Saturday, February 22, 2014

Sayangi Dirimu

Tanggal 30 November 2013, alhamdulillah anakku lelaki diizinkan pulang, dalam arti masih harus  menggunakan kursi roda, walaupun kedua kakinya tidak diserang stroke, tapi semata untuk menjaga kestabilan syaraf otaknya. Beberapa advis dokter syarafpun harus dipatuhi, demi tidak terjadinya pendarahan pada syaraf otak, yang, menurut dokter masih ada calon syaraf yang bakal pecah. Dan ini diupayakan dengan obat-obatan/vitamin dan dengan mematuhi nasehat dokter.  Sayangi dirimu, begitu kata dokter.

Begitulah, setelah kontrol ke dokter syaraf pada tanggal 6 Desember, melakukan scanning ulang, anakku diperbolehkan untuk mulai meninggalkan kursi roda.

Seiring berjalannya waktu, anakku merasa ia sudah pulih, bisa berjalan, walau lengan kirinya masih lemah, nasehat dokter tidak ia pedulikan, begitu juga nasehatku. Aku tidak bisa menjaganya dalam kurun waktu 24 jam non-stop, seperti permintaan anak-anakku yang perempuan. Hal yang tak mungkin aku lakukan. (Aku hanya tinggal berdua saja di rumahku), Pria, usia 44 tahun dengan kekuatan kakinya, mana mungkin aku bisa mengawasi selama 24 jam. Tanpa setahuku dia bersilaturakhim ke rumah adik-adiknya atau ke rumah teman-temannya. Ini pasti yang membuat syaraf otaknya bergoncang dan terjadi pendarahan lagi, ketika. tiba-tiba ia jatuh di kamarnya tanpa sebab pada tanggal 26 Januari. Ia segera kami larikan ke rumah sakit UIN dengan mobil ambulance Puskesmas terdekat. Scanning dilakukan, dan memang telah terjadi pendarahan syaraf frontalnya. Kedua kakinya tidak bisa digerakkan, namun, alhamdulillah, belum lumpuh. Anakku bertambah panik dan pada malam ketiga di rumah sakit, ia berontak minta dibawa pulang. Wahai anakku, sayangi dirimu.

Anakku, ketika kedua kakinya sehat.

Ketika  aku tanyakan kepada dokter apa penyebab stroke-nya, dokter memberikan jawaban yang beragam:
  •  bisa karena anakku perokok berat
  •  bisa juga karena anakku menahan stress yang menahun\
  •  bisa karena tensi darah anakku tinggi
  •  bisa pula karena banyak begadang
  •  terakhir kemungkinan karena ada kelainan pada jantung.
Kemungkinan besar karena yang terakhir ini -- kira-kira  12 tahun yang lalu anakku memang pernah mengalami sakit dada yang parah, sehingga dirawat di ICU, RSPP, Kebayoranbaru. Jantungnya bermasalah. Ketika itu dokter menganjurkan untuk pasang cincin, namun kami minta untuk berobat jalan.Dikabulkan. Selama ini keadaan anakku baik-baik saja, sehingga kami, keluarga, tidak mengkhawatirkan tentang kondisi jantungnya, hingga tanggal 15 November 2013, karena ia ceria, energetik dan periang, namun memang memiliki emosi yang sangat tinggi. Anehnya tensi darahnya stabil, berkisar 120-130/8. Fokus hanya kepada pendarahan di syaraf otaknya, yang menyebabkan tidak ada koordinasi antara otak kanan dan otak kiri, yang menyebabkan anakku seringkali bingung kalau diminta untuk berbaring dan menghadap ke kiri atau kekanan.

Karena keinginannya yang kuat untuk pulang, apa boleh buat, aku turuti setelah menanda-tangani Surat Penolakan. Sejak tanggal 29 Januari berbekalkan obat-obatan dari dokter syaraf, aku  merawatnya di rumah anakku yang bungsu, mengingat di rumahku sendiri tidak mungkin menggunakan kursi roda (Rumahku 4L, hehe..)

Kami memperhatikan dan mendukung kesembuhannya. Adik-adiknya silih berganti datang menjenguknya setiap akhir pekan.

Anakku menjadi sangat pelupa tentang hal-hal yang baru ia alami, namun ia mampu mengingat kejadian-kejadian sekian puluh tahun yang lalu secara mendetail. 

Ya, Allah, berilah aku kesabaran yang berlipat ganda dalam merawatnya, karena semakin hari, ia semakin tidak bisa diatur. Keinginannya harus dituruti, kalau tidak, anakku akan marah dan memaki.

Aku ikhlas merawatnya seperti aku merawatnya ketika anakku masih balita. Semoga Allah menguatkan imanku dan mempertebal kesabaranku kala aku menghadapi kemarahan dan keras-kepalanya yang tidak biasa terjadi pada dirinya..

Semoga postingan ini akan memberi inspirasi bagi para blogger untuk menghindari poin-poin yang disebutkan diatas. Kenikmatan merokok/begadang atau apapun yang hanya sejenak, mampu memerosokkan diri kita ke dalam keadaan yang tidak bisa kita kendalikan dan bisa  berakibat fatal di kemudiian hari, pada suatu saat yang tidak pernah kita duga. Sayangilah dirimu sebelum terlambat.

48 comments:

  1. Bundaa.. sedih banget bacanya. yang sabar ya, bun. Semoga anak bunda smakin bertambah baik. Bunda jaga kesehatan juga ya. Ini jadi renungan juga, aku dan suami sering banget begadang bun. Dia banyak kerjaan dan aku nemenin sambil nonton tipi. Ya, harus mulai di hindari ini. Harus mulai menyayangi diri sendiri. Makasih sudah di ingatkan ya bunda. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Makasih do'a Waya Komala buat bunda dan juga anak bunda. Iya, sebaiknya mulai sedikitt demi sedikit dikurangi. Makasih ya kunjungan Waya ke blog bunda. Sekarang saatnya nyuapin pasien nih. Off dulu, ya.

      Delete
  2. Insya Allah saya kurangi begadang bunda. Semoga putranya terus membaik. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, kalau Lusi akan mengurangi begadang karena tulisan bunda. Makasih ya kunjungan Lusi ke blog bunda.

      Delete
  3. bundaaa...menangis membaca kesabaran bunda yati. semoga bunda diberi pahala berlipat dan ananda bisa pulih kembali amin. saya juga tensi tinggi bunda...mungkin karena suka kerja keras...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cupcupcup, sini bunda sekain airmata jagoan SB bunda ini, hehe.. Makasih ya sudah berkunjung ke blog bunda.

      Delete
  4. Replies
    1. Hayaaa..peluk balik penuh sayang dari bunda. Mksh kunjungan Haya ke blog bunda.

      Delete
  5. Salam kenal Bunda Yati, saya jadi terharu banget. Kasih ibu memang sepanjang masa ya... ngga ada yang menggantikannya. Semoga bunda terus sehat dan anaknya segera pulih kembali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal balik dari bunda. Terimakasih kunjungan Memez ke blog bunda.

      Delete
  6. Subhanallah...
    Trimakasih sdh mengingatkn, Bunda ...
    Semoga putra Bunda kondisinya membaik, dan jg Bunda sendiri senantiasa sehat, semangat, dan bahagia..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, andai tulisan bunda n bisa mengingatkan Linda Satibi akan sesuatu (?) Terimakasih banget untuk kunjungan Linda ke blog bunda.

      Delete
  7. Subhanallah...
    Trimakasih sdh mengingatkn, Bunda ...
    Semoga putra Bunda kondisinya membaik, dan jg Bunda sendiri senantiasa sehat, semangat, dan bahagia..

    ReplyDelete
  8. Barokallah, semoga selalu dilimpahi kesabaran dan kekuatan. Semua ujian, apapun bentuknya adalah anugerah Allah untuk meningkatkan kualitas diri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Neny Suswati, itulah yang bunda moho kepadaNya -- kesabaran. Karena yang bunda hadapi ini terkadang membuat bunda jengkel dan pengen nangis. Namun segera bunda sadar bahwa anak bunda ini sedang berjuang melawan ketakutan akan penyakitnya. Alhamdulillah, kesabaran itu kembali muncul.

      Delete
  9. Beruntung anak Bunda punya Bunda. Semoga kondisinya bisa semakin membaik ya Bunda dan Bunda diberi kesabaran yang lebih lagi. Ah, andai di sana, saya mau sesekali mendatangi Bunda.

    Salam sayang dari Makassar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih atas niat baik yang terukir di hati Niar. Semoga saja kita bisa ketemu ya, somewhere, sometime, hehe.. Terimakasih juga kunjungan ke blog bunda dan do'a Niar untuk kami berdua.

      Delete
  10. semoga putranya lekas sembuh ya bunda,,dn kesabaran penuh bwt bunda dn keikhlasan bunda :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Makasih do'a Tita Bunda Aisykha buat anak bunda sekaligus untuk bunda juga serta makasih untuk kunjungan ke blog bunda.

      Delete
  11. Bunda luar biasa. Malu pada diri sendiri ini, Bun. Smg Allah meringankan penyakit putra bunda ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih pujian Rien Dj. Mksh kunjungan dan do'a untuk anak bunda.

      Delete
  12. semoga ananda cepat berasngsur membaik ya Bunda Yati
    dan Bunda diberikan kekuatan dan kesehatan selalu

    salam saya Bunda

    (23/2 : 1)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Makasih do'anya dan kunjungan Om Trainer ke blog bunda.

      Delete
  13. Bunda begitu sabar...semoga putranya lekas pulih ya, Bun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Inna Riana, bunda hanya mencoba untuk bersabar lebih dari biasanya. Makasih kunjungan ke blog bunda dan do'a ntuk anak bunda.

      Delete
  14. sulit berkomentar bunda.... adik ipar saya mengalami hal yang sama 2 tahun lalu, sebulan kemarin katup jantungnya bocor.... tapi tidak tertolong lagi....., semoga anak ibu cepat sembuh...serta diberi kesabaran dalam merawat anak yang sakit....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Innanilahi wainnailaihi rojiuun, memang usia adalah milikNya. Trimakasih do'a enci sasikirani untuk kami berdua.

      Delete
  15. Bunda... terimakasih sudah mengingatkan. Begadang dan stres itu memang sebisa mungkin dihindari ya.. Semoga Allah selalu merahmati Bunda sekeluarga. Aamiin :) *peluk*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, sekiranya itu Pritha anggap sebaggai sebuah peringattan, hehe.. Memang begitu kata dokter, karena itu bunda selalu berusaha untuk cheer-up, apapun yang terjadi, berdo'a dan bersyukur. Terimakasih atas do'anya. Terimakasih juga untuk kunjungan ke blog bunda.

      Delete
  16. Bunda Yati sabar sekali.. Semoga putranya semakin membaik ya Bun :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih pujian ofi tusiana. Alhamdulillah, sejauh ini masih bisa bersabar, mudah2an untuk kedepannya ditambah lagi olehNya kesabaran yang berlipat ganda. Aamiin. Makasih kunjungan ofi ke blog bunda dan makasih juga do'anya.

      Delete
  17. Bunda Yati... semoga Bunda senantiasa diberi kesabaran dan kesehatan.
    Semoga berkah senantiasa berlimpah buat bunda yaa..

    Oya, terimakasih banyak sudah mengingatkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Terimakasih kunjungan catatan kecilku ke blog bunda, juga do'anya. Begitu juga buat catatan kecilku senantiasa berkah jua yang dilimpahkanNya. Aamiin.

      Delete
  18. Bunda semoga Allah meluaskan kesabaran bunda hingga tiada batas. Anak lelaki jika sakit memang temperamental dan kadang kala memaki. Itu pernah terjadi pada sepupu saya yang terbaring sakit hampir setahun. Sewaktu sakit ia kerap membentak dan memaki ibunya serta gampang tersinggung. Sungguh perjuangan para ibu yang luar biasa yang dapat melalui episode ini. Bunda Insya Allah semakin disayang Allah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali Lina W. Sasmita, karena itu bunda berusaha semaksimal mungkin untuk tidak lepas kontrol dan tetap bersabar. Aamiin. Makasih kunjungan Lina ke blog bunda.

      Delete
  19. Bundaa,, semoga semakin diberi kesabaran, ketangguhan hati, keikhlasan dan pasti kesehatan untuk merawat putranya. Ini adalah kendaraan bunda untuk menambah pahala demi pahala. Amiin. Love you bundaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, itu yang bunda harapkan. Terimakasih do'a Heni Prasetyorini untuk bunda. Makasih kunjungan Heni ke blog bunda. lv u 2

      Delete
  20. Setuju sama Mba Heni dan teman2 di atas..menjadi jalan untuk "Wonder Bunda"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah. Makasih kunjungan ketty husnia ke blog bunda.

      Delete
  21. Bunda pasti bisa menjaganya. :) Semoga lekas sehat kemabali untuk Anak Bunda, ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Insya Allah. Yang paling penting bunda harus bisa melipatgandakan kesabaran. Terimakasih kunjungan Idah Ceris ke blog bunda.

      Delete
  22. Bunda pu turut berduka cita bunda...semoga bunda diberi kekuatan untuk menerima takdir ini berpulangnya beliau. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun

    ReplyDelete
    Replies
    1. puteriamirillis, makasih untuk do'a agar bunda diberi kekuatan menerima kenyataan ditinggalkan oleh sang putera tercinta. Makasih juga kunjungan pu ke blog bunda tepat pada saat kepergian anak bunda. lv u pu.

      Delete
  23. Replies
    1. Dex Banner, u must be flattering me. My above mentioned writing is totally about my son, my only son, when he was hospitalized. But everything is over now. He passed away on 8 March 2014 due to heart attach. He's now with HIM, peacefully.l

      Delete
  24. Bunda terharu membacanya, kasih sayang yang besar sangat terasa sekali dari Bunda ...

    Terimakasih nasihatnya Bunda...

    ReplyDelete