Menyambut Lebaran dengan Penuh Sukacita

Day-30
Sumber gbr: suryamalang.tribunnews.com
Malam ini adalah malam yang membuat hati setiap insan muslim merasa bersyukur bisa menyelesaikan puasa di hari terakhir. Gema takbir tak henti-hentinya sambung menyambung dari mesjid-mesjid yang berada dikejauhan namun terdengar sayup-sayup suara takbir. Esok hari menyambut lebaran dengan penuh sukacita. Seketika hati seperti dikejutkan oleh suara yang tak terdengar jauh di relung hati. Alhamdulillah, selesai sudah menapaki hari-hari bulan Ramadhan tahun ini. 


Sore tadi seperti sudah menjadi satu kebiasaan anak perempuan sulungku selalu bermalam di rumahku beserta cucu-cucuku. Esok hari kami harus sudah siap berada di Mesjid pukul 06.30 bahkan kalau bisa tentu akan lebih awal lagi kami datang dan memilih tempat untuk solat sebelum aula mesjid sudah dipenuhi para jamah. Hari esok, Kamis, 5 Juni 2019 tidak ada lagi puasa, tak pernah akan terdengar panggilan sahur. Hari ini umat muslim di seluruh dunia sedang bersiap-siap menyambtu lebaran esok hari. 

Aku sudah mempersiapkan ketupat lebaran beserta lauk pauknya yang tak pernah berbeda dari tahun ke tahun bagi keluargaku, yaitu ketupat, opor ayam, rendang daging ala bundayati, sayur ketupat berbahan pepaya muda, kemudian emping sebagai pelengkap agar bila sedang makan  ada kriuk-kriuknya, hehe...

Bagaimana dengan persiapan untuk besok, menyamut lebaran? Aku sudah siap secara mental. Tidak memakai baju baru tidak menjadikan masalah buatku. Yang penting hatiku harus baru. Hatiku harus disiran dengan hal-hal baru yang kudapat selama sebulan menjalani puasa di bulan Ramadhan.  Tentunya seperti juga para wanita yang lain, akupun berhak untuk bisa tampil beda di hari yang fitri ini. Aku akan menyambut hari raya ini dengan penuh keyakinan -- usai solat Ied esok hari -- aku harus bisa move on, aku harus bisa menerima pertemanan dengan siapapun sejauh itu bersifat pertemanan yang positif.

Sumber gbr: Palembang.tribunenews.com
Pertemanan yang bersih dari segala hal-hal negatif nan disimpan dalam hati selama ini. Kapan lagi kita akan bermaaf-maafan kalau tidak di hari yang mulia ini.   Hati siapapun harus bersih menyambut hari yang Fitri, esok hari. Lebur segala sakit hati dan dendam yang bersarang selama ini, kalau ada. Andaikan tidak ada tentu hati bersih dan wajah berseri menghias  pertemuan di hari pertama yang fitri ini akan membawa keberkahan bagi kedua belah pihak yang semula berseteru.  Peleburan segala kesalahan apapun bentuknya dalam tautan jemari tangan, peluk erat dan terucap maaf dibibir yang bergetar karena penuh keikhlasan dan keinsyafan. Aamiin.

Besok kita mengunjungi orang yang lebih tua, sanak saudara ata para tetangga. Besok kita akan mulai dengan awal baru memulai kehidupan yang baru, dalam arti kata semua serba baru. Agar lebih mantap hati untuk mengikis segala perasaan yang tak baik terhadap orang lain, sekalipun seseorang itu telah menyakini hati kita. Yuk, bersama kita basaa cuplikan tulisan berikut:

Sudah merupakan hal yang wajar  ketika seorang membalas keburukan dengan keburukan yang serupa sebagaimana pul membalas kebaikan dengan kebaikan yang sama. Bahkan lebih baik lagi.Ini bisa terjadi karena kesadaran dan terutama karena hati yang bersih dan ikhlas.
Mari kita sambut datangnya Lebaran dengan penuh sukacita. Semua gembira, semua ikhlas. Dan semua menyimpulkan senyum bahagia. 

Sumber gbr: tribunenews.com








REFERENSI:
https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/pq1brd313/menghilangkan-dendam


Comments

  1. Selamat Lebaran, Bunda!

    ReplyDelete
  2. Typo, 5 juni Hari Rabu bunda. ... :)

    Selamat idul fitri, Minal Aidin Wal faizin ya bunda, sehat Dan bahagia selalu. Amin

    ReplyDelete
  3. Kalau lebaran, saya juga jarang sekali mengenakan baju baru. Tidak tidak saya terbiasakan membeli baju baru. Mengenakan apa adanya. Selamat idul fitri, mohon maaf lahir batin.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Ada Apa Dengan Panggilan Bunda?

Khasiat Serai Merah

Eratnya Ikatan Kekeluargaan Itu