Mengisi Waktu Selama Ramadhan

Day-26
Sumber gbr. kaskus.co.id
Dalam setahun ada duabelas bulan. Alangkah baik dan bermaknanya bila satu bulan terakhir kita gunakan untuk melakukan hal-hal mulia berkaitan dengan bulan suci Ramadhan. Mengisi waktu selama Ramadhan adalah dambaan setiap umat muslim. Namun terkadang ada saja yang menghambat aktivitas positif ini disebabkan kesibukan duiawi. Lalu apa yang dapat kita perbuat untuk tetap menjaga kelurusan hati agar semaksimal mungkin kita dapat melakukan hal-hal baik dan bermakna pada bulan Ramadhan -- sebagian sudah pernah aku muat di sini.



Selain dari yang pernah aku sebukan dalam postinganku yang lalu tentang banyaknya amalan yang bisa kita rengkuh selama bulan Ramadhan, juga jangan pernah melupakan "senyum."  Senyum adalah sedekah.  Hal-hal baik yang kita lakukan dalam bulan suci Ramadhan akan mendapat ganjaran pahala yang berlipat ganda  dari Allah Swt. Sebuah senyum yang kita lontarkan dengan tulus untuk mereka yang kita kenal maupun tidak kita kenal, selama itu adalah keadaan yang wajar maka itulah berkah dari Allah Subhaanallahu wata'alla.


Ada sebuah hadis yang diriwayatkan Ibnu Umar -- di mana ia bercerita bahwa ia pernah mendengar Rasulullah SAW, bersabda:

"Apabila malam telah datang, siang telah berlalu dan matahari telah terbenam, maka orang yang berpuasa pun segera berbuka." (HR Bukhari dan Muslim)

Sumber gbr. jogja.tribunnews.com
Selama bulan suci Ramadhan lakukanlah banyak hal-hal baik dan bermakna indah seperti antara lain bila kita berpuasa segerakanlah berbuka puasa saat adzan magrib berkumandang. Minum seteguk air adalah hal kebaikan yang utama, kemudian bersegeralah mengambil wudhu dan lakukanlah solat wajib dengan tertib.  

Alhamdulillah, hampir di setiap bulan Ramadhan aku berusaha untuk mendahulukan berbuka puasa ketika adzan magrib sudah bergema -- menjumput sebuah kurma dan memakannya diikuti minun segelas air putih hangat. Memang disunahkan untuk makan yang manis-manis ketika berbuka puasa.

Melakukan tadarusan baik berkelompok maupun sendiri, banyak membaca do'a-do'a dan berzikir serta membaca Salawat Nabi, membaca Surah Alfatihah -- jantungnya Al Qur'an -- karena bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Bulan dimana segala do'a dan permohonan kepada Allah Maha Pencipta akan dikabulkan.

Nabi Besar kita Muhammad saw, bersabda:

"Ada tiga golongan yang do'anya tidak akan ditolak, yaitu: orang yang berpuasa 
hingga waktu berbuka, pemimpin yang adil, dan orang yang dizalimi."
(HR. Tirmidzi)

Kejarlah pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan untuk banyak solat malam (tahajjud), solat hajat dan membaca Kitab Suci Al Qur'an sebanyak mungkin untuk mendapatkan ridho Allah dalam mencapai, in shaa Allah "Malam Seribu Bintang" -- banyaklah membuat amalan seperti sedekah, menolong orang yang membutuhkan bantuan dengan ikhlas. Jemputlah Malam Lailatul Qodar dengan segala usaha melalui bacaan pada setiap malam di ke sepuluh hari terakhir puasa.

Sumber gbr: kupang.tribunnews.com
Dengan mengerjakan semua yang aku sebutkan di atas dan menjalankannya dengan penuh ikhlas, maka segala keberkahan akan dikucurkan ole Allah SWT.  Aamiin, ya Robbal'aalamiin.  Malam Lailatul Qodar adalah malam yang tepat bagi umatNya untuk mohon ampunan dari Allah pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Tak seorang yang tahu kapan Malam Lailatul Qodar itu akan datang, namun seyogianyalah pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan terutama pada tanggal-tanggal yang ganjil.  Disunahkan untuk solat dua raka'at di malam penantian datangnya malam lailatul qadar yang tak seorangpun yang tahu apabila datangnya. Malam lailatul qadar adalah satu malam yang lebih terang dari seribu bulan.
















REFERENSI:
https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/3814304/3-sunah-puasa-yang-bisa-dilakukan-agar-ramadan-2018-lebih-bermakna
https://desaislam.wordpress.com/2012/08/12/amalan-dan-doa-di-malam-lailatul-qodar/

Comments