Tuesday, February 12, 2013

Parenting itu Penting.

Gb.Google: kids.baristanet.com

Pada hari Sabtu, tanggal 9 Pebruari 2013 di sekolah cucuku yaitu Sekolah Alam Tanah Tingal diadakan sebuah acara Open School  --  Undangan untuk para Ortu dan Umum. Aku datang mewakili
anakku yang kebetulan tidak bisa hadir karena harus menghadiri sebuah rapat NGO
 (Non Govermental Organization) di salah satu Departemen.



 Dengan senang hati aku pun datang sebagai wakil anakku. Anak-anak didik Sekolah Tanah Tingal unjuk keboleh, antara lain: pencak silat, tari-tarian, nyanyi dan atraksi flying fox. Disamping berbagai acara  tersebut juga diadakan Seminar tentang Parenting. 

"Parenting itu Penting," begitu kata salah seorang guru. 

"Karena itu bapak/ibu wali murid dan para undangan diharapkan untuk hadir."





Dulu, ketika aku mulai menjadi seorang ibu, mana ada program parenting seperti ini. Menjadi seorang ibu secara otodidak aja deh, gak pake program apa pun, hehehehe..... Alhamdulillah ke-empat orang anakku semua tumbuh sehat, berbudi pekerti baik, selesai kuliah dan mampu membangun keluargamapan dan  bahagia. Mereka pun tidak pernah mengikuti Seminar tentang Parenting. Sama seperti aku, mereka juga otodidak mendidik anak-anaknya.


Kenapa Parenting itu Penting? Karena ternyata yang disebut parenting itu adalah apa pun, baik itu berupa artikel, seminar atau training yang akan membimbing/mengarahkan/mengajarkan kepada para orang tua untuk menambah pengetahuan tentang pendidikan anak.  

"Smart parents create smart children"  begitu yang diungkapkan oleh nara sumber. .Tidak mudah memang untuk menjadi orang tua yang baik, apalagi tidak ada sekolah untuk orang tua, hehehehehe........ 

Menjadi orang tua di era globalisasi dan gadget terlebih lagi amatlah sulit untuk mengharapkan anak, sang buah hati kita, tidak sekedar pintar, tetapi juga cerdas dalam berpikir, taat beragama, bersosialisasi dan berbudi pekerti yang baik. Menyerahkan pendidikan sepenuhnya kepada sekolah?  Ups! sangat tidak cukup!

Usia anak dari 0--3 tahun adalah masa tersulit buat para orang tua. Kenapa? Karena dibutuhkan kemauan, waktu, berbagai informasi, pengetahuan tentang parenting, konsistensi dan kesabaran.

Apa lagi ya? Hhmm...(sambil ngebet catetan) -- menurut penjelasan nara sumber pada usia 6 tahun ukuran otak manusia adalah sebesar 90%., sedangkan taraf intelegensia baru mencapai 80% di usia 8 tahun. Pada usia 12 tahun ukuran otak manusia barulah mencapai 100%.

Jadilah bapak dan ibu yang penuih perhatian kepada anak di usia 0--6 tahun. Bukan berarti pada usia tahun-tahun berikutnya perhatian itu boleh diabaikan. Namun pada usia 0-6 inilah pengetrapan segala kebaikan untuk anak harus diciptakan. Yang  bisa aku catat tentang pembagian usia dari Seminar Parenting itu adalah sbb.:

  1. Usia 6 tahun pertama (0--6 ) adalah MILIK ORANGTUA
  2.  Usia 6 tahun kedua (6-12 ) adalah MILIK GURU
  3.  Usia 6 tahun ketiga (12-18) adalah milik teman-teman
  4. Usia 6 tahun berikutnya (18 -- ...) milik kekasihnya.
Jadi kesempatan para orang tua untuk menjadikan anak itu "milik kita" adalah dengan cara memberikan perhatian yang penuh. Quality is more important than quantity.  Tidak heran banyak ibu-ibu karir yang hampir tidak sempat membagi waktu untuk mendampingi anak-anaknya ketika mereka mengerjakan PR, atau ketika mereka menghadapi komputer untuk ber-internet-ria, misalnya. Apabila kita mengutaman "quality" semua kendala (rasa lelah karena pulang kerja, pekerjaan rumah yang masih menumpuk dan lain sebagainya) akan bisa diatasi. Anak akan menyayangi kita, merindukan kita dan akan membutuhkan kita. Mereka tidak akan lari ke "mbak pengasuh". Pada usia 0-6 tahun ini para ibu harus menjadi sebuah Universitan Pangkuan bagi anak. Hebat ya! Nara sumber meng-instilahkannya sebagai Universitas Pangkuan, hehehehe..... karena anak-anak seusia 0-6 tahun masih butuh dipangku.

 Untuk membuktikan (1) dan (2) mudah sekali ciri-cirinya. Coba saja ketika anak mengerjakan soal dan diperiksa oleh ibu guru, PR-nya disalahkan, anak (MILIK ORTU) akan langsung mengatakan: "Kata mama harus begitu.". Sebaliknya, apabila anak mengerjakan PR dirumah, kemudian ibu tidak membenarkan cara anak dalam mengerjakan soal, maka anak (MILIK GURU) akan berkata: "Gak, Mama, kata bu guru gak begitu, tapi begini bla-bla-bla....."

(3) Anak akan lebih suka bersama teman-teman daripada harus ikut orang tua bepergian.
(4) Tahu sendiri douwnxz, hehehehe....

Dalam perkembangannya anak itu sudah mampu membaca pada usia 0-3 bulan, sehingga ketika Nara Sumber bertanya: 

"Mana yang lebih dulu bagi anak-anak, membaca atau menulis?". 

 Banyak hadirin yang menjawab: "Menulis!"

Tapi ternyata membaca adalah yang lebih dulu dikuasai oleh anak. Membaca disini dalam arti luas, tidak diartikan membaca huruf secara harfiah, tetapi juga body language kita. Bayi di usia 2 atau 3 bulan sudah pintar membaca body language, bayi sudah mengenal yang mana ayah, ibu dan keluarga dekatnya.

Bukti bahwa bayi sudah pandai membaca? Coba aja bayi pada usia itu PASTI tidak mau digendong oleh orang yang tidak dia kenal. Betul?

Baby can read and talk in English -- dimana kita bisa membiasakan bayi untuk melihat gambar atau angka or huruf yang sama ber-ulang-ulang. Atau pun kita bisa memperlihatkan gambar parts of the body  pada kartu-kartu ber-kali-kali. Setelah kita beri contoh dengan gerak, bayi akan menunjukkan dengan benar bagian tubuhnya  sesuai dengan gambar yang diperlihatkan.

Ibu-ibu yang masih punya bayi ayo praktekkan ya yang satu ini. Pasti berhasil.
Gb c/Google: teachmychildrenread.com


Sedikit akan kutulisan nasehat dari aku sebagai sesepuh, hehehehe....:
  • jangan membiasakan mengucapkan perkataan: "JANGAN", tapi ucapkanlah dengan cara lain yang tidak menimbulkan "shock" di hati anak.
  • biarkan anak (seandainya) mengotori lantai rumah. Jangan dimarahi, dibentak apalagi dihukum. Ajaklah untuk bersama-sama membersihkannya. Kalau anak tidak mau, biarkan, jangan dipaksa. Dia hanya anak-anak. Dia milik kita, dia dambaan kita. Pengetrapan disiplin boleh-boleh saja, namun dengan cara yang lembut dan tidak kasar dan keras.
  • Anak itu lebih mudah meniru. Apa pun yang kita kerjakan (yang baik dan berhubungan dengan disiplin dan kebersihan) pasti akan ditiru. Gak percaya? Coba aja!.
  • jangan paksa anak untuk tidur siang, tapi berilah ia aktifitas lain seperti membaca, menggambar atau yang lain (bermain sepeda juga gak masalah selama hari tidak terlalu panas terik). Keceriaan anak dalam bermain memberikan dampak positif bagi perkembangan otaknya baik kiri atau pun kanan.
Last but not least: Kita tidak dapat menjamin kesuksesan, tetapi berkesempatan membekali anak sejak dini untuk keunggulan masa depannya.

Orang-tua adalah guru yang pertama dan paling berpengaruh, sedangkan rumah merupakan sekolah yang paling penting untuk fondasi perkembangan dan pendidikan anak-anak. Jadikan rumah sebagai ISTANA anda.

Mudah-mudahan postingan ini bisa memberikan manfaat. Kurang lebihnyaaku mohon maaf, karena aku bukanlah  paka parenting, hehehehe....dan jaman baheula itu gak ada seminar tentang parenting.

Selamat membaca.

14 comments:

  1. bermanfaat banget Mbak postingannya
    makasih...
    yeah parenting itu sangat penting :)

    ReplyDelete
  2. berhubung belum keluarga bisa di buat ilmu untuk jenjang berikutnya...makasi bunda :)

    ReplyDelete
  3. Makasih sharing ilmunya, bunda..
    Bermanfaat,insyaAlloh..

    ReplyDelete
  4. jadi sekarang Pascal masuk tahap milik guru dong bun

    ReplyDelete
  5. Waahhh.. Seneng banget bacanya.. Semoga aku bisa menjadi orang tua yang baik untuk anak2ku ,.. Aaminn

    makasih bund info dan nasihatnya... ^^

    ReplyDelete
  6. Wah, bagus banget bunda..makasi sharingnya ya

    ReplyDelete
  7. Sari - bundanya Maxy, wah, serasa bunda muda kembali nih dipanggil "mbak". Alhamdulillah kalau postingan bunda itu manfaat. Makasih ya Sari kunjungannya.

    ReplyDelete
  8. vjlie, hehehe....mudah2an cepet ya berkeluarga trus dipraktekkin deh isi postingan bunda. Makasih kunjungan vjlie di blog bunda.

    ReplyDelete
  9. ayu, alhamdulillah. Makasih kunjungan ayu ya. Nantikan kunjungan bunda kerumah ol ayu.

    ReplyDelete
  10. Lidya - Mama Cal-Vin, don't worry, masih bisa diubah tuh dengan cara kita atur volume bersama Pascal dalam belajar. Emang pascal gitu, hehehehe........

    ReplyDelete
  11. Bunda Dzaky, Insya Allah dengan usaha pasti bisa. Seperti ulasan bunda dalam postingan yang berbunyi: "Kita tidak dapat menjamin kesuksesan, tetapi berkesempatan membekali anak sejak dini untuk keunggulan masa depannya."

    Iya kan? Makasih kunjungan Bunda Dzakhy ke blog bunda.

    ReplyDelete
  12. Fitri3boys, alhamdulillah kalau memang bagus, berarti bunda gak buta-buta amat ya tentang Parenting, wlp jaman baheula gak ada tuh yang namanya Seminar atau apa pun tentang Parenting, hehehehe..... Makasih kunjungan Fitri3boys ke blog bunda.

    ReplyDelete
  13. Mau saya praktekkan ah kalo udah punya anak. sekarang dipraktekkan aja sama anak tetangga.hahahaha

    ReplyDelete
  14. bunda, makasih infonya..
    apalagi tentang alasan penggunaan kata 'jangan' :)

    ReplyDelete