Cantik Versus #UsiaCantik


Saat aku masih belum menikah di usia hampir kepala tiga, hatiku dag dig dug. Bukan karena aku belum menikah tapi bagaimana caranya agar aku dapat memenuhi keinginan Papaku untuk memiliki cucu sebelum ia tutup usia. Keadaannya sakit-sakitan membuat kami semua memprediksi tentang kesehatannya yang semakin menurun akan menyebabkan kami cepat pula kehilangan dia. Apa dayaku di usia yang hampir kepala tiga ini belum juga menikah? Jelekkah aku? Tidak juga, menurut versiku, hehe... Ada yang jauh lebih buruk wajah dibandingkan diriku, namun ia sudah dipersunting oleh seorang pria ganteng dan saat itu telah pula dianugerahi putra putri kembar. Empat tahun masa pernikahan, mereka diberi anugerah dua pasang anak kembar. Subhaanallah! Bukankah perempuan tersebut bertambah lekat di hati pria yang memilikinya? Karena cantik? Tidak! Budi bahasa dan prilakunya yang menjadi penyebabnya.  Prilaku yang baik, santun, tidak sombong, tidak sekali pun perrnah menyela lawan bicara, apalagi mencela. Itulah sebenar-benarnya yang disebut "Cantik"  --lalu,  #UsiaCantik? Berikut paparanku.

 
Terpikir olehku bagaimana kalau sekiranya seorang pria mengenal seorang perempuan yang pada pandangannya cantik secara lahiriah, lekuk-lekuk tubuh dan raut wajahnya sempurna, tiada cacat betapa pun pria itu ingin sekali mencari kekurangan atau cacat perempuan cantik itu. Mulailah ia berburu dengan segala kepandaian dan usahanya untuk berkenalan.Terjalinlah sebuah komunikasi. Sehari, sebulan, berlalu bulan berganti tahun pria ini pun meninggalkannya. Tanpa kata dan pesan. Kenapa? Kecantikan perempuan itu hanya lahiriah. Apa yang tersembunyi di balik kecantikannya hanyalah sifat-sifat egois -- mau menang sendiri.

Pengertian? Tak ada dalam kamus yang ada di hatinya. Tidak bisa diajak sebagai teman bicara.  Cepat membosankan karena sifatnya yang egois itu. Memandang manusia lainnya dengan dagu terangkat. Karena ia merasa paling cantik. Di mana-mana ia hanya akan memiliki teman sesaat, tidak untuk teman abadinya. Begitu pun dengan persahabatan -- tak seorang  juga sahabat karib yang bisa ia sebut sebagai "soulmate." Poor fellows yang memiliki sifat seperti ini!

Nah, bisa ditelaah dan disimak, cantik bukan sekedar ditentukan oleh bentuk lahiriah, tapi cantik datang dari hati. Coba bandingkan dengan seorang pria yang ganteng bisa bertahan dengan seorang wanita yang tidak cantik, bahkan bisa dikategorikan sama sekali tidak menarik.  Namun pernikahannya langgeng hingga mereka memiliki dua pasang anak kembar yang cantik-cantik. Subhaanallah.  Si pria sadar wanita ini memiliki kecantikan batiniah yang mampu membuat dirinya melayang, keteduhan melingkupi rumah tangganya, menyebabkan semangat menggebu, baik untuk berusaha menyenangkannya atau pun membuat happy seluruh keluarga besarnya. Prilaku wanita itu, kesabarannya dan kesantunannya dibarengi dengan kecerdasan daya pikirnya membuat dirinya disanjung oleh suami dan siapa pun pastinya tak hendak kehilangan dirinya. Itulah yang  disebut "inner beauty the  most importan aspect in life, absolutely.


 #Usia Cantik?
 
Aku terus melangkah di usia yang menanjaki jenjang hitungan tahun yang semakin bertambah. Aku jalani hidup ini dengan penuh harap akan datangnya seorang Pangeran untuk memenuhi damba seorang ayah. Aku mendaftar di sebuah kursus kepribadian yang ternama ketika itu, mungkin juga hingga sekarang: "John Robert Powers" pimpinan Mien Uno., karena niatku untuk menjadi cantik dengan menambah pengetahun dan memperbaiki kekuranganku. Di usia 28 tahun seorang pria ganteng, kenalan pacarku dengan beraninya melamarku. Akan kutampik? Tentu saja tidak. Aku malah bangga karena di matanya aku pastilah cantik. Koq? Ya, iyalah, dia menjatuhkan pilihannya menikahiku. Aku telah menjadi pilihan hatinya di antara sekian banyak teman wanitanya. Bukankah #UsiaCantik berjalan sesuai bertambahnya usia? Dan pernikahan itu langgeng hingga ajal menjemputnya. Dan ketika aku buka dompetnya ada sebuah fotoku dan di balik foto itu tertera tulisan: "Istriku yang berhati cantik." (Ini kenyataan hidupku dan bukan sebuah cerita atau dongeng).
Di usia 28 tahun aku adalah Wanita Cantik bagi Pangeranku
Seiring dengan waktu yang bergulir, mungkin karena bekal dari John Robert Powers atau ada faktor X lain yang Allah berikan untukku,  menyebabkan aku menjadi seorang yang penuh wibawa dan mudah sekali jatuh welas asih kepada sesama. Aku adalah tempat curhat teman-temanku, sampai kepada office boys sekali pun bisa curhat tentang kehidupannya kepadaku. Nah, apalagi kalau tidak karena cantikku yang tersembunyi? Mereka begitu percaya akulah tempat mereka mengadu. Jadilah aku merasa semakin cantik saja di usiaku yang  merambati detik-detik hitungan waktu yang berjalan tak terhentikan.

Bisa jadi karena kepercayaan diriku yang kuat namun bukan over confident, berbekal pengetahuan dari John Robert Powers beberapa tahun yang lalu, pembawaanku menjadi orang yang berbeda. Percaya diriku menguat, kewibawaanku pun bertambah. Di usiaku yang ke-41 tahun 1983 lagi-lagi aku merasa bahwa aku seorang yang smart (termasuk di dalamnya kategori cantik, kan? hehe...) karena terpilih untuk  dikirim ke tiga negara di Asia --- Bangkok, Filipina dan Hanoi (Vietnam Utara) sebagai Administrative Assistant untuk melakukan survey dan memperbaiki  filing system, terutama di kantor yang bermarkas di Hanoi.  Post yang paling menantang adalah di Hanoi.  Pimpinanku menyebutnya sebagai  "a hardship post" Alhamdulillah aku bisa melewatinya dalam jangka waktu lebih dari tiga bulan dengan sukses.

Lagi-lagi di usia 41 aku merasa diriku cantik. Cantik karena aku berwibawa. Iya, kan? O..iya, kenapa pula "hardship post?" Karena segalanya serba sulit -- makanan, air, fasilitas listrik, kondisi apartemen yang listriknya byar-pet dan sulitnya berkomunikasi  bebas dengan pribumi, padahal mereka menyukaiku -- hampir semua local staff  --  mungkin karena kami memiliki ciri yang mirip dalam hal warna kulit dan postur tubuh. Dan local staff di sana menyebutku dengan sebutan "Beautiful Yati." Keren, kan. Jelek-jelek juga di usia 41 tahun aku masih dapat julukan itu. Yeeaaayy...Di mata mereka aku cantik karena keramahanku tentunya dan aku dikenal sebagai "helpfull person." Alhamdulillah. So, beauty is not about beautiful appearance only but our good attitude and behaviour are included as well.

"Beautiful Yati" at the age of 41.  God has given me a blessing, indeed..

Pada usia yang ke-77 aku masih tetap ingin kelihatan cantik, hehe...mana bisa bunda...kelihatan cantik di usia yang sudah renta ini. Lho! tadi kan sudah aku sebutkan bahwa kategori cantik itu tidak melulu harus memiliki faktor cantik berwajah rupawan. Selama aku masih ingin dan mau memelihara serta merawat wajahku dengan  L’Oreal Paris Revitalift Dermalift dan rajin mencobanya, hasil seminimal apa pun pasti terlihat di wajahku. Nah, kenapa pula tidak aku coba mencari dan memiliki stuff yang berikut ini

 


Keempat macam stuff untuk perawatan wajah di atas mutlak harus aku miliki demi menjaga agar kulitku tidak terlalu kering. Lupakan versi cantik, karena pengertian cantik berbeda bagi setiap orang. Bagiku di usia  berapa pun seoramg perempuan, apabila ia memiliki apa yang aku sebutkan di atas seyogianyalah ia akan tampil percaya diri dan percaya diri akan mengeluarkan aura cantik dari hatinya yang dalam. Trust me!


Sejak aku mendapat predikat cantik dari Pangeranku, aku suka dan rajin bersolek untuknya. Kini aku akan berkenalan lagi dengan kosmetik L’Oreal Paris Revitalift Dermalift. Aku akan menjaga penampilan agar tetap bisa kelihatan cantik di #UsiaCantik versiku.


So, kesimpulannya #UsiaCantik itu tiada batas -- sejak kita beranjak dewasa, selama tertaut di dalamnya pribadi yang menawan, prilaku yang memikat dan sifat yang tidak arogan, murah senyum, manis budi bahasa, ramah tegur sapa, murah hati, suka menolong.  Dengan begitu kita akan selalu terlihat cantik karena sinaran hati yang ikhlas dan jiwa yang lega.  Selalu bersyukur kepada Allah Swt. That's Beauty too.

 



"Lomba blog ini diselenggarakan oleh BP Network dan disponsori oleh L'Oreal Revitalift Dermalift."

Comments

  1. menurut saya.....usia cantik itu tdk ada batasan nya ..... selama kita hidup dan bisa membahagiakan orang lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. Se-7, Ahmad. Mksh kunjungannya ke blog ini.

      Delete
  2. Replies
    1. Thank you for your visiting my blog. I'll be visiting your links afterwards.

      Delete
  3. Aaah bunda.. cantik dari hati memang tiada batasan usia bundaaa

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Ada Apa Dengan Panggilan Bunda?

Eratnya Ikatan Kekeluargaan Itu

Khasiat Serai Merah