Untuk Keamanan Isinya, Tas Besar Pilihanku

 ODOP JULI-17, Hari ke-7 Tema: Isi Tas yang wajib dibawa kemana-mana.

Untuk keamanan isinya, tas besar pilihanku. Entah sejak kapan aku menyukai tas-tas yang besar sebagai tas bahu. Dulu selalu dicemooh oleh anak-anak dan keponakan :"Ngapain sih ke kantor koq tasnya gede banget!" Tapi aku tak pernah menggubrisnya. Yang penting aku nyaman menyandangnya di pundakku. Tak peduli kalau dalam jangka lama, ada yang mengatakan bahuku bisa menjadi miring. Buktinya sampai sekarang, setelah sekian tahun, kedua bahuku dalam posisi seimbang tuh.


Beberapa tahun kemudian para keponakan dan banyak rekan-rekanku yang menjadi wanita-wanita karir ternyata jatuh cinta pada bentuk tas-tas yang besar. Nah, kan? Tas besar itu bisa membawa serta barang-barang kebutuhan apa saja, termasuk bekal makanan dan air minum, hehe...

Kalau dulu sebelum terjun ke dunia online dan mendapat predikat sebagai Blogger, tasku memang besar, tapi hanya memiliki berat paling 1.5 kg.-- karena isinya hanya dompet yang berisi kartu-kartu penting seperti KTP, Kartu BCA dan beberapa kartu nama. Tak pernah aku lupa untuk menyelipkan foto-foto cucuku dan foto keluarga, termasuk foto anak lelakiku yang sudah almarhum. Pokoknya padat dan lengkap. Nah, inilah isi dompet dalam tas yang tidak boleh ketinggalan a.k.a. wajib dibawa kemana-mana. Jadi jangan sampai lupa!

Take me along with you wherever you go. (dokpri)

Tapi setelah aku menyandang sebutan yang membuatku bangga itu, beratnya jadi bertambah. Gak apa-apa yang penting aku sudah merasa lega kalau dalam tas ini sudah ada dompet beserta isinya, yyeeaayy...

Tapi, kenapa jadi bertambah berat? Tentu saja karena di dalam tas itu sekarang aku bawa serta tiga buah pouch yang amat aku perlukan. Kalau sampai ketinggalan, maka aku pasti akan mati gaya. Di mana pun aku berada, apakah itu di rumahku yang home sweet home ataukah di rumah anakku  di Bintaro Sektor 7 mungkin juga di rumah permata hati yang tinggal di Bekasi Barat dan di Ciputat, perlengkapan perangku harus ikut serta. Perlengkapan perang? Iya, katanya bukan blogger tuh kalau gak punya powerbank, kabel data, charger, yang melengkapi gadget Lenovo-ku.


Itu belum seberapa lho, belum lagi kalau pas ada pelatihan blogging yang mengharuskan setiap peserta membawa laptop, akan lebih berat lagi. Disamping membawa tas yang sudah berat, harus pulak bawa ransel yang isinya laptop.  Tapi dengan semangat, enjoy aja bawanya, kan dalam perjalanan dibantu Ojecker, trus sesampainya di tempat pelatihan, pasti adalah blogger yang kasian liat ninik-ninik keberatan bawa laptop, hahaha....trus berinisiatif membawakannya, trus blogger renta itu sampai juga di ruang pelatihan.


Mungkin ada yang bertanya dalam hati: "Ngapain sih pake bawa kosmetik segala. Lho? Emangnya ada larangan untuk bawa kosmetik dalam tas?Bagiku penting sekali karena terkadang tanpa rencana aku tidak langsung pulang ke rumahku yang Home Sweet Home itu, tapi langsung jaadi Nomaden, bermalam di rumah salah satu permata hatiku. Berkangen-ria dengan anak dan cucu.

Ngomong-ngomong, belum lagi aku masukkan gadgetku sang Lenovo plus chargernya tuh ke dalam tas. Biasanya barang terakhir yang aku masukkan ke dalam tas adalah LENOVO-ku. Nah, tambah berat, kan. Tapi barang terakhir yang aku masukkan dan yang akan menambah sedikit berat tasku, penting banget. Gimana mau berkomunikasi tanpanya? Kalau sampai tertinggal a.k.a. gak terbawa dalam tas, bisa kelabakan, dan bisa-bisa sejauh apapun roda-roda ojek menggelinding di atas aspal pastilah aku langsung tepuk pundak Sang Ojecker: "Tolong kembali lagi, Pak, ada yang kelupaan. Ntar Ibu tambahih feenya!" Ojek pun berputar arah balik. . Aarrrgghhh...

Mudah-mudahan banyak blogger yang menyetujui judul postinganku: Untuk Keamanan Isinya, Tas Besar Pilihanku." Ini dia...
Semua keperluan ada di sini, hehe... (dokpri)



Comments

  1. Pada intinya semua orang punya hak sendiri untuk apa yang dipilihnya. Hehe... Salam kenal....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal balik dari bunda. Bunda sudah ke blog siswonesia. Mengagumkan. Bunda masih belajar mengenai template jadi mohon maaf kalau tampilannya agak membingungkan. Terima kasih kunjungan siswonesia ke blog bunda.

      Delete
  2. Saya juga suka bawa tas penuh isi, tapi biasanya ransel soalnya pundak ga kuat lama pakai tas cangklong sarat isi, Bunda.
    :D

    ReplyDelete
  3. Iya bener tuh Bun, suka ada yang bilang kalo bawa tas berat di pundak, nanti jalannya jadi miring2 deh hihii..

    Ah, Bundaa pinjem pinsetnya donk, alisku udah gondrong ini!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan miring-miring x tapi seloyongan, hahaha... Ops, bole-bole-bole..silakan pake. Bunda mah bisa mati gaya kalo pinset ketinggalan, soalnya kan alis sebelah kiri susah diajak komprominya.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Ada Apa Dengan Panggilan Bunda?

Eratnya Ikatan Kekeluargaan Itu

GIVEAWAY, Berkat Mendongeng Lahirlah Sebuah Antologi.