Friday, November 06, 2015

Kemampuan Seorang Ibu Tak Perlu Diragukan

Source: gambaribuhamil.blogspot.com
Sejak jabang bayi masih dalam kandungan, secara alami, Allah Swt telah memberikan naluri yang indah di hati seorang ibu. Ibu adalah perempuan yang memiliki segalanya -- kasih sayang, kesabaran, maha pemaaf, ketelatenan dan lain sebagainya. Semua hal yang tidak dimiliki oleh seorang ayah, melekat pada diri seorang ibu, apalagi yang namanya sebuah pengorbanan. Kemampuan Seorang Ibu Tak Perlu Diragukan yang aku buat sebagai judul ini ada kaitan yang sangat erat dengan kapasitas ibu yang normal, jauh dari perasaan-perasaan negatif yang bersarang dalam hatinya bagi anak, sang permata hatinya. Yang ada hanya hatinya yang putih, suci dan bersih yang diperuntukkan bagi anak atau anak-anaknya.



Selagi seorang ibu masih mampu mengerjakan apa saja untuk buah hatinya, pasti tidak akan luput dari perhatiannya.  Dan pasti ia kerjakan, tanpa pamrih. Jangan bingung dulu akan ceritaku ini, tunggu dan baca sampai selesai, hehe... barulah kemudian para readerS akan mengerti, ke mana sih maksud si Penulis a.k.a. Pemilik Blog ini akan membawa para ReaderS. Begini:

Dalam postingan ini aku hanya akan menyinggung soal Ibu, jadi orangtua yang tinggal satu-satunya, baik yang ditinggal meninggal dunia oleh pasangannya, atau pun yang berpisah karena sebuah perceraian. Intinya, hanya tentang Ibu, lho, tanpa mengurangi rasa hormat kepada seorang figur ayah hehe...

Nah, ceritanya, sudah hampir empat tahun aku tinggal di bawah satu atap dengan anak dan seorang Cucu, walaupun tidak 100% bermukim di rumah anakku, tapi otomatis, kan, rumahku hampir 100% juga kosong, tanpa penghuni, sehingga akan timbul sebuah kesulitan baru, apabila harus menuliskan alamat, huhuhuu... Haruskah aku tulis "my permanent address a.k.a. my residential" ataukah "alamat rumah anakku."  Sejalan dengan aktivitasku yang seringkali berpartisipasi dalam lomba menulis, lomba foto Instagram, mengikuti berbagai bentuk GiveAway, sebuah alamat sangatlah diperlukan dalam hal aku memenangkan sebuah lomba -- pasti ada hadiah yang akan dikirimkan ke si Pemenang. Iya, khaaan? Jadi aku selalu menuliskan alamatku dengan embel-embel "d/a" yang kepanjangannya (pasti sudah tau dooonk...yaitu  "dengan alamat.")

Ini inti dari judul postinganku, hehe... ketika subuh tiba hari ini, aku liat ada pesan singkat di hape jadulku. Waktu menunjukkan pukul 04.35. Isinya? Anakku mengeluh katanya printernya tidak bisa dioperasikan karena suatu hal. Mungkin karena sistim window yang berubah atau apalah, aku sendiri kurang paham. Sedangkan printer itu dibutuhkan teramat sangat karena anakku sedang mengerjakan tugas yang akan diserahkan ke Kampus dalam rangka menghadapi ujian. Lalu, apa yang aku lakukan? Tentu saja langsung menghubungi seorang Teknisi handal yang biasa membantuku ketika ada kesulitan, baik mengenai hardware atau pun software. Pokoknya Teknisi yang canggih-lah.

Jarak Pamulang (tempat aku tinggal) ke Bintaro (rumah anakku) lumayan jauh dan tak bisa ditempuh dengan berjalan kaki oleh si Manula Renta ini. Apakah aku harus cari Ojek atau order Go-Jek? O, no, gak perlu, aku tunggu saja Teknisi ini datang menjemputku untuk kemudian bersama menuju rumah anakku -- yang kebetulan hanya ada si Mbak di rumahnya. Teknisi ini agak enggan mendatangi rumah anakku, tanpaku. Bagiku menguntungkan, sambil menyelam minum air, hehe...dapat Teknisi, bebas pula dari ongkos ojek.
Source: studioketjil.com
Tahukah, ReaderS? Teknisi ini naik motor super guedee... sehingga untuk nangkring di boncengannya aku harus berpikir keras: naik, gak, naik, gak...akhirnya Si Naik yang menang, qiqiqiii... Dengan menginjak pedal motor dan berpegang erat ke bahu si Teknisi...pluuk...mendaratlah "dudukanku" di boncengan motor raksasa itu, hahaha,... ya, ampuun si Teknisi ini ngebut, dia pikir yang duduk di boncengan motornya ABG keles (Anak Baru Gede), padahal aku kan ABG juga sih (Angkatan Buyutmu, Gan). Aku sih memang suka naik motor ngebut, tapi yang ini? Alamaa...dag-dig-dug aku dibuatnya, khawatir njomplang, gedebuk, gubraak...tamaetlah riwayat ambo ko...(tamatlah riwayatku)

Sampailah kami di tujuan. Langsung aku arahkan Teknisi ke ruang komputer, tempat biasanya aku menjentikkan jemari membuat postingan pake komputer itu. Dibawah meja terletak sebuah printer Canon-MF258. Aku tunjukkan CD Drivernya, aku tinggalkan dia dengan segelas air putih. (mintanya air putih sih, gak mau yang lain, katanya lagi diet biar berat badannya turun.) Setelah proper check and test, hehehe...#gaya -- aku puas karena printer telah berfungsi dengan sempurna, warna-warni tinta pun keluar dengan rapih di atas kertas sebagai bukti untuk anakku, bahwa printernya sudah bisa dipergunakan, termasuk pemasangan CD Rom lho! Apa gak hebat Sang Ibu (bukan Sang Kancil, hehe...) mencarikan solusi buat my precious diamond demi agar tugas-tugasnya bisa diselesaikan dengan memuaskan.

Source: sehat-jr.blogspot.com
Sekarang percaya, kan, kalau Kemampuan Seorang Ibu Tak Perlu Diragukan. Apapun akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan anak tercinta, bahkan tidak segan untuk nangkring di atas motor super guedee...walaupun pinggang tua-nya gak bisa diajak kompromi, tetap tidak dirasakan. Perasaan kurang nyaman tubuh dikalahkan oleh rasa sayangnya kepada sang permata hati yang sedang membutuhkan bantuannya.

Bagi yang masih memiliki ibu kandung, sayangi dia, tumpahkan perhatianmu di mana pun kau berada. Sempatkan unttuk mendengar suarany, kalaulah kalian tinggal berjauhan. Keberkahan ada padanya. Trust me!





24 comments:

  1. Jadi ingat lagu Sakha beberapa tahun silam, klo gk salah liriknya begini :
    (IBU)
    Sebening tetesan embun pagi
    Secerah sinarnya mentari
    Bila kutatap wajahmu Ibu
    Ada kehangatan di dalam hatimu"

    Salam kenal Mak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Arinta, salam kenal bunda terima dengan hati terbuka. Makasih juga kunjungan Arinta ke blog bunda.

      Delete
  2. jika ada seorang nak yang meragukan kemampuan sang ibu dalam hal persoalan bayi dan anak tentulah anak tersebut belum menjadi anak yang baik..hehe

    ReplyDelete
  3. Peran Ibu tak tergantikan
    Jasanya tiada tara
    I love you Emak
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe ...ada kunjungan seorang anak lelaki yanng selalu bakti sama Emaknya. Makasih, Pakde Cholik "nenamu"nya ke blog bunda. Salam hangat juga dari Pamulang.

      Delete
  4. Bayangin bunda nangkring di motor gede kayak apa ya?hihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..nti deh kesempatan naik motor gede lagi bunda poto dan kirim ke Nunung. Makasih kunjungan Nunung ke blog bunda.

      Delete
  5. Alhamdulillah saya sudah jadi ibu dan masih punya ibu, Bunda. @_@

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beruntungnya kau, sayang. Bunda mah dari umur 7 tahun udah gak punya Ibu tuh, tapi sifat keibuan bunda sangat pekat buat anak-anak. Makasih kunjungan Mbak Susi ke blog bunda.

      Delete
  6. jadi pengen peluk ibu saya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbok iyo...cepetan sana peluk ibunya, kalau berada dekat dengan Ceri, kalo jauh ya cepetan talipong aja. Makasih kunjungan Ceri ke blog bunda.

      Delete
  7. Ibu memang luar biasaaa ya mbaaa..segala rintangan pasti terlewati... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iiich...hari ini aku jadi muda nih dipanggil ?Mbaaa sama indlah nuria. Iya, pastinya. Makasih lho vouchernya, ya. Salam dari Indonesia. Salam hangat yang terhangat lho.

      Delete
  8. Luaar biasaaaa, Bundaaa! Tresna bangetcsama anak, ya.

    Btw, ngga kebayang kalau Bunda duajak ngebut sama Gojek pakai motor gede. ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Idah, dulu juga My Hero naksir bunda (katanya) karena bunda sayang sama anak-anak, mbok ya anak siapa. Oalah, siyaaaan deh si bunda dicinta karena seneng lanak-anak, qiqqiqiii.. Gpp lah yang penting kan bunda udah jadi pilihannya dari sekian juta cewek. #koqjadicurhat. Makasih ya kunjungan Idah ke blog bunda.

      Delete
  9. Salam kenal bunda...jadi kngen ibuk...hiks..

    ReplyDelete
  10. Salam kenalnya langsung bunda sambut dengan gembira. Emang Retno Kusuma jauh dari Ibu-kah. Kan bisa di telpon kalo berjauhan. Denger suaranya juga seorang Ibu sudah seperti mendapatt apaaa..gitu. Tenan.

    ReplyDelete
  11. Alhamdulillah saya masih punya ibu dan ibumertua yang luar biasa seperti bunda yati :)

    ReplyDelete
  12. Tarry, bunda jadi merasa tersanjung, nih. Makasih pujiannya dan terima kasih kunjungannya. Masih inget deh, Tarrry ikutan GA bunda sekian tahun yang lalu, ya.

    ReplyDelete
  13. AAh Bunda You are the Best Mom...Jempol banget yaks.. Tidak diragukan lhoo bun.
    Waah jadi pingin pulang kampung ke Cirebon, cium dan peluk hangat Mimiku yang mulai menua.
    Mimi yang tak sedetikpun aku ragu akan kemampuannya menajdi Ibu dari kami.
    Salam hangat dr Ciputat Bunda...kapan yaa bisa kopdar sm Bunda...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo OPhi Ziadah, sekarang bunda sudah hampir satu bulan tetap di Pamulang. Main ke rumah bunda, ya. Bawa momongan juga boleh, asal mau mampir ke rumah yang sederhana. SMS bunda ya kapan kita bisa kopdaran. Ciyuuus nih, masa sih dekat tapi jauh teruuus, hehe... Bunda inbox nih no hp ya. Makasih kunjungan OPhi ke blog bunda.

      Delete
  14. Bunda Yati mah JAGOAN! hehehe...

    ReplyDelete
  15. Tidak pernah sekalipun meragukan mamaku, mama adalah ibu terhebat...begitu juga bunda yati< jagoaaannnn ^_^

    ReplyDelete