5 Pelajaran yang Didapat dari Travel

ODOP JULI-17 Hari ke-6  -- Tema: Pelajaran yang didapat dari Traveling.

Andai kita mengadakan voting di sebuah acara -- siapa yang tidak menyukai travel -- pastilah 99.09% akan tetap terdiam memeluk kedua lengannya di dada. Tak ada yang mengacungkan telunjuknya. Tidak satu pun. Setiap individu jelas merindukan yang namanya travel, entah itu travel hanya menuju ke tempat rekreasi terdekat, yang jauh, bahkan ke luar kota atau ke luar negeri sekalipun. Apa pun dan kemana pun perjalanan itu akan tetap menjadi topik menarik. 


Source: Pixabay - airplane

Bagiku travel pun merupakan angan-anganku sejak masih muda dan aktif berkarir, namun apa daya selama hampir 23 tahun sebagai pegawai sebuah Badan PBB yang bergerak dalam urusan anak, baru satu kali aku melakukan perjalanan. Itu pun dengan biaya kantor. Setelah itu tidak pernah lagi aku bersinggungan dengan kata-kata yang menyenangkan seperti trip, tour, atau travel.

Baik perjalananku ketika masih sebagai wanita karir ke Bangkok, Vietnam (Utara) dan Philippines, maupun travel yang aku lakukan di Pulau Jawa, Bali, Lombok dan Kepulauan Seribu, telah menorehkan begitu dalam rasa bersyukur kepada Allah Sang Penciptta Alam. Bayangkan! Kita diciptakanNya sebagai umat yang memiliki postur tubuh yang banyak memiliki kemiripan satu sama lain. Bangsa Asia.

Berikut pelajaran yang aku petik dari travel pertamaku ke tiga negara di Asia yang aku sebutkan di atas:

  • Aku, wanita karir yang tak pernah berpisah dari ke-empat anakku sejak mereka lahir, pada tahun 1983 -- tahun yang bisa aku sebut sebagai tahun dimana aku harus memenangkan pertarungan antara TUGAS dan CINTA. Tugas yang harus aku emban demi kesinambungan biaya sekolah mereka nantinya. Sedangkan CINTA seorang ibu tak akan ada akhirnya dan tak akan luntur dibatasi jarak yang jauh sekalipun. Aku kuatkan tekad dan aku tinggalkan mereka dengan sepenuh cinta. Aku belajar untuk bersyukur akan kesempatan tersebut dan keikhlasan pun menyertainya. Aamiin. 
  • Di perantauan selama dalam tugas aku belajar untuk mengenal watak dan karakter setiap individu yang aku hadapi. Ternyata kebaikan seseorang dan keramahannya akan segera terpancar ketika kita memulai membuka diri dan menerima mereka dengan senyum dan keramahan. Ternatau yata ketika kita mulai memberikan kebaikan kepada orang lain, jauh dari tanah kelahiran, atau di mana pun kita berada, maka kebaikan pulalah yang akan kita terima. Pelajaran menjalin pertemanan yang baik dengan mereka mampu membunuh perasaan home-sick dan segala macam kekhawatiran tentang mereka yang aku tinggalkan.
  • Allah Maha Mengetahui apa yang ingin ditempuh oleh umatNya -- perjalanan-perjalanan yang menyenangkan sebelum akhirnya Dia menentukan akan memanggil umat yang dikasihi menghadapNya.  Setelah aku pensiun kesempatan demi kesempatan yang tak terduga menghampiri. Anak-anakku seringkali mengajakku untuk berlibur ke suatu tempat yang belum pernah aku kunjungi. Namun sejauh ini baru beberapa kota yang aku jelang: Jogja, Solo, Cirebon, Semarang, Magelang, Bogor, Bandung, Pulau Bali dan Lombok, Pulau Pramuka di Kepulauan Seribu. Aku belajar sepenuhnya menghargai kepedulian mereka dan keinginan mereka untuk menyenangkanku.
  • Dari tempat-tempat yang berbeda aku mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Dari setiap tempat aku menggali betapa banyaknya ilmu yang bisa aku dapatkan, misalnya tentang kebudayaan-kebudayaan dari tempat/wilayah yang aku kunjungi -- ragam kulinernya yang mengundang selera, variant pakaian tradisionalnya yang mampu menimbulkan decak kagum dan  bermacam tari-tarian indah yang mampu membuat kita terkesima karena keindahannya. Subhaanalah.

Baru-baru ini aku mengadakan perjalanan bersama anak dan cucuku. Anakku mendapat tugas dari kantornya untuk melaksanakan field-trip ke Semarang. Kebetulan pula tanggalnya berdekatan dengan tanggal lahirku, sehingga jadilah anakku memberikan hadiah ulang tahun berupa tiket pesawar ke Semarang dan hotel booking di sebuah hotel yang menurutku sangat bagus. 

  • Pelajaran lain yang kudapat dari travel ini -- tanpa menyia-nyia-kan kesempatan untuk melakukan networking, sesuai arahan pentolan Blogger Favorit Ani Berta, aku juga mengenal beberapa orang baru yang bukan blogger. Mudah-mudahan mereka akan segera menjadi blogger, hehe... Yups, aku  tak ragu lagi menulis status di Fesbuk -- "Semarang, here I come!".  Response dari rekan blogger membuat aku gembira. Uniek Kaswarganti, yang untuk kedua kalinya menemuiku ketika aku ke Semarang berjanji akan berusaha datang ke hotel. Dan seorang lagi Lestari, teman baruku, juga seorang blogger.

Me, Uniek n Lestari (dokpri)

Gemerlap indah Semarang di waktu malam (dokpri)

Perjalanan singkat dua hari membuatku semakin mantap menancapkan keinginan untuk konsisten sebagai blogger. Karena aku sadar, bila aku bukan seorang blogger, bisakah aku mengadakan pertemanan yang terasa begitu erat dan hangat dengan blogger dari Semarang? Mudah-mudahan aku akan terlibat lagi dalam beberapa kunjungan yang dilakukan oleh anakku, hehehe...#wuenak-e. Yang penting harus nabung dulu-lah yawww...karena tiket pesawat dan hotel lumayan mahal, booowww... 




 

Comments

  1. Trimakasih atas informasinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bunda sudah berkunjung ke blog Gigih dan meninggalkan komentar, karena bunda terlalu awam dengan kecanggihaan sistim, gak berhasil memunculkan komentar bunda tentng tentang kecanggihan spinner dan ternyata ada manfaatnya.

      Delete
  2. Bundaaaa emang keren banget iih, makin cintaah dengan Bunda Onlenku, cerita travelingnya oke punya, apalagi antara Tugas dan Cinta membuatku meleleh..

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Ada Apa Dengan Panggilan Bunda?

Eratnya Ikatan Kekeluargaan Itu

GIVEAWAY, Berkat Mendongeng Lahirlah Sebuah Antologi.