Dicari Kolektor Fiat Klasik

Tak terpikirkan sama sekali akan aku beri judul apa postingan tentang mobil antik ini selain "Dicari Kolektor Fiat Klasik." Hihihii...berbau iklan, ya? Katakanlah begitu. Memang sudah beberapa bulan aku pasarkan Fiat Antik ini secara offline antar teman, tapi belum juga ketemu jodohnya..


Jelaslah gak ada yang berminat karena aki-nya mati, hehe... Bingung? Gak juga! Cepat  atau lambat akan ada seseorang yang berminat menyuntingnya, hehe... tanpa AKI sekalipun. Kenapa aku harus ber-lama-lama menahan mobil Fiat Antik tahun 1963 ini di garasi anakku. Dia sudah mendelegasikan wewenang kepadaku untuk menjualnya. Jadi gak ada salahnya  aku mulai action memasarkannya, paling tidak melalui  postingan ini.  Pada saat yang sama tentu saja blog-ku ter-update.  No harm  to try. Bagaimana hasilnya nanti, that's God's decission. As simple as that, kan?
dokpri

Sebetulnya sudah bisa ditebak tuh bagaimana sang Kolektor akan cepat jatuh cinta pada Fiat Klasik ini, karena untuk mencoba mesinnya aja gak bisa! Iya! Aki-nya mati, sudah lama harus diganti. Tapi jangan salah, orang berdoku tebal yang hobinya mengoleksi Fiat antik masalah Aki baginya pasti tak  akan dipersoalkan. Dia pasti tak berkeberatan untuk mulai tawar menawar harga mobil antik ini, tanpa memikirkan Aki-nya.

Kalau gayung bersambut dan Allah berkehendak memberi rezeki kepada umattNya, maka aku tak perlu lagi gundah berteriak dalam hati Dicari kolektor Fiat Klasik ini, bukan?  Garasi di rumah anakku sudah banyak penghuninya: Sebuah mobil TEANA, motor Honda Beat dan satu Vespa. Once Fiat klasik ini dilirik kolektor yang berduit, hehe... maka Teana, Honda Beat dan Vesva akan bernapas lega karena space di garasi menjadi sedikit lapang. Yeeaayyy... aku harap hal ini akan cepat menjadi kenyataan. Aamiin

Agar Peminat lebih antusias lagi aku harus menambahkan informasi -- Fiat 1100 tahun 1963 dengan warna asli hijau telur asin ini interiornya sudah dimodifikasi, termasuk sound-systemnya. Fiat yang semula Manual telah diubah menjadi Matic.  Sebagai seorang pensiunan yang tak punya pengalaman dan tidak mengerti tentang segala hal yang berkaitan dengan mesin mobil -- mencari  Aki mobil model apa dan dengan besaran Amper berapa jadi bingung pastinya. Sebetulnya  sih gak juga harus bingung, di jaman now yang serba canggih ini. Aku teringat pernah menulis postingan, sebagai job review tentang yang berkaitan dengan Aki.

Ops, benar juga, tepat di bulan Nopember tahun yang lalu aku menulis sebuah postingan yang diikut sertakan dalam Blog Competition entitled: StoryTellingCompetition  Nah, ingatan ini membuat aku jadi penuh harapan mendapatkan Aki yang cocok untuk Fiat 1100 (Klasik). Shop and Drive yang memberikan service 24 jam. dengan mudah bisa dihubungi. Aku pernah menghubunginya setahun yang lalu dan berbicara dengan salah seorang teknisinya bertanyakan tentang Aki Fiat Klasik. Namun karena belum ada kepastian tentang kapasitas Ampernya, batallah ketika itu.. AstraDelivery dengan Shop and Drive-nya siap melayani siapa saja yang membutuhkan service Aki mobil mereka.

Jadi sejauh ada Peminat yang benar-benar Classic Car Enthusiast, maka mobil tanpa Aki bukan satu hal besar yang akan menghambat keinginannya  memiliki mobil klasik tersebut -- Tak peduli sudah dimodifikasi atau masih tetap dalam bentuk aslinya. Aku akan membantunya mencarikan Aki  melalui Shop and Drive. Penasaran akan kemudahan mencari Aki anytime any place anywere? Coba aja klik postinganku di sini.

Atau googling langsung aja websitenya. (Silakan liat di postingan).  Dengan service Shop and Drive yang 24 jam (mudah-mudahan saat ini masih valid) tidak menutup kemungkinan kapan pun si mungil ini dilamar Peminat, aku akan segera menghubungi teknisinya melalui telepon yang bisa dilihat di Websitenya. Jaman sekarang tidak ada yang sulit. Semua serba sudah memiliki Website. Tinggal klik dan informasi yang dibutuhkan sudah terpapar di sana. Jadi kalau sudah ada Pelamar, hehe...semua bisa diatur bak menjentikkan ibu-jari dan telunjuk saja. Kanan boleh, kiri pun oke.

dokpri

Ada yang unik ketika mobil itu baru saja tiba dari Jawa Tengah ke rumah anakku dengan pengangkutan yang bikin heboh Satpam komplek, hehe... Gimana enggak, lha mobil apa namanya yang mengangkut Fiat 1100 ini, begitu panjang dan guede banget harus di parkir di halaman komplek -- sulitnya minta ampun -- jadi tontonan pulak. Tapi tidak lama mobil Fiat itu di garasi rumah anakku, karena sejak awal ia memiliki keinginan yang sangat besar untuk memodifikasi Fiat mungilnya seperti yang sudah aku jelaskan di atas, maka ia pun bersegera  memasukkan si Fiat mungil ke bengkel. Naaah, di sinilah justru teknisi yang dibikin repot dan bingung melayani pertanyaan para pelanggan yang juga melakukan service mobilnya di situ. Pertanyaan yang hampir sama diajukan kepada Teknisi:

"Mas, mobil siapa nih? Dijual gak? Kalau mau dijual berapa harganya, siapa yang harus saya hubungi?"

Langsung dijawab Mas Teknisi: "Gak, Pak, gak dijual, malah pemiliknya mau memodifikasi mobil ini."

Cerita yang kutuangkan di paragraf dua terjadi sekitar awal tahun 2014. Salut juga aku dengan selera anakku yang bisa menyesuaikan selera  anak lelaki semata wayangnya. Gembiranya Cucuku bukan main, seakan tak ada kelelahan ia mengemudikan mobil Fiatnya. Udahlah cucuku ini ganteng, memakai topi ala Bruno Marz, lengkaplah kegantengannya. Pastilah orang pertama yang memujinya adalah Sang Nenek, hehehee...  Orang yang melihat pasti akan menoleh dua kali. Entah karena  cucuku, sang pengemudi, ataukah karena antiknya mobil Fiat itu, atau boleh jadi karena melihat Nenek renta duduk di samping cucuku di mobil antik itu. Sama-sama antik.

Namun tahun 2016 Fiat klasik yang sudah dimodifikasi itu terpaksa ditinggalkan oleh Pemiliknya. Cucuku, setelah menyelesaikan sekolahnya di Senior High School Bina Nusantara harus melanjutkan kuliah di salah satu Universitas di negara nun jauh di sana. Sejak itulah tak pernah lagi ada yang mengontrol Aki mobil dan lain sebagainya, sehingga jadilah kini Si Mungil Fiat antik yang berwarna cantik itu kesepian dan sepertinya sudah gak betah lagi tinggal di garasi rumah anakku.

Mudah-mudahan melalui tulisan ini tidak perlu terlalu lama lagi aku akan merasa beruntung memuatnya sebagai updating blog-ku dengan judul:  Dicari Kolektor Fiat Klasik. 


Jadi benar juga selama kita mau memperhatikan ide yang berseliweran memang betul ide itu bisa kita jadikan bahan postingan. Buktinya tulisanku ini tanpa rencana tak ada keinginan untuk membahas tentang sebuah mobil Fiat yang teronggok di garasi. Tapiiii...ternyata, jemari ini berselancar saja menorehkannya.  Ada tidaknya pengunjung memang penting, tapi aku tidak merisaukannya andai tidak ada yang membaca postingan ini pun tak mengapa. Yang penting blog-ku telah terupdate, hehe... Alhamdulillah.















Comments

  1. sukaaa deh bunda liat obil klasik kayak begini! Cakeeep :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeeaaayy...ada indah di sini. Iya mobil klasik sih, tapi cucunya kan kuliah nun jauh di sana, jadi udah tahunan gak pernah ada yang ngopenin, hiks...jadi ya kalo ada jodoh biarin deh dia dipersunting Penggila Fiat Antik, qiqiqi....kalo gak ya, blog bunda udah di update. Makasih udah berkunjung.

      Delete
  2. Aduh jadi ngiri sama semangat bunda buat nulis. Mau ada yang baca atau enggak yang penting udah di post ya bun. Btw warna mobilnya bagus ya bun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini lagi keabisan ide ceritanya, hehe...trus jadi deh postingan ini. No harm to try, kan, laku alhamdulillah, gak laku a.k.a. gak yang berminat yo gakpopo...warna mobilnya bunda juga suka, kalem. Terima kasih kunjungan Rahma Zaini ke blog bunda.

      Delete
  3. Warna mobilnya cakeep bunda...kadang suka heran juga melihat kolektor bisa menghabiskan uang jutaan hanya demi barang incarannya...hm, nggak kebayang sih kalau jadi pasangannya..hihi, saya berasa mau ngomel2.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihiii...Muyassaroh, jangan pernah ngomelin yang suka sama barang antik. Yang penting "jatah kita" aman, man, maaaan... Kalo baru "berasa mau ngomel2" sih gakpapa. Terima kasih kunjungan Muyassaroh ke blog bunda.

      Delete
  4. Benar bunda, kalau kolektor pasti mau meski akinya sudah mati. Mertua saya juga punya Fiat tapi yg kecil warna hijau & tahunnya lebih lama dari ini. Jalannya masih kencang. Sudah beberapa kali ditawar orang kalau beliau parkir di pinggir jalan tapi nggak dijual. Beliau memang kolektor mobil antik, jadi kalau mobilnya rusak malah jadi hiburan bagi beliau. Kadang sampai berburu onderdil keluar kota. Sementara ini sudah distop anak-anaknya untuk menambah koleksi. Sekarang tinggal Fiat & Mercy kuno karena rumah penuh onderdil nggak jelas. sampai disimpan di ember heheee. Semoga cepat mendapat pembeli ya bun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah, keren tuh Papanya mbak Lusi Tris, malah kl rusak jd hiburan ya. Refreshing, hihihi... Kl bunda refreshingnya di blogging. Mksh, do'anya, md2an cepat ada yg ngelamar tuh Fiatnya.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Ada Apa Dengan Panggilan Bunda?

Eratnya Ikatan Kekeluargaan Itu

Khasiat Serai Merah