Thursday, January 17, 2013

Pandangan Pertama: Terbang Tanpa Sayap.



Terbang Tanpa Sayap

dulu sekali saat masih belia bayangmu selalu dalam anganku
kuinginkan berada dalam dekap dan pelukmu begitu erat hingga ku terlena
mimpi indah akan menyertaiku bersamamu hingga puasku terpenuhi
begitu indah dan nikmat terasa membelenggu hati yang telah lama mendamba

kau selalu tertancap dalam anganku begitu erat hingga suatu saat
kau hadir dan mengajakku melayang tinggi bersamamu
buih-buih awan putih yang ber-arak indah pun tak kau pedulikan
kau terus dan terus membawaku menerjang gumpalan yang memesona itu 

aku kagum pada tubuhmu yang begitu gagah t'lah kalahkan s'gala rintangan
kau tahu apa yang kurasakan, sayang
aku merasakan sebuah keberuntung karena denganmu
aku bisa terbang tanpa sayap.

Keinginanku untuk bisa naik pesawat terbang sudah terpateri sejak aku masih muda. Begitu berlanjut hingga aku dewasa dan berumah-tangga. Menjadi wanita karir walaupun di sebuah perusahaan internasional belum bisa menjamin akan menuntaskan anganku untuk bisa naik pesawat terbang.

Tahun 1983 aku memberanikan diri untuk ikutan seleksi pengiriman staf ke luar negeri dalam rangka meng-update administrasi dan segala yang berhubungan dengan itu - disebuah negara yang baru saja usai dari peperangan. Negara Vietnam tujuanku dan kota Hanoi dimana posisiku telah ditentukan untuk menjabat sebagai administrative assistant selama beberapa bulan. Pandangan Pertama membuat aku bisa memiliki memories yang indah bersama teman-temanku.
Keren gilaaaa....aku di Hanoi jadi expat lho (keindahan danaunya booo) -- gara-gara Pandangan Pertama.
Jatuh cinta pada kerajinan kramiknya melengkapi Pandangan Pertama-ku
20 years ago with my colleagues. Hope they are still in a good health condition - ber cheong-sam ria.
Bisa dibayangkan ketakjubanku ketika pertama kali tiba di bandara Sukarno Hatta, setelah check-in aku melaju ke sebuah pesawat yang akan membawaku ber lang-lang-buana.

Pandangan pertamaku bertumpu  pada sebuah pesawat teramat besar hingga tanpa sadar aku berbisik:
"Wooow.........besarnya raksasa udara itu"
"Akhirnya Allah menjabah do'a dan keinginanku untuk bisa menaiki jenjang pesawat terbang ini", begitu terus aku berbisik 
Aku pernah mendengar bahwa kebanyakan orang tidak kuat menahan desing pesawat diudara pada ketinggian tertentu, hingga menyebabkan gendang telinga mereka pun (katanya) se-akan mau pecah. Mengingat ini hatiku menjadi kecut dan khawatir.


"Akankah telingaku bisa menahan desing pesawat pada ketinggian tertentu itu?" hatiku mulai khawatir dan goyah. Namun the show must go on, whatever will be will be-lah pikirku.

Namun pandangan pertama akan kekagumanku pada besar dan istimewanya bentuk pesawat yang akan membawaku ke negara Paman Ho ini memberikan sedikit ketenangan padaku
Hati ini begitu menggebu, begitu bahagia dan begitu membahana kegembiraan yang menyertaiku menaiki jenjang demi jendang pesawat.Pandangan pertama kekagumanku tidak salah. Didalam pesawat pun pandangan pertamaku adalah memandangi semua seat demi seat (norak deh ya, qiqiqiqiqi....), tapi itu kan dulu........... Sekarang? Malah ketagihan naik pesawat, hehehehehe...........

Ketika pesawat landing di bandar udara Hanoi (maaf aku lupa namanya dan lagi gak mood nih googling, wakakakaaaa.......). Tahun 1983 aku menjejakkan kaki di bandar udara ini dan harus menunggu sebuah kendaraan yang akan membawa aku ke tempat tujuan. Pandangan pertama akan sebuah sebuah pesawat terbang besar yang bisa mengantarkanku ke negara tujuan sungguh menjadikan mimpiku menjadi sebuah kenyataan.

Aku bahagia bisa terbang tanpa sayap...................... dan terpenuhilah mimpiku. Alhamdulillah.

Give Away Langkah Catatanku


6 comments:

  1. Mak Bund (hh dobel) bagaimana vietnam zaman dulu? Katanya di situ ada kota dongeng Hoi An (kmrn lihat TV. Pernah mampir ke kota itu bund?

    ReplyDelete
  2. sungguh pengalaman cinta pertama yg luar biasa bunda,...wah semakin tahu perjalanan hidup bunda. tak heran di usia ini bunda sangat luar biasa..tak terbayang saat usia muda dulu :)

    bangganya mengenalmu bunda *peluk*

    ReplyDelete
  3. Ternyata sejak muda bunda memang sudah aktif ya...pantesan sampai sekarang selalu semangat dgn berbagai kegiatan.

    ReplyDelete
  4. wah asyik ya pengalaman perdana nasik pesawat.
    Saya terbang perdana tahun 1975 dengan tujuan Balikpapan.
    Penerbangan perdana ke LN tahun 1983 ke USA

    Semoga berjaya dalam GA

    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  5. wow sekali nya terbang langsung ke hanoi, keren banget bunda :D

    Niar juga salah satu dream nya naik motor mabur, belum pernah sama sekali :D

    ReplyDelete
  6. wah bunda, saya malah sampai sekarang belum berani naik pesawat terbang :)

    ReplyDelete