Thursday, July 09, 2015

Acara Mizan -- Temu Jurnalis, Blogger, dan Penulis 2015


Acara Mizan  -- "Temu Jurnalis, Blogger, dan Penulis 2015" -- Judul yang menarik. Semula agak sungkan juga aku untuk hadir memenuhi undangan dari Panitya melalui Mbak Nunik Utami Ambarwati -- seorang Penulis yang telah berhasil menerbitkan puluhan novel. Tapi keingintahuanku menyeruak begitu kuat sehingga memadamkan api pesimisme-ku yang hampir membunuh kesempatan yang langka ini.Tema yang menarik #RayakanIndonesiamu: Ribuan Pulau Kebaikan dan venue diadakannya acara ini di Balai Sarwono, Joglo@Kemang, Jl. Madrasah No14, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, menambah kuatnya daya tarik bagiku untuk hadir. Acara Mizan pun diadakan pada jam-jam yang memungkinkanku untuk meninggalkan Cucu, disamping ada blogger yang baik hati, Sa Hanniffy, bersedia memboyongku ke acara, Rabu, 10 Juni 2015, pukul 09.30
 CEO Mizan Grup, Dr. Haidar Bagir, bersama para narasumber seusai acara.
 (Source: Antara News/Nanien Yuniar)

Berkaitan dengan tema #RayakanIndonesiamu: Ribuan Pulau Kebaikan -- sebelum acara dimulai seluruh hadirin diminta dengan semangat  menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan menampilkan seorang penyanyi, Budi Do-Re-Mi, mempersembahkan sebuah lagu ciptaannya berjudul "Bumi Manusia." Lagu ini diciptakan oleh Budi Do-Re-Mi terinspirasi dari sebuah buku Roman, karya Pramoedia Ananta Toer berjudul sama. Budi sangat mengagumi Pengarangnya, namun beliau sudah almarhum, sehingga tak bisa lagi ditemui. Jadilah lagu Bumi Manusia ia persembahkan sebagai sebuah do'a tulus dari Sang Pengagum untuk Sang Idola.
Budi do-re-mi

Bumi Manusia pasti bercerita tentang manusia dan kekerasan-kekerasan yang terjadi di masanya. (Aku jadi penasaran ingin mencari dan memiliki buku Bumi Manusia ini). Sangat pas lagu itu ditampilkan oleh Budi Do-Re-Mi, karena erat kaitannya dengan harapan Mizan ikut bertanggung-jawab meredam kekerasan dalam bentuk apa pun di bumi tercinta ini. Karena lagu ini, Budi Do-Re-Mi diminta menyumbangkan lagi dua buah lagu, bahkan CEO Mizan Grup, Dr. Haidar Bagir, kepincut dan berkenan mengundangnya untuk sebuah acara spektakuler yang akan diadakan pada bulan Oktober 2015.

Titik tolak diadakannya acara Mizan ini semata karena Mizan mengharapkan dan menginginkan agar anak bangsa menebar kebaikan demi terciptanya perdamaian di Indonesia pada masa depan, dengan melakukan berbagai aktivitas yang positif. Demikian juga menurut Irfan Amalee, Aktivis Peace Generation, perdamaian harus diciptakan. Berbagai bentuk kekerasan yang seolah telah menjadi hobi dan bagian hidup para remaja --  yang kerap terjadi -- harus diberantas dengan penuh kebijaksanaan.

Menurut Irfan Amalee,  kekerasan seperti tawuran, bullying, berbagai jenis pelecehan seksual adalah merupakan 90% kekerasan yang berulang. Kenapa? Karena kekerasan yang terjadi adalah kekerasan yang dilakukan sebagai balas dendam atas sesuatu yang pernah terjadi/dialami oleh para pelaku, sehingga tanpa sadar kekerasan terjadi dan terus terjadi secara turun temurun di sekolah atau di perguruan tinggi -- layaknya sebagai balas dendam. Hanya sekitar 10% saja kekerasan yang baru. Kekerasan harus ditinggalkan. Menciptakan perdamaian seharusnya dilandasi oleh keinginan tulus dan kesadaran dari setiap warga di bumi pertiwi ini.

#RayakanIndonesiamu: Ribuan Pulau Kebaikan. Tebarkan kebaikan untuk membangun Indonesia maju dan berwibawa.Tajuk yang diangkat dalam acara Mizan merupakan upaya untuk membangkitkan semangat anak negeri agar sebanyak-banyaknya menebar benih kebaikan di masyarakat. Tak pelak lagi andai hal ini dilakukan, akan lahir dan bermunculan anak-anak bangsa yang memiliki kreativitas dan memiliki wibawa sehingga tak mudah dipengaruhi oleh unsur-unsur dari luar yang bersifat negatif.  Buku Irfan Amalee berkolaborasi dengan Erik Lincoln berjudul "12 Nilai Dasar Perdamaian" berisi 12 modul tentang perdamaian. Irfan Amalee yang menulis buku-buku Islam yang kental dengan tema perdamaian, mendapat Award dari British Council. Pembangunan, perdamaian Indonesia terletak pada aktivitas para generasi baru. Generasi muda yang harus dibina, dibimbing, diberi pengarahan, agar arti perdamaian bisa meresap ke dalam jiwa dan hati mereka. Generasi muda harus dirangkul dan turut bersama menebarkan #Rayakan Indonesiamu: Ribuan Pulau Kebaikan. Sebarkan kebaikan semaksimal yang bisa kita lakukan.
Irfan Amalee -- Penulis Buku-Buku Islam Bertema Perdamaian

Acara Mizan menampilkan narasumber, -- sosok pemuda yang pantang menyerah, penuh kejujuran,  pembelajar yang keras dan tangguh untuk mencapai cita-citanya, demi kelak membangun Indonesa yang berkarakter, disiplin dan penuh kejujuran. Dialah Andri Rizki Putra.

Ketika dipersilahkan naik ke panggung Andri Rizki Putra, sama sekali tidak menampakkan satu keistimewaan yang dimilikinya. Aku benar-benar terkesima karena penampilan anak muda yang biasa-biasa saja ini ternyata luar biasa. Pemuda ganteng ini usianya baru duapuluhan, bahkan apa yang kemudian diuraikannya menimbulkan geleng-geleng kepala dan  decak kagum yang hadir. Kiki, begitu ia biasa disapa, bercerita ketika di sekolahnya (SMP), sekolah Unggulan pula, Kiki menemukan ketidak-kejujuran. Guru telah menyediakan, bahkan memberitahukan "kunci jawaban" ujian. Ironis sekali dan sangat bertentangan dengan hati nurani Kiki. Menurutnya jalan yang ditempuh para pendidik tidak mengarahkan anak didik menjadi siswa/siswi yang jujur dan berkarakter terpuji. Ia berontak dan keluar dari sekolah.

Walaupun demikian, semangat belajarnya tidak pernah sirna. Setelah duduk di SMA yang ternyata hanya bertahan selama dua setengah bulan, ia keluar karena trauma -- membayangkan akan terjadi lagi ketidakjujuran di akhir tahun seperti yang dialaminya di SMP.  Setelah dua setengah bulan keluar dari sekolah, Kiki menjadi anak putus sekolah.

Ia sadar harus memimpin dirinya sendiri dan tidak boleh berhenti belajar. Sebuah keputusan untuk belajar melalui Paket C (setara dengan SMA) pun dilakukan. Ia tidak pernah membeli buku-buku pelajaran baru. Berbagai bahan pelajaran ia pinjam dari teman, alumni sekolah, buku-buku bekas, tidak peduli mata pelajaran apa dan untuk tingkat berapa serta kurikulum tahun berapa. Semua ia pelajari secara otodidak, tanpa guru, Kiki menyebutya "unschooling" dan berhasil menyelesaikan Paket C ini hanya dalam waktu satu tahun. Prestasi ini membawa Kiki dengan mudah melewati testing dan lulus untuk kuliah di Fakultas Hukum, Universitas Indonesia. Gelar S1 Sarjana Hukum telah ia miliki --  diselesaikan dalam waktu 3 tahun dengan predikat "Cum Laude." Kiki kini sedang berusaha menembus test untuk mengambil Idjazah ke jenjang yang lebih tinggi di Luar Negeri (Cambridge University).

Menyadari banyaknya anak-anak bangsa yang putus sekolah karena ekonomi orangtua tidak menunjang, tergerak hati Kiki untuk membantu anak-anak kurang mampu agar bisa belajar. Pada tahun 2012 Kiki mendirikan sebuah yayasan dengan nama Yayasan Pemimpin Anak Bangsa (YPAB), dimulai di sebuah garasi yang kurang layak untuk tempat belajar, namun dengan gigih dan tanpa putus asa ia lanjut berjuang demi anak-anak bangsa yang tidak bersekolah agar bisa belajar, gratis. Kini tempat yang layak bisa dinikmati untuk belajar dengan tenang. Rumah belajar YPAB ada di Medan, Tanah Abang dan Bintaro. Untuk mengikuti sekolah di YPAB ini tidak ada batasan usia, siapa saja bisa menjadi peserta didik. YPAB dalam melaksanakan misinya dibantu oleh para volunteer yang memiliki variant jenjang pendidikan dan pengetahuan, dengan syarat memiliki  komitmen yang tinggi.

Semoga anak-anak didik atau siapa pun yang telah mengikuti pendidikan di YPAB akan menjadi manusia yang pintar, jujur dan berdedikasi seutuhnya untuk menjadikan masyarakat yang adil, jujur, makmur dan berwibawa. Aamiin. Semoga apa yang ditunjukkan oleh Kiki akan menjadi obor dalam tujuan sesuai tema #RayakanIndonesiamu:Ribuan Pulau Kebaikan.
Andri Rizki Putra, Pendiri YPAB yang menekankan KEJUJURAN kepada anak didiknya.

Narasumber berikut, Izzati, sebagai penulis muda bangsa, telah membuktikan generasi muda yang
berkarya dan berbuat sesuatu yang positif -- pada usia yang masih sangat muda, usia 8 tahun Izzati telah memiliki karya pertama berjudul "Powerful Girls."  Semoga tebaran semangat Izzati dalam acara Mizan akan membakar semangat para generasi muda. Melalui semangatnya, anak-anak bangsa bisa beraktivitas yang positif, sehingga terciptalah perdamaian di bumi Indonesia tercinta ini. Izzati gadis manis memiliki multi-talenta, karena selain menulis, ia pun mampu bernyanyi, memainkan beberapa alat musik antara lain biola. Banyak buku-buku karya Izzati yang telah diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama.
Wawancara dengan Izati - Penulis Muda 
Izati yang memiliki multi-talenta

Acara Mizan -- Temu Jurnalis, Blogger, dan Penulis, juga menampilkan nara sumber Safiq Pontoh, Ketua, Gerakan Indonesia Berkibar. Secara gamblang beliau menjelaskan betapa kayanya Indonesia yang berkarateristik kelautan ini. Tapi kenapa apa yang berkualitas terbaik, yang seharusnya kita nikmati, justru diexport dan Indonesia hanya menikmati hasil bumi yang berkualitas nomor dua. Beliau menyarankan agar informasi apapun yang disebarkan melalui Sosmed hendaknya bersifat positip. Beliau pun mengajak Indonesia untuk berkebun agar tanahnya subur dan kita bisa memetik sayur-sayuran segar yang kita budayakan sendiri. Badan sehat tanah pun subur.

Safiq Pontoh

Last but not least: Wahai para generasi muda -- Tebarkanlah kebaikan untuk menciptakan perdamaian, karena di pundak kalianlah Indonesia bersandar untuk menuju sebuah negara yang damai, adil, berwibawa, sejahtera, dan penuh kejujuran.

Narasumber berikut Ibu Henny Supolo Sitepu, Ketua Yayasan Cahaya Guru menjelaskan betapa pentingnya networking. Dan untuk membuktikan, semua yang hadir diminta berdiri, saling menghampiri, bertatap mata, dan bersalaman. Keceriaan akan serta merta mencuat dari wajah begitu kita saling bertegur sapa dan menebar senyum. Menimbulkan kedamaian. Ibu Henny seringkali menjelajah ke pelosok Indonesia melalui Yayasan Cahaya Guru untuk memberikan pelatihan kepada para guru.

Sosok Ibu Henny dengan sorot mata yang jernih.
Kemudian, saat yang tak terduga, audiences mendapat suguhan segar dari seorang Pidi Baiq yang menyanyikan beberapa lagu dengan syair-syair yang lucu dan mengocok perut, apalagi ketika Pidi membawakan sebuah lagu dengan judul "Ketika Anjing Bernama Kucing"...huahuahua...riuh ketawa dalam ruangan...

Di sini aku cuplikan dari Goodreads tentang siapa Pidi Baiq :
Pidi Baiq adalah seorang seniman yang punya banyak kelebihan. Selain sebagai seorang musisi dan pencipta lagu, ia juga seorang penulis, ilustrator, pengajar dan komikus.
Pidi Baiq mengaku imigran dari surga yang diselundupkan ke Bumi oleh ayahnya di Kamar Pengantin dan tegang.
Pidi Baiq in action dan mengundang tawa segar menggelegar. Siiip... (Source: Sally_Fauzi)

Tanpa membuang kesempatan tak lupa aku bernarsis-ria bersama Andri Rizki Putra, pemuda, anak Bangsa yang dengan teguh berkiblat pada kejujuran. Bravo, Kiki.

SELAMATKAN INDONESIA DENGAN PERDAMAIAN
TEBARKAN KEBAIKAN
TEGAKKAN KEJUJURAN 


8 comments:

  1. Anak-anak muda yang kreatif ya, Bunda Yati.
    Sudah pernah bertemu dengan Izzati, di salah satu penjurian event Penulis Cilik, kagum dengan multi talenta Izzati. Tetap berkarya dan sekolahnya pun berprestasi.
    Bunda Yati pun begitu :)

    ReplyDelete
  2. dari tangan anak-anak muda inilah Indonesia bisa maju dan berkembang ya bun

    ReplyDelete
  3. Acara yang luar biasa, penuh inspirasi, termasuk Bunda seorang inspirator juga :)

    ReplyDelete
  4. Wah, ada Izzati. Aku suka tulisannya, bun. Dulu pernah baca. Sekarang dia udah besar banget ya.

    ReplyDelete
  5. Bertabur bintang ya acaranya Bunda.. Pasti banyak manfaat yang diperoleh.. Dan merka masih muda-muda sekali..

    ReplyDelete
  6. Seneng banget baca postingan bunda. 😁yang muda yang berkarya. Etapi bunda keren lhoo..

    ReplyDelete
  7. Semoga makin banyak anak muda yg kreatif dan ikut mencerdaskan bangsa ini

    ReplyDelete
  8. kagum saya sama semangatnya Andy Rizki :)

    ReplyDelete