Sunday, April 14, 2013

MFF PROMPT#9 - PARFUM.




"Si Silvy baru pacaran 2 bulan udah dibeliin parfum bermerek!"
Sumber Gb.reviews.in.88db.com




"So, maksudmu nyindir aku yang gak pernah beliin kamu barang mahal itu?" Handi bersuara agak parau karena rada-rada tersinggung dengan ucapan Limia.

"Emangnya gajiku dikiranya, berapa?" Handi membathin. 

Dibiarkannya Limia dengan wajah cemberut meninggalnya sendiri di ruang tamu. Langkah-langkah cepat Limia serasa menggetarkan lantai.

Braaak!

Handi tersentak. Limia membanting pintu kamarnya.




Tanpa permisi Handi pun meninggalkan ruang tamu. Deru mobilnya menghembus debu-debu dengan dahsyat.

"Bah! Manja kali cewek itu! Gimana nanti kalo sudah jadi istriku. Punya anak lebih dari satu. Hiii..apa jadinya anak-anakku!" kini hati Handi sedikit menciut. Ngeri juga dia.


"Selamat tinggal, Limia, ternyata kau bukan jodohku."

Walaupun begitu hati Handi jadi super kacau. Konsentrasi mengendarainya buyar. Tangannya  menepuk keningnya.


Tin, tin, tiiiiin.  Handi tiba-tiba membunyikan klakson mobilnya. Ban mobil berteriak histeris menggesek aspal. Dua anak perempuan melintas tiba-tiba ketika Traffic Light sudah bergerak ke warna hijau. Handi menggeleng. Kejadian yang menyita waktu sekian detik mampu membuat pikiran Handi jeda dari galau dan kacau.


"Busyet! Ternyata hatiku jadi gak karuan gara-gara Limia.  Cintakah? Kesalkah?:" Handi terus berbicara pada dirinya sendiri..


 
Limia mendengar deru mobil Handi. Ia tak peduli. Bahkan ia tak beranjak dari tempat tidurnya. Dipeluknya boneka big-bear pemberian Handi.. Bibirnya mengulas senyum. Tipis.


"Masa bodoh! Kalo jodoh gak kan kemana. Yang penting, dia cinta aku, branded perfume kuncinya." bisik Limia. Sambil mempererat pelukan pada big bear. Dan ia terlelap.


****


"Lho cepat kali kau pulang? Ribut lagi? Itulah risikonya punya pacar ABG"  Sambutan ibunya menambah kegalauan hati Handi.

 "No comment, Mom!"

****

Limia dipersunting Handi. Kebaya ciptaan Anna Avantie  pilihannya. Even Organizer jempolan penyelenggara pestanya. Tamu-tamu sudah berkumpul. Kedua keluarga besar mengenakan pakaian yang senada. Handi kelihatan sangat tampan dalam balutan baju pengantinnya. Matanya tak lepas dari wajah Limia.

Aneh! Mereka harus memecahkan sebuah guci yang berisi botol-botol cantik branded perfume. Tiba-tiba Limia berteriak dengan keras: "Jangaaan!"


Limia terbangun oleh suaranya sendiri.


"Astagfirullah 'alaziim, ternyata aku bermimpi." bisik Limia.



8 comments:

  1. ahahaha... endingnya gak aku duga bunda...

    ReplyDelete
  2. Bunda jago bikin cerita... keren Bunda :)

    ReplyDelete
  3. Hihihi... ternyata hanya mimpi :)

    ReplyDelete
  4. Bunda keren ceritanya!

    Ohya, nambahin aja. Itu yg Event Organizer ganti aja jadi Wedding Organizer. Kalo mau pake yg mahalan, bs pake WO-nya Rina Gunawan, hehe. Jas pengantin pria by Ivan Gunawan. Wkkwkwkwa
    *parade artis*

    ReplyDelete
  5. ada dualisme fokus bun.
    Handi dengan keresahannya, dan Limia dengan keras kepalanya.

    semua ini adegan di mimpi? bukan kan ya? yang mimpi hanya acara nikahan itu aja?

    bangun dari mimpi itu bisa jadi twist ending yang bagus. tapi di sini dia ga endingin apa-apa selain mimpi itu. ga menyelesaikan konflik antara Handi dan Limia.

    keresahan Handi, diekspose untuk membawa ke mana. toh, logikanya, Limia ga tahu kalau Handi sampai galau begitu. kita, pembaca, tahu karena dikasih tahu oleh narator.

    Limia yang keras kepala dan manja. setelah bangun dari mimpi trus ngapain?

    maaf agak panjang ya Bun...

    ReplyDelete
  6. hmm... lanjutan ceritanya mana bunda?jadinya limia dg handi itu gimana, masih nyambungkah? atau putus, atau semuanya mimpi? hehe

    ReplyDelete