Monday, April 27, 2015

#BeraniLebih Percaya Diri Walau Tanpa Gelar



Lamaranku untuk menjadi Guru Bahasa Inggris di Lembaga/Yayasan /Kursus-kursus, tak satu pun membuahkan hasil. Alasan yang pasti - Kami hanya menerima lulusan S-1.  Sirnalah harapanku untuk menjadi guru. Aku melamar tidak untuk income. Support anak-anakku lebih dari cukup. Aku hanya ingin mengembangkan dan menyumbangkan ilmu yang sedikit aku miliki. Aku tidak akan meminta salary yang  besar atau fasilitas yang gimanaa...gitu. Karena bagiku, di umurku yang  sudah tujuhpuluhtahun (2009), yang terpenting aku harus memiliki aktifitas otak dan kegiatan lain yang positip. Agar tidak cepat kena penyakit 5 huruf. P-i-k-u-n, hehe...

Setelah gagal melamar sebagai guru pada tahun 2009, aku sibukkan diri dengan menulis postingan di blog. Hati ini masih saja menggeliat mencari-cari sesuatu yang lebih dalam diri untuk dikembangkan. Kemudian seperti mendapat 'durian runtuh' -- di sebuah pesta pernikahan, seorang Ibu Ketua Majelis Taklim mendatangiku dan langsung menanyakan, apakah aku bersedia membantu mengajar anak-anak yang ekonomi keluarganya masih di bawah standard.  Ibu ini memintaku untuk mengajar bahasa Inggris.

Tentu saja mendengar pertanyaan ini, gayung pun bersambut. Allah Mahatahu apa yang tersembunyi di relung hatiku yang paling dalam, sebuah keinginan yang sudah mendarah daging selama ini -- mengembangkan sambil menyumbangkan ilmuku yang sedikit agar bermanfaat  Mungkin aku agak kecewa, ketika lamaran-lamaran yang aku kirimkan, tidak satu pun yang mendapat tanggapan atau balasan.  Aku sadar siapa diriku. Walau aku mampu berbahasa Inggris, namun titel atau gelar yang menjadi persyaratan tidak aku miliki.  Kemudian, haruskah dengan kekurangan yang aku miliki itu aku akan menyerah? Alhamdulillah, Allah memberikan sebuah lorong yang harus aku lalui dengan berbesar hati. Sebuah lorong yang belum pernah kaki ini menjejakkannya di sana.  Tanpa ragu aku terima tawaran beliau. Why not? No harm to try. Aku harus #BeraniLebih percaya diri walau tanpa gelar. Niat yang baik, Insya Allah akan berbuah baik juga. Itulah sebuah moto yang membulatkan tekadku menerima tawaran tersebut.

Jumlah muridku waktu itu sekitar 30 orang, mereka beragam dari kelas empat sampai dengan kelas sembilan.  Aku mengajarkan kepada anak-anak didikku ini, bukan saja tentang pelajaran bahasa Inggris, tapi juga sedikit demi sedikit berusaha menumbuhkan dalam diri mereka kepercayaan diri. Mereka tidak boleh merasa rendah diri karena belajar tanpa dipungut biaya apa pun. Bahkan sebaliknya akulah yang harus berterima kasih,  karena mereka sudah memberikan kepadaku lahan --  tempat di mana aku bisa belajar sambil mengajar dan menyumbangkan ilmuku yang sangat sedikit. Bisa dibayangkan, betapa aku #BeraniLebih percaya diri walau tanpa gelar mengajar tigapuluh orang murid pada pengalamanku yang pertama  sebagai guru.
Aku dan anak didikku di Acara Lomba

Sejauh kita berusaha dengan niat yang tulus, rezeki Allah yang mengatur.

Seorang gadis manis memintaku untuk memberinya pelajaran Conversation.  Lowongan pekerjaan menantinya di Singapura. Dia harus #BeraniLebih percaya diri dalam wawancara. Aku gembleng dengan penerapan pronunciation dan intonation. Dua hal yang amat penting. Kabar yang membuat aku gembira -- ia diterima sebagai staff dan terbang ke Singapura.  Alhamdulillah.

Aku tidak akan berhenti berbagi. selagi aku bisa. Kini, sejak Maret 2015 aku adakan pelajaran khusus untuk anak-anak yatim, gratis, di rumahku. Mulai 1 orang, kini sudah 5 orang. Will gradually increase, I hope.


Facebook: www.facebook.com/yati.rachmat 
Twitter: @yatirachmat 

LINKEDIN: id.linkedin.com/pub/yati-rachmat/20/28a/774/en
PINTEREST: https:www.pinterest.com/yatirachmat
GOOGLE+: google.com/+yatirachmat

Email: yatirachmat@yahoo.com

Words 500. 


32 comments:

  1. Kalau sdh terjun ke lapangan title tdk ada apanya dibandingkan skill dan pengalaman ya bun :)... salam kenal. Keren melihat bunda msh aktif dan produktif di usia tsb. #2thumbs

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal balik dari bunda untuk Riana Umasita. Salam hangat dari Pamulang. Makasih ya sudah berkunjung.

      Delete
  2. Masya Allah Bunda, semangatnya luar biasa. InsyaAllah menjadi ladang amal yang pahalanya tak akan pernah putus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, Ika Puspitasari. Semoga bunda akan selalu bisa mengamalkan ilmu yang cuma sedikit ini. Makasih kunjungan Ika ke blog bunda.

      Delete
  3. Waaa kereen. Pasti bunda baahagia bgt krn Anak didik bunda berhasil yaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, noe, tentu sangat bahagia, tapi sudah hampir 3 tahun gak pernah ketemu nih. Kangen sama mereka. Makasih kunjungan noe ke blog bunda.

      Delete
  4. Kereeennn... subhanallah...smg sy tertulari semangat bunda...salam hormat bunda:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, insya Allah akan muncul semangat yang sama dalam diri nani djabar. Salam manis dari Pamulang dan terima kasih atas kunjungan nani ke blog bunda.

      Delete
  5. Ah bunda mah keren! Aku ngefans pokoknya :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihiii...selebriti kalleee koq pake ngefans segala. Putri KPM mah aya-aya-wae. Gimana? Udah sehat sekarang, Put? Makasih ya kunjungan Putri ke blog bunda.

      Delete
  6. You are awesome, Bunda!!

    Keep teaching. Keep learning.

    Lots of love.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks a lot for flattering me, friddaherlina. Oke, I will for sure. Thank you for visiting my blog.

      Delete
  7. Semangat terus, Bunda. Alhamdulillah akhirnya kita bisa ketemuan juga.
    Semoga Bunda sehat selalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Ratna Amalia. Iya, bunda juga seneng banget ketemu Ratna di UN building tempo hari, soalnya bunda ini ngefens lho liat pp-nya yang cuman secuil tapi, gimanaaa, gitu. Makasih kunjungan ke blog bunda.

      Delete
  8. hebaaatttt bundaaa.. masih terus aktif, salut salut bunda :*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bunda ingin sekali agar terhindar dari tamu yang terlalu dini datangnya, itu lho tamu yang bernama Miss Piken, hehe... Makasih pujian Namora Ritonga dan terima kasih juga kunjungan ke blog bunda.

      Delete
  9. Waaah bunda hebaat yaa...salut..

    ReplyDelete
  10. Terima kasih untuk pujian Nunung Yuni A, tapi bunda belum merasakan hebatnya sampai saat ini, tapi semangat aja yang semakin menggebu, gemes kalo ada yang ngucapin bahasa Inggris gak sesuai keinginan bunda, hehe...aneh, ya? Tapi itulah bunda. TK kunjungan ke blog bunda.

    ReplyDelete
  11. Sangat menginspirasi. Semangatnya luarrr biasa.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. ila yatifa, terima kasih andai tulisan bunda bisa menginspirasi. Semangat juga buat ila. Makasih kunjungan ila ke blog bunda.

      Delete
  12. Replies
    1. Tetap semangat. Lupa punya satu botol Jelly Gamat Gold. Begitu dilihat udah kadaluarsa, huhuhuu... Makasih pujian hebatnya dan makasih juga kunjungan Kedai Jelly Gamat Gold G ke blog bunda.

      Delete
  13. Bunda selalu kelihatan percaya diri, kok :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, kalo gitu, Chi. Makasih kunjungan Chi ke blog bunda.

      Delete
  14. Replies
    1. Makasih Een Endahyuanah untuk salute-nya. Makasih juga kunjungan Een ke blog bunda.

      Delete
  15. Bunda, semoga selalu sehat, semangatnya menginspirasi
    Saya mau ikut lomba ini, telat hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Makasih do'a Yanti untuk kesehatan Bunda. Koq bisa telat? hehe... Makasih ya kunjungan Yanti ke blog ini.

      Delete
  16. Bunda emang top, saya sangat salut...semoga bunda bisa terus menginspirasi bagi yang muda-muda...sukses untuk lombanya ya bunda

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, kunjungan ke blog bunda dan untuk do'anya. Tapi biasanya sih ikutan kek gini, jaraaang menang, hehe... Gakpapa, yang penting Bunda suka sensasinya. Alhamdulillah andai Bunda bisa menginspirasi kaum muda. Aamiin.

      Delete
  17. Bunda luar biasaaaaa....kereen deh kalau berguru ama bunda, penuh semangaaat :)...semoga menang di kontes ini juga ya Bun..rajin deeeh, semoga selalu tertular semangatnyaaa :)

    ReplyDelete
  18. saluut sama semangat Bunda, kalau mengajar dari hati,insyaalloh hasilnya melebihi yang hanya pake gelar :)

    ReplyDelete