Saturday, November 02, 2013

.Indahnya Hidup Berdampingan.








Semalam, Jum'at, 1 November 2013, aku menyaksikan tayangan  HITAM PUTIH di televisi (Trans-7) tentang Rohman dan Rohim yang mengalami cacat kelemahan pada otot-otot bagian kaki.. Disamping kekagumanku pada kedua anak ini, juga aku kagum pada perjuangan Suster Rose, dari Yayasan Bhakti Luhur untuk memberikan perawatan kepada Rohman dan Rohim. Tak luput akupum kagum pada perjuangan figur ibu yang begitu gigih mencari jalan untuk kesembuhan kedua buah hatinya. Sekalipun usahanya baru bisa terealisir ketika usia anak-anaknya 5 tahun. Selama 5 tahun itu, kedua anak ini hanya berbaring saja, tanpa mampu mengangkat tubuhnya, apalagi berjalan.



Namun, kita harus percaya bahwa mu'jizat Allah itu bisa datang kapan saja, bisa seketika, bisa juga dalam kurun waktu yang lama. Selama kita masih yakin kepadaNya, maka saat itu akan datang tanpa kita ketahui jadwal dari Allah SWT. Dan bagi ibunda Rohman dan Rohim, jalan yang Allah berikan adalah melalui informasi yang secara tidak sengaja ia terima dari seorang ibu, yang insist agar ibunda Rohman dan Rohim membawa kedua anaknya ke Yayasan Bhakti Luhur itu. Yayasan ini tidak mmberikan obat-obatan kepada Rohman dan Rohin-- hanya terapi.

Mungkin banyak juga para blogger yang menyaksikan tayangan ini. dan pasti berdecak kagum pada suster Rose dari Yayasan tersebut yang juga memberikan fasilitas pengajian kepada Rohman dan Rohim. Juga keyakinan ibunda Rohman dan Rohim yang tidak mempedulikan tentang Yayasan yang bernaung di bawah keyakinan yang berbeda dengan dirinya. Ia tak peduli. Yang penting kedua buah hatinya bisa menjalani terapi yang maksimal di Yayasan ini. Begitu juga dengan Suster Rose yang begitu rendah hati mengatakan, bahwa apa yang ia berikan belum apa-apa dibandingkan dengan apa yang diberikan oleh ibunda Rohman dan Rohim. Seluruh keluarga harus berperan serta dalam pelaksanaan terapi ini. Itu yang ditegaskan oleh Suster Rose. Mulianya hati para Suster dari Yayasan ini juga terlontar dari mulut-mulut mungil kedua anak ini.

Kepercayaan diri kedua anak ini telah terbentuk sedemikian mengagumkan, keduanya bersekolah di sekolah umum untuk anak-anak normal. Nilai-nilai mata pelajaran yang diperolehnya melebihi nilai yang diperoleh oleh anak-anak normal di kelasnya.

Bayangkan, betapa Indahnya Hidup Berdampingan -- makhluk Tuhan dari dua aliran kepercayaan yang berbeda bisa saling membahu dalam menerapkan kasih sayang dan cinta antar sesama umatNya.


Betapa kagum ini bertambah, ketika kemudian disebutkan bahwa Rohman dan Rohim terpilih menjadi Duta Defabel untuk Indonesia. Disamping nilai-nilai hasil pelajaran kedua anak ini yang mencapai nilai tinggi, juga
mereka mempunyai cita-cita yang hebat -- Rohman ingin menjadi seorang dokter anak, sedangkan Rohim ingin menjadi Insinyur. Semoga saja, berkat Indahnya Hidup Berdampingan yang diciptakan melalui Yayasan Bhakti Luhur ini, cita-cita kedua anak ini bisa terlaksana. Aamiin.

Alangkah akan hebatnya Indonesia, andaikan moto serupa juga menebar di hati setiap insan Indonesia khususnya, dan insan di dunia pada umumnya.



10 comments:

  1. iya bunda, setuju itu.
    sayangnya masyarakat kita kadang terlalu chauvinis, menganggap kelompok atau komunitasnya yang paling benar. sehingga kadang merusak fasilitas milik orang lain. >.<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita masih berharap suatu saat kelak ada tercapai kita bisa hidup berdampingan sesaa umatNya. Makasih sudah mampir.

      Delete
  2. betul bunda ... alangkah damai Indonesia bila semua orang bisa dengan bebas melaksanakan segala sesuatunya dengan kebersamaan dan saling toleransi. Sayangnya, tidak semua orang mampu berjiwa besar seperti suster Rose dan ibunda Rohman Rohim.
    Trims ulasannya, bun. Kebetulan saya tak lihat tayangan Hitam Putih yang ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih komentar ani rose. Kita masih bisa berharap saat itu akan datang, kan? Hehe..ulasan yang rada aburadul. Makasih juga sudah mampir ke blog bunda.

      Delete
  3. Ada banyak cara untuk berprestasi, ya bunda. biasanya ketika ada nikmat yang diambil, akan lebih fokus. kebetulan sekali nikmat gerak yg diambil, jadi keduanya memiliki banyak waktu dan energi untuk belajar. Dari sini kita bisa belajar, betapa indahnya karunia Allah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, Susi. Memang betul ada kalimat yang populer, bahwa Allah memberikan kelebihan bagi mereka yang memiliki kekurangan. Makasih sudah mampir ke blog buna. Salam hangat dari Ciputat.

      Delete
  4. Melalui orang-orang Defabel, Tuhan mengingatkan makhluknya untuk selalu bersyukur ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali. Terkadang manusia lupa pada apa yang dimilikinya, sehingga rasa bersyukur itu terabaikan. Makasih sudah mampir ke blog bunda.

      Delete
  5. setuju untuk lebih peduli dengan semua potensi yang dimiliki...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ida Nur Laila, makasih sudah mampir ke blog bunda. Potensi itu adalah anugerah Allah, jadi selayaknya untuk disyukuri dan diamalkan. Makasih sudah mampir ke blog bunda.

      Delete