Monday, February 27, 2012

Mashed-potatoes ala Bunda YR


Pagi-pagi kebiasaanku selalu sarapan nasi goreng, nasi plus lauk or makan roti isi ceplok telor. Pengen donk cari sarapan yang lain. Aku lihat ada kentang, ada buncis, ada wortel, ada jagung manis. Nah,kenapa gak? Aku mau eksperimen dengan mashed-potatoes aja deh buat sarapan pagi ini.  Jadilah sarapanku seperti ini:

Sebetulnya aku hobi banget sama yang namanya backed-potato. tapi bikin backed-potato ini harus kentang pilihan, sedangkan yang ada dirumahku tuh kentang biasa-biasa aja lagi. Jadi ya bikin mashed-potatoes aja deh, hehehehe...mashed-potatoes ala bunda yr.

Bahan-bahan:
3  biji kentang yang besar.(kupas, rebus atau kukus) .
2  wortel yang sedang besarnya (dipotong kecil-kecil bentuk dadu)
10 buncis  (dipotong kecil-kecil)_
1  jagung manis (disisir kasar).
2 sendok makan susu cair putih tawar.
2 sendok makan mentega/blue-band/margarine. (untuk menumis)

Bumbu-bumbu: bawang bombay, bawang putih (sesuai selera) - iris halus, lada halus, garam, bumbu penyedap masako/royko..

Cara Membuat: 

  1. Kentang rebus dihaluskan dalam keadaan panas, tambahkan 2 sendok makan susu putih enter (tawar), bumbu2  lada, garam, bumbu penyedap masako (secukupnya - sesuai selera)- sisihkan.
  2. Rebus jadi satu wortel/buncis/jagung hingga matang  - sisihkan.
  3. Tumis irisan bawang hingga harum, masukkan bahan2 (2), taburi lada, garam, penyedab masakan --  aduk sebentar, angkat.
  4. Atur deh dipiring : mashed-potatoes + sayuran hasil tumisan.
Sajikan dipiring, cukup untuk 3 orang.

Bagi yang suka bisa ditambahkan saus sambel pedas dan/atau saus tomat.

Selamat mencoba resep sarapan mashed-potatoes ala bunda yr.

Sehat koq coz banyak sayurannya, yeeeeee..............








Saturday, February 25, 2012

Kreasiku Apa Sih?


 


Sejak pagi sampai  siang ini aku absen  "ngenet". Tapi malam ini aku ingin menuangkan apa yang sedang kupikirkan. Ini lho! Kreasiku Apa sih  selama ini? Sudah tiga tahun kurang satu bulan koq masih begini-begini aja. Sebetulnya banyak sih yang berkecamuk dalam pikiran tapi selain menulis yang dengan mudah aku bisa langsung tuntaskan, walaupun hasilnya masih jauh dari predikat "bagus", keinginan lain masih tetap terpendam.   Kreasi yang aku maksudkan disini, yaitu aku ingin membuat satu blog tentang karya-karya-ku yang sudah lolos Audisi -- ini ingin aku kumpulkan jadi satu Blog. Aku masih mikir apa ya namanya? Blog yang aku miliki sekarang isinya AMBURADUL banget, gado-gado abis.

Selain dari itu juga tentang beberapa teman yang memberikan apresiasi untukku, ingin juga aku create sebuah Blog tersendiri. Tapi aku belum yakin bisa membuatnya dengan bagus dan memuaskan hati. Jadi selama ini masih tetap terpendam juga dalam hati. Aku lebih terbakar dengan mengikuti lomba menulis di blog atau Audisi Menulis Buku,  walaupun tidak selalu lolos. Ini juga apa sebaiknya judul blognya. huuuuhhh....pusing juga nih!. 
Mudah2an dalam mimpi malam ini ide-ide itu akan datang, hahahahaha......tetapi apa pun komentar yang mampir di blog ini nanti akan menjadi bahan bantuan untuk merealisasikan keinginanku itu. Jangan salah ya, aku bukan tidak bersyukur dengan apa yang sudah aku capai. Cuma saja aku masih ingin terus menambah pengetahuanku di dunia maya ini baik dalam menulis ataupun nge-blog.

Selamat malam semua, ni udah ada panggilan dari cucu untuk nemenin bobo, hehehehe.....







Friday, February 24, 2012

Cinta Seperti Apa Yang Butuh Komitmen?

Untuk mencari jawab dari pertanyaan Jay Boana tentang  "Apakah cinta itu butuh komitment sama pacar", saya sertakan juga pertanyaan yang mirip-mirip dengan pertanyaan Jay Boana, yaitu: "Cinta Seperti Apa Yang Butuh Komitment"?. Pastinya siapapun yang pernah mengalami perasaan cinta sudah tahu jawabannya. Karena tidak semua cinta memerlukan komitment. Kenapa? Pertama kali dua insan berlawanan jenis itu saling "klik" belum tentu rasa senang, rasa kagum itu akan berlanjut ke tahap yang lebih serius.  Jalani saja dengan penuh kesadaran dan penuh tanggung-jawab kemana arah perkenalan yang dibangun akan diarahkan.  Dalam perjalanannya cinta itu perlu  penjajakan. Nah, apabila dalam penjajakan ini ada satu titik saja yang bisa bikin hati gak nyaman atau bikin hati bertanya-tanya, koq begini sih, koq begitu sih, bla-bla-bla...., maka cinta itu pun akan berkahir "just like that".  Kedua insan yang tadinya saling cinta (jatuh cinta) mungkin bisa melanjutkan hubungan mereka sebagai dua sahabat atau bahkan sama sekali tidak ingin saling kenal lagi satu sama lain. Jadi cinta yang masih dalam penjajakan tidak perlu komitmen apa pun.

Kalau sampai pada titik tertentu "klik" pertama itu sudah tidak ada masalah lagi. Tidak perlu ada yang dikhawatirkan untuk melanjutkan perjalanan cinta. Semua sudah oke, evertyhing is under control  --   barulah sebuah komitmen dibuat oleh kedua belah pihak yang menjalaninya. Komitmen harus mulai diterapkan. Dalam cinta yang sudah mengarah kepada sebuah jalinan yang lebih serius perlu sebuah komitmen -- Saling memberi pengertian bahwa "kau adalah buatku dan aku adalah buatmu:" Hhmmm...asyiknya..... Kalau komitmen dijalankan dengan hati lega maka tidak akan ada rasa curiga satu sama lain. Tidak ada tuntutan bahwa setiap malming harus dikunjungi (Wakuncar) dan lain sebagainya. Tujuan sudah mantap: jenjang ke pelaminan sudah menanti jadi untuk apa lagi kecurigaan ditumbuhkan dalam hati. Komitmen toh sudah di-tanda-tangani dengan tinta emas dalam hati masing-masing. Serahkan semua kepada Allah Yang Maha Kuasa. Maha Penentu. Jadi "Apakah cinta itu membutuhkan komitmen sama pacar?". No way! Tidak diragukan lagi bahwa tidak semua cinta membutuhkan sebuah komitmen.


Postingan untuk diikut-sertakan dalam BLOGGER BICARA CINTA di BBCblogdetik.



Thursday, February 23, 2012

Oo Cintaku, Oo Sayangku!

Ternyata persoalan cinta ini sangat menarik untuk dibahas ya? Bunda aja yang udah tua renta masih seneng tuh kalau membahas yang namanya cinta, hehehehehe..... Bikin hidup ini gimanaaaa....gitu. Karena buat apa kita hidup kalau gak mengenal cinta.  Memang cinta itu bukan sumber kebahagiaan, tetapi ketiadaan cinta adalah sumber derita. Itu kata filosof yang bernama Russel lho. Kata bunda juga begitu.

Tapi jangan salah lho, cinta itu ada bermacam-macam. Ada cinta monyet, cinta pertama (yang lebih mendalam dari pada cinta monyet), cinta sejati  -  yaitu cinta yang walaupun tidak diakhiri dengan pernikahan juga gak jadi masalah. Nah, di cinta sejati ini terkandung rasa sayang yang sangat mendalam.. . . Cinta sejati tidak harus memiliki. Kenapa? Misalnya karena ada faktor-faktor yang menjadi penghalang dan tidak bisa digempur (tembok kali digempur!). Seperti apa? Misalnya berdasarkan pantauan keluarga.........hahahaha.....ada unsur yang tidak mengizinkan bagi mereka untuk bersatu dalam ikatan pernikahan, misalnya beda kepercayaan, beda usia, beda keturunan (apakah dia berdarah biru ataukah dia berdarah..........merah, hehehehe....). Dalam hal ini rasa cinta  itu akan menjadi cinta sejati dan akan menjadi alat perekat (kayak surat ama prangko aja, hehehehe....) antara keduanya. Masing-masing akan merasa bahagia apabila melihat orang yang dicintainya bahagia, walau tidak dengan dirinya, hiks, hiks..... dan  selalu berusaha menyenangkan hati orang yang dicintainya dengan sepenuh sayang. Bingung kan??? hahahaha....


Dibanding dengan cinta, yang belum tentu terkanduing didalamnya perasaan sayang. Bisa aja cinta itu cinta nafsu, cinta birahi. Cinta seperti ini adalah cinta sesaat. Cinta karena hartanya yang  bejibun alias cinta matre.  Cinta yang bakal nimbulin penyesalanan di kemudian hari. Kalau bunda mending disayang walaupun gak dicinta, hiks, hiks, karena bunda tahu tuh dibalik rasa sayang ada tertanam, jauh di dasar hati seseorang yang menyayangi kita itu ada perasaan cinta yang tidak akan mendapatkan jalan keluar, kecuali dengan memberikan rasa sayang tadi. Didalam cinta ada gemuruh nafsu yang akan menghilang seiring berjalannya waktu. Di dalam sayang tidak ada sulutan nafsu. Percaya gak?


So, "Cinta" itu "gak sama alias beda" dengan "Sayang". Cinta bisa hilang seiring berjalannya waktu. Namun sayang seiring bergulirnya waktu dan bertukarnya rembulan dari tahun ke tahun akan bertambah rasa sayang itu.  So (sekali lagi nih), CINTA bisa pudar, tetapi SAYANG akan semakin erat melekat dalam hati. 


Lia Acy Alamsyah, is this answer will give you a nice clue to your question? .


Postingan diikutkan dalam Kontes BLOGGER BICARA CINTA 
dari BBCblogdetik tgl. 23 Februari 2012.





Ngeblog Untuk Mencerahkan Otak.

 
Postingan ini sengaja aku beri judul "Ngeblog Untuk Mencerahkan Otak".Karena pada dasarnya memang aktivitas nge-blog ini membutuhkan kreativitas ekstra di kala kita sudah berada di ambang menjadi orang yang "Pelupa". Ini pun sengaja aku sebut "Pelupa", karena lebih enak didengar telinga dari pada sebutan menjadi orang yang "Pikun", hehehehe.... Berawal dari keinginan menghasilkan uang sendiri setelah pensiun aku mulai searching di internet kira-kira apa yang cocok dan bisa kulakukan. Akhirnya jari-jemariku yang masih lincah menari diatas toets key-board komputer menemukan suatu aktivitas yang bisa kulakukan. Tidak memakai  kekuatan fisik, tetapi mempergunakan kekuatan imajinasi dan memiliki mindset. Aktivitas ini adalah bisnis online. Aku menjadi seorang Reseller dari sebuah bisnis online yang di kelola oleh seorang internet Marketer yang handal dan terkenal di dunia bisnis online di Indonesia.   Walaupun penghasilanku tidak melejit seperti banyak anggotanya yang berhasil dengan menangguk uang yang "aduhai" jumlahnya, aku tetap mensyukurinya. Tekadku untuk bisa. "memiliki uang sendiri dari hasil keringatku, seperti dulu, ketika aku masih jaya, masih bekerja, masih menerima gaji bulanan setidaknya  sepersekian persen telah terpenuhi". . Bisnis ini mengharuskan aku memiliki sebuah blog dan mengharuskan pula untuk bergabung dengan Social Community Group yang bernama Facebook. 


Karena Nge-blog aku jadi tahu  ada
Kontes Emak2Blogger, yeee...


Ternyata judul postinganku "Ngeblog Untuk Mencerahkan Otak" sangat mengena bagi kehidupanku. Nge-blog bikin otakku cerah. Nge-blog bikin aku gairah seperti ketika aku masih aktif bekerja. Aku memiliki file-file hasil aku ikutan audisi Menulis Buku atau lomba di Blog. Kenapa? Karena aku bisa membacanya sambil tidur-tiduran.  Dunia nge-blog benar-benar something buatku.  Kalau saja aku tidak bisa menutup telingaku rapat-rapat dari ocehan para tetangga yang menganggap bahwa pada usiaku ini sudah tidak pantas lagi aku punya aktivitas seperti ini. Aku pasti sudah menyerah.  Ada ibu-ibu yang bilang :"itu kan aktivitas anak-anak muda, bu!"., "Apalagi koq kayaknya  ibu rajin banget ke Warnet". Aku hanya menanggapi ocehan mereka dengan senyum. Belum tahu mereka nge-blog itu mengasyikkan!, hehehehe... begitu sanggahanku (tapi hanya dalam hati). Biarkan anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu. Tidak semua ibu-ibu akan berpendapat seperti itu. Banyak ibu-ibu muda yang mempunyai aktivitas sama sepertiku, tapi memang yang sudah tua renta kayak aku jarang sekali. Mereka yang memihakku memandang aktivitas nge-blog adalah suatu aktivitas yang positif yang bisa mendatangkan penghasilan tambahan. 


Nge-blog bikin aku kembali seperti pegawai
 kantoran, hehehehe....


Sejalan dengan bergulirnya waktu, aku menjadi orang yang  addicted dengan aktivitas ngeblog ini.  Kenapa ? Karena aku semakin hari semakin banyak mempunyai teman baru,  walaupun teman dari dunia maya. Tidak sedikit dari mereka yang sudah menjadi temanku di dunia nyata. Istilah yang di dunia maya dikenal dengan  kopdar pun telah beberapa kali aku alami. (beberapa foto akan aku tampilkan).  Otakku semakin hari semakin cerah. Kalau tadinya aku lupa dimana ya kacamataku,qiqiqiqiiii.... sekarang tidak lagi. Alhamdulillah.  Nge-blog telah menyebabkan otakku bertambah cerah, bertambah cemerlang. Lho koq cemerlang? Karena bermula dari memenangkan Kontes Nge-blog, aku jadi sering kali di-tag untuk mengikuti suatu Audisi Menulis Buku di Facebook. Kuantitas seringnya aku  mengisi postingan di blog, alih-alih aku jadi suka sekali menulis. Aku jadi tertarik mengikuti  beberapa Audisi Menulis, baik di Blog ataupun di Note Facebook. Kemenangan lolos dalam satu audisi memacu untuk terus dan terus mengasah otakku untuk menulis, menulis dan menulis. Tak pernah aku pikirkan kemenangan. Yang ada dalam otakku hanya partisipasi dalam menulis. Aku puas membaca hasil karyaku sendiri. Apalagi kalau naskah tulisanku lolos audisi. Apresiasi pun aku terima dari teman-teman online-ku. Hhmmmm....indahnya dunia per-bloggingan dan indahnya pertemanan di dunia maya.
Indahnyaa Persahabatan yang terjalin
dari dunia maya.




Sampai saat ini aku telah memiliki teman online diatas jumlah tujuhratusan. Jumlah yang bagi seorang nenek seperti aku adalah jumlah yang lebih dari lumayan. Aku juga tidak malu karena kebanyakan teman-teman online-ku ini gadis-gais belia dan anak-anak muda yang seumuran dengan anak-anakku, bahkan cucuku. Kenapa harus malu??? Koq kenapa melulu ya?, hehehe... Karena disamping aku nge-blog aku juga mengajar mereka secara online  (bagi yang berminat). Dengan bahasa Inggrisku yang pas-pas-an aku sharing ilmuku dengan mereka. Alhamdulillah, ini membantu otakku tambah aktif dan bergairah. 
Layaknya pertemuan sebuah keluarga.
Des. 2011.




Beberapa foto bersama teman-teman dunia maya adalah bagian yang bisa bikin otak bertambah cerah. Pertemuan dengan teman-teman baru seolah pertemuan dengan teman-teman lama. Tiada kecanggungan, tak ada pula ke-kaku-an. Moment yang bikin hati ini begitu gairah dan menyenangkan. Pesan untuk para perempuan yang tidak suka nge-blog, yuuuukkk kita nge-blog. Blog adalah wadah curhat bagi kita, daripada disimpan dalam hati yang bisa bikin sakit hati dan akhirnya kita cepat mati. Walaupun mati itu adalah rahasia Allah, paling gak berkreasilah dengan nge-blog agar kegairahan hidup berlanjut. Selamat nge-blog..... Serius  -  Ngeblog Untuk Mencerahkan Otak dan bikin hati senang. Mau bukti? Coba aja mulai nge-blog.
Di rumahku bersama teman online dan
cucuku.






Tulisan ini diikut-sertakan dalam Kontes "Ngeblog di Mata Perempuan" 
yang diselenggarakan oleh Emak Blogger.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes “Ngeblog di Mata Per

Wednesday, February 22, 2012

Cinta Itu Berjuta Rasanya.


Titiek Puspa dengan lagunya:
Jatuh Cinta populer di tahun 50/60an
(foto:Google).

Kalau ada yang bertanya : Bagaimana Rasanya Cinta Itu? Pasti jawaban setiap orang akan ber-beda-beda. Kenapa? Karena setiap orang bisa merasakan cinta itu sesuai perasaan hati masing-masing. Koq begitu? Ya, iyalah ada yang bilang "cinta mati": ya cintanya sampai mati. Ada juga yang bilang cinta monyet, yaitu yang cintanya sepintas saja ketika baru mengenal rasa senang terhadap lawan jenis. Entah itu berdasarkan senang, meng-idolakan sosok tertentu atau mungkin juga orang tersebut mirip-mirip dengan ibunya, atau bapaknya. adik atau kakak.. Bisa saja semua itu terjadi. Kalau ditanya: "Bagaimana rasanya cinta itu". Yang jelas cinta itu berjuta rasanya.

Orang merasakan cinta ketika ia sedang jatuh cinta. Iya donk. Gak mungkin kalau benci dibilang cinta, hehehehe.... Coba saja baca lirik lagu yang masih nyantel di dalam memori aku walaupun sudah puluhan tahun. Dulu aku hafal seluruh liriknya. Koq bisa hafal ya? Karena penyanyinya idolaku - Titiek Puspa. Tapi itu dulu, sekarang paling aku hafal hanya bait pertamanya  aja 

Jatuh cinta, berjuta rasanya]
Biar siang, biar malam terbayang wajahnya
Jatuh cinta, berjuta rasanya
Biar putih, biar hitam manislah nampaknya.

(selanjutnya? Anda yang nerusin deh, nyerah aku udah gak hafal lagi).

 Masa sih harus nge-klik YouTube? Ya gak fair donk ya. Pokoknya kalau lagi jatuh cinta itu hhhmmmmm.........memang bener-bener berjuta rasanya.  Yang penting cinta oh cinta. Aku ingin kau selalu bersarang di dadaku agar hidup ini selalu penuh semangat, penuh gairah, penuh keindahan. Kalau lagi ada cinta di hati rasanya orang yang kita cintai itu juga jadi berjuta-juta banyaknya. Lho koq? Ya, iyalah, siapa aja yang kita lihat selalu wajahnya yang terbayang, di jalan, di kereta, di angkot, di bis, dirumah makan, pokoknya dimana aja pasti ada dia. Dia selalu di pelupuk mata kita. Oo...cinta, aku ingin selalu jatuh cinta................ Karena cinta itu berjuta rasanya. Gak percaya? Tanyakan kepada mereka yang sedang jatuh cinta. Pasti mereka sependapat dengan aku, hehehehe.....


Tulisan diikut-sertakan dalam Blogger Bicara Cinta, BBCblogdetik.

Tuesday, February 21, 2012

Cinta Adalah Sebuah Anugerah Allah SWT.

Kembali aku mengikuti Kontes BBCblogdetik dengan tema pada hari keenam ini adalah: Cinta Itu Takdir atau Pilihan?.

Kembali kepada tema diatas sebuah tanya: "Cinta Itu Takdir atau Pilihan". Walaupun beragam cinta yang kita tahu, namun disini akan saya jawab mengenai cinta antara dua jenis anak manusia. Cinta antara pria dan wanita. Berbahagialah mereka yang pernah disentuh oleh perasaan cinta. Apakah itu cinta monyet, cinta sesaat atau mungkin cinta sejati. Cinta adalah sangat erat kaitannya dengan perasaan, terkadang pikiran tidak ikut menyertainya. Sehingga bisa disebut cinta bukanlah sebuah pilihan. Karena pilihan hanya ditentukan oleh pikiran dan bukan oleh perasaan.

Cinta adalah sebuah anugerah bukan takdir. Takdir itu adalah ketentuan dari Allah. Hanya mati, rizki dan jodoh-lah yang bisa disebut sebagai Takdir. Cinta adalah lebih kepada perasaan indah yang diberikan oleh Allah dan disemaikan di dalam dada umatNya untuk dipelihara dan dipersubur. Tentang kelanggengan cinta terletak pada para pemeran cinta itu sendiri. Kita sebagai umatNya tidak bisa memprediksi kapan cinta itu akan menyapa kita dan apabila cinta itu akan bersarang di relung hati kita. Hanya Allah Yang Maha Tahu. Dan bahkan cinta itu akan tumbuh antara dua jenis manusia yang berbeda usia teramat jauh sekalipun. Cinta tidak akan memandang usia. Cinta akan diberikan oleh Allah benar-benar sebagai anugerah. Dua orang yang saling mencintai belum tentu akan digiring ke pelaminan apabila Allah tidak mengizinkannya. Jadi cinta bukanlah sebuah Takdir. Terkadang sebuah pernikahan terjadi antara dua jenis anak manusia yang tidak saling mencintai, tapi berlandaskan keterpaksaan, karena nafsu yang menggebu. Karena keadaan yang memaksa dan lain sebagainya. Itulah Takdir.

Cinta yang sebenar-benar cinta adalah perasaan yang sangat indah yang bersemayam di dada manusia. laki-laki atau perempuan. Pada saat cinta itu menyapa hati manusia, maka pengorbanan apa pun akan dilakukan untuk memberikan kebahagiaan buat orang yang kita cintai, sekali pun untuk melepaskannya demi karir, misalnya. Itulah cinta yang bisa kita anugerahkan kepada orang yang kita cintai. Sebuah pengorbanan. Cinta yang suci dan tulus tidak harus diakhiri dengan sebuah pernikahan. Cinta yang tulus akan beralih menjadi cinta sejati, sekali pun dalam bentuk persahabatan cinta itu akan tetap ada. Cinta sebagai sahabat. Alangkah indahnya anugerah cinta itu. Jadi jelas jawabannya cinta itu bukan Takdir atau Pilihan, tetapi cinta itu adalah sebuah anugerah. Sampai tua pun cinta itu akan kita kenang. Cinta sebagai anugerah. Kemudian akan terukir di hati kita "You Are The Love Of My Life!"  Indahnya cinta. Subhaanallah


Postingan diikut-sertakan di BBCblogdetik BLOGGER BICARA CINTA.

Monday, February 20, 2012

Kenapa Sih Harus Balikkan Sama Mantan?



Begitu membaca judul pertanyaann "Kenapa Sih Harus Balikkan Sama Mantan? yang jadi tema di hari ke-lima Blogger Bicara Cinta-nya Blogdetik, dalam hati aku segera kasih komentar: Iiiccchh....ngapain juga sih balikkan sama mantan? Mantan pacar? Tak-u-u ya? Lho kenapa, sisi baikku bertanya penasaran, akhirnya akupun terpaksa bikin tulisan seperti dibawah ini. Yuk silahkan disimak, hehehehehe....

Dulu, waktu aku masih muda, lagi mengkel-mengkel-nya (mangga kallleeee..), tahun 1959/1960  aku punya pacar. Orangnya ganteng, tinggi, putih bersih, berhidung mancung. Disamping dia baik hati, juga gak pelit. Kalau dia ngajak aku jalan-jalan, t'rus aku minta agar adikku juga ikutan, dia sama sekali gak keberatan. Padahal aku cuma ngetes doank! Gak beneran pengen adikku ikutan jalan-jalan. Soalnya  adikku itu jauh lebih cantik dari aku, dan rambutnya..........aduhai panjang hingga menjuntai di punggungnya sampai ke lekukan lutut   bagian belakang.  Siapa pun yang punya pacar ganteng dan punya  adik cantik, pastilah ada terselip rasa was-was dihati - siapa tahu mereka saling jatuh hati.  Hihihi...jemburu buta! Tinggal aku yang bakal gigit jari. Tapi alhamdulillah itu tidak terjadi pada diriku.  Rasa was-was-ku hilang tanpa bekas karena dia (katanya) mencintai aku dengan tulus.

Seiring berjalannya waktu, pacaran pun berjalan hingga bilangan tahun. Tapi ada yang mengganjal dihati. Yang sama sekali tidak membuat hatiku semakin mantap untuk memilihnya sebagai pendlampingku. Menjadikannya sebagai Imam dalam rumah tanggaku nanti. Kenapa? Ini dia alasanku:  Setiap kali kami makan di restoran, sambil menunggu bill diantarkan kemeja -- dia selalu pura-pura gak ngeh alias cuek.  Kalau dia berdiam diri, duduk manis,  mungkin aku masih bisa mengerti dia. Mungkin dia sedang tidak punya uang lebih untuk mentraktir aku. Oke, itu aku maafkan dengan amat senang. Gak masalah. Tapi ini? Ya ampun.............dia memasukkan telunjuk kanannya ke dalam mulut, mengorek-ngorek sisa-sisa makanan yang masih nyelip di antara gigi-gigi-nya. Hiiii.....jijay gak seh? Nah, waktu  dua tahun sudah cukup untuk bersama dia. Alhasil kami putus-tus-tus.  Jangankan untuk suami, untuk jadi pacar  aja aku gak mau deh.  Sekali lagi nih "tak -u-u ya!".

Setelah sekian waktu kami putus hubungan. Tanpa kabar tanpa berita. Aku juga tidak pernah lagi mikirin dia. Bahkan aku sudah punya pacar baru yang lebih memiliki galantry dan sikapnya sangat  bikin hatiku terpikat erat hingga kupilihlah dia jadi ayah dari anak-anakku. Ooops...maaf koq jadi ngelantur ya.  Oke aku teruskan -- Sepucuk surat aku terima dari dia dan mengajak aku kembali merajut kasih. Waktu itu memang belum ada tuh handphone, jadi surat-menyurat pegang peranan penting untuk suatu komunikasi. Ajakannya dengan segala janjij-janji untuk memperbaiki apa yang tidak baik pada dirinya. Dia akan merubah apa yang tidak aku sukai, bla...bla...bla....  Dia akan melamarku. Katanya dia tidak bisa hidup tanpa aku. Dasar! Pasti rayuan gombal.  Buktinya sampai saat aku membuat tulisan ini dia masih hidup, hahahaha.....daan sudah tiga kali menikah. Anaknya hanya seorang.

 Untunglah aku tetap bersikeras "no way" untuk balikkan dengan dia.  Aku tidak bisa menerima dia untuk balikkan. Bukan karena aku gak cinta, tapi karena aku gak tahan dengan kebiasaan buruknya itu. Walaupun ada pepatah yang mengatakan  "terimalah pasanganmu apa adanya". Tetap aja aku gak bisa. Oop, ralat, bukan gak bisa, tapi gak mau. Titik. Aku balas suratnya dengan manis tanpa menyakiti hatinya. Aku bilang aku dijodohkan oleh orang tuaku. Lho? Bohong buat kebaikan kan gak apa-apa. Sah-sah aja koq. Apalagi aku yakin kalau aku salah mengambil keputusan, maka akan menyebabkan dampak yang tidak baik untuk kehidupan kami kedepan. Jadi lebih baik, putus sebelum terlanjur ke jenjang pernikahan.

Tapi jangan menilai aku orang yang kejam dulu donk? Karena aku juga akan memberikan jawaban atas pertanyaan "Kenapa Sih Harus Balikkan Sama Mantan?   Tapi kalau mantan suami? Apalagi kita sudah beranak-pinak kenapa gak? Why not, bahasa kerennya. Tentu saja masalah balikkan bisa menjadi topik yang harus dipertimbangkan. Setelah kita rasakan arti anak-anak kehilangan figure ayah, arti sebuah rumah tangga tanpa Imam. Sedangkan dasar cinta masih melekat dihati kita. Yah tentu saja pertanyaan "Kenapa Sih Harus Balikkan Sama Mantan?  Ya, haruslah, lha cinta yang jadi landasan masih kuat dan mungkin perceraian yang terjadi karena emosi sesaat saja. Tapi, ada tetapinya nih, catet. kalo perceraian karena adanya pihak ketiga, biarpun anak-anakku segudang, gak bakalan aku mau balikkan lagi! Gak ada itu istilah balikkan karena aku tidak mau memiliki separuh hatinya, hehehehehe.....jadi mirip-mirip judul lagunya Anang Hermansyah Separuh Jiwaku Pergi.  Nah, kalau ini yang menjadi alasan, maka tidak ada jawaban  yang paling pas  untuk pertanyaan "Kenapa Sih Harus Balikkan Sama Mantan" selain "No way" untuk balikkan, hahahahaaa.....Piiisss..........

Last but not least  boleh donk titip pesen nih buat blogger yang belum punya pasangan ataupun yang lagi merajut kasih, mantapkan dulu hati. Benarkah ini yang anda inginkan? Inikah keputusan terakhir anda? Inikah calonku untuk di dunia dan di akhirat.




Pontingan untuk ikut serta dalam Blogger Bicara Cinta di Blogdetik tgl. 20 Februari 2012.



Friday, February 17, 2012

SOLITAIRE dan SENDIRI.

Tahu gak apa itu Permainan Solitaire? Ya jelas donk aku tahu. Semua yang punya komputer pasti-lah tahu Solitaire itu permainan yang menarik tentang kartu-kartu yang harus kita pindah-alihkan tempatnya sehingga akhirnya bisa membentuk suatu urutan teratur dari yang paling tinggi pangkatnya. Permainan menyusun kartu dengan pake puter otak dikit agar tersusun King, Queen, Jack, 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, AS.  Selain solitaire ada juga yang namanya Spider atau Freecell. Semua permainanan kartu ini memang membutuhkan kesendirian lho, kalo gak ya gak bisa konsentrasi, hahahahahaha..... Maen kartu aja pake konsentrasi segala. Lebay banget nih si bunda,  hihihiii.... Eeeiiitt..tunggu dulu ada permainan (sendiri) yang aku suka yaitu  DIgger. Kalo udah maen digger, wuah lupa tuh kalo ada anak-anakku  yang udah pada ngantri mau main juga. Kalo gak malu sama anak-anak mau rasanya begadang melototin komputer dengan diggernya. Oke-oke si emak kudu ngalah-lah.


Aku nih memang sejak umur 14 tahun, kalian para blogger yang jadi anggota WeBe udah pasti and tidak diragukan lagi pasti masih bersama Dia di langit yang keberapa, hanya Dia yang tahu. Nah pada umur segitu tuh aku udah punya hobby nonton bioskop yang tingkat kecanduannya udah mencapai stadium 4 kallleee..., hehehehe...disamain sama penyakit.. Di bela-bela-in gak jajan dari pada gak nonton bioskop. Kan waktu itu lom punya TV. Begitu aku suka sama sebuah film, maka aku akan nonton lebih dari satu kali. Gak ada yang mau nemenin, mereka bilang "bosen ah, nonton koq pake dua kali film yang sama. Sana, nonton aja sendiri!" Inilah awal mula aku berani nonton sendiri. Waktu itu filmnya Zorro -- itu lho yang jagoannya pake serba item, pake topeng,  kumisnya tipis, naek kuda. Wis3x gagah and guanteng gak ketulungan. Aku umur 14 tahun udah kesemsem tuh sama yang ganteng, prikitiiieeww..... Kalo mau nyerang musuh untuk bela kebenaran maka pedangnya akan digoreskan dulu ke mana aja, tembok, pohon atau pokoknya permukaan yang datar deh,  sraaat--sreeet-srooot ampe membentuk huruf Z alias Zorro. Heeibaat kan. Jadi gak heranlah aku bela-belain nonton sendiri.  Lho3x koq jadi ceritain film sih.  Oke-oke back to  soal Solitaire dan Sendiri.


Setelah aku cukup mateng, hehehehehe....usia 25-an hobby-ku nonton bioskop gak pernah luntur (baju kallleeee....luntur!). Aku ingat ketika nonton film Eddy Duchin Story yang dibintangi oleh aktor ganteng Tyrone Power aku nonton film tersebut sampai 3 x, yang dua kali terakhir aku nonton sendiri. Untung aja aku punya wajah pas-pas-an jadi aman-aman aja kalo nonton sendiri. Sibukkan aja diri sendiri dengan makan kacang atau camilan apa aja sambil nonton. Trus pasang wajah serius, bukan wajah misterius, hahahahaha....


Tahun 1983 pertama kali aku bepergian sendiri. Jauh lagi. ke Hanoi, Vietnam. Meninggalkan anak-anak yang masih umur belasan tahun. Sediiih rasanya, tapi harus.  Gak boleh mundur karena ini demi asap di dapur supaya mengepulkan bau harum gulai daging atau opor ayam ketimbang selama ini yang selalu menerpa penciuman dirumahku adalah aroma ikan asin thok!. Kasian deh aku.  Di pesawat dalam perjalanan dari Bangkok ke Hanoi aku satu pesawat dengan pria ganteng. Di Airport Hanoi yang namanya Noi-Bai (kalo gak salah) aku sendirian. Gak ada yang jemput. Kurang asem! Tamu penting koq gak ada yang jemput, hehehehe.... Aku clingak-clinguk. Mataku menjelajahi orang-orang yang berdiri, siapa tahu ada yang bawa papan dengan namaku. Tapi gak ada! Yang ada tuh cowok ganteng abis yang aku lihat di pesawat juga lagi clingak-clinguk. Huuuhh....ganteng banget! Mirip Simon Cowell, itu lho Juri American Idol. Ya ampuuun...tiba-tiba dia berjalan menuju kearahku. Hatiku jadi dag-dig-dug disamperin cowok ganteng.(wei, wei...sadar wei....suami, anak-anak di Indonesia. Hatiku mengingatkan). 
 "Escuse me, are you Mrs. Yati Rachmat?", eh dia bertanya seperti itu. Langsung lah aku mengangguk kaku-kaku gitu : "Yes, sure, I am Yati Rachmat". 
Ternyata si ganteng itu udah dapat info dari kantor Hanoi bahwa dengan pesawat yang sama dari Bangkok akan ada tamu dari  Unicef Jakarta. Jadilah aku gak sendiri lagi, tapi berdua dengan si ganteng itu  menuju kantor Unicef Hanoi. Hohoho.........gak berdua tapi bertiga dengan supir taksi, hehehehe........


Di perantauan apa pun aku lakukan sendiri, tidur sendiri, masak sendiri, makan sendiri. (mau ngundang teman kantor gak mungkin tuh mereka doyan cah kangkung dan ikan goreng), jadi terpaksa makan sendiri, naik tangga ke lantai 5 Apartemen. sendiri, turun tangga pagi-pagi untuk tugas ke kantor,  sendiri. Itu hari pertama aku alami semua serba sendiri. Hari-hari berikutnya selalu ada undangan makan ke restoran Perancis di Hanoi. Hampir tiap malam. Asyiiiik.......pastinya gratis lha wong ditraktir je!


Serba kesendirian gak bikin aku kesepian karena selalu ada radio yang menemani, yang terus aku pasang 24 jam non-stop. Foto-foto anak-anakku, suami tersayang, aku pajang di sekeliling tembok kamar tidurku. Jadilah aku merasa gak tidur sendiri di tempat tidur segede alaihim, tapi ditemanin oleh anak-anakku. Mimpi indah pun menjelma dalam tidurku. Mimpi bertemu mereka, bersenda gurau dengan mereka dan memeluk mereka satu per satu. Indahnya mimpi yang tercipta.


Ada satu hal yang aku gak suka melakukannya sendiri, yaitu kalau aku lagi ingin banget window shopping alias cuci mata melihat-lihat etalase di Mall-Mall atau di penjaja kaki lima. Rasanya gimanaaa...gitu wara wiri sendiri, lihat kiri-kanan sendiri dan clingukan sendiri. Jadi kalo gak ada teman untuk melakukan aktivitas ini ya mending dirumah deh, main Zuma, yang akhir-akhir ini jadi permainan favoritku. Sampai-sampai cucuku juga hafal dengan istilah yang sering aku pakai: Zuma time.............. Hehehehehehe..... Tapi terpaksa ngalah karena cucuku pasti teriak: "aku mau main game freak!!!".






Tulisan ini diikutkan pada perhalatan GIVEAWAY: PRIBADI MANDIRI yang
diselenggarakan oleh Imelda Coutrier dan Nicamperenique.



Tuesday, February 14, 2012

Terbang Tanpa Sayap: Vietnam Nantikan Aku.



1983 keinginananku terkabul sampai di Hanoi dengan
terbang tanpa sayap, alias naik pesawat
terbang, hehehehe......
Sejak kecil aku selalu kagum melihat sebuah pesawat terbang melayang di udara dan ketika itu juga  tertanam sebuah angan-angan untuk bisa berada di dalam pesawat seperti itu dan aku bisa Terbang Tanpa Sayap. Keinginan tersebut baru terlaksana ketika aku sudah berumur 44 tahunWaktu itu tahun 1983 oleh kantor tempat aku bekerja, Unicef Jakarta, aku dikirim untuk membantu dan membereskan serta menerapkan suatu sistim administrasi dan filing di Unicef Hanoi, Vietnam. Dalam perjalanan menuju Hanoi itu aku juga mampir dan mengunjungi kantor-kantor Unicef di Bangkok dan Manila. Sungguh suatu perjalanan yang amat kudamba bisa terbang tanpa sayap bersama Garuda Airline.
Sobatku Mme Thee ini pasti sekarang umurnya 50-an.


Tahun 1983 situasi di Hanoi masih berbau asap peperangan, hehehehe.....jadi segala gerak-gerik kita tidak bebas. Segala tingkah laku kita untuk bergaul dengan pribumi sangatlah harus extra hati-hati.  Faham komunisme masih bergantung di hati siapa saja. Yang aku dengar antara orang tua dan anak sekalipun mereka harus berhati-hati dalam berbicara. Aku juga tidak tahu apakah mereka  benar-benar pure bergaul dengan aku atau hanya ke-pura-pura-an belaka. Pokoknya pergaulan dengan pribumi d muka umum haruslah dibuat sedemikian kaku (walaupun sebenar kami akrab satu sama lain). Suatu situasi yang amat tidak menyenangkan hati.
Mme Thu, staff  lokal yang sangat cooperative.


Terbang Tanpa Sayap yang aku alami ketika berumur 44 tahun pada tahun 1983 sangat meninggalkan kesan yang dalam. Suatu kesempatan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya.   Mana mungkin dengan penghasilanku dari kantor pada  waktu itu bisa aku sisihkan untuk mengadakan travelling by air. Anak-anakku masih membutuhkan biaya untuk pendidikan mereka. Keinginan itu tetap tergantung dihatiku untuk waktu yang lama, hingga akhirnya  bisa terealisasi pada usiaku yang telah 44 tahun berkat karirku di kantor.
Sobat-sobatku di Unicef Hanoi.


Ditakdirkan sebagai warga Asia dan memiliki kesamaan dalam bentuk fisik dan warna kulit, tidaklah sulit bagiku untuk cepat bergaul dengan staff Unicef yang berkebangsaan Vietnam. Teman-teman expatriate-ku heran melihat dalam waktu singkat aku telah memiliki banyak teman pribumi, sedangkan mereka yang sudah ber-tahun-tahun bertugas di Hanoi, tidak satupun yang memiliki teman pribumi yang akrab. Kedekatanku dengan mereka memudahkan tugasku untuk terlaksana dengan maksimal dan membuahkan hasil kerja yang diharapkan oleh Unicef Jakarta.  Namun keakraban itu harus terselubung, harus hati-hati. Coba saja lihat beberapa foto-fotoku yang kelihatan begitu akrab dengan mereka. Semua itu hanya bisa kami lakukan untuk ber-akrab ria hanya di dalam kantor. Tidak setelah kantor usai. Kalaupun ada keakraban di luar kantor pastilah aku dan teman expat sedang lunch di sebuah restoran dan aku menyelinap sebentar untuk ber-foto-ria dengan pramuria pribumi, hehehehe............ Biasalah untuk kenang-kenangan.
Aku bersama pramusaji Restoran. Biasalah Banci Foto, prikitiewww.
..


Kemudian pada bulan Mei 1984 Vietnam sudah merupakan negara yang merdeka. Tidak ada lagi sembunyi-sembunyi untuk bergaul dengan pribumi, baik untuk berjalan-jalan ataupun untuk saling mengadakan silaturakhim. Suasana yang tidak aku dapatkan ketika aku berada disana pada tahun 1983. Itulah yang menyebabkan kota yang ingin aku kunjungi lagi adalah negara Vietnam, khususnya Hanoi, kota dimana aku mempunyai beberapa teman pribumi yang akrab. Yang lebih utama lagi adalah berkunjung ke Unicef Hanoi untuk melihat tata administrasi mereka sejak kutinggalkan tahun 1983. Aku ingin mengetahui keadaan teman-teman akrabku, yang pastinya juga sudah tuwir dan pensiun. Siapa tahu aku bisa menemukan alamat mereka dan  bertemu dengan mereka serta mengajak mereka untuk bebas ber-jalan-jalan dan menikmati suasana Hanoi yang dikelilingi oleh lima danau yang indah itu. Apalagi masih ada keinginan yang dulu tidak bisa kulaksanakan waktu itu (1983) karena ketatnya tugas yang aku emban, yaitu mengunjungi Cho-Chi-Minh City (Vietnam Selatan) yang memiliki suasana yang lebih aman dan nyaman dibanding dengan suasana Hanoi. (Vietnam Utara). Kini negara Vietnam sudah lama menjadi negara yang menghirup udara merdeka. Melihat foto-foto diatas semakin aku merindukan Vietnam. Alangkah bahagianya andai aku bisa mengunjungi negara ini, khususnya kota Hanoi.. , sehingga bila keinginanku terkalbul untuk mengunjungi Vietnam pada kunjungan kedua yang masih tergantung dalam angan-anganku ini aku bisa menikmati atmosphere sepuas-puas hati. Tapi kapan? Hanya Allah Yang Maha Tahu.

My dear Vietnamese friends, wherever you are,  I miss you so much. Just pray for me that one day I'll be seeing you. I have an eagerness to visit Vietnam again, someday, somehow, sometime. Amen, heheheheee....kayak iklan Coca Cola.

Photobucket


Postingan ini diikut-sertakan pada Corat-Coret Una: My Second Giveaway.

Tuesday, February 07, 2012

PENGUMUMAN PEMENANG EVENT MENULIS BARENG PIPIET SENJA: KETIKA KITA MEMBINCANG GURU by Winwin Faizah on Monday, 6 February 2012 at 08:07



Lagi sebuah Buku Antologi...................mudah2an bukunya cepat diterbitkan.

Hari ini lagi sebuah momentum yang sangat berarti harus aku masukkan kedalam Blog aku agar aku bisa melihatnya sewaktu-waktu. Karena Blog ini tidak akan lekang oleh panas ataupun lapuk oleh hujan, hehehehehe....,kecuali, tentunya, kecuali semua postingan hilang alias raib entah karena alasan apa, aku gak bisa bilang apa-apa deh. No comment. Yang penting sekarang aku masukkan sebagai postingan karena aku seneng banget hasil ketak-ketik jari jemariku di atas key-board komputerku lolos Audisi.  Gembira menyertaiku ketika meng-copasnya dari facebook. Inilah dia:

Aku sudah nangkring di nomor 11, hehehehe....dengan nama lengkapku.


Friday, February 03, 2012

Situ Cipondoh Harus Diperjuangkan!




Gb.Google: Situ Cipondoh

Pagi-pagi aku sudah kena tegur si mbak yang dirumah gara-gara Situ Cipondoh.
"Bunda kenapa? Sakit?", ia bertanya sambil berhenti dari tugasnya menyapu dan menghampiri aku yang sedang baca koran di meja makan. Dia mendekat dan bertanya lagi:
 "Bunda? Kenapa? Koq nangis?"
"Gak apa-apa? Bunda sedih aja.", jawabku sambil menarik selembar  tissue untuk menyusut air mata yang beberapa titik itu. Aneh! Kenapa aku jadi nangis sih?


Ternyata air di danau mataku ini tak berhasil aku bendung ketika aku membaca headline di Koran Warta Kota pagi ini. Danau di Tangerang Jadi Milik Singapura. Sweeeerr..... aku sedih dan titik air mata itu jatuh begitu saja. Sungguh! Rasa terkejut, heran bercampur aduk. Ya ampuuun....koq bisa ya? Danau yang  terkenal dengan sebutan Situ Cipondoh dan  areal disekitarnya yang luasnya 170 hektar itu jadi milik asing? Aku yang sama sekali gak ngerti tentang dunia perpolitikan, kepemilikan dan sebagainya tetap saja penuh dengan tanda: tanya. Koq bisa ya Situ Cipondoh yang berlokasi di Tangerang itu diperjual-belikan dan sudah bersertifikat perorangan. Wis3x gak mudheng aku!. Yang ada kesedihan sesaat! Berarti kecintaanku kepada Kota Tangerang sudah mendarah daging, hehehehe..... Setelah itu biarlah menjadi urusan Pemerintah. Logikanya apa yang ada di wilayah Republik Indonesia ya milik Republik Indonesia donk. Lha ini koq bisa jadi milik negara lain, Singpura lagi, sang negara tetangga. Apa disini ada keterlibatan "When Money Takes Place, The Truth Will Be Silent"?

Gb.dari Google: Situ Cipondoh.
Yuuk.....kita dukung perjuangan dan niat Bapak Wali Kota Tangerang Wahidin Halim untuk menggalang semua kekuatan agar situ Cipondoh, situ terbesar di Kota Tangerang itu dapat kembali menjadi milik Pemerintah Kota Tangerang. Kalau gak berhasil? T'rus apa lagi nih yang bakal dijual ke pihak asing? Berabe, berabe jadi rakyat kecil gak bisa ngapa-ngapain, bisanya cuma mengeluh doang, hiks, hiks...........


Thursday, February 02, 2012

Sebuah Pengakuan Pemicu Semangat.

Hari ini dengan mengucapkan syukur alhamdulillah aku telah pula menerima sebuah pengakuan pemicu semangat dari blogger yang manis ini, yang bernama Zoothera. Apresiasinya berupa sebuah Award yang bikin hatiku jadi gimanaaa gitu, hehehehe..... Sebagai member dari Warung Blogger aku harus mencari tahu apa sih yang dimaksud dengan "pemberantaian" itu.  Kalo gak tahu bisa-bisa di pecat nih jadi member WeBe sama pak Komandan .

Inilah Award yang aku terima dari si manis Zoothera yang telah memujiku karena semangat menulis. Padahal ada maksud tertentu dengan rajin menulis itu. Apa coba? Ya itu supaya aku gak cepat kena penyakit pikun. Bukan takut sih, tapi kasihan aja sama anak-anak yang bakal merawatku nanti. Hehehehe.....lebay.com.

Lihat nih AWARD-nya keren kan?


Sekarang giliran aku deh nih yang mempraktekkan pengertian "memberantaikan" tadi. Begini: Selama aku jadi anggota Warung Blogger, aku merasa tambah pinter dikiiiit. Tapi walaupun sedikit banyak kemajuan.yang kudapat. Nah kemajuan ini kuperoleh karena bantuan, arahan, komunikasi yang baik dari para blogger, yang, juga anggota Warung Blogger. Sumpah! Susah deh menentukan siapa yang akan aku satukan dalam rantai ini, hehehehe....karena semuanya baik-baik, semuanya pada oke-oke. Tapi Zoethera menentukan 7 lho, jadi inilah dia yang terangkum dalam rantai The Seven Shadow::

  1. Yusi Setiawati, Pakar Internet Marketing, ang telah menyebabkan aku banyak di-add oleh para blogger dengan dengan postingannya yang berjudul "Kisah Nenek 70 Tahun Ikutan Kontes SEO. Yusi merupakan jembatan aku melaju di dunia maya.
  2. Masbro Acacicu, seorang blogger yang karena dirinya, aku jadi banyak teman online, memberikan arahan untuk blogwalking, walaupun aku masih berjalan tertatih-tatih. MasBro juga yang, menurutnya, semangatku menyebar sampai ke Jember, hehehehe......jauh amat. Sebagai apresiasinya untukku MasBro menciptakan sebuah lagu Untuk Bunda.
  3. Jumialely Bukit, yang selalu memberi arahan bila aku perlukan, baik dalam sistim ngenet atau MS Word, alhasil aku bisa mengikuti Kontes Menulis sesuai persyaratan berkat arahannya.
  4. Lozakbar Setelah Bulan Sebelas, yang selalu memberi semangat kala aku hampir putus asa mengubah  tampilan blog dan hampir nyerah-rah-rah. Maka Lozz selalu bilang setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Jadilah aku terpacu lagi.. 
  5. Abi Sabila, seorang blogger yang postingannya seringkali mengingatkan kita akan adanya Sang Pencipta. Abi Sabila juga yang menyemangati aku untuk ikutan Kontes Menulis.
  6. Honeylizious, yang, menurutnya sangat dekat dengan aku walaupun tidak terlalu sering aku mengunjungi blognya. Namun sebuah Award juga telah Hani berikan untukku. 
  7. Marsudianto Saja, yang akhir-akhir ini bikin aku berani mencoba kebolehan untuk praktek bikin postingan sehubungan dengan SEO.
Tugas berhasil aku emban, sekarang tinggal memacu semangat untuk tugas yang lain. 


Wednesday, February 01, 2012

"AKU SAYANG KAMU" (ASK) :PENGUMUMAN HASIL AUDISI PENULISAN BUKU


Pena Nusantara
Seperti pernah aku jelaskan dalam postingan yang lalu bahwa keuntungan mempunyai sebuah Blog sangat membantu ingatanku  untuk menyimpan setiap ingatan akan  peristiwa yang aku lalui dalam hidup ini,  baik yang manis ataupun yang pahit. Mungkin suatu saat, dan ini, harus aku rencanakan dan laksanakan,  membuat lagi sebuah Blog khusus untuk semua keberhasilanku selama "ngonline", hehehehe.... juga dari hasil ikutan Audisi Penerbitan Buku oleh Penerbit melaluii Facebook (Notes) ataupun dari hasil Kontes/Lomba/Giveaway yang diadakan oleh Blog. Mudah-mudahan bagi yang kebetulan membaca postingan di blog yang kumiliki bisa mendapat inspirasi bahwa selama kita mau berlatih, apa pun itu, pasti akan menorehkan suatu hasil yang bisa membuat kita bertambah bangga akan diri sendiri.

(Terima kasih kepada Abi Sabila yang sudah nge-tag bunda).

Tak lupa terima kasih kepada Pena Nusantara yang telah membuka kesempatan seperti ini. Maaf ya PP-nya aku copas. Gpp, kan? T'rima kasih.


Ini dia: 

Alhamdulillah, setelah melalui 3 tahap penyeleksian yang sangat ketat hingga detik-detik terakhir, akhirnya kami memutuskan untuk mengambil 67 naskah dari total naskah 366. Naskah yang berhasil lolos tersebut insyaAllah akan kami terbitkan ke dalam 2 buah buku. Naskah-naskah tersebut adalah:

Proyek Buku 1 (After Marriage Stories) :

1. Aku Sayang Kamu (by: Seruni NQ, Cikarang)

2. Anugerah dari Keikhlasan (by: Sastia Lavina, Osaka - Jepang)

3. An Untold Story (by: Novika Oktafiana, Gunung Kidul)

4. Arti Cinta Sejati (by: Ismia Malia, Madiun)

5. Belajarlah untuk Berkorban (by: Riskaninda Maharani)

6. Terimakasih atas Anugerah-Mu Berupa Dia (by: Meilina Widyawati, Sydney - Australia)

7. Bukti Cinta (by: Artha Maula Amalia, Pasuruan)

8. Bukti Cintanya Padaku (by: Nurul Kartikaningsih, Surabaya)

9. Cacar Penyubur Cinta (by: Ida Fauziah, Johor - Malaysia)

10. Cincin yang Tergadaikan (by: Ragil Kuning)

11. Cinta Apa Adanya (by: Ade Tuti Turistiati, Nara - Jepang)

12. Cinta dalam Butiran Salju (by: Vinidya Almierajati P, Osaka - Jepang)

13. Cintamu Obat Sakitku (by: Nurul Sufitri)

14. Cinta Vs Tanggung Jawab (by: Sarah amijaya)

15. Darimu untuk Kita (by: Resti Ningsih, Padang)

16. Dia, Teman Sejatiku (by: Windi Widiastuty)

17. Dialah Imamku (by: Tina Yaneshawary Sutiani, Jogjakarta)

18. Durian Kenangan (by: Andi Bagas Pratama, Bekasi)

19. Izinkan Aku Menjadi Halal Untukmu (by: Afrodita Irma Puspita Sary, Purbalingga)

20. Jagoanku (by: Rizky Nuryaning Dyah, Kutai Barat)

21. Kala Maut Nyaris Menjemput (by: Deasy Rosalina, Gyeongsan - Korea Selatan)

22. Khas Lebaran (by: M. Wendi Lukman Hakim, Banyuwangi)

23. Kau yang Tak Tergantikan (by: Nama Yati Rachmat, Tangerang)

24. Kecap Manis Vs Sambal (by: Isky Miskiyana Kamil, Jakarta)

25. Kesederhanaan Cinta (by: Micka Oboedeny, Hongkong)

26. Kisah Kasih Kakek dan Nenekku (by: Sri Yulita Pramulia Panani, Jogjakarta)

27. Lelaki Pertama (by: Fitri Nurhayati)

28. Surat Cinta dari Sheffield (by: Iffah Abdurrahman, Muscat - Oman) 

29. Surprising Pizza (by: Norma Juliandi, Nara - Jepang)

30. Tawa Renyah dan Hiline Putih (by: Dwi Rahmawati)

31. True Love (by: Nur Rokhmanita, Magelang)


Proyek Buku 2 (Before Marriage Stories) :

32. Aira Oh Aira (Zuifa Sanashalaufa, Subang)

33. Aku Gak Akan Jatuh Cinta (by: Fadilah Rahmadani, Lampung)

34. Aku Sayang Kamu (by: Indah Lestari)  

35. Apel: "Karena Aku Menyayangimu" (by: Aginta Friska Mahartika)

36. Biarlah Allah yang Pilihkan (by: Harry Gunawan) 

37. Biologi dan Cinta Pertama (by: Neiro, Medan)

38. Cermin Buram (by: Petra Shandi, Subang) 

39. Cinta dalam Perjodohan (by: Ritsa Mahyasari, Pekalongan) 

40. Cinta dan Kesetiaan (by: Halim Nur Yahya, Blitar) 

41. Cintaku, Cintamu, dan Cinta-Nya (by: Ayuni Adesty, Bogor) 

42. Cintaku Hampir Ditelan Seulawah (by: Eramayawati, Bada Aceh) 

43. Coretan Pena Cintamu (by: Awiek Libra, Trenggalek) 

44. Cupcake (by: Puji Setianingsih, Banyumas) 

45. Galeri Waktu untuk Eros (by: Dea Lunny Primamona, Magetan) 

46. Kado Terindah (by: Lita Maisyarah Desy, Sumatra Utara) 

47. Kamu Sayang Aku dan Takkan Mampu Melupakanku (by: Mira, bandung) 

48. Keukuatshu (by: Fathul Qorib, Madura) 

49. Kusimpan Cintamu untuk Masa Depanku (by: Wahyuni Kasno, Sulawesi tenggara) 

50. Love in Facebook (by: Nurul Rosalina, Barabai) 

51. Menari Bersama Angin (by: Novi Maisaroh, Jogjakarta) 

52. Oleh-Oleh Libur Lebaran (by: Suparno, Jakarta) 

53. Perbedaan yang Bersatu (by: Kurnia Hidayati, Batang) 

54. Pesan Facebook (by: Adrian Monteque) 

55. Pintu Jarak dan Kunci Kepercayaan (by: Meilidyaningtyas Cantika R, Jakarta) 

56. Sahabatku Kekasihku (by: Fitri Anugrahheni, Surabaya) 

57. Sebenarnya Cinta (by: Musyafiah, Batang) 

58. Secangkir Kopi dan sepotong Brownis (by: An Diana) 

59. Selepas Ruang E.105 (by: Tyasti Aryandini, Tangerang) 

60. Senjapun tahu (by: Fadila Istiqa Septiana, bandung)  

61. Senyum antara Kita (by: Ayya NN, Medan) 

62. Single itu Prinsip, Jomblo Itu nasib (by: Dhora Vasminingtya R, Ponorogo) 

63. Tak Sebatas Realita Semu (by: Qur’anul Hidayat Idris) 

64. Tiga Puluh Tiga Bintang (by: Yogi Febriansyah, Cimahi) 

65. Wahai calon Imamku, Jemput Aku dengan Maharmu (by: Septia Milanda) 

66. Wish You were Here (by: Erica Rosella, Jogjakarta) 

67. Yang Terbaik bagiku (by: Yuniati Mahmudah, Madiun) 


Selamat bagi para peserta yang berhasil lolos dalam audisi ini. Silakan bergabung ke dalam Group "Buku ASK - Finalis" dengan cara mengirimkan nama FB pada wall Pena Nusantara untuk kami add sebagai member pada group tersebut, guna melanjutkan proses selanjutnya.

Bagi yang belum berhasil lolos audisi ini, jangan berkecil hati. Masih banyak kesempatan untuk mencoba dalam kesempatan lainnya. Kami persilakan bagi teman-teman yang belum lolos, untuk mengambil kembali naskah yang telah dikirimkan kepada kami. Tetap semangat menulis yah :)

Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.