BEBERAPA ORANG YANG MENGAKU MEMILIKI LAHAN ITU

BEBERAPA ORANG YANG MENGAKU MEMILIKI  LAHAN ITU

Bagaimana bisa?

Pasti itu tanya yang menggelayut di setiap benak reader yang membaca judul postinganku ini. Untuk lengkapnya biarkan aku menyelesaikan corat-coretku ini. Siapa tahu akan ada hikmahnya bagiku. Who knows ada pembaca yang berhati seperti malaikat berkenan memberikan pendapatnya untukku setelah membaca artikel kenangan ini. Aamiin. YRA.

 


 

I.     LIKA-LIKU USAHAKU MENGHADAP KE BPN

Yuk, ikuti tulisanku berikut tentang bagaimana bisa Beberapa Orang Yang Mengaku Memiliki Lahan Itu. 

 

I.1.     Semula aku tak ingin menorehkannya dalam blogku namun pagi ini begitu saja mencuat ke permukaan pikiranku untuk segera menuliskannya sebagai kenangan pahit bagi keluargaku. Kenapa? Karena aku yang berhadapan dengan BPN (Badan Pertanahan Nasional R.I).  Aku yang melakukan pencarian pembenaran itu, aku yang pontang panting ke sana ke mari memenuhi pinta Sang Surveyor untuk mencocokkan lahan bernomor percil sekian, sekian, sekian dan sekian yang saling tumpuk dengan lahan yang dibeli oleh anakku. 

 

I.2.    Berkas sudah di tanganku. Aku harus bisa mencari solusi apapun untuk anakku sebagai Pembeli bidang tanah itu. Anakku bahkan sudah give up. Pasrah. Tapi aku tidak setuju. Kataku padanya perjuangan dan usaha harus diupayakan. Jangan menyerah sebelum berusaha. Allah juga akan murka bila umatNya menyerah begitu saja tanpa usaha. Bagaimanapun caranya (tentu saja dengan cara yang lurus dan tanpa intrik-intrik apapun.) Dengan berkas lengkap aku siap mengurus kepemilikan sertifikat tanah ke BPN   Pelimpahan berkas lengkap telah aku lakukan pada tanggal 6 Oktober 2014  di kantor BPN --  ketika masih berlokasi di KSU BUMIRAKA, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.

 

II. PENASARANKU MENJADI-JADI DAN SEMANGATnpa SEMAKIN MENGGEBU

II. 1.        Setelah diadakan tiga kali peninjauan dan pengukuran ke lapangan -- pemetaan gambar tetap tidak bisa diterbitkan. Kenapa? Karena menurut Pak Surveyor lahan yang tersebut dalam surat-surat yang dibeli anakku dengan kode percil yang tertera sudah terisi dengan  beberapa peta lahan, sehingga sulit menentukan penempatan lahan yang kami beli. Jelas sekali overlapping terjadi karena terjadi beberapa kali penjualan lahan yang sama oleh Penjual . kepada lebih dari satu orang.

 

II. 2.        Dalam perjalanannya kenapa juga Bagian Gambar (Sang Surveyor) memintaku untuk mencocokkan lahan-lahan yang overlapping -- untuk menemukan dan mencocokkan apakah ada yang bernomor percil sama dengan percil yang dibeli oleh anakku. Tapi tetap aku lakukan karena ini adalah untuk kepentinganku. Lahan seluas 360 meter persegi yang sudah diperjual-belikan berulang kali, berlokasi di Gapura Menteng, Pladen RT-04, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.  Aku bersikeras untuk membuktikan lahan tanah yang dibeli oleh anakku memiliki nomor percil yang berbeda dengan nomor-nomor percil yang diberikan oleh Pak Surveyor. Aku tetap menjelaskan lahan tersebut terletak di lahan yang masih kosong. (aku sertakan gambarnya)


Gbr. dokpri.

II. 3.     Langkah berikut aku diminta ke bagian Koordinat Pertanahan di BPN dan menemui salah seorang staff yang akan mengukur ulang tanah itu berpatokan pada Koordinat (aku kurang paham artinya). Aku pun berangkat ke lapangan dengan staff tersebut. Ukuran secara koordinat sudah didapat, namun setelah diserahkan kepada Surveyor tetap saja tidak ada solusi --  tanah tersebut tetap overlapping. Alamaa...apa dayaku. 


II. 4.    Tentu saja aku harus mencari pembenaran dengan segala daya, dengan segala kepatuhan tanpa curiga aku lakukan demi memperoleh kecocokan lahan di lapangan dengan nomor-nomor percil yang aku terima dari Juru Gambar/Surveyor BPN seperti yang telah aku uraikan di atas. Aku lakukan sendirian karena anakku sudah menyatakan Give Up untuk mengurusnya, tapi kataku kita harus tuntas mengurusnya. Berhasil atau tidaknya  kita serahkan kepada Allah Sang Maha Penentu. Karena menurutku kita tidak boleh menyerah sebelum berusaha semaksimal mungkin. Alhamdulillah kesehatanku dalam usia 75 tahun (2014) masih bisa diandalkan untuk duduk berjam-jam di atas motor Ojecker yang setia mengantarkanku huntng percil-percil yang ada ditanganku. 

DokPri

 II. 5.    Sejak pengurusan dengan BPN tidak menghasilkan sesuatu yang positif, pihak BPN menganjurkan aku menemui Penjualnya dan diusahakan mengadakan mediasi dengan mereka yang mengaku memiliki lahan tersebut agar didapat kesepakatan untuk mengadakan pertemuan. Jangankan mengadakan mediasi, untuk menghubungi Penjual pun sangat sulit -- seperti mencari jarum di dalam jerami. Alamat yang diberikan untukku atau di Akte Jual Beli setelah dilacak  ternyata seperti judul lagunya Ayu Ting Ting "Alamat Palsu." 

 

Astagfirullah! Anakku telah membeli tanah dari tangan orang yang tidak bertanggung-jawab!

 

II.   6.     Tahun 2018 aku lupa bulan dan  tanggalnya -- aku dapat pemberitahuan dari Pak Surveyor yang baik hati bahwa kasusku di closed oleh BPN Pusat karena setelah sekian lama kasus ini selalu saja OVERLAPPING dan tidak selesai, maka BPN memutuskan tidak bisa lagi meneruskan untuk sampai pada tahap pemetaan yang diinginkan. Disarankan untuk menarik kembali berkas yang telah aku sampaikan di bulan Oktober tahun 2014.

 

III. APA DAYAKU? 

III. 1.    Setelah sekian tahun berusaha mencari pembenaran berakhir pada ke-sia-siaan akupun berhenti berjuang. Menyerah? Ya! Karena aku bukan siapa-siapa. Menyesal? Sama sekali tidak pernah ada penyesalan. Malah aku dan keluarga mendo'akan kesehatan, keberkahan bagi PENJUAL yang telah membohongi keluarga kami. Kami keluarga yang tidak pernah bisa dan mampu memaksakan kehendak melalui jalur yang tidak lurus. Kenapa? 

 

III. 2.    Karena aku dan keluargaku adalah orang biasa-biasa saja yang  tidak memiliki orang-orang penting atau orang-orang kuat yang bisa mem-backing-up kami dan yang akan membantu kami keluar dari permasalahan ini kemudian berakhir dengan sukses.  Apalagi melalui jalur hukum yang pasti akan membutuhkan biaya yang aduhai besarnya. Tidak! Itu bukan kami! Aku berpikir positif saja. Tidak mungkin untuk mengharapkan Penjual -- andaipun bisa aku temui --  mengembalikan uang yang telah diterimanya sebagai hasil penjualan lahan seluas 360 meter  persegi seharga 360 denga 6 angka NOL dibelakangnya. Ya, betul 360,000,000 pada tahun 2014.  Kini tahun 2020  tak terbayangkan berapa pula harganya. 


III. 3.    Aku hanya inginkan PENJUAL bisa menjadi MEDIATOR untuk mempertemukan kami agar, Insha Allah akan memberikan kesepakatan dan kebijaksanaan antar Beberapa Orang Yang Mengaku Memiliki Lahan Itu -- kepada keluarga kami, khususnya anakku sebagai PEMBELI I.  Bukan kami tidak perlu uang menghentikan perjuangan ini, bahkan uang 360 juta bagi kami seperti 36 M. Subhaanallah! 

 

Pasti ada lagi tanya dalam hati para reader, jadi untuk apa postingan ini dibuat kalau bukan atau tidak untuk mencari jalan penyelesaian? Bukankah sudah aku sebutkan di atas tulisan ini sebagai postingan yang akan mengingatkan kenangan pahit pengisi blogku dan bukan hal yang tidak mungkin, kelak  bila Allah berkehendak, apa pun bisa terjadi. 


Yups, semua permasalahan aku pasrahkan kepada kehendak Yang Maha Kuasa. Andai masih rezeki kami pasti Allah akan menunjukkan jalan yang terbaik kepada kami dan kepada Beberapa Orang Yang  Mengaku Memiliki Lahan Itu.         

 

 
Tanah yang dibeli oleh anakku 2014 penuh dengan pohon pisang  di sebelah tanah yang sedang dibangun (dokpri)


III.4.         Pernah terlintas dalam benakku untuk mencari bantuan agar, setidaknnya, bisa mengupayakarian uang anakku yang telah dikeluarkan bisa dikembalikan, setidaknya ada pertanggung-jawaban dari Penjual. Tapi niat itu aku urungkan karena berarti aku memberontak pada ketentuan Allah. Biarlah tangan Sang Pencipta yang menentukan rezeki anakku, uang yang telah dikeluarkan sekian ratus juta akan kembali ataukah akan lenyap seperti debu ditiup angin. Wallahu a'lam.  Allah Mahatahu yang sebenarnya. Aku pasrah pada ketentuanNya.

  .


Sumber gbr. dream.co.id

  

  Aamiin, yaa robbal'alaamiin



 






Comments

  1. Aduhai...betapa tidak amanahnya sang penjual itu. Subhanalloh. Semoga kita tidak berbuat seperti yg dilakukan si penjual itu. Adapun tulisan Bunda ini, saya pikir bisa bermanfaat kelak jika Alloh berkehendak membuka permasalahan ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, tp bunda gak mention Penjual ( no hpnya diganti) or surveyor dzn hastag BPN. mksh komentarnya, Mbak Diah DA

      Delete
  2. Duh sedih juga saya bacanya, Bun. Semoga penjualnya diberi kesadaran. Tetapi, bila tidak, Insya Allah akan ada yang terbaik untuk Bunda Yati dan keluarga, ya. Aamiin

    ReplyDelete
  3. Aku bacanya ikut sedih bun, semoga dari setiap kejadian tak menyenangkan menjadi pelajaran berharga agar kita lebih dekat kepadaNya dan diganti oleh Allah berkali-kali lipat insha Allah.

    ReplyDelete
  4. Ya Allah Bunda, ikut sedih. Semoga yang terbaik untuk urusan tanah ini. Mudah-mudahan rejekinya nanti diganti dengan yang lebih berkah dan berlipat ganda, aamiin

    ReplyDelete
  5. Kukira tadinya cuma salah gambar. Tapi setelah baca uraian berikutnya, sepertinya ada indikasi penipuan, ya? Duh, nyeseknya uang segitu.
    Semoga Bunda sekeluarga senantiasa dilimpahi kesabaran dan mendapatkan ganti yang lebih baik. Aamiin.

    ReplyDelete
  6. ada ya orang sejahat itu, memperjualbelikan 1 lahan pada beberapa orang.
    Semoga bisa ketemu ya si penjualnya yang pakai alamat palsu itu. Semoga dia segera sadar akan perbuatan tidak baiknya yang telah menyusahkan banyak orang

    ReplyDelete
  7. Peluk Bundaaaaaa T_T
    Semogaaa ALLAH berikan ganti yang jauuuhh lebih baik ya.
    Ini jadi catatan untuk kita semuaaa. Kudu ekstra hati2 kalo berurusan dgn jual beli tanah dan sebangsanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, peluk balik erat dari bunda. Aamiin.

      Delete
  8. Terima kasih sharingnya Bunda. Semoga Allah memberikan ganti dg rizqi yg lebih bagi kelg Bunda.. Ini menjadi peringatan jg utk kita perlunya hati2 n cek n ricek sblm akad jual beli apapun..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Ya, betul sekali, harus dicek dulu ke Kelurahan, Kecamatan kondisi keberadaan tanah sebelum memutuskan membelinya.

      Delete
  9. Bundaaa..terima kasih untuk menuliskan ini di blog. Beberapa waktu lalu, saya juga barusn ngobrol dengan bapak empunya rumah tempat tinggal kami tentang kasus seperti ini. Satu lahan dijual beberapa kali yang jelas merugikan pembeli.
    Namun, pasti ada hikmah di balik kejadian ini. Entah apa itu, semoga suatu hari bunda dan keluarga bisa menemukan kebaikan di balik masalah ini.

    ReplyDelete
  10. sedih bacanya bun...tetap bersabar. Semoga masalahnya cepats selesai ya....karena akan ada pelangi sehabis hujan. Semangat!

    ReplyDelete
  11. Ya Allah bunda. Kok getu ya Penjualnya sampai mengakibatkan overlapping dan tidak dapat dilacak. Kesabaran bunda dan keluarga akan mendapat rejeki yang lebih luas dari Allah SWT. Menjadi pembelajaran saya juga bila membeli tanah atau properti untuk cek dan ricek lebih jauh

    ReplyDelete
  12. Innalillahi, sabar ya, Bun. Semoga kejadian yang dialami Bunda dan keluarga bisa digantikan dengan yang lebih baik lagi dari Allah SWT.
    Bagi yang melakukan kecurangan, saya yakin hidupnya gak akan tenang. :(

    ReplyDelete
  13. Membaca tulisan bunda jadi ingat tanah warisan almarhum bapak yang dijual sebagian...kalau yang saya alami si pembeli yang nakal, karena ibu saya ditipu...sewaktu pengukuran kembali, si pembeli ini menambah ukuran tanah yang dibeli tanpa seijin ibu saya...dan astaghfirullah Bun si pembeli ini sewaktu meninggal tubuhnya tiba2 memanjang lebih panjang dari makamnya....saya tidak mau suudzon....mari kita sama2 berdoa semoga keluarga bunda Yati, keluarga saya dan semuanya senantiasa diberikan kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi kasus serupa...dan semoga Allah tunjukkan kebenaran serta kelimpahan berkah setelahnya...aamiin

    ReplyDelete
  14. Ya Allah bunda, sedih nyesek dan segala macam rasa ketika membaca cerita bunda. Apa kabarnya orang yang menjual tanah berkali-kali ini yaa, semoga orang itu membaca tulisan bunda dan terketuk hatinya untuk mengembalikan uang putrinya bunda.

    semoga ada jalan terbaik dari Allah. Diberikan rejeki yang lebih besar dari uang yang dicuri oleh penjual tanah abal-abal ini.

    peluk bunda dari jauh.

    ReplyDelete
  15. Innalillahi, sabar ya Bunda.
    Insya Allah keikhlasan bunda menerima keadaan diujung semua ikhtiar akan berbuah manis.
    Kalaupun lahan itu tak kembali setidaknya bunda mendapatkan hikmah di baliknya.
    Allah melihat usaha bunda dan pastinya Dia tidak tidur.
    Semoga bunda tetap sehat dan bahagia. Peluk bunda.

    ReplyDelete
  16. Ahhhhh Bunda, aku ikut sedih bacanya. Kesel dan gemes juga ama penjualnya. Jahat banget penjualnya. Semoga penjualnya dapet hidayah ya sebelum sakaratul mautnya nanti. Semoga apa yang dihadapi bunda dan anak bunda, digantikan Allah dengan rezeki yang lebih lagi. Amin ya Allah. Walaupun klau diingat-ingat lagi perbuatan buruk orang itu apalagi melihat lahannya, pasti masih terasa sesak ya bun. Semoga waktu menyembuhkan luka itu

    ReplyDelete
  17. Ya Allah bundaaa, saya ikut sedih bacanya bundaaa. Semoga Allah membantu mengurusnya dengan baik. Sehat sehat ya bun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dan ini juga setelah bunda nulis buat yang lain untuk semakin berhati-hati untuk ke depannya. Semoga Allah akan balas dengan segala kebaikan baut bunda yati sekeluarga

      Delete
  18. Yaaa Allah saya ikut sedih bun bacanya.. Uang sebesar itu bagi saya sih BESAR banget! Makasih sharingnya ya bun, jadi pelajaran banget untuk saya dan suami jika suatu saat beli tanah harus lebih hati2.

    ReplyDelete
  19. auto nangis bacanya bunda, ternyata ada aja ya orang yang berbuat curang dalam jual beli. sungguh harta yang dia dapatkan dari cara curang ini tidak akan membuatnya bahagia lahir dan batin.

    ReplyDelete
  20. ya Allah bunda, sedih nian kisah ini bun..
    sy pernah juga ditipu developer bun, uang dp rumah sebesar 50juta hilang, rumah tak kunjung dibangun... suami uda iklhas, sy klo inget msh sakit hati dan sedih bun...
    baca tulisan bunda jadi malu pada diri sendiri, smg bunda sekeluarga diberi kemudahan dan diganti dgn lbh baik ya bun

    ReplyDelete
  21. Untung deh bunda semangatnya luar biasa dalam melakukan apapun hgak cuma ngeblog nih tapi termasuk urusan ke BPN. Jujur aja aku juga suka males ngurus ini itu.
    Repot juga ya bun harus menyertakan bukti macem-macem sampai foto juga. Ternyata hasilnya belum ada ya bun sampai kasusnya ditutup karena terlalu lama. Semoga diberikan rezeki lain buat anaknya bunda

    ReplyDelete
  22. ini memang masalah terbesar yang ada di tanah air untuk urusan pertanahan. Banyak orang yang berniat buruk ditambah sistem pencatatan yang carut marut jadi merugikan banyak pihak. Saya punya pengalaman serupa Bunda dengan tanah yang kita beli di Lampung..padahal sudah cek juga ke BPN lho sebelum transaksi. Tapi terus ada orang yang datang membawa sertifikat tanah yang usianya lebih tua dari sertifikat kami. akhirnya disepakati kami tebus sisa tanah yang ada dan sertifikat lama menjadi milik kami, sehingga tidak ada lagi double sertifikat. Setelah diusut, yang jahat itu RTnya bunda.. karena mengakali penjualan sebidang tanah untuk orang yang berbeda. Tapi Allah SWT memang tidak tidur Bunda... ybs ternyata memang banyak lakukan kejahatan serupa dan akhirnya ditangkap Bunda dan saat di penjara meninggal karena stroke. Kita tidak mendoakan yang jelek tapi Allah SWT maha adil..

    ReplyDelete
  23. Ya Allah Bunda...
    Semoga Allah mudahkan dan lancarkan urusan-urusan Bunda.
    Sedih banget Bunda..

    Temenku juga sedang mengurusi masalah jual-beli tanah dan sepertinya memang perlu banget link orang dalem, Bun...
    Heuheu~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bunda...
      Terimakasih tulisannya. Pada akhirnya, aku suka sekali dengan kesimpulan Bunda atas apa yang dialami ini. Semoga Allah gantikan dengan yang jauuuuhh lebih baik dan in syaa Allah beberkah untuk keluarga Bunda.

      I love you, Bunda.

      Delete
  24. Bunda, sing sabar ya. Semoga Tuhan memberikan rezeki lebih untuk Bunda. Dan orang yang menjual juga diberikan kesadaran untuk mengakui kesalahannya ya, Bunda.

    ReplyDelete
  25. Rumit banget ya Bunda kalau urusan tanah gini. Pihak berwenang aja udah ga mau bantuin gitu huhuu.. semoga tetap menjadi milik anak Bunda dengan segala keberkahannya di kemudian hari ya, Bun.

    ReplyDelete
  26. Beberapa kali mendengar kisah penjual nakal seperti ini, sungguh hati bunda dan keluarga sangat kuat bisa menerimanya, semoga ananda bunda yati digantikan tanah yang lebih baik dan lebih luas ya, aamiin. Terimakasih telah berbagi pelajaran berharga ya bunda.

    ReplyDelete
  27. Urusan tanah memang rumit ya Bunda. Ini juga terjadi sama adik iparku, 2 tahun yang lalu belinya. Ini masih rumit banget ngurusinnya. Sedih banget rasanya, beli tanah dengan uang jerih payah tapi dimanfaatkan oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab.

    ReplyDelete
  28. waduh, ma kasih bunda infonya. Saya jadi dapat ilmu untuk berhati-hati membeli tanah. Kebetula n emang ada niatan mau beli tanah. Tapi saya bingung, nomor percil tuh apa ya, Bun? Berarti kita kudu cek nomor percil dulu ke BPN ya sebelum membeli.

    ReplyDelete
  29. Ya Allah, Bunda.. semoga ada kejelasan meskipun kasusnya sudah ditutup. Dan penjual menyadarinya apa yang telah dia lakukan itu sangat-sangat merugikan orang lain.

    Semoga anaknya Bunda dan keluarga mendapatkan ganti yang jauh lebih banyak dan berarti dibandingkan 360 juta itu.

    Saya jadi geram sendiri sama yang jual tanah itu. Tega banget sih melakukan kayak gitu. :(((

    ReplyDelete
  30. Ya Allah bun turut prihatin. Gemes :(
    Saya pernah mengalami peristiwa juga beli rumah h ternyata tanahnya tak jelas tanah sengketa dan memang utk mengurus tu rasanya Ya Allah perjuangan ya, krn banyak oknum tdk bertanggungjawab, lepas tangan, bahkan tak mau membantu :(
    Akhirnya skrng kalau urusan properti tanah maupun rumah jd sangat hati2.
    Turut mendoakan semoga saja apa yang hilang diganti Tuhan jauh lbh baik dan yang berbuat jahat diberi hukuman dunia akhirat aamiin

    ReplyDelete
  31. Ya Allah Bunda, turut prihatin dan sedih bacanya, semoga anak Bunda diberi kesabaran dan diganti uang yang hilang dengan rezeki berlipat ganda. Ayah saya pernah kena hal serupa Bun, terlalu percaya sama orang dan beli tanah nggak jelas :(

    ReplyDelete
  32. Ya Allah bunda Yati mendapat ujian berurusan dengan orang yang tidak amanah. Semoga mendapat jalan keluar ya bund. Semoga menjadi ladang pahala untuk bunda yati dan keluarga

    ReplyDelete
  33. Kakak saya pernah ngalami do like this dan itu sangat tidak enak. Biarlah Tuhan yang membalas jika peelu dibalas. Bukan kita meski paati sakit

    ReplyDelete

Post a comment

Popular posts from this blog

Ada Apa Dengan Panggilan Bunda?

Khasiat Serai Merah

Eratnya Ikatan Kekeluargaan Itu