Terima kasih atas partisipasi anda.
    Salam hangat dari Surabaya.

    ReplyDelete
  3. duh, miris membaca kisah yang bunda uraikan...
    untung lidahku masih diselamatkan Allah untuk tidak mengecam Intan dengan kata2 yang melemahkan semangatnya, walau terkadang tanpa sadar, satu dua kata yang mengandung 'tapi' juga meluncur bebas saat dia menunjukkan hasil kreatifitasnya...

    kisah yang begitu menyadarkan dan memberikan pembelajaran berarti nih bunda. TFS yaaa.... :)

    Bunda sehat kan?

    ReplyDelete
  4. harus banyak belajar sama bunda nih

    ReplyDelete
  5. Subhanallah... bagus sekali bunda..
    benar2 grandma yang baik dan sabar,
    belajar dari tulisan disini Bunda.

    sukses buat jamborenya.
    untuk hari ini jambore di dominasi para supermom kayaknya

    ReplyDelete
  6. prih, shukur alhamdulillah andai tulisan bunda bermanfaat. T'rima kasih untuk kunjungannya.

    ReplyDelete
  7. Shohibul Kontes Jambore On the Blog 2012, syukur alhamdulillah, kali ini udah pinteran dikit ya pakdhe untuk link-me-nge-link, hehehehehe......... Seneng banget bisa berpartisipasi. Salam sukses dari Pamulang 2.

    ReplyDelete
  8. Alaika Abdullah, iya Al, bunda sendiri terkadang serasa terkecik leher menahan tangis kalo liat cu2ku dimarahin. Md2an dia akan bangkit kembali dengan s'mangatnya semula berkat nasehat bunda dan terjalin kembali kasih sayang yang erat antara anak dan cucu bunda. Amin. Makasih ya Al untuk kunjungannya. Bunda sehat2 aja, smg Al dan Intan juga ya. Miss u.

    ReplyDelete
  9. Insan Robanni, hehehehe.....terima kasih Insan. Md2an bunda akan seperti itu selama hayat dikandung badan. Amin.Iya atuh, hari lain dominasi donk sama para jagoan, hahahaha........ Makasih ya kunjungannya.

    ReplyDelete
  10. Lidya Mama-Cal-Vin, pembelajaran tidak seharusnya diambil dari yang tua aja lho, yang tua juga selayaknya mengambil pembelajaran dari yang muda. Mohon do'a agar cucu bunda yang sebenarnya brilliant ini kembali s'mangat. Amin.

    ReplyDelete
  11. terima kasih utk pembelajaran bunda.. :)

    ReplyDelete
  12. Jadi kepikiran aku kk,,

    tpi thanks ya udah share, nantinya kita yg anaknya ini biar gag begitu ama anak kita. .

    ReplyDelete
  13. salam gan ...
    menghadiahkan Pujian kepada orang di sekitar adalah awal investasi Kebahagiaan Anda...
    di tunggu kunjungan balik.nya gan !

    ReplyDelete
  14. Nice sharing bunda. Bisa menjadi pengingat buat saya agar tidak berkata yang tidak pantas kpd anak2.

    ReplyDelete