Wednesday, September 04, 2013

Jakarta, Diplomatic City of ASEAN.

Hari ke-10 (4 September 2013) #10daysforASEAN.
 Yeeee....the Last Days of Pompeii, Ooops, maksudnya the last day of #10daysforASEAN..
TEMA: Mengapa Jakarta bisa terpilih sebagai Diplomatic City of ASEAN. Apa dampak positif dan negatifnya bagi Indonesia, khususnya Jakarta? Kesiapan apa saja yang perlu dilakukan oleh Jakarta sebagai tuan rumah dari Perhimpunan Bangsa-bangsa ASEAN?
  -----------------
Sultan Hassanah Bolkiah, Ketua ASEAN (Sumber Gb.jentayuemastrading.blogspot.com
Lima negara yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand melalui Deklarasi Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967 mendirikan sebuah Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara yang kemudian terkenal dengan singkatan ASEAN (Association of  South-East Asia Nations).
Organisasi ini dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya serta memajukan perdamaian di tingkat regionalnya.
 Dalam poin yang tercantum dalam prinsip utama dari ASEAN adalah menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan integritas wilayah nasional dan identitas nasional setiap negara.:
Dengan meningkatnya program kerjasama sejak didirikannya ASEAN pada 8 Agustus 1967, didirikanlah Sekretariat Bersama yang berfungsi untuk membantu negara-negara anggota ASEAN dalam mengelola dan mengkoordinasikan berbagai kegiatan ASEAN.


Pada KTT ke-1 ASEAN di Bali, tahun 1976, para Menteri Luar Negeri menanda-tangani Agreement on the Establishment of the ASEAN Secretariat, yang berfungsi sejak tanggal 7 Juni 1976, dikepalai oleh seorang Sekretaris Jenderal, yang waktu itu berkantor di Departemen Luar Negeri R.I., menunggu selesainya pembangunan sebuah Gedung Sekretariat ASEAN di Jakarta, tahun 1981, lengkapnya beralamat di Jalan Sisingamangaraja No. 70A, Jakarta Selatan. 

Kemudian untuk memperkuat Sekretariat ASEAN, Menteri Luar Negeri ASEAN meng-amandemen Agreement on the Establishment of the ASEAN Secretariat, pada tahun 1991, di Manila. Status Sekretaris Jenderal ASEAN dinaikkan setingkat dengan menteri. Mandat tambahan pun diberikan yaitu untuk memprakarsai, memberikan nasihat, melakukan koordinasi, dan melaksanakan kegiatan-kegiatan ASEAN. Sekretaris Jenderal ditunjuk untuk jangka waktu 5 tahun. Sekretaris Jenderal ASEAN yang baru adalah Le Loung Minh (Vietnam), yang memegang jabatan ini sejak  tanggal 1 Januari 2013. Sebelumnya jabatan ini dipegang oleh Surin Pitsuwan (Thailand) yang menjabat sebagai Sekjenj ASEAN dari tanggal 1 Januari 2008 -- 31 Desember 2012.

Didirikannya markas ASEAN Secretary di Jakarta merupakan suatu kepercayaan, bahwa Indonesia bisa menjadi penghubung antar negara-negara anggota ASEAN atau Diplomatic City of ASEAN. Suatu kepercayaan yang berdampak positif bagi Negara Republik Indonesia.


Kita harapkan dengan pergantian jabatan Ketua ASEAN, konflik yang dihadapi selama ini bisa dihadapi dan diatasi. Sultan Hassanah Bolkiah sebagai Ketua ASEAN yang baru, memprioritaskan penanganan sengketa Laut China Selatan. Brunei adalah salah satu dari empat negara ASEAN yang mengalami persengketaan dengan China di Laut China Selatan.

Seperti berita yang dikutip AFP (15/1/2013), bahwa seorang diplomat Brunei mengatakan:

"Brunei melihat isu Laut China Selatan merupakan ancaman bagi keamanan di kawasan. Kami ingin mengajak semua negara yang terlibat sengketa untuk berdialog, termasuk juga dengan China," (15/1/2013). 

Selain Brunei, negara ASEAN lainnya yang memiliki klaim wilayah di Laut China Selatan adalah Vietnam,  Filipina dan Malaysia.

AEC 2015 Blueprint merupakan pedoman bagi negara-negara anggota ASEAN untuk mencapai ASEAN Economic Community 2015, dimana masing-masing negara kerkewajiban untuk melaksanakan komitmen dalam Blueprint tersebut..

Mengapa pula kota Jakarta yang dipilih untuk Markas ASEAN? Menurut pendapatku karena Jakarta, disamping sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia, juga merupakan Pusat Perdagangan di Ibu Kota. Para Pengusaha dari berbagai daerah, bahkan dari Luar Negeri, termasuk dari negara anggota ASEAN  menjadi investor-investor kelas kakap di Jakarta. Banyaknya Mall-mall megah, hotel-hotel mewah dan gedung-gedung Apartemen yang aduhai, pastinya, tak lepas dari ikut campurnya investor asing.  Kehebatan Jakarta, menyebabkan terpuruknya para  pedagang kelas  ekonomi menengah kebawah.  Menimbulnya sebuah dilema secara tidak langsung.

Semoga saja Indonesia siap untuk menghadapi era yang sangat krusial, yakni diberlakukannya ASEAN Economic Community pada tahun 2015. Mudah-mudahan Indonesia siap menghadapi integrasi negara-negara ASEAN di tengah masih banyaknya masalah dalam negeri. 

 




-----------------------------------------------------
REFERENSI:
id.wikipedia.org/wiki/Perhimpunan_Bangsa-bangsa_Asia_Tenggara#Sejarah
http://3gplus.wordpress.com/2008/05/20/asean/
  http://www.kumpulansejarah.com/2013/01/sejarah-berdiri-organisasi-asean.html
 http://blogs.fco.gov.uk/markcanning/id/2013/01/10/sekretaris-jenderal-baru-asean/
http://ditjenkpi.kemendag.go.id/website_kpi/Umum/Setditjen/Buku%20Menuju%20ASEAN%20ECONOMIC%20COMMUNITY%202015.pdf 
http://international.okezone.com/read/2013/01/15/411/746299/jadi-ketua-asean-brunei-prioritaskan-isu-laut-china-selatan

19 comments:

  1. mulai tahun 2015, dengan ada / diberlakukannya AEC, maka di regional ASEAN tidak akan ada bea masuk dan keluar untuk produk2 strategis.
    hal ini demi memperkuat peranan ASEAN dalam perekonomian dunia.

    nah, yang jadi 'masalah' adalah tenaga kerja asing juga akan lebih mudah masuk ke Indonesia. akibatnya, persaingan di dalam negeri akan semakin berat. sebenarnya peluang kerja keluar juga terbuka. syaratnya, kompetensi tenaga kerja Indonesia harus mumpuni.

    pemerintah lewat Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) / Indonesia Qualification Framework (IQF) berusaha mengakomodasi tenaga kerja yang kompeten namun kurang diakui karena alasan2 tertentu (eg: tidak punya ijazah).

    dengan KKNI / IQF, maka keahlian yang didapat lewat pengalaman kerja dapat membawa tenaga kerja mendapatkan pengakuan dan penghasilan setara dengan tenaga kerja yang berijazah pendidikan tinggi. demikian pula yang punya ijazah, pengakuannya bisa kurang jika kompetensinya tidak sesuai dengan deskripsi keahlian yang harus dimiliki di bidang dan strata pendidikannya.

    penyelarasan.kemdikbud.go.id
    www.facebook.com/Penyelarasan.Pendidikan.dengan.Dunia.Kerja

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal bunda Yati.
      mohon maaf jika saya langsung ngalur-ngidul menyambung bahasan tentang AEC.
      ^_^

      pemerintah lewat program Penyelarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja berusaha meningkatkan keselarasan antara proses dan output dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia pendidikan.

      selaras dalam artian, lulusan dunia pendidikan kelak bukan hanya sepenuhnya terserap ke dalam dunia kerja, baik sebagai pegawai maupun wirausaha. namun juga bidang keahliannya sesuai dengan pekerjaan.

      untuk itu dibutuhkan pemetaan potensi daerah dan juga dibutuhkan prediksi atau ramalan kebutuhan keahlian tenaga kerja di masa mendatang.

      Delete
    2. Febrian Bahari Adi, wah, ini seharusnya bisa bunda curi buat bikin postingandi hari pertama tuh, hehe... Salam kenal balik dari bunda ya. Mksh kunjungannya ke blog bunda.

      Delete
  2. Replies
    1. Puanjaaang banget sih namanya. Masa sih lengkap. Makasih deh kalo dianggap lengkap, mudah2an Juri juga berpendapat seperti itu, hehe...ngarep.com T'rimakasih kunjungannya ke blog bunda.

      Delete
  3. Replies
    1. Makasih mama Noofa. Makasih juga kunjungannya.

      Delete
  4. gak terasa sudah sepuluh hariiiii.. wow, sukses Bun :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wow, makasih untuk do'a suksesnya. Mksh juga kunjungan sari widiarti ke blog bunda.

      Delete
  5. Replies
    1. T'rimakasih do'anya dan makasih kunjungan Rizka ke blog bunda.

      Delete
  6. Mudah2an Jakarta akan menjadi lebih baik dengan menjadi ibukota komunitas ASEAN

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah, semua warga Indonesia mengharapkan yang sama, terutama warga Jakarta. Makasih ya kunjungan Catcilku ke blog bunda. Di tantangan #30HariNonstopNgeblog keknya sering jadi Headline ya. Salut.

      Delete
  7. Alhamdulillah, lega sudah bisa melewati tantangan ini ya, Bun. Bunda keren abiiisss. ^_&

    ReplyDelete
  8. T'rimakasih pujian dari anakku yang satu ini. Anakku, guruku juga. Lega banget. Tau gak sih, bunda sampe bingung lho, apa nih yang belum bunda selesaikan ya? Bingung sendiri, keknya ada tugas yang belum selesai. Eeee....gak tahunya, biasanya kan dag-dig-dug belum bikin postingan untuk #10daysforASEAN, qiqiqiiii.... Terasa tenaaang banget. Tapi jadi gak ada tantangan "ngegoogling" untuk nambah ilmu, hehe.... Mksh kunjungan Haya ke blog bunda.

    ReplyDelete
  9. Deg2an ya bunda, moga2 Jakarta bisa menjadi menata diri & menjadi tuan rumah yang baik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuk, masama kita harapkan seperti, jangan cuma dipenuhi sama para preman doank, ya? Makasih udah berkunjung.

      Delete
  10. ah, bunda hebat euy.. postingan yang penuh dengan referensi bacaan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. entik, iya, entik, biarpun gak masuk 10 besar, apalagi buat menang, gpp, yang penting ada sedikit pengetahuan yang bertambah dengan membaca referensi yang dibutuhkan untuk postingan ini. Mksh kunjungan entik ke blog bunda.

      Delete