Saturday, January 23, 2016

Ribuan Langkah Seorang Ibu

Tiba-tiba saja terlintas dalam benakku untuk memuat postingan di blog dengan judul Ribuan Langkah Seorang Ibu.  Kenapa? Tentu ada alasan yang jelas donk... Tanpa itu aku tak bisa berkelit kalau ada komentar yang masuk. "Lho, kenapa harus ribuan langkah? Gak satuan langkah aja! Hayo, mau jawab apa, coba!"

Dengan judul ini aku bisa jelaskan secara tuntas dan mendetail apa-apa saja yang telah aku kerjakan, sehingga aku berani membuat postingan dengan judul di atas, hehe... Laptop-ku siap menunggu jemari lentik (?) dan lincah untuk menari di atasnya.

Sudah lebih kurang dua mingguan kembali kebahagiaan menerpa hati. Ternyata postinganku yang ini memberikan hikmah bagiku. Aku merasa akulah Ibu yang paling bahagia di dunia. Di usia yang sudah renta ini ternyata aku masih dibutuhkan. Ya, dibutuhkan. Itulah yang menyebabkan hati ini ber-bunga-bunga. Aku masih bisa memenuhinya dengan segenap ketulusan dan sepenuh cinta kasih sayang. Wah, wah, wah, segitu lebay-nya nih, ya? Oops, bukan, bukan lebay, tapi sebuah kenyataan hidup. 

Lho, kalau di usia tua, bahkan teramat tua kita sudah tidak dibutuhkan, bahkan tidak bisa memberi apa-apa berupa materi untuk orang-orang terkasih akan bertambahlah usia tua itu terasa. Parah, kan? At least ada yang bisa aku lakukan secara jasmani -- tenaga dan kesanggupan. Aku masih memiliki anugerah itu dari Allah Swt. Aamiin.

Coba teliti jadwalku hari-hari yang lalu. Menunggu anakku berangkat kerja jam 05.30 aku harus stand-by buat cucuku. Siang hari, ketika cucu sudah berangkat ke sekolah mulailah aku melakukan aktivitas apa saja. Yang penting sangat, sangat positif dan mampu menimbulkan euforia yang luar biasa. Lho koq? Iya, semangat yang mampu memacu diri lahir dan bathin dan menimbulkan kegembiraan, kan namanya euforia. Betul gak, sih? #koqpakenanya

Iya, apa namanya kalau bukan euforia. Kegembiraan yang membuat hidup ini tambah bersemangat. Banyak rencana pada hari itu yang bergelantungan di ujung benak. Hampir jatuh berantakan, hehe... Kalau tak segera aku lakukan, semua akan terlambat. Karena bukan hal yang tak mungkin semangat itu akan melayang, menguap seperti embun di daun talas. Mudah terjatuh disentuh angin semilir yang lembut sekali pun.

Terpaksa aku lewatkan kesempatan untuk duduk dan memandang layar laptop. Apa boleh buat. Masih ada saat sebelum hari berganti. Yang sekarang aku harus lakukan adalah memanggil ojek (bukan Go-Jek) untuk mengantarkanku membeli bebatuan lagi untuk memenuhi kebutuhan di rumahku yang Home Sweet Home. Juga untuk di rumah anakku yang di Bintaro.
Source: birdbody.blogspot.com
Kurang lebih pot-pot tanamanku seperti di gambar ini, walaupun tentu tidak secantik yang di atas tempat-tempat bunga yang aku punya. Akan aku edit postingan ini setelah aku bidik pot-potku sendiri dengan Samsung Galaxi Tab yang aku punya.

Memang aku memiliki kelemahan kalau melihat tanaman tak terawat. Mataku rasanya "sepet"...hehe...dan tangan serta seluruh tubuhku ingin langsung terjun membenahinya. Tapi aku pun ingat bahwa keinginan yang besar harus disesuaikan dengan tenaga yang sudah semakin berkurang. For that reason I know exactly my limit.

Nah, bebatuan sudah teronggok di atas motor milik Ojecker (sayang tidak aku bidik dengan kamera hape, karena hapeku kan hilang...#curhat!) Ada sih Samsung Galaxi Tab dalam tasku, tapi besarnya itu yang membuat aku malas mengeluarkannya. Jadi percaya aja deh ya, kalau aku benar beli bebatuan itu.

Kerja di rumahku langsung aku lakukan. Pot-pot yang sudah kubeli dengan jumlah harga yang membuat tukang ojek bingung, karena jumlah yang besar. Lho koq tukang ojek tahu sih ya pengeluaranku untuk pot-pot dan bebatuan putih itu? Bagaimana tidak, Ojecker berdiri di sebelahku ketika tukang tanaman membuat bon pembelanjaanku.
Source: id.aliexpress.com

Ojecker berkomentar: "Gak sayang bunda mengeluarkan uang hampir sengah jeti.

"Hobi bunda di tanaman sih, ya?" lanjutnya

Aku mengiyakan saja. Kebersihan, apalagi menyentuh soal hobi memang mahal. Ada value-nya pasti. Tapi itulah sensasiku untuk merawat tanaman.  Aku amat menyayangi tanaman, karena aku tak pernah membeli tanaman yang sudah jadi. Maksudnya tanaman yang siap pajang. Tetapi aku memeliharanya mulai dari anakan. Kepuasan tersendiri aku dapatkan. Bukan saja di rumahku, tapi juga di rumah anakku.

Tak terasa jumlah itu bila dibandingkan dengan pemandangan mata melihat resik dan bersihnya pot-pot teratur rapi.

Selesai di rumahku, berojek-ria lagi ke makam anak lelakiku. Nyekar dan melakukan sesuatu yang bersifat sedekah kecil-kecilan. Katanya, hari Jum'at adalah hari yang baik untuk berbuat kebaikan berbuah pahala. Walau pun pahala itu hanya Allah yang tahu. Jadi aku lakukanlah yang terbaik buat diriku.

Benar sekali memang begitu cepatnya Allah memberiku balasan. Aku menerima sekian kali lipat dari uang yang aku berikan sebagai sedekah pada hari Jum'at itu. Subhaanallah. Allah Mahabenar dan Mahamengetahui. Aamiin.

Okeee... ber-ojek-ria lagi dari makam menuju ke sebuah Toko Kue pembuat bolu lapis legit yang tak pernah menggunakan gula buatan. Biasanya hari Jum'at ada sajian khusus, yaitu kue bolu yang terbuat dari ketan hitam. Hhmm...yummy...Bolu ketan item ini  kesukaan anakku yang tinggal di Bintaro. Oleh-oleh pun terbawa sudah. Apa lagi?

O-ya, ada yang komentar nih kedengarannya. Koq tahu sih kuenya pake gula asli? Ya, iyalah, karena aku melihat sendiri berkarung gula asli datang dan dibuka di depanku. Adonan pun dibuat di tempat itu. Gula asli dikocok bersama telur dalam wajah yang buuuessar banget. Pembeli bisa langsung menyaksikan di tokonya dan rasanya pun wuenak tenan. Mereka yang ahli membuat kue pasti tahu bedanya, mana yang dibuat dengan gula asli dan mana yang menggunakan gula buatan.

Kembali aku nangkring di atas ojek. Ojecker meluncur dengan mantap, kencang dan stabil. Tujuanku? Rumah anakku perempuan yang satu lagi di Bintaro juga, si Bontot. Sudah satu minggu tidak aku tengok. Di rumah itu tak ada aktivitas fisik yang aku lakukan in terms of doing the housekeepin, karena sudah ada dua Mbak yang manis, setia dan rajin di situ. Aku hanya akan mulai fokus beraktivitas online, hehe...

Kalau di pikir-pikir dan dijumlah, maka riding-hours di atas ojek plus aktivitasku di tiga rumah, hingga berakhhr di rumah si Bontot pada jam 17.30 mendekati jumlah duabelas jam pada hari Jum'at itu. Believe it or not! Tapi aku merasakannya tanpa kelelahan but enjoy it very much, because everything I do, I do it for you. Oops, maksudnya I do it for my beloved daughters. Yeee, sambil nyanyi dalam hati, secara jadi ingat lagu Bryan Adams. Ada gak yang tahu lagunya? Ngacuuung!

Selama melakukan aktivitas di atas hatiku riang, semangat terpacu, keringat pun menetes, bahkan mengucur bak anak sungai #lebayah -- di seluruh wajah dan tubuhku. Aku merasakan gimanaaa...gitu. Hampir seharian aku melakukan kegiatan ganti media tanam dan memberi hiasan batu-batu warna putih.

Selama bekerja itu aku terpaksa berganti dua kali pakaian kerja. Abis, kalo gak, gimana mau melakukan solat? Masa sih solat dengan pakaian yang kecipratan tanah, pupuk dan air! Mandi, mandi, mandi, badan bersih dan segar. Setelah solat, kerja dengan aktivitas yang aku sebutkan di atas berlanjut dengan pakaian kerja baru, hehe... Ya, kesibukan merawat pot-pot tanaman hanya terputus ketika tiba waktu solat.

Melihat pot-pot berhiaskan bebatuan putih, baik di rumahku Pamulang atau di rumah anakku Bintaro, rasa letih enggan muncul. Yang ada rasa puas, bahagia dan ceria. Juga semoga tangkai-tangkai sirih merah yang mulai aku tancapkan akan tumbuh berakar dengan cepat seiring dengan kegembiraanku ketika menancapkannya di atas tanah berpupuk.

Bayangkan, andaikan aku jelajahi jalan panjang pada hari Jum'at itu tanpa ber-ojek-ria, pastilah Ribuan Langkah Seorang Ibu akan terpampang di sana, hehe... Alhamdulillah, berkat anugerahNya aku masih diberi kemampuan untuk melangkah dalam keadaan sehat wal'afiat. Aamiin, ya Rabbal'alaamiin.

Notes: Bila kau menyukai tanaman, rawatlah dengan sebaik-baik yang kau bisa lakukan. Karena tanaman juga  makhluk hidup tak bernyawa ciptaan Allah yang diciptakanNya untuk manusia. Campur tangan kita menyebabkan tanaman apa pun bisa tumbuh dengan subur dan berkembang biak. Tanaman juga makhluk hidup, namun tak bisa berkata-kata layaknya kita, makhluk Allah yang mulia dan paling sempurna.  Tanaman akan mati dan punah atas perlakuan kita, atau ia akan tetap tumbuh subur berkat kepedulian kita.



18 comments:

  1. Selalu suka baca tulisan bunda, selalu energic selalu sehat ya bun.

    ReplyDelete
  2. Kayaknya saya harus mulai membenahi halaman rumahku yang di kampung.
    Cari pohon buah yang pendek2 saja untuk ditanam di pot
    Terima kasih Mbak tipnya
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  3. Hobi bertanaman bisa menghilangkan stres dan mengusir kejenuhan ya Bunda.. Aku juga sering berkebun tapi pake media pot2 kecil.. Pengen sih punya halaman yang luas agar bisa bertanaman dan kita duduk2 di tamannya memandangi hijaunya tumbuhan...

    ReplyDelete
  4. Ngeliat tulisan ini saya jd sedih bun, krn belakangan taneman di rumah nggak tersentuh oleh saya. Hampir berbulan2, cuman pak kebun doang yg ngurusin, hiks seriously sedih banget ini. Tfs udah mengingatkan saya :)

    ReplyDelete
  5. Saya belum pernah menanam apapun seumur hidup saya kayaknya, lebih suka merawat dan memelihara kucing. Hmmm, mungkin suatu kali akan mencoba berkebun, kalau udah pindah ke rumah sendiri.

    Oh ya, seorang ibu emang jejaknya banyak, 24 jam rasanya kurang kalau mau melakukan hal ini itu :)

    ReplyDelete
  6. Bunda... dulu aku hobi sekali merawat dan menambah koleksi tanamanku. Entah kenapa sekarang aku kehilangan gairah itu. Apa mungkin aku terlalu sibuk, atau memang aku sudah bisan dengan hal seperti itu. Anyway, terima kasih sudah mengingatkan. Membaca ini, membuatku memanjatkan berjuta2 doa untuk mama yang sampai saat ini selalu ada buatku. Dan doa pun aku panjatkan untuk bunda. Semoga selalu sehat ya bun

    ReplyDelete
  7. sempat mau belajar menanam karena rasanya dari dulu kalau tanam apa2 selalu mati, huhuhu. Jadi semangat lagi abis baca artikel bunda, nih.., makasih ya bunnn..

    ReplyDelete
  8. bunda super duper power dah, semangatnya keren, bantuu ngurus cucu, ngeblog, ngerawat tanaman pula. kece

    ReplyDelete
  9. hebaaat bunda... masih kuat seharian ngurus tanaman dan dolan ke rumah anak2 juga :)... naik ojek pula... sehat2 trs ya bun :)

    ReplyDelete
  10. Bunda Yati luar biasa
    selalu aktif..
    salam sehat selalu Bunda :)

    ReplyDelete
  11. judulnya ribuan langkah penuh cintaaa Bunda :)..sehat selalu yaaa :)

    ReplyDelete
  12. Kadang saya sering ngobrol juga sama bunga-bunga di halaman. Meski mereka enggak ngejawab, tapi seneng aja rasanya...

    ReplyDelete
  13. luar biasa semoga sehat selalu bunda!

    ReplyDelete
    Replies
    1. turiscantik.com juga luar biasa nih pasti cantiknya. Makasih do'a sehatnya buat bunda. Makasih juga kunjungan turiscantik ke blog bunda.

      Delete
  14. Bunda memang selalu THE BEST

    sehat selalu yaa bunda... i love you

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih, Mama Noofa untuk do'anya daan makasih juga untuk kunjungannya. I love you all.

      Delete
  15. Subhanallaaah. Kagum sekali bunda dengan kegiatannya. Sepertinya lebih kalau ribuan mah Bunda. You are always inspiring

    ReplyDelete
  16. Hehe...kegiatan untuk menjaga kesegaran otak aja, Dan. Makasih kekagumannya dan makasih juga kunjungan Dani ke blog bunda.

    ReplyDelete