Wednesday, July 22, 2015

Guru Tanpa Gelar, #BeraniLebih Light of Women

Secara simbolis hadiah aku terima dari Pendiri Light of Women, Mbak Maya Siregar (Source: LoW)
Acara yang diadakan oleh sebuah Non-Profit Organization, Light of Women pada tanggal 13 Juni 2015 dalam rangka mengumumkan para pemenang peserta Lomba Menulis #BeraniLebih, di Gedung Panin Bank, 6th Floor, Jl. Pecenongn Raya, Jakarta Pusat. 

Menurut keterangan Panitya Lomba, jumlah peserta lebih dari 350 peserta. Sebuah ajang lomba untuk memancing para perempuan mengungkapkan kepiawaian menulis sejalan dengan passion yang  mereka miliki dengan penuh percaya diri. Perempuan pasti bisa!

#BeraniLebih telah mencuatkan keinginanku untuk ikut serta. Meluncurlah sebuah tulisan tanpa basa-basi dalam  menempatkan sebuah keinginan yang sudah lama terpendam, yaitu keinginan untuk menjadi seorang guru. Namun, apa daya, tanpa gelar, amatlah sulit untuk merealisasikan passionku  tersebut. Tapi, apakah sampai di sana saja keinginan itu terhenti? Tidak, aku tetap mengupayakan sebuah cara agar aku bisa mengajar. Tak satu jalan ke Roma, itu prinsipku. Tentunya walaupun tanpa gelar aku akan tetap bisa menjadi guru. Aku tetap bisa merealisasikan keinginanku untuk mengajar. Caranya? Berbagi ilmu sebagai seorang pengajar volunteer dan murid-muridku adalah anak-anak yatim, atau anak-anak dari keluarga yang ekonominya dibawah standard. Siapa pun tahu untuk mengikuti sebuah kursus memerlukan biaya yang lumayan. Bersamaku mereka bisa belajar dengan senang dan tanpa biaya. Yang penting bagiku, mereka benar-benar serius untuk belajar. Bahagianya bisa berbagi ilmu yang sedikit aku miliki dengan mereka.

Sama sekali tidak aku duga bahwa tulisanku dengan judul #BeraniLebih Walau Tanpa Gelar ditetapkan sebagai Pemenang Utama dan meraih hadiah sebesar Dua Juta Rupiah. Ambooi, sebuah jumlah yang luar biasa bagiku, walaupun tidak  seberapa dibandingkan hadiah para blogger lain yang dapat mengais income karena hasil lomba yang aduhai jumlahnya. Buatku ini adalah rezeki yang luar biasa Allah berikan untukku. Alhamdulillah. Sudah terbayang aku akan bisa merealisasikan hasil karyaku yang lain secara Indie dari hadiah ini. Sekali lagi alhamdulillah. Terima kasih Light of Women.

Para Pemenang #BeraniLebih
 LoW juga menyediakan beberapa booth untuk menambah meriahnya acara. Para member membuka stand garage sale dengan beraneka ragam barang, mulai dari mainan, tas, baju, sepatu, dan lain-lain, dari yang murah sampai yang mahal -- second items dan brand new ones. 

 
Belanja-blanji mengubek-ubek meja garage sale, hehe...

Di ajang pengumuman pemenang ini aku berkesempatan berkenalan dengan seseorang yang sudah lama sekali ingin aku mengenalnya. Dia adalah Grace Melia. Betapa tidak, karena Grace Melia ini seorang ibu muda pendiri Rumah Ramah Rubella. Seorang ibu muda yang telah berhasil menerbitkan sebuah buku Letters to Aubrey.
 
Aku bersama Grace Melia (Dok.pribadi)

Acara ini juga menampilkan tokoh Ibu Virlian Nurkristi (Indonesian for Humanity) yang akan memberikan informasi seputarbentuk pelecehan terhadap perempuan baik ringan maupun berat dan Ibu Elly Susanti yang akan menebar informasi penting mengenai apa yang dimaksud dengan "Detox Your Friendship."
Menurut Ibu Virlian Nurkristi, antara lain --  tidak semua perempuan menyadari bahwa dirinya telah mengalami pelecehan baik dari teman, pacar atau suami. Pelecehan tidak saja harus berupa KDRT, baru disebut pelecehan, tapi juga bisa berupa kata-kata yang sangat tidak pantas kita dengar keluar dari mulut seorang teman, pacar, bahkan suami. Sebagai contoh, misalnya seorang suami mengatakan kepada istrinya: "Aduuh, kamu tuh gak pantes-pantesnya deh pake lipstick berwarna ungu, walaupun sesuai dengan warna gaunmu." Atau "Hallah, apa sih yang bisa kamu lakukan tanpa aku?" Hal-hal yang biasanya kita anggap sangat sepele itu sebenarnya adalah sebuah pelecehan terhadap kepibadian kita, yang tanpa kita sadari akan berakibat kepada rasa percaya diri kita yang menurun. Ini sebuah pelecehan yang terselubung. Waspadalah, hehe...

Ibu Elly Susanti mengupas tentang "Detox Your Friendship" --  terkadang kita mengalami kejenuan untuk berteman dengan seseorang karena ulahnya yang tidak kita sukai. Untuk tidak menyinggung perasaannya, janganlah kita langsung mengatakan hal ini kepadanya, tetapi detox your friendship dengan cara, sebisa mungkin menjauhi dia dari pergaulan anda atau setidaknya jangan temui dia untuk waktu yang tertentu yang menurutmu bisa membuat hatimu sedikit lega dan tidak terlalu stress menghadapinya. Kita tidak bisa mengharapkan seseorang untuk berubah sikap sesuai kehendak kita. Tapi setidaknya, berilah dia tenggang-waktu. Jangan temui dia, dan jangan berkomunikasi dengan dia. Insya Allah dengan demikian kita sudah membuatnya berpikir kenapa sikap kita seperti itu. Detox your friendsips membutuhkan ketegaran, ketegasan dan positive thinking. Kita tidak membenci seseorang itu, namun kita berupaya agar seseorang yang  membuat kita merasa tidak enak kala berdekatan dengan dia, akan merasakan perubahan sikap kita. Apabila dia tidak juga bisa menyadarinya, terbang dari kehidupannya dan tinggalkan dia.


Mari, para perempuan yang memiliki ilmu, keterampilan ataupun kepandaian yang tidak dimiliki oleh orang lain, yuk, berbagi, beranikan dirimu untuk menjadi seorang pengajar atau guru. Jangan surutkan keinginan karena tidak adanya sebuah gelar jenjang pendidikan. Kita perempuan pasti bisa! Tanpa mencoba kita tak pernah tahu apa yang bisa kita lakukan untuk orang lain!

11 comments:

  1. bener sekali ya bund, sebenarnya kita bisa berbagi ilmu kepada mereka yg serius ingin belajar walau kita nggak memiliki gelar. Subhanallah...semoga banyak guru yg ikhlas untuk mencerdaskan anak bangsa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul sekali, Dwi Puspita, terkadang yang memiliki gelar pun belum tentu memiliki passion mengajar. Iya, kan? Makasih kunjungan Dwi ke blog Bunda.

      Delete
  2. waah... saya baru tahu ada detox your friendship ini Bunda. Tapi saya memang kalo ada teman yg sepertinya mengganggu saya, akan saya jauhi. Makasih infonya Bunda...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe... Bunda juga baru tahu setelah mengikuti acara di Light of Women ini. Masama. Makasih juga kunjungan Santi ke blog Bunda.

      Delete
  3. Bunda emang keren! Salut buat bunda. Kapan aku bisa seperti bunda?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Auntie Dazzling, makasih pujiannya. Kapan? Auntie bisa memulainya kapan saja. Makasih ya, kunjungan Auntie ke blog Bunda.

      Delete
  4. waaah, selamat ya bun. semoga bisa terus menginspirasi. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kunjungan Agung ke blog Bunda. Insya Allah, selama Bunda masih memiliki stamina yang okpu.

      Delete
  5. selamat ya Bunda.. terus berprestasi di dunia nyata dan maya.. saya salut dan semakin cinta sama Bunda :) kupasan info detox itu membuat saya terketuk.. masih banyak yg berkepribadian demikian di sekitar kita dan memang merusak diri kita sendiri.. Bun, kupas lg di lain postingan ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe...di lain postingan? Maksudnya tentang Detox ini? Hihii...bisa gak, ya> Btw makasih kunjungan ketty ke blog bunda.

      Delete
  6. selamaat bundaaa...bravo dan selalu salut dengan kprah bunda :)

    ReplyDelete