Sunday, September 21, 2014

Eratnya Ikatan Kekeluargaan Itu

Eratnya ikatan kekeluargaan itu memang amatlah penting dalam menjaga hubungan antar keluarga agar tetap solid atau kokoh dan  berkesinambungan. Bahkan tidak saja hubungan antar keluarga yang harus dijaga, tetapi juga hubungan antar tetangga dan antar sesama umatNya, baik dari mereka yang hidup dalam naungan kepercayaan atau agama yang sepaham atau yang tidak sepaham. Sepaham di sini diartikan menganut agama yang sama. Karena di mata Sang Pencipta kita adalah sama, tidak ada perbedaan si kaya dan si miskin, pun tidak juga dalam menganut agama Muslim atau Non-Muslim. Di muka bumi ciptaanNya ini kita semua sebenarnya bersaudara. Hanya mungkin persepsi setiap orang terkadang berbeda dalam menafsirkannya.
Adikku (pr. berjilbab ungu) dan adik lelaki baju batik dan kel.


Lebaran 2014 (adikku - pr. berjilbab hitam bersama anak cucunya) 


Foto keluarga Lebaran 2011 (Anak lelakiku tidak ikut serta di sini.)
Eratnya ikatan kekeluargaan itu sengaja aku ambil sebagai judul postingan, semata untuk mengingatkan kepada siapa pun, bahwa menjaga eratnya ikatan itu, baik antara bersaudara --  kakak beradik, sekandung ataupun tidak sekandung, atau antara para sepupu dengan aliran darah yang kental dari garis keturunan yang lurus atau tidak lurus, tidak ada ruginya untuk dijaga kesinambungannya. Lebih akrab lagi di telinga setiap insanNya hubungan ini dikenal sebagai ungkapan menjaga hubungan silaturakhim, terkadang juga kebanyakan kita menyebutnya silaturakhmi. Yang penting maksudnya menjaga kesinambungan sebuah hubungan, baik antar saudara atau pun antar kerabat, handai taulan, atau dalam pertemanan. Dengan nawaitu yang tulus, eratnya ikatan kekeluargaan itu tidak terlalu sulit untuk dilaksanakan.. Trik yang paling mudah adalah dengan mengingat kebaikan seseorang, walau sedikit, maka hati ini akan dengan damai dan ikhlas melakukan sebuah hubungan silaturakhmi yang membuat hidup ini menjadi sesuatu yang patut disyukuri..
Foto Hari Raya 2009 (keluarga lengkap)
Pada zaman era globalisasi yang semakin pesat dan kemajuan teknologi  yang semakin canggih, dengan sebuah niat yang tulus, tidak ada lagi alasan untuk tidak saling bersilaturakhim karena alasan kedaan lalu lintas yang macet. Ya, di mana pun kemacetan lalu lintas tidak bisa dipungkiri lagi -- hampir di setiap wilayah selalu saja kemacetan menjadi sebuah kendala utama, tapi untuk bersilaturakhim, bisa dilakukan melalui telepon genggam,  atau sesekali saling menyapa melalui  sarana lain yang bisa kita gunakan untuk bertegur sapa misalnya melalui jejaring sosial, baik fesbuk atau twitter yang paling umum setiap orang memiliki akunnya, atau paling tidak setahun sekali ketika Lebaran tiba. Hal yang terakhir ini kerap dilakukan oleh para keponakan tercinta adik-beradik beserta cucu-cucu keponakanku. Mereka adalah keluarga besar dari adik sepupuku (alm.) dan tetap terjaga hubungan ini hingga kini. Alhamdulillah.

Bahkan ketika anak lelakiku sakit, para keponakan ini langsung meringankan langkah untuk menjenguk. Bukan itu saja, bahkan kunjungan itu diikuti dengan sumbangan materi untuk biaya pengobatan anak lelakiku yang tidak sedikit jumlahnya. Do'aku selalu untuk para keponakan tercinta agar rezeki mereka selalu berkah dan Allah melimpahkan kesehatan untuk keluarga besar mereka.  Aamiin, ya, Rabbal'aalamiin.  O-ya, keponakan-keponakanku yang semuanya telah berkeluarga ini adalah dari garis keturunan ayahku. Nenek mereka adalah adik kandung ayahku. Jadi hubungan kekeluargaan kami sangatlah dekat.
Foto Keluarga Besar sepupuku (almarhum dan almarhumah) -- foto milik Candra Setia.

Sebagian keluarga besar sepupuku (alm) yang rajin bersilaturakhmi.

Kesempatan menuliskan postingan Eratnya Ikatan Kekeluargaan Itu juga aku gunakan untuk mengucapkan terima kasih yang tak terhingga, secara tertulis, atas perhatian mereka yang penuh cinta dan sayang. Tak ada balasan yang mampu aku berikani, selain do'a agar mereka dan keluarga besarnya selalu dilimpahi berkah dan selalu pula dalam lindungan Allah SWT. Aamiin.

Eratnya Ikatan Kekeluargaan Itu aku terapkan kepada anak cucu kandungku, agar mereka saling mengasihi dan saling erat serta akrab.


30 comments:

  1. mengingat kebaikan yang sedikit..justru makin memper erat kekeluargaan..., dari pada harus mengenang-ngenang kejelekan ya bun...., jauh silaturahmi...rejeki bakal jauh juga..., mending ikatan keluarga makin erat ...keberkahan akan tumbuh terus...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali Nova Novili, semoga kita semua bisa seperti itu, ya. Terima kasih kunjungan Nova ke Blog Bunda.

      Delete
    2. bener banget yak, setiap manusia pasti punya kelebihan dan kekurangan masing2.. jdi lbh baik mengingat yg baik2 aja :)

      Delete
  2. Bonding dalam keluarga apalagi ada ikatan darah nggak bisa dijauhkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ikatan bathin tak kan terpisahkan, walaupun hanya bertemu sekali-sekali. Terima kasih, Nunu sudah berkunjung ke blog Bunda.

      Delete
  3. hai bunda,senang rasanya bisa liat foto2 bunda bersama keluarga,ikatan keluarga itu sama dgn ikatan batin,ketika salah satu sakit atau ditimpa masalah maka yg lain pun ikut merasakan'y,salam hormat utk bunda smg sehat selalu yaaa....:)

    ReplyDelete
  4. Betul sekali, aira abdullah, sudah seharusnya kita menjaga ikatan kekeluargaan semaksimal mungkin. Terima kasih kunjungan aira ke blog Bunda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmmm ikatan keluarga emang ikatan yang paling kuat mbak :')

      Delete
  5. Iya Bunda, silaturahmi memperpanjang usia juga ya Bunda....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, fitri anita, Bunda juga pernah mendengar yang seperti itu, tapi yang pasti silaturakhmi itu mempererat persaudaraan, baik dengan saudara atau teman. Terima kasih kunjungan fitri ke blog Bunda.

      Delete
    2. misi kak sekedar silaturahmi dan salam kenal ^^

      Delete
  6. Ngunjungin rumah bunda pasti asyik, soalnya rumah mayanya aja yang pinky ini sangat menyenagkan apalagi yang nyata ya bun, nampak dalam keakraban keluarga di foto-foto bunda...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, kalau marwiah hamid merasa asyik di rumah maya Bunda yang pinky ini. Makasih juga kunjungan marwiah ke blog Bunda.

      Delete
  7. Kebaikan oranglain memang akan terus terdemat di hati ya, Bund. Btw, tulisan ini bisa diikutkan giveawaynya Mba Irowati lho, Bund. Temanya tentang silaturrahim gitu. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hampir satu tahun baru bunda respons komentar ini. Maafkan bunda, ya Idah Ceris. Kebiasaan kalau menjawab komentar selalu untuk postingan yang teranyar doank. Bag habit. Makasih kunjungan dan maafkan Bunda yang lengah ini.

      Delete
  8. Senang lihat foto-fotonya Bunda Yati, ceria selaluuuu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, Una, Bunda masih bisa ceria seperti ini, berkat anak-anak dan teman-teman juga lho. Makasih kunjungan Una, tapi maafkan bunda,ya, balesnya hampir setahun nih, hiks...

      Delete
  9. Melihat foto2 di sini jd kangen kumpul2 keluarga besar.. Hihi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maafkan bunda jnynita, hampir satu tahun baru bunda buka lagi postingan ini. Mudah-mudahan bertambah sering kumpul keluarga, ya. Makasih kunjungan jnynita ke blog bunda.

      Delete
  10. Mempunyai keluarga yang rukun dan erat ikatannya adalah impian kita semua ya Bunda. Insya Allah apa yang kita inginkan ini, betkat usaha terus menerus dikabulkan Allah. Amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, ya, Rabb. Makasih kunjungan Evi ke blog bunda. Maafkan bunda baru membuka postingan ini, setelah hampir satu tahun.

      Delete
  11. ketika salah satu sakit atau ditimpa masalah maka yg lain pun ikut merasakan'y,salam hormat utk bunda smg sehat selalu yaaa....:)

    ReplyDelete
  12. Senang lihat foto-fotonya Bunda Yati, ceria selaluuuu :)

    ReplyDelete