Tuesday, May 17, 2016

Dinamika Hidup Ketika Menghadapi Tanggal Tuaku


Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X MatahariMall. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons. voucher mataharimall dan hadiah disponsori oleh MatahariMall.
mataharimall-kompetisi


Ketika aku  aktif sebagai pegawai kantoran
Apakah aku terlepas dari memiliki kisah tanggal tuaku? Tidak juga! Walau pun ini cerita masa lalu, tidak ada salahnya aku ceritakan sedikit, siapa tahu banyak rekan yang juga mengalaminya. Hehe...#caritemansependeritaan. Kan kita tidak boleh melupakan masa lalu.  Kita ada karena masa lalu. Bukan berarti kita harus terpaku kepada masa lalu, tetapi jadikanlah masa lalu itu sebagai kenangan yang bisa menimbulkan seulas senyum, apa pun yang kita lakukan.  Ini cerita tanggal tuaku di masa lalu:


  1. Ketika aku masih bekerja sebagai pegawai sebuah non-commercial organization, aku memiliki gaji yang lumayan lho! Kebahagiaanku lengkap karena telah memiliki lima orang anak. Dari jumlah penghasilan bulananku selalu aku pisahkan untuk keperluan anak-anakku. Mereka harus mendapat makanan yang super oke. Mereka harus teratur minum susu dan buah-buahan. Dan mereka harus menerima fasilitas perawatan yang prima, sehingga dana yang super cukup harus tersedia. Ini aku pisahkan. Sisanya? Itulah untuk biaya transportasiku pulang pergi ke dan dari kantor --  menyisihkan uang yang tidak seberapa, termasuk untuk makan siang di kantor. Pokoknya berusaha untuk prihatin demi anak-anak tercinta, permata hati, belahan jiwa. Nelongso dikit di kantor, yang penting my diamonds dalam keadaan segar bugar di bawah pengawasan si Mbak-Mbak yang oke punya, setia dan jujur.
  2. Di sinilah cerita itu berawal. Ketika aku kehabisan uang transport. Kala aku menghadapi tanggal tuaku di situlah dinamika hidupku mulai kurasakan. Otak pun berputar. Apa akal? Masa sih harus bolos ngantor hanya karena gak ada uang transport. Mau nyomot dari amplop jatah anak-anakku? Oh, no! No way to do that. Untungnya, hehe…kehabisan uang transport koq masih bisa bilang “untungnya”. Itulah kelebihan orang Indonesia. Kalau sudah terbentur pada kesulitan, apa pun itu, trus bisa menemukan satu celah, pasti keluar ucapan itu.
Kemudian dalam menghadapi dinamika hidup itu terbentuklah variasi kehidupan baru kisah tentang tanggal tuaku. Nah, untungnya aku mengenal akrab  Kasir Kantor yang baik hati. Kepadanyalah aku bergantung dalam mengatasi tanggal tua, hampir setiap bulan. "Don't worry, be happy", bujuk hatiku menjalani tanggal tuaku, yaitu istilah “galbangtupbang” a.k.a. gali lubang tutup lubang”. Hehe…keren ya istilahnya.

Tapi, sekali lagi, catat! Peristiwa ini hanya dalam urusan uang transport lho, bukan untuk makan minum dan fasilitas tetek-bengeknya anak-anak. Malu? Why should I? Banyak juga koq karyawan lain yang nasibnya seperti aku – menghadapi dinamika hidup ketika berpapasan dengan tanggal tua. Mereka asyik-asyik aja menikmatinya. Begitu juga aku. Htiku lagi-lagi berteriak lantang: Build your own happy life that will make your face look brightly -- so, nobody knows that you  are broke... Yang penting, terhindar dari bolos masuk kantor, prestasi tetap terukir dengan sempurna. Kesempatan dikirim ke tiga Negara di Asia pun aku raih. Yeaay...berkat aku rajin dan tekun dalam bekerja menyiasati Tanggal Tuaku dengan mahir, hehe... aku berhasil menjejakkan kaki di Bangkok, Philippines dan Vietnam Utara (Ha-Noi). Alhamdulillah.


Aku Yang Sekarang
Membicarakan soal yang berkaitan dengan menghadapi tanggal tuaku atau pun pengalaman ketika sampai pada titik temu tanggal tua -- sebuah dinamika hidup yang tak bisa dihindari. Berbahagialah Anda karena berarti Anda manusia berakal sehat. Lho, koq? Ya, iyalah, kan cuma manusia normal memiliki akal sehat yang tahu akan adanya dinamika hidup. Mana ada sih orang yang tak berakal sehat tahu apa yang dinamakan dinamika hidup? Iya, kan? Jadi, memang seharusnya kita yang pernah mengalami "disapa akrab" oleh tanggal tua harus merasa beruntung dan happy. Gimana gak, coba! Kita jadi gairah untuk mencari jalan keluar. Kita bersemangat untuk membuat asap di tungku tetap mampu mengepul. Dan kita adalah manusia yang sedang dihadapkan pada dinamikanya hidup. Nikmatilah! Allah memberikan cobaan hidup dan membiarkan umatNya untuk berkreasi dengan pikirannya. Memerintah otaknya untuk memutuskan suatu tindakan.

Aku,  manusia yang selalu bersyukur pada setiap keadaan, serumit apa pun. Bukan hanya sekali dua kali aku alami keadaan "tanggal tuaku" ini, tapi berulang-kali, namun ternyata aku bisa lolos dan berhasil melewatinya.  Oops..jangan pernah menilai aku ini manusia yang suka "ngutang", ya! Catet! Memang benar dalam keadaan aku sudah kehabisan akal dan tidak ada barang yang bisa dijadikan uang, atau pun perhiasan yang bisa aku daftarkan  kuliah ke Universitas Hijau (tahu, kan? Maksudnya Rumah Pegadaian, wkwkwk...), barulah aku berusaha "ngutang", jadi aku bukan orang yang "suka" ngutang, tapi sekali-sekali ngutang, hehehe... beda-beda tipislah. Itu pun kalau sangat terpaksa dan hanya kepada teman yang bisa aku percaya dan tidak suka gembar-gembor tentang bantuannya untuk orang lain a.k.a. riya.

Usiaku kini 77 (tujuh puluh tujuh tahun). Hidupku ditopang oleh anak-anakku yang telah mapan. Kalau Anda bertanya kenapa sampai "ngutang" di tanggal tua? Kan hidup sudah disupport oleh anak! Pasti deh aku dicap pemboros, kehidupan sudah ditunjang oleh anak, masih saja mengambil kesempatan untuk "berhutang". Aduduuu...teganya..., teganya... Anda bilang aku ambil kesempatan. Mau tahu juga ceritanya? Berikut ini ikuti cerita tentang tanggal tuaku:

Aku, si Nenek Renta ini penggemar tanaman dalam pot. Kalau sudah saatnya untuk mengganti media tanam, kemudian memindahkan anakan-anakan ke dalam pot-pot baru plus membeli pupuk, aku seringkali "kalap" melakukannya. Keinginan yang besar agar semua pekerjaan cepat beres dan pot-pot baru tertata rapih, jadilah pengeluaran uang tak terkendali. Kemudian kalau Anda mau tahu dua tahun terakhir ini terkadang dalam  sebulan 2 atau 3 kali aku mengikuti acara blogger dan ini tentu saja membutuhkan transport extra yang tak mungkin seluruhnya aku bebankan pada anakku, jadi dari mana lagi kalau bukan dari kocek jatah meal allowance.

Kalau tanggal tuaku itu menghapiri,  maka aku akan menanggung segala resiko untuk kekalapanku di atas. Sepeninggal anak lelakiku menghadapNya,dua tahun yang lalu, aku tinggal sendiri di rumahku yang  Home Sweet Home, ya, alone but not lonely karena aku punya kesibukan yang lumayan padat. Jadi aku harus bisa menerapkan langkah-langkah berikut sementara menunggu datangnya kucuran dana bulanan dari anakku:
  • Lauk makan: Beras cukup, sembako lengkap. Bumbu dapur tersedia. Tapi tanpa lauk pauk nasi di piring pasti kesepian. Uang tak ada, apa daya? "Aduh, jangan kayak orang susah deh!" teriak hati kecilku. Makan nasi sama sambel kecap, kan bisa  lahap juga. Cabe rawit tinggal metik dari pohon swadaya. Korek-korek celengan keluar deh 10 ribu rupiah. Lumayan buat beli bawang tomat dan terasi, beli kerupuk paling banter 3 ribu sudah bisa untuk teman makan lebih dari dua hari.Makan tetap bisa gembul, hehe...

Sambel rawit bawang tomat yang aduhai...(Sumber: serbaserbiizzat.blogspot.com)
atau beli tempe selonjor seharga cuma dua ribu rupiah, bikin tempe penyet, dijamin bisa lahap makan hingga keringat bercucuran di kening dan seputar wajah. Menu paling sederhana tapi asyik dan nikmat.

Tempe penyet ini pemicu nafsu makan lho! (Sumber: commons.wikipedia.org)
  • Perlengkapan Mandi: gak cuci rambut seminggu nunggu transferan dari anak-anak mah jamaklah, maksudnya maklumlah. Seminggu rambut gak keramas belum bau apek koq, qiqiqiii...tenang aja, tapi kalau Dettol Anti Bakteri Sensitive Body Wash yang habis, gimana? Akalku terus merayap mencari jalan. Sisa-sisa sabun lux padat yang tipis aku basahi sedikit, aku jadikan satu, aku kepal-kepal dengan lembut dan perlahan. Nah, jadi deh sabun utuh sebesar genggaman tanganku. Sabun sebesar itu gak bakal habis buat beberapa hari sambil menunggu stok baru,  Coba liat tuh, instead of satu warna biru --  sekarang bisa bervariasi warnanya dark-blue, light blue dan white.  Lagi tanggal tua a.k.a. bokek sabun mandinya multi-colours, yeeaayy...keren...
Sabun mandi Lux ala yatirachmat (dokpri)

  •  Ada yang paling penting nih: Odol a.k.a. toothpaste. Bagaimana mengakalinya? Gampang! Yuk, liat yang ini! Jangan di pelintir tube-nya tapi digulung ke arah atas, sehingga isinya bisa digunakan untuk beberapa hari. Kan sekali pakai paling juga sebesar biji jagung. Iya, gak sih? Jadi aman dan tenteram untuk kebersihan badan di tanggal tuaku. Yes!!
Tube-nya berteriak: ROLL ME UP!! (dokpri)

Dan kini, kisah tanggal tuaku aku atasi dengan menerapkan tip dan triks seperti yang aku sebutkan di atas. Barangkali ada blogger yang tertarik dengan beberapa triks untuk mengatasi problem di tanggal tua seperti yang aku paparkan di atas, silakan mempraktikkannya.







55 comments:

  1. Tanggal tua sepertinya menjadi momok bagi para emak di manapun berada.. Tetapi bila kita bisa memanage keuangan insyaAllah momok tersebut bisa diatasi.. Kayak si Budi itu ya Bunda..hehe

    ReplyDelete
  2. unik banget nih ceritanya, aku suka

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih udah suka. Di LIKE donk link bunda di Wall FB, ya. Makasih Tira udah berkunjung ke blog bunda.

      Delete
  3. Kalo masalah sabun padat yg disatukan...itu juga saya bangeett.. hihi....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe...penghematan. Makasih kunjungan rita dewi ke blog bunda.

      Delete
  4. hihi... sabun yg udah kecil2 lalu disatukan, saya pernah bunda... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bunda juga gak tau tuh tip dari mana, hehe... Makasih kunjungan Santi Dewi ke blog bunda.

      Delete
  5. saya sering banget gulung kemasan odol seperti yang bunda lakukan, hihihi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Irawati Hamid, menggulunnya lebih baik dari pada me-melintirnya, karena kalo kita plintir pasti gak dapet tuh penghematannya Makasih kunjungan Irawati ke blog bunda.

      Delete
  6. Duh, bunda. Itu problem odol sama sabun sama dengan kondisi saya di rumah. Hehehe...ternyata tanggal tuanya samaan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alena, give me five, donk, hehe... Makasih kunjungan alena ke blog bunda.

      Delete
  7. Dirumah juga banyak sisa sabun kecil2 bun, biasanya juga digabung gitu tapi buat nyuci baju kotornya si Alfi. Stock sabun selalu ada soalnya tinggal ambil di Toko sendiri eheehehe

    Cerita bunda seru ya :)

    ReplyDelete
  8. Halo Tarry, seneng liat nama Tarry di sini. Btw sabun mandi afdhol lho buat nyuci kaos kaki anak-anak yang rada kotor and susah ilang kotorannya. Makasih, Tarry udah mampir.

    ReplyDelete
  9. tanggal tua itu ibarat habis makan ga udud, harus nahan2 pengeluaran

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo gitu tanggal tua aja terus kali, ya,biar gak ngudud-ngudud, kan sehat tuh. Pengeluaran? Aman gak ono pengeluaran, hehe... Makasih kunjungan Bonadi ke blog bunda.

      Delete
  10. Dianamika tanggal tua emang hampir maerata di setiap karyawan , apalagi mbaknya udah punya keluarga lwong masing bujang aja makan mie rebus :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, berasa muda nih dibilang "Mbak" sama Trip Jalan Jalan,hehe... Tapi ada lho bujangan yang pelit bisa nabung,lepas dari istilah kisah tanggal tua. Adaaa terus duitnya, tapi ya buat sendiri...

      Delete
  11. Replies
    1. Hehe...tnggal tua bikin kreatif tuh Makasih kunjungan otpddo ke blog bunda.

      Delete
  12. Sabun padat yang disatukan. Di rumah saya juga gitu. Sayang, sayaaangggg..... hehehehehe......

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tos dulu donk kita, punya kesamaan dalam soal irit tapi manfaat buat tanggal tua. Makasih kunjungan Syamsiah ST ke blog bunda.

      Delete
  13. wah banyak juga yang ikut lomba nih....kreatif caranya bu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Barusan bunda jalan-jalan ngintip blog boyindra's Web -- aduduuu...itu mah blognya pakar. Salut. Makasih pujian kreatifnya. Makasih juga kunjungan boyin ke blog bunda.

      Delete
  14. Kagum dengan semangat bunda, ibu saya belum sampai 70 udah kesulitan pake hp, nah bunda malah ikut lomba ngeblog. Moga-moga diberi sehat dan umur panjang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, Mamanya evylia kalo gak mau ngeblog ya dibeliin buku yang isinya teka-teki siang aja. Aamiin, do'anya. Makasih juga kunjungan evylia hardy ke blog bunda.

      Delete
  15. waaa perlu dicontoh banget nih langkah2 menghadapi tanggal tua versinya bunda..

    makasih ya bunnn...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi...monggo zata, my dear. Makasih ya kunjungan zata ke blog bunda.

      Delete
  16. sambal kecap, tempe dan tahu penyet kesukaan keluarga saya, tanpa liat tgl muda or tua..hehehe, jadi ngirit pengeluaran ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, apalagi kl bunda ditambahan iisan bawang bombai, wah, bisa ngabisin nasi sepiring pake nambah, hehe... Makasih kunjungan Anita Baaturohman ke blog bunda.

      Delete
  17. Kalau untuk urusan menyiasati tanggal tua emak2 biasanya pintar ya Bunda, sukses dengan lombanya bunda.......

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih do'a Tizara dan makasih juga kunjungan Tizara ke blog bunda.

      Delete
  18. jadi ingat ibu saya hihi waktu masih sekolah dulu pernah pakai istilah gali lobang tutup lobang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..istiah populer buat para Ibu. Makasih kunjungan tutyqueen ke blog bunda.

      Delete
  19. duluuuuu,,,bgt sering terjebak dilema tanggal tua. klo skrg gajiannya mingguan,,, :)
    salam kenal ya bund,,,,good luck buat kontesnya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyik donk terhindar terus dari tanggal tua. Salam kenal balik, juga terima kasih kunjungan diana mayasari ke blog bunda.

      Delete
  20. hihihi...bunda yati, kreatif banget, cerita tanggal tuanya seru, goodluck

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya gitu deh kenyataannya, hehe... Makasih goodluck-nya dan makasih juga kunjungan Cerita Bunda ke blog bunda.

      Delete
  21. Itu yang saya lakukan juga bunda biar irit, dalihnya sayang lingkungan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tos dulu kita Annisa... Makasih kunjungan Annisa ke blog bunda.

      Delete
  22. Bundaaaa Tips nya mantap nih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe...Makasih, pujiannya, Ani. Ngarepnya sih keluar jadi pemenang yang dapetin hadiah yang ke-1 or yang ke-2 #menggantangasap hahaa... Makasih kunjungan Ani ke blog bunda.

      Delete
  23. Wuaaah, Bunda, udah jalan-jalan keluar negeri #mupeng hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe...itu kan waktu masih muda, Aireni Biroe dan juga dikirim oleh kantor sesuai posisi. Makasih ya kunjungan Aireni ke blog bunda.

      Delete
  24. Soal gulung-menggulung di kamar mandi, sepertinya aku tidak sendiri. *kibasponi
    Aku menjiplaknya dari ibuku sendiri.
    Hihihi...
    So, it is already in DNA, man.
    What can I say, laaa.

    ReplyDelete
  25. Pasti deh usia mama Rosanna paling-paling sepuluh tahun dibawah usia bunda, ya,hehehe...#maapkalosalah. Makasih kunjungan Rosanna ke blog bunda.

    ReplyDelete
  26. Tempet penyetnya bener-bener menggugah selera, bunda :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti bunda menampilkan foto yang pas, ya. Bunda aaja waktu mengunggah foto itu sampe "ngeces" pengen banget segera bikin lagi. Makasih ya kunjungan Widya Herma ke blog bunda.

      Delete
  27. seperti membaca kisah sendiri bun, cuma beda generasi :))

    salam kenal ya bun, semoga menang dan bunda sehat selalu *amiiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe..apa iya? Tos dulu donk kita (di udara, hehehe...) Makasih do'a Mama Keizha dan makasih juga kunjungannya ke blog bunda.

      Delete
    2. sama2 bunda, eh ya aku izin follow blog bunda ya...

      Delete
  28. Kalau soal pasta gigi aku sering kayak gitu hahhaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih kunjungan Naqiyyah ke blog bunda. Iya, untuk ngirit pssta gigi emang gak cara lain seain diguung. Iya, kan?

      Delete
  29. mantap nih tulisannya, bisa menjadi inspirasi kita dalam menanggapi tanggal tua, hehe

    ReplyDelete
  30. itu penyakit anak kost,, sering klo tgl tua rasanya gmna gtu.. hee... itu doeloe..
    Obat Jerawat

    ReplyDelete