Thursday, May 16, 2013

Workshop Sosial Media BE SMART BLOGGER (bagian tiga - Ratih Sanggarwati).


Sumber Gb.http://www.goodreads.com/book/show/8143478-kerudungmu-tak-sekedar-cantik
Majalah Noor mengundang seorang pragawati papan atas -- Ratih Sanggarwati untuk mengisi salah satu acara di Workshop Sosial Media Be Smart Blogger, Sabtu tanggal 4 Mei 2013 di Swiss Belhotel, Kemang Raya No.7, Jakarta Pusat.

Ratih Sanggarwati sudah aku kenal namanya sejak aku masih belia, namun pada usiaku yang sudah 74 tahun baru aku bisa bertemu dengan pragawati yang menjadi favoritku itu. Aku sangat bersyukur masih bisa bertemu dengan pragawati idolaku. Bagi yang belum mengenal siapa Ratih Sang ini, bisa berjalan-jalan ke link ini untuk membaca kiprahnya di dunia modeling.



Lalu kenapa aku membuat postingan khusus tentang Ratih Sang ini? Karena dalam sesi baca puisi ciptaannya diselingi dengan wejangan yang sangat berharga untuk disimak bagi  kita kaum ibu atau pun calon ibu.
Ratih Sanggarwati (ft.dok.pribadi)

Ketika Ratih Sang membacakan sebuah puisi, ia sempat berhenti dan memandang audiences dengan ramah serta bertanya:

 "Mau saya teruskan baca puisinya atau mau berhenti dan foto-foto?"

Aksi jeprat-jepret beberapa peserta mengabadikan Ratih Sang, baik yang menggunakan ponsel atau kamera seketika stop.

"Teruskan baca puisi...." suara serentak para peserta tanpa menunggu komando, hehe....


Wah, benar-benar Ratih Sang seorang yang berprinsip kuat. Kedisiplinan terlihat dari caranya mengatasi suasana yang tidak ia inginkanj dengan cara yang lembut.


Sebuah puisi yang dibacakan oleh Ratih Sang yang berjudul: "Bila Ibu Boleh Memilih" sempat membuat peserta workshop tertegun, terpesona dan entah perasaan apa lagi yang menyentuh hati peserta (terutama para emak) yang hadir. Puisi yang begitu indah dibaca dengan lantungan suara perlahan. menyebabkan hampir semua peserta (aku rasa) menahan tangis. Terharu dan gelegak rasa bersalah dalam perjalanan hidup sebagai seorang ibu. Namun Ratih Sang setelah membacakan puisi tersebut memberikan wejangan yang sangat berharga.
MC bersama Ratih Sang (Foto: dok.pribadi)

Intinya seperti ini:
"Bagi ibu-ibu yang melakukan tugas ganda, baik sebagai ibu dan pencari nafkah, jangan pernah ragu untuk meninggalkan anak-anak demi sebuah tugas mulia. Jangan pernah ada perasaan bersalah meninggalkan mereka bersama pembantu, orang tua atau keluarga yang lain. Mereka tetap berada dalam lindungan para Malaikat. Jadi dalam melakukan tugas demi keluarga, jangan pernah ada keraguan didalamnya. Percayakan kepadaNya bahwa anak-anak yang ditinggalkan pasti berada dalam lindunganNya melalui para Malaikat yang ada bersamanya."

Tidak sedikit para ibu yang ikut mencari nafkah untuk membantu perekonomian rumah-tangga. Wejangan ini sangat mengena bagi ibu-ibu pekerja kantor atau yang memiliki kesibukan lain. Kesibukan  yang menyita waktu mereka. menyebabkan kemungkinan yang kecil sekali untuk bisa berbagi waktu yang banyak untuk anak-anak tercinta..

Ratih Sang menekankan jangan pernah terselip rasa bersalah meninggalkan mereka untuk tugas mulia. Fokuskan pikiran anda pada tugas dan pekerjaan. Dan biarkan anak-anak bersama mereka yang bisa diandalkan untuk menjaganya. Karena para Malaikan akan ikut menjaganya.


Bila hal ini terjadi pada anda, jangan memvonis diri anda dengan rasa bersalah. Ada meninggalkan mereka demi tugas yang mulia. Jadi percayakan mereka kepadaNya. Allah Maha Pengasih dan Penyayang.

Surat untuk Kekasih.
Ratih Sanggarwati.
Editor: Nining Irianingsih
Desain Grafis: Anniesa Dasih
Korektor: Koes Priyadi
Cetakan 1, Desember 2012
ISBN: 978-979-078-486-4
Penerbit DIAN RAKYAT, Jl. Rawagirang No.8, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta 13930
. Telp. 6221 460 4444/460 6666
fax: 6221 4609115
www.dianrakyat.co.id


Dibawah ini aku sertakan beberapa baris cuplikan dari puisi pragawati idola-ku, Ratih Sanggarwati:.

"Bila Ibu Boleh Memilih" 
( Surat untuk Kekasih, hal 62)"

Anakku,
Bila Ibu boleh memilih
Apakah ibu berbadan langsing atau
berbadan besar karena mengandungmu...
Maka Ibu memilih mengandungmu nak...
Karena dalam mengandungmu Ibu merasakan
keajaiban dan kebesaran Allah...
9 bulan nak, engkau hidup diperut Ibu...
Engkau ikut kemanapun Ibu pergi
Engkau ikut merasakan ketika jantung Ibu berdetak
karena kebahagiaan
Engkau menendang dinding rahim Ibu,
ketika Engkau merasa tidak nyaman didalam perut
Karena Ibu kecewa dan berurai air mata.
Anakku,
Bila Ibu boleh memilih...
Apakah Ibu operasi caesar

Atau Ibu harus berjuang melahirkanmu
Maka Ibu memilih berjuang melahirkanmu

dst....

Buku puisi SURAT UNTUK KEKASIH yang berisi 100 puisi indah yang hampir seluruhnya bernuansa religi dan ketakwaan kepada Allah semata ini dihadiahkan untukku oleh Penulisnya.

Ya, Ratih Sang menghadiahkan buku puisi tersebut untukku sebagai peserta yang "ter" Senior dalam segi usia, hehe.. Alhamdulillah ya Allah.

Bangga donk dapet hadiah buku dengan tanda tangan  sang Idola, di usia senja pula.




Bersambung bagian empat: Berhijab bersama Elzatta.







2 comments:

  1. Bunda, terharu meskipun baca sedikit puisinya...

    terima kasih udah mau berbagi...

    yang aku suka "jangan pernah terselip rasa bersalah meninggalkan mereka untuk tugas mulia"..

    jujur, saya lagi iri dengan wanita yang bisa fulltime dirumah mengurus suami dan anak2... tapi dengan artikel bunda ini, jadi berpikir semua itu pilihan dan ada jalannya...

    makasih bunda *cium tangan*

    ReplyDelete
  2. Novia Wahyudi, jangan salah lho, yang fulltime di rumah juga punya perasaan iri kepada ibu-ibu kantoran. Jadi tidak perlu ada rasa iri apalagi rasa bersalah atau guildy feeling. Ok, don't worry, be happy. Cheers. Makasih udah berkunjung.

    ReplyDelete