DiRumahSaja Menciptakan Kebiasaan Baik dalam Keseharianku

DiRumahSaja Menciptakan Kebiasaan Baik Dalam Keseharianku



Ketika aku membuka laptop, entah apa yang akan aku tulis di halaman yang masih berwarna putih ini. Benar-benar belum ada ide mau menulis apa. Tiba-tiba saja timbul dalam pikiran dan mengalir melalui jemari ini sesuatu seperti sebuah perintah dari otak dan berderet-deretlah huruf saling teruntai dan berbunyi seperti yang bisa Anda baca di judul postingan ini.  Yups! Kenapa tidak? Kalau kita mau -- pasti bisa -- yang penting ada sebuah keinginan yang menjadi pendukungnya. Tanpanya, maka halaman ini akan tetap putih bersih. 


Setiap orang sekarang ini pasti tidak asing lagi bila mendengar Covid 19  --  tidak saja di Indonesia, tapi juga di seluruh penjuru dunia tahu.  Covid 19 sebutan yang populer untuk v.irus corona yang telah merenggut jutaan nyawa manusia. Ya, kita sedang dalam keadaan yang memerlukan kepekaan, kesabaran, keprihatinan, kedisplinan dan ke maha-pengertian. Yang terakhir aku sebutkan karena masih banyak sekali kita-kita ini yang terkadang tidak peduli, bahkan seolah-olah tak mau tahu tentang keadaan yang kini sedang kita alami.  Menganggap keadaan biasa-biasa saja seolah tak terjadi apa-apa. Padahal Covid 19, virus corona yang namanya terdengar manis di telinga namun tidak semanis akibat yang ditimbulkannya itu masih berkeliaran mencari mangsa. Mangsanya bisa saja mereka yang tak memedulikan keberadaannya. Ia tidak akan berhenti hingga kita menyadari betapa berbahayanya Covid 19 ini kemudian mau mendisiplinkan diri serta mematuhi himbauan Pemerintah.


Di postingan ini aku tak akan mengulas  secara rinci tentang apa itu Covid 19 tapi akibat kedatangannya di Indonesia telah menyebabkan Pemerintah mengeluarkan himbauan agar masyarakat tinggal di rumah saja kecuali ada keperluan yang teramat penting.  Nah, berikut, lagi yang bersahabat dengan telinga kita agar kita tetap di dalam rumah saja. Tak pelak lagi DiRumahSaja Menciptakan Kebiasaan Baik dalam Keseharianku. Bahkan mungkin terciptanya kebiasaan baik dalam keseharian setiap individu yang menyadari apa arti kesehatan, kebersihan  dan menjaga stamina. Sedangkan bagaimana penanggulangan Covid 19 oleh Pemerintah dan badan-badan terkait, biarlah mereka yang akan mengulasnya sejelas mungkin. Kita hanya harus mengikuti himbauan yang dikeluarkan oleh Pemerintah dan semestinya dengan penuh kesadaran serta kedisiplinan yang maksimal mematuhinya. In shaa Allah.

Sejatinya kita harus mau dan peduli dengan berita-berita yang sedang banyak beredar tentang Covid 19 yang sangat berbahaya ini. Kedatangannya tidak pula dengan tanda-tanda yang nyata. Bisa saja seseorang yang kelihatan sehat dan digjaya sebenarnya adalah seorang carrier yaitu pembawa  penyakit yang disebabkan oleh virus corona -- karena menurut informasi masa inkubasi virus ini di dalam tubuh manusia baru akan menunjukkan tanda-tanda seseorang terinfeksi setelah melewati masa 14 (empatbelas) hari.

Begitu sulitnya masyarakat untuk mengerti akan himbauan Pemerintah guna mencegah penyebaran yang lebih luas keberadaan virus corona ini.  Padahal caranya mudah sekali, bahkan ini menggiring kita semua kepada suatu kebiasaan positip untuk menjaga kebersihan, antara lain:

  • Mencuci tangan dengan sabun merek apa saja di bawah air yang mengucur/mengalir, lakukan secara rutin adalah yang terbaik setelah melakukan aktivitas apa saja
  • Hindari memegang wajah, terutama hidung, mata dan mulut. Kenapa? Karena tangan adalah yang paling aktif dalam memegang segala permukaan benda-benda mati yang kemungkinan corona virus sudah melekat di sana
  • Physical Distancing, menjaga jarak antara satu orang dengan orang yang lain, dengan maksud agar terhindar manakala seseorang di dekatnya batuk/bersih bisa terhindar dalam jarak kurang lebih satu sampai satu setengah meter.   


  • Tidak lupa untuk memakai masker


  • Tetap di dalam rumah, kecuali ada kepentingan yang harus dilakukan dan tak dapat dihindari prioritynya -- lebih poluler dengan hastag #DiRumahSaja

Beberapa poin di atas adalah acuan yang sangat efektif untuk sedapat mungkin berusaha mencegah atau menghambat penularan virus corona. Keterpaksaan menjadikan satu kebiasaan. Apa itu? Salah satu poin di atas yaitu "tidak lupa memakai masker."  Kenapa?  Karena dalam keadaan aman sebelum pandemi aku tak pernah memakai masker.  Lain halnya dengan anakku atau para keponakanku yang sejak lama telah memakai masker  bila bepergian  ke luar rumah.

Covid 19 secara tidak langsung mengajarkan aku dan kita semua untuk memiliki kebiasaan yang baik memakai masker demi menjaga kesehatan diri. Tidak saja untuk diri sendiri tapi untuk orang-orang di sekitar kita. Begitu pula menjaga kebersihan bukan untuk diri sendiri saja, tapi juga untuk lingkungan kita, utamanya tentu saja di rumah kita baik di dalam  maupun di luar.

Istilah tetap Di Rumah Saja membuat aku memiliki lebih banyak kesabaran, keprihatinan dan menerima dengan ikhlas arti kesendirian. Karena selama ini sudah hampir menjejaki bulan ketiga aku tak pernah bisa bebas berkangen-ria dengan anak-anakku apalagi dengan para cucuku yang ganteng-ganteng. Huuuhh...kangennya. Tapi dengan ikhlas batinku berkata :

"Bertahanlah! Demi kesehatan dirimu dan anak-anak cucumu.
 Akan tiba waktunya  saat bersilaturakhim itu datang
 dengan damai, aman dan ceria."
  Aamiin.

#DiRumahSaja atau #DiRumahAja selama hampir beberapa bulan hampir menenggelamkan diriku dengan kesibukan-kesibukan yang jarang sekali aku lakukan di hari-hari biasa tanpa Covid 19: Aku lebih banyak bergerak, bergairah penuh semangat membereskan ini dan itu. Aku mengerjakannya dengan sepenuh hati dan kesadaran akan kerapihan serta kebersihan adalah hal yang penting. But I know my limit, dikala aku merasa badanku berontak untuk minta istirahat, maka aku pun akan mematuhinya -- berbaring sebenar, meregangkan otot-otot yang kaku hingga terasa lentur kembali. Ini tidak memerlukan waktu yang lama. Cukup 15 sampai 20 menit saja. Mau tahu apa saja kegiatanku? Yuuk, simak terus ya:

1.  Membersihkan kitchen cupboard, laci-lacinya yang sudah lama tak pernah terjamah tangan.

2  Membongkar buku-buku yang sudah tidak pernah disentuh, memasukkannya ke dalam kardus besar - simpan di lemari yang biasa untuk gudang.

3. Menurunkan kain-kain jendela ruang tidurku dan menggantinya dengan yang tak pernah aku gunakan. Terciptalah suasana baru dan cerah.

4. Memilah dan memilih pakaian-pakaian yang menyesakkan lemari pakaian dan mengeluarkan pakaian yang jarang sekali aku pakai atau memang sudah terlalu sempit dan lain alasan. Yang penting lemari pakaianku bisa longgar, dan mudah untuk memasukkan dan mengeluarkan pakaian yang akan dipakai.

5.  Mulai mengutak-atik  pot-pot tanamanku, mengganti medianya atau menggantinya dengan tanaman baru.


6.  Membiakkan dalam pot-pot tanaman lidah buaya yang lebih keren disebut Aloevera

7.  Ini dia last but not least: Aku jadi rajin sekali di dapur, mencoba mengolah kripik singkong menjadi kripik balado "Ala Bunda YR" hehe... Yang menyenangkan setelah aku coba menjualnya, ternyata banyak penggemarnya dan katanya bumbunya maknyuuus, karena aku coba membuatnya dengan resep Ala Bunda YR.


Nah! Banyak hikmah yang bisa kita ambil di balik himbauan dari Pemerintah #DiRumahAja.
Covid 19 telah ikut memberi andil terciptanya kebiasaan- kebiasaan baik yang sangat positif bagiku.
Selama kita menerima dan menjalani dengan ikhlas beragam   himbauan dari Pemerintah dan melaksanakannya dengan penuh kesadaran dan disiplin, semua akan berjalan dengan lancar tanpa adanya kekesalan dan rasa bosan.


Bahkan dalam menyambut hari kemenangan di bulan Ramadhan 1 Syawal 1441-H tak sesuatu yang memberatkan. Kerinduan akan berkumpul bersama anak-anak tercinta yang kami lakukan melalui video call  mampu membalutnya. Cara baru saling bermaaf-maafan yang unik disebabkan adanya Covid 19 ternyata telah membuat suasana meriah penuh keikhlasan dan binar yang memancarkan kegembiraan serta rasa bersyukur kepada Allah Sang Pencipta.

Kemajuan teknologi yang semakin canggih memungkinkan kami masih diberi kesempatan untuk saling bertatap muka, walaupun hanya dengan menggenggam gadget masing-masing, hehe.... Empat wilayahpun terekam dalam satu foto yang akan menjadi kenangan manis.


Semoga Covid 19 cepat berlalu dengan meninggalkan baik kesan-kesan sedih, mengharubiru, penyesalan dan juga keikhlasan, kesabaran serta keprihatinan. Semoga semua yang telah tertenpa dengan baik selama masa himbauan #DiRumahSaja akan tetap bisa dipertahankan untuk masa-masa yang akan kita lalui di masa mendatang.

Aamiin.


 


 








.








Comments

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Bunda, selamat idul fitri, mohon maaf lahir batin.

    Semoga kita sehat selalu, ya, Bunda.

    Huhuhu...jadi ingat ibu saya, deh, Bun. Semoga kita masih diberi umur untuk ketemu lagi dg keluarga dan sanak famili.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Diah, semoga kita semua diberi kesehatan. Aamiin

      Delete
  3. Bunda, love this post. Saya lagi nulis ini juga, tapi masih ngedraft. Covid ini memang telah banyak mengubah mindset, perasaan juga habit ya bun. InsyaaAllah ada hikmah dibalik tiap peristiwa. Aamiin smg covid segera berlalu ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank u 4 being here n love my post.
      Bunda udah lama kagum sama tulisan2 Prita.

      Delete
  4. Betul sekali, Bunda. Saya setuju. Banyak hikmah di balik pandemi Covid-19. Saya sendiri. Saya yang dulu ingin sekali punya kebun tapi masih maju-mundur mau melihara tanaman (karena belum punya lahan) akhirnya memaksa diri untuk nanam sedikit2. Semoga Istiqomah ��
    Dan banyak kegiatan positif lain yang dilakukan saat di rumah saja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi..apalagi rmh bunda yg 4L gak ada lahan. Jadi bernejerlah itu pot2 dan kesempatan metawatnya sendiri termasuk ganti media selama #DiRumahAja, biasanya pake tukang yg bantuin. Covid 19 bikin bunda ngirit pengeluaran, hehe..

      Delete
  5. Halo bunda sudah lama gak mampir kesini, seneng banget bisa main lagi ke blog bunda. Iya nih, sejak dirumah aja aku sempat bingung mau ngapain lagi. Salut sama bunda bisa tetap aktif berkegiatan. Semoga bunda dan keluarga sehat selalu ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rizka cantik, iya bunda juga sempet jualan kripik singkong balado dan lasagna serta puding agar campur lidah buaya. Mumpung ada waktu dan kesempatan. Btw, apa komentar bunda udah "gak" dimoderasi lg, krn berulang mMoir blm nangkri g tuh komentar bundanya, hehe..

      Delete
  6. Kegiatan di atas adalah menyenangkan dilakukan apalagi beres-beres dapur dan taman. Bagian rak buku dan ternyata banyak buku yang belum dibaca hehe. Semoga kebiasaan ini terus dijaga dan rumah semakin bersih dan untuk kesehatan kita juga ya Bun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Huuu...bunda juga yg cuman punya 22 bk antologi masih tertata rapih di rak buku. Yg dibaca malah "Tenggelamnya Kapal Van der Wijk", hihihi...

      Delete
  7. Mungkin ini yang disebut selalu ada hikmah di balik setiap kejadian ya, bunda.. Hikmah di balik pandemi Covid ini kita jadi lebih peduli terhadap kebersihan, dan jadi lebih rajin. Ya rajin bersih2, rajin masak, rajin ngurusin tanaman, dll. Sehat-sehat terus ya, bunda..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita memang yg hatus bisa mengambil hikmahnya. Kl gak kita bisa stress berat.

      Delete
  8. Benar sekali, bunda.
    Saya juga sekarang jadi makin sering ke dapur.
    Alhamdulillah, suami jadi makin betah di rumah, hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah, makin banyak nih koleksi resep kulinernya dan suami tambah sayang. Konon katanya "Conta suami itu melalui perut" Apa bener tuh? Bunda gak jago di dapur tp anak-e limo, hehe..

      Delete
  9. Iya ya Bunda selalu ada hikmah di setiap kejadian banyak yang dibenahi setelah kejadian wabah ini... terlebih saya mungkin aslinya agak introvert ya... menikmati banget suasana di rumah aja ini ..hehehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gak percaya deh kl Ida tuh introvert. No matter what popoknya kespatan #DiRumahAja kita nikmati aja, kl gak bisa2 galau dan stress. Iya, kan?

      Delete
  10. Wah masyaAllah bunda aktif dan produktif sekali dirumah. Saya juga membongkar lemari nih Bun. Mumpung ada yang bantuin Krn WFH

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betuntungnya Eka ada yg bantuin. Kl bunda tinggal sendiri, beberes sendiri. Anak cucu bunda larang dateng demi kesehatan bunda dan mereka.

      Delete
    2. Alhamdulillah, Eka ada yg bantuin. Kl bunda tinggal sendiri ya apa2 sendiri. Anak cucu mau datang tp bunda gak izinkan demi menjaga kesehatan bunda dan meteka.

      Delete
  11. selalu ada hikmah dari setiap peristiwa ya bunda :) kalau saya sih berasanya skill memasak jadi meningkat karena bolak balik dapur mulu hahahaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Winda apa kabar? Jngn cuma betadanya aja atuh tapi diyakinin, hehe...Mungkin kl gak ada si Covid 19 barangkali kita2 gak bakal tau tuh jurus jitu kita dlm hal kuliner.

      Delete
  12. Alhamdulillah kami sekeluarga sudah lumayan disiplin untuk mengikuti anjuran pemerintah Bund. Mencucui tangan, mengenakan masker dan himbauan tidak berkerumun atau ngumpul-ngumpul bareng teman.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keluarga kami juga, walaupun kami berpencar namun kami saling mengingatkan. Ada sih seorang cucu yang sulit diarahkan karena seolah tak peduli pada himbauan atau apapun. Paling gak betah tinggal di rumah. Perlahan bunda sarankan kepada anak bunda untuk membujuknya agar peduli pada himbauan.

      Delete
  13. Semoga semua kebiasaan baik yang kita lakukan selama masa pandemi ini bisa kita pertahankan seterusnya ya Bun. Berharapnya sih pandemi segera berlalu, tapi kebiasaan baiknya bisa tetap dilakukan demi menjaga kesehatan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. In shaa Allah. Walau bagaimanapun kita sendiri yang merayakan baik-buruknya dampak dari Covid 19 yang telah membuat kita semua memiliki perubahan prilaku ke arah yang positif. Berharap bisa seterusnya. Aamiin.

      Delete
  14. Semoga pas covidnya pergi kita tetep berkegiatan baik ya Bund.. saya sendiri suka banget ganti suasana rumah copoton gorden dan kayak mindahin tempat tidur dan lemari. Sehat-sehat ya Bunda.. Lebaran juga tetap khidmad meski hanya lewat vidcall.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mom Husnul seperti si bungsu bunda, gak bisa dilarang untuk me-lay-out ulang posisi barang-barang di kamarnya yang membuat si Mbak dalam hatinya KZL. Nah, kesempatan dengan adanya si Covid19, mau gak mau si Mbak dari pada bengong, bantuin dengan senang hati. Sama, kami juga berlebaran melalui vidcall. Karena perasaan rindu yang lama terpendam barangkali ya, jadilah wajah-wajah di vidcall itu begitu sumringah, hehe...

      Delete
  15. Semoga sehat selalu ya Bunda
    Kita belum pernah bersua
    Saling mendokan di rumah
    Di rumah saya beruntung karena ada kesibukan sama bayi, meskipun kadang bosan mau ke taman tapi terhalang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, my dear Rahmah. Paling sering ketemunya online ketika ada Fun Blogging ya? Kini ketiganya sudah sukses dengan karir mereka masing-masing. Kita kehilangan suasana kebersamaan OL seperti yang kita dapat dari Fun Blogging, ya. Btw berapa usia cucu bunda?(ee...ngaku-ngaku!) baby girl or baby boy? Congratulations, Mom Rahmah.

      Delete
  16. Kondisi covid seperti ini ada hal positifnya juga ya,, bun. Jadi ga perlu mengeluh dengan kondisi ini tapi lihat positifnya aja ya :)

    ReplyDelete
  17. Assalamualaikum Bunda, semoga kita semua selalu dilindungi dan diberikan kesehatan oleh Allah SWT ya, Bun...Aamiin. Pandemi ini meski memporadakan banyak hal tapi pasti ada hikmahnya ya, Bun

    ReplyDelete
  18. Nice post! Sangat salut dengan apa yang telah dilakukan.. Tetap Semangat..

    ReplyDelete
  19. kebiasaan baik yang harus terus dijaga meskipun pandemi ini nanti sudah usai

    ReplyDelete
  20. Keren postingannya! Terimakasih ya kak sudah berbagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih pujiannya dan kunjungannya ke blog bunda.

      Delete
  21. Sehat-sehat ya Bunda, semoga pandemi ini segera berlalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita sa. ma mendo'akan ya semoga kita sehat-sehat dan si Covid 19 segera hengkang dari bumi NKRI

      Delete
    2. Alhamduliullah, bunda sehat-sehat. Kita sama berdo'a semoga Covid 19 segera hengkang dari bumi NKRI ya. Aamiin.

      Delete
  22. ( SUKACROT.SITE ) Adalah Bahan Onani Yang Terbukti Ampuh Untuk Meringankan Segala Penyakit Bawaan Maupun Terbawa Oleh Pengaruh Nikmat Dari Sekitar. Banyak Film Yang Di Adopsi Mulai Dari Film Bokep, Film Semi, Suka Crot, Nonton Film Bokep, Nonton Film Semi, Film Bokep Terbaru, Nonton Bokep Gratis, Streaming Bokep Gratis, Film Bokep Indo, Bokep Barat, Bokep Korea, Bokep Jepang, Dan Masih Banyak Lagi. Silahkan Menikmati Sajian Terbaik Dari Kami Untuk Kalian Semua
    KLIK �� SUKACROT


    ( ANEKAMOVIE.COM ) Merupakan website hiburan yang menyajikan streaming film atau download movie gratis bersubtitle Indonesia. Perlu diketahui, film-film yang terdapat pada web ini didapat dari web pencarian di internet. Kami tidak menyimpan file film tersebut di server sendiri dan kami hanya menempelkan link-link tersebut di website kami.
    KLIK �� ANEKAMOVIE

    ReplyDelete
  23. Bunda Yati, bunga kuningnya cakep banget ��
    Alhamdulillah, banyak banget kegiatan yang bisa dilakukan di rumah. Sayangnya sih berat badan jadi naik nih Bun ��

    ReplyDelete
  24. Join yuk di chanelku yang seger...
    banyak film terbaru loh...

    STREAMING NONTON BOKEP GRATIS
    Kumpulan BOKEP Terlengkap Terbaru Terpopuler & Ter-Update By SUKABOKEP

    SUKABOKEP

    BOKEP INDO NGENTOT ASIK

    BOKEP BARAT NGENTOT MANTAP

    BOKEP JEPANG NGENTOT NIKMAT

    BOKEP KOREA NGENTOT PUAS

    FILM SEMI NGENTOT SERU

    ReplyDelete

Post a comment

Popular posts from this blog

Ada Apa Dengan Panggilan Bunda?

Khasiat Serai Merah

Eratnya Ikatan Kekeluargaan Itu