Sunday, September 11, 2016

What Is My Favourite Me Time?

ODOP hari ke-14, tema Me Time Favourite, Minggu, 11 September 2016. Aku baru saja mulai tak-tik-tuk di atas keyboard laptopku. Aku akan terus menulis apa yang ada dalam pikiranku melalui jemari yang masih lincah ini. Seperti banyak yang mengatakan, kalau mau menulis, menulislah, jangan memikirkan apa judulnya. Lho? Jadi kalau belum tahu judulnya gimana mau lancar menulis? Karena itu lebih baik aku pilih saja judul yang tidak jauh dari tema yang diberikan oleh Cikgu Ani Berta. Ini judulnya: "What Is My Favourite Me Time?"

Kalau boleh jujur disamping Me Time bersama cucu tercinta dari hari Senin sampai dengan hari Jum'at, aku juga punya Me Time Favorit di Pamulang. Me Time yang sedikit berbeda memang. Kalau di Pamulang bahagia rasanya bisa melihat kembli tanaman dalam pot-potku. Di rumah anakku lain lagi, --  menantikan cucu pulang sekolah, melihat wajahnya yang kelelahan, penuh keringat di wajahnya, kemudian aku akan mengambilkan sehelai handuk untuknya, menyeka peluhnya yang mengalir di dahi, seluruh badan, melihat dia mengganti pakaian rumah setelah mencuci tangan kaki dan wajahnya. Rasanya kebahagiaan yang tidak bisa dibandingkan dengan apa pun.. Walaupun terkadang ada perang-perang kecil dengan cucuku ketika  rebutan pasang televisi, hehe... Dia memilih main PS, si Bunda mau nonton berita. Siapa akhirnya yang menang? Tentulah cucuku.

Kalau ada yang bertanya "What Is My Favourite Me Time?"  Agak susah aku menjawabnya -- yang satu berkaitan dengan hati dan kasih sayang, sedangkan yang lain berhubungan dengan hobby dan kasih sayang. juga. Kasih sayang yang aku curahkan untuk bibit tanamanku. Kangen untuk merawat dan membersihkan pot-pot tanamanku, menyianginya dari rumput-rumput liar yang mudah tumbuh. Padahal aku tinggalkan hanya beberapa hari. Memang ada yang membantuku membersihkan rumah, menyiram tanaman, namun tentu saja hanya sekedar menyiramnya tapi tidak telaten untuk mencabuti rumput-rumput liar di seputar tanaman dalam pot.
Rumahku, Istanaku

Kebahagiaan menyulut hati ketika aku kembali ke rumahku. Memasuki rumah, pandarngku liar menyapu seluruh bagian teras, meneliti satu per satu potku. Adakah yang sudah menguning. Setelah itu baru aku masuk. Hilang penat dan pegal karena duduk di Ojek, aku biarkan badan ini melepas lelah sejenak, sebelum aku menengok pot-potku di atas. Jadi sudah tahu kan, jawabanku andai ada yang bertanya seperti itu, maka jawabanku Me Time Favorit-ku ketika bisa merawat pot-potku, melihatnya dari hari ke hari semakin tumbuh memperlihatkan perubahan dari anakan menjadi bertambah besar juga. Di sinilah kebahagiaan itu. Bahagia juga mampu merayap di hati ketika aku menghapus debu-debu yang melekat di daun tanaman Antoriumku yang sudah semakin melebar hampir memenuhi teras. Dengan sabar daun-daun itu aku lap satu per satu, sehingga kelihatan kembali bersih dan sehat.

anakan kaktus
  
Kaktus setelah besar, lihatlah betapa menyenangkan anakan tumbuh dengan subur.
  
Sansevieriaku
 Entah sejak kapan aku menyukai tanaman, aku sendiri tidak ingat, barangkali sejak aku mengenal tanaman Sansevieria, tanaman yang "bandel"  dan mudah merawatnya.  Sansevieria ini memiliki berbagai manfaat lho, antara lain untuk mengusir bau tak sedap dalam kamar. Tanaman ini satu-satunya mungkin yang tidak berbahaya kalau kita biarkan dalam ruangaan pada malam hari. Kesehatan tidak akan terganggu, bahkan tanaman Sanse ini mengusir polusi dari ruangan.

Aku pernah hunting tanaman ini ketika beberapa tahun yang lalu sedang booming.  Aku paling suka membiakkannya dengan memotong daunnya yang tua menjadi beberapa bagian, melihatnya mulai tumbuh menjadi anakan yang kadang-kadang bentuknya berbeda dari induknya. Unik, kan? Merapihkan pot-pot ini bisa tak terasa memakan waktu ber-jam-jam, belum lagi kalau aku sudah mulai memindahkan anakan ke pot yang lebih besar dan mengganti media tanamnya. Jangan salah, aku tinggalkan pot-pot ini kala adzan memanggil, setelah itu mulai lagi dengan tubuh yang segar seolah mendapat energi extra. Alhamdulillah.

Lihatlah daun lidah buaya yang tidak subur lagi dan harus dibersihkan dari yang layu dan anak2annya.
Sampai dengan tahun tahun 2014 pot tanaman sansevieria-ku puluhan jumlahnya. Namun karena tempat di atas dan tangga terlalu terjal, anakku tidak mengizinkan aku untuk turun-naik tangga.  Ketika aku beberapa bulan di rumahnya bersama anakku lelaki yang sakit, teras dibebaskan dari tanaman, dengan maksud aku tidak akan lagi bisa naik-turun tangga terjal itu. tapiii...setelah anakku lelaki tidak ada, kembali aku ke rumah Pamulang, dan, mulai memiliki Me Time Favourite bersama pot-potku. Aku suka menanam dari anakan dan senang melihatnya  tumbuh. Kembali aku turun-naik tangga terjal lagi...anakku tidak bisa melarangku karena dia mengerti memang menghabiskan waktu bersama pot-pot dan media tanam adalah sudah menjadi my hobby dan itulah inilah jawaban dari pertanyaan "What Is My Favourite Me Time?" Being at my own home and taking care of my plants that make me feel happy is My Me Time Favourite.



13 comments:

  1. waaw tanamannya bagus bagus bunda

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan lah, Agung. Bunda suka karena semua hasil pembiayakan sendiri, gak ada yang beli udah gede gitu. Makasih kunjungan Agung ke blog bunda.

      Delete
  2. ahh seneng liat ijo-ijo di foto bunda. Me time fav aku juga banyak bun, tergantung situasi, kadang nganterin si bungsu sekolah dan nungguin dia dua jam di sana pun bisa jadi me time, karena saat di di dalam kelas, aku mojok di sudut sekolah, sibuk dengan laptop, hihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang Me T.Benime bisa ya, Zata tergantung sikon. Bener juga ya, di postingan ini kan bunda punya 2 Me Time, hehe... Makasih kunjungan Zata ke blog bunda.

      Delete
  3. Zata, maap ini leppy lagi error, jadi kalimatnya gak bener tuh. orry banget. Bunda mau off dulu aja deh, hiks...

    ReplyDelete
  4. Bercocok tanam memang me time yang menyenangkan. Jika ditekuni hobi ini juga menghasilkan sesuatu.
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Pakde, semula memang begitu niatnya, membiakkan dan menjualny, tapi, ya, itu, harus stsnd-by buatj cucu dipagi hari, dan jarak Pamulang -- Bintaro kan lumayan memakan biaya juga, hiks. Alhamdulillah ada juga yang minta dibatkan untuk hiasan di meja, sekalian donk dengan biaya kreasinya, hehe... Makasih kunjungan Pakde ke blog bunda. Salam hangat juga dari Ciputat/Pamulang/Bintaro.

      Delete
  5. Jadi kangen berkebun, hiksss
    Rumah yg lama halamannya luas, dulu saking suka merawat tanaman dari anakan, bisa dibagi2 ama teman, tetangga, kerabat. Trus saking banyaknya dijual juga. Kayak rejeki tiban, tahu2 dapat duit dari tanaman. Di rumah sekarang, terasnya buat parkir mobil. Jadi cuma nanam buah2an dlm pot.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo gitu paling gak kita punya hobby yang sama, ya. Sering juga menjual tanaman Kamboja Jepang sebelum semua diungsikan ke rumah anak yang di Bintaro yang akhirnya si Mbak gak suka tanaman, jadilah tanaman yang bandel dan gampang ngurusnya itu layu tak terpelihara, hiks. Oya, asyiiik donk dapat fulus dari tanaman, bunda pengen banget tuh bisa dapat income dari hasil kaktus dan lain-lain tanaman yang sudah besar. Makasih kunjungan Hidayah Sulislltyowati ke blog bunda.

      Delete
  6. Kaktusnya cantik-cantik banget Bunda

    ReplyDelete
  7. Makasih Wuri Wulandari, cantik emang tapi gak pake bangetlah soalnya wadahnya bukan Vas Porselein, hehe... Makasih kunjungan Wuri ke blog Bunda.

    ReplyDelete
  8. Bunda, tanamannya rapi dan cantik-cantik.. pasti seneng banget mereka dirawat penuh kasih sayang sama Bunda :)

    ReplyDelete